Bite and Kiss [ Oneshoot ]

Bite and Kiss_babyrosse

Tittle | Kiss & Bite

Cast | Lee Sunny | Oh Sehun

Support cast | just find by your self

Genre | School life | Romance |

Rated | Teens | Length | OS

Disclaimer

Keep calm the story is belong to

Babyrosse

.
.
.
.

You can bite me

but please…
.
.
.

Kiss me after that  bibir seksy
.
.
.
.

“Nee? Nee? Ayolaah…kau harus ikut nee?” kedua tangan Sunny kini mengepal di kedua pipinya, membuat aegyo semanis mungkin untuk Sehun.

“Hn?” Sehun menurunkan komik yang dibacanya, dan hanya melirik sekilas kearah Sunny yang terus-terusan membujuknya.

“Ayolah…ini hanya untuk satu malam, kalau kau tidak ikut Oemmaku pasti tidak mengijinkan aku ikut juga.” rapat Sunny.

“Jadi kau hanya ingin memanfaatkanku?”

“E-eh? Bukan begitu, kalau kau tidak ada aku juga tidak berani─nee…nee…ayo kita ikut Sehun-aa…” rengek Sunny menarik-narik lengan baju Sehun.

Sehun memutar bola matanya malas, “Kalau kau takut kenapa kau ingin ikut? Itu hanya acara Halloween kekanakan.”

Sunny mengerucutkan bibirnya, “Kita akan menginap di Sekolah pada malam Halloween, bagaimana kau sebut itu kekanakan? Apa kau masih ingin melakukan trick or treat?”

“Ckk…kedua kegiatan itu sama-sama membosankannya, lebih baik diam dirumah.”

“Ayolah…bersemangatlah sedikit Sehun-aa…” rengek Sunny lagi.

“Sekali tidak, tetap tidak Bunny!” kata Sehun kembali membaca komiknya.

“Hikss…” Sunny menjatuhkan kepalanya diatas meja, pura-pura terisak dan Sehun tahu itu hanya akal-akalan Sunny agar dia luluh. “Hiks…dasar Sehun jahat…hiikss…kau sudah ‘tak peduli lagi padaku…hikss…”

Sehun memutar bola matanya, dan kembali fokus pada komik bacaannya nanti Sunny akan lelah sendiri lalu menyerah.

“Hikss…baiklah dia pikir aku hanya punya dia saja?” gerutu Sunny masih menunduk dan dapat di dengar jelas oleh Sehun, “Hiiks…aku akan meminta Luhan-sunbae untuk bicara pada Oemma.” Sunny lalu bangkit berdiri.

“Luhan-sunbae?” ulang Sehun, “Ya! Kau mau kemana?” cegah Sehun mencekal tangan Sunny yang beranjak pergi dari Perpustakaan Sekolah.

“Menemui Luhan-sunbae.” jawabnya polos.

“Hn, aku akan ikut, jadi kau tak perlu menemui Luhan lagi.” kata Sehun agak ketus.

“Aa…jinjja? Kau benar-benar akan ikut?!” tanya Sunny tak percaya.

“Hn, berhentilah bertanya lagi atau aku akan membatalkannya.” kata Sehun, tapi Sunny sudah menghambur memeluknya.

“Kyaa…kau benar-benar sahabat sejatiku!” pekik Sunny girang.

“Che? Sahabat?” dengus Sehun pelan.

.
.
.
.
.

Ruang kelas 2A, cahaya lilin menghiasi tiap sudut kelas. Bangku dan meja sudah disingkirkan menyisakan ruang kosong yang luas sehingga para murid bisa duduk saling berhadapan menjadi dua kelompok anak perempuan dan anak laki-laki.

Jack o’lantern tampak berderet rapi di pinggir jendela, selain cahaya dari lilin dan Jack o’lantern, cahaya yang tersisa di ruang kelas hanyalah dari PSP yang tengah Sehun mainkan di sudut kelas.

Duduk manis diatas meja guru, sementara teman-temannya duduk melingkar dibawah. Sejak awal Sehun memang tak berniat untuk ikut acara Halloween yang direncanakan teman-teman sekelasnya , menginap bersama di Sekolah.

“Oi, sebenarnya kalian ini sedang apa sih?” tanya Sehun memecahkan keheningan dan keminiman cahaya di ruang kelasnya.

“Ssstt…kami sedang mendiskusikan permainan bersama para roh Sekolah.” kata Kai sok dramatis.

“B-bisakah kita nyalakan lampunya?” cicit Sunny, memeluk erat lengan Sooyoung yang duduk disampingnya. Jika diperhatikan wajah semua teman-temannya tampak pucat tertimpa cahaya lilin

Sehun mendengus, “Kalau takut kenapa minta ikut?”

“Sssstt…ayo kita bermain, seperti yang sudak kutakan tadi siang oke?” kata Kai.

Beberapa kepala tampak mulai mengangguk, lagi-lagi Sehun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan lebih memilih sibuk dengan PSP-nya.

Satu-persatu dari mereka mulai melangkah keluar kelas yang juga gelap hanya dengan berbekal lentera ditangan, karna lampu sengaja dimatikan. Diawali oleh para anak perempuan. Sunny melangkah takut menggeleng-gelengkan kepalanya saat Kai mendorongnya keluar bersama teman-teman perempuan lainnya yang sudah entah ada dimana.

“Oii… Sehun-aa, kau tidak mau ikut?” tanya Jong In pada Sehun, satu-satunya anak yang masih tersisa di kelas selain dirinya.

Sehun mem-pause gamenya sebentar dan baru sadar kelas sudah kosong, “Lho? Kemana yang lain?”

“Aiishh …jinjja, tentu saja mereka pergi. Permainan sudah dimulai.” kata Jong In.

“Permainan?”

“Oeh, kau ini bagaimana sih?─Kita akan menangkap para anak perempuan yang sudah bersembunyi, jadi jika kita sudah menangkapnya kita menggigit lehernya lalu…” seringai mesum muncul diwajah Kai, “…lalu kita bisa menciumnya.”

“Mencium?!” ulang Sehun, “Ya! Ini pasti idemu agar bisa mencium Yoona saja ‘kan?”

“Hehehe…kau sendiri juga cepatlah! Nanti Sunny keburu digigit Xiumin lhoo…” goda Kai yang tahu jelas perasaan Sehun pada Sunny.

“Aiishh…” Sehun menyambar lentera ditangan Kai dan melempar PSP-nya asal.

.
.
.
.
.

“Hiks…kenapa disini sepi sekali?” gumam Sunny yang sudah melangkah entah kemana, yang dia tahu ini adalah koridor ruang guru.

Bulu kuduknya meremang saat angin dingin menyapu kulitnya yang hanya tertutupi cardigan biru tipis, dan dia sungguh menyesal menggunakan rok dan bukannya celana training yang hangat. Tangannya yang memegang lentera tampak bergetar dan memerah karna menggenggamnya terlalu kuat.

Sunny ingin cepat-cepat keluar dari bangunan Sekolah, jadi setidaknya jika dihalaman akan sedikit terang belum lagi ancaman dari para anak laki-laki tentang menggigit leher dan mencium.

“Hiks…” tiba-tiba isakan keluar dari bibir Sunny, “ Sehun-aa…hikks…aku takut…” Sunny mulai memanggil-manggil nama sahabatnya itu, entah kenapa dia tak ingin jika ada anak lain yang akan menggigitnya kecuali Sehun, rasanya tak rela.

Deg!

Jantung Sunny berdetak lebih cepat saat dilihatnya sekelebat bayangan melintas dibelakangnya. “S-siapa itu?!”

Panik Sunny melempar lenteranya kearah sosok yang makin mendekat kearahnya dan berlari. “Kyaa!! Sehun-aa…tolong aku!!” teriak Sunny sambil berlari sekencang mungkin, tapi sosok itu ikut mengejarnya.

“ SEHUN!!” teriak Sunny lebih kencang saat sosok itu menarik tangannya, dan mencengkram bahunya. “Ahhkk?!” Sunny memejamkan matanyanya menahan airmata yang keluar, rasa sakit menjalari kulit lehernya yang digigit, dia tertangkap.

“Hn, ada apa memanggil namaku?”

“S- sehun-aa?!” Sunny membalikkan badannya saat mengenali suara familiar yang mencengkram bahunya erat. “K-kau kah itu?” minimnya cahaya membuat Sunny tak dapat mengenali sosok Sehun.

“Hn, ini aku…” ucap Sehun, tersenyum tipis─walaupun Sunny tak dapat melihatnya─lega karna sudah menemukan Sunny.

“Huwaa…aku takut!!” Sunny menghambur memeluk Sehun, “Hiks…aku takut…hikks…jika yang menangkapku bukan kau…aku takut hikss…” Sunny meremas erat t-shirt Sehun, berusaha mencari rasa aman.

“Hn, aku tidak akan membiarkan orang lain yang menangkapmu…” ujar Sehun, membelai rambut teman masa kecilnya lembut.

Sunny mengangkat wajahnya menatap sorot mata Sehun yang sedikit memancarkah cahaya, “Apa maksudnya?” tanya Sunny.

Sehun mendengus geli, “Dasar gadis yang tak peka. Kau pikir untuk apa selama ini aku betah lama-lama bersama gadis cerewet sepertimu he?”

“Ya! Siapa yang kau bilang gadis cerewet?” protes Sunny memukul dada Sehun pelan.

“Kalau bukan karnamu, aku tidak akan mau melakukan hal-hal yang merepotkan seperti ini.”

Sebelum Sunny sempat untuk bertanya lagi, Sehun sudah menempelkan bibir tipisnya pada bibir mungil Sunny, Sunny membelalakkan matanya. Dirasakannya tangan Sehun menelusup dibalik rambutnya memegangi lehernya.

Sedetik kemudian Sunny memejamkan matanya, membalas pagutan Sehun pada bibirnya mengalungkan kedua tangannya pada leher Sehun. Ciuman yang panas namun tak menuntut hanya saling berbagi perasaan masing-masing.

Malam Halloween yang merepotkan tapi cukup manis, pikir Sehun disela-sela ciuman mereka.

.
.
.
.

Fin
.
.
.
.


Baby note

Fiiuhh…gaje dan aneh ehehe maafken Baby ya? *sungkem*

Muehehehe…lagi belajar bikin adegan ciuman, karna seperti biasa nulis itu gak segampang prakteknya *eh apa ini?*

sebenernya ini udah Baby publish di WP pribadi pake beda cast tapi -_-

ngg…karna ini blog masih baru lahir (?) jadi response para readers akan sangat membantu 🙂

Oh ya salam kenal juga untuk Writter / Admin / Artworker lain di OSFI 

aduh sebenernya gak enak ngepost duluan mendahului para sunbae-ku >_<

Fufufu…fic untuk nambahin Library, tapi kalo udah baca leave your comment please…

See you in another story─muaachh bibir seksy

Advertisements

25 thoughts on “Bite and Kiss [ Oneshoot ]”

      1. waah kebetulan bisa tolong tambahi tag Sunny-snsd gak ? makasi ya sebelumnnya 😀

        oh ya masalah intro sebenarnya dibuat dimana sih?
        oke nanti aku add ya :*

        Like

  1. Sepertinya sahabatan antara cewek dan cowok memang tidak berlaku 😅
    Hahha
    Mereka akan lebih banyak terjebak sama perasaan nyaman yg akhirnya berakhir jadian 😄😄
    Tp kalo sahabatnya seganteng sehun, sipa jg yg garela buat di gigit 😂😂

    Like

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s