Study?

                           

image

                 Park hyunraa
       Oh sehun | hyun ji | soyeon
        Fluff | school life | comedy
                       PG-15+
  “Kenapa aku harus sekelompok dengan mereka?”

Haii… Author amatiran balik!! *krikkriik* ff ini aku buat berdasarkan kejadian kerja kelompok ku minggu lalu dan aku tambahin sedikit bumbu halaah.
Jadi kalo ada kesamaan jalan cerita itu adalah ketidak sengajaan yang benar benar tidak sengaja.
.
.

Sehun tampak berlari menyusuri lorong sekolahnya. Bagaimana sehun tidak berlari. Bel pertanda masuk sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Beruntung tadi dia bisa mengalahkan lari satpam sekolah yang gendut itu dengan kaki panjangnya.
  Fiuuh.. Sekarang dia sudah di depan pintu kelasnya dengan selamat tanpa harus berurusan dengan satpam gendut itu. Dia segera merapikan baju dan mengelap keringatnya yang bercucuran di pelipisnya. Lalu ia membuka pintu kelasnya. Dan…
“Kenapa kau terlambat tuan oh sehun?” astaga! Dia lupa kalau sekarang adalah pelajaran jung saem. Guru matematika yang rambutnya setengah botak karena terlalu pintar dan galak sekali. Bahkan tidak sedikit guru lain yang takut padanya. Oh.. Jangan lupakan kumis yang hitam nan tebal itu.
” maaf saem, aku kesiangan” bodoh, kenapa tadi ia tidak membolos saja? Mungkin itu yang dipikirkan sehun saat ini.
“Cepat gabung dengan kelompokmu” kelompok? Sehun menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan kelas. Benar. Semua anak anak sudah membentuk kelompok yang terdiri 4 orang. Lalu sehun harus bergabung dengan siapa? Semuanya sudah membuat kelompok dengan anggota pas.
” saya belum punya kelompok saem” sehun bingung dan akhirnya bertanya pada jung saem. Dia sedikit bergeser dari posisinya. Berjaga jaga. Takut kalau tiba tiba jung saem menjawab pertanyaannya dengan sedikit hadiah yang keluar dari mulutnya.
“Carilah kelompok yang belum lengkap” fiuuh… Untung hadiah itu tidak keluar dari mulut jung saem.
Sehun menyapukan pandangannya. Tidak ada. Mereka semua sudah lengkap.
“Mereka semua sudah lengkap saem” sehun menjelaskan pada jung saem bahwa semua kelompok sudah lengkap dengan empat anggotanya.
“Apa kau buta?! Lihat di sana” jung saem menunjuk pojok kelas dimana ada dua perempuan di sana.
“Seharusnya kalian ber empat. Tapi berhubung jong in tidak masuk, jadi kalian kerjakan bertiga dulu” kali ini jung saem sudah tidak mengerikan lagi. Bicaranya sudah mulai melunak. Tapi dia sukses memberikan sehun hadiah dari mulutnya. Muncrat dari mulutnya.
Sehun menyapukan pandangnya. Lagi. Dan.. Ya. Benar. Masih ada dua perempuan yang duduk berhadapan di sana. Tapi tunggu.. Kenapa sehun jadi gugup? Apa dia menyukai salah satu perempuan itu? Tidak. Apa dia memiliki hutang dengan salah satu perempuan itu? Tidak juga. Lalu apa sehun pernah menaruh serangga pada loker salah satu perempuan itu? Tidak. Bukan salah satu dari dua perempuan itu. Tapi yang jelas sehun tidak punya masalah dengan kedua perempuan itu. Lalu kenapa? Apakah sehun pernah dibully oleh mereka? Tidak. Bukan pernah. Mungkin… Akan?. Ya mungkin setelah ini sehun akan dibully sampai ia mengerjakan tugas kelompok ini sendirian karena tidak kuat mengerjakan tugas ini bersama kedua perempuan itu.
    Sehun mendekat ke meja dimana dua perempuan yang berseragam yang lebih pendek dari siswi lain itu duduk. Sehun yang mendekat itupun membuat dua perempuan itu mengalihkan perhatiannya pada sehun.
“Oh kau sudah datang rupanya. Ayo duduk dan mari kita selesaikan ini” Hyun ji. Salah satu dari kedua perempuan itu. Berkata sambil menarik sehun agar duduk di sebelahnya. Tangan putih susu milik hyun ji menarik tangan sehun. Dan mendudukannya di dekatnya.
Oh.. Lihat! Sehun mulai berkeringat. Sepertinya hawa panas dua perempuan ini sudah membelai sehun.
.
.
.
.
.
.
.
Bel pulang sekolah berbunyi sangat merdu bagaikan lagu kebahagiaan bagi siswa yang dari tadi matanya sudah susah di buka untuk sekedar melihat papan tulis. Seperti dia. Tao. Dari tadi dia sudah tidak bisa konsentrasi pada pelajaran karena kantuk yang setia menggelayuti mata pandanya.
Berbeda dengan tao yang sumringah saat pulang. Sehun justru enggan jam pelajaran terakhir ini usai.
Jam pelajaran matematika yang hanya dua jam tadi tidak cukup untuk menyelesaikan tugas dari jung saem yang susahnya sampai merontokan rambut.
Maka dari itu jung saem menyuruh muridnya untuk melanjutkan tugas kelompok itu di rumah dan dikumpulkan minggu depan. Minggu depan? Ya, minggu depan. Masih ada banyak waktu untuk mengerjakannya bukan?. Tapi entah kenapa hyun ji ngotot ingin menyelesaikan nya hari ini. Hari ini di rumah hyun ji.
“Hun!” oh! Ayolah.. Tadi sehun sudah berusaha menghindar dan pulang diam diam. Tapi soyeon. Teman baik hyunji dan sekelompok juga dengannya itu mengetahui niat sehun itu dan menggagalkannya dan membuat hyunji menoleh padanya.
Ahh.. Hyun ji.. Perempuan itu yang menjadi bahaya bagi sehun.
“Hun. Ayo cepat kita harus menyelesaikan tugas ini sekarang. Aku tidak mau ada pr menumpuk” ya. Itu alasan yang tadi hyun ji gunakan agar sehun bersedia mengerjakan tugas matematika bersama di rumah hyun ji.
“Y..ya. Kau jalan saja dulu” bodoh! Kenapa dia suruh hyun ji dan soyeon berjalan di depannya? Bukankah kalau begitu sehun bisa melihat kaki jenjang milik hyun ji yang putih?. Bagus.. Sekarang sehun tidak bisa mengalihkan pandangannya dari ‘sana’.
.
.
.
.
.
.
“Masuklah. Mama dan papa ku sedang bekerja. Eonni juga masih kuliah. Jadi kalian bebas. Dan anggap saja rumah sendiri” hyun ji berceloteh panjang lebar setelah ia membukkakan pintu rumah untuk sehun dan soyeon. Bercerita tentang guci rumah yang pernah menimpa nya, kaca jendela yang harus diganti 3 kali karena ulah hyunji dan anak tetangga sebelahnya yaitu soyeon. Soyeon? Ya. Sebenarnya hanya sehun yang orang asing di sini.
Mendengar cerita panjang lebar hyun ji tentang kelakuan anehnya saat masih kecil membuat sehun bertanya ‘ bagaimana anak ugal ugalan ini bisa memiliki wajah secantik dan memiliki badan sebagus ini?’. Hmm… Mungkin karena hyun ji anak orang kaya? Tidak! Pasalnya kakak hyun ji juga anak orang kaya tapi wajah nya jauuuh sekali dari hyun ji.
Hyun ji dulu anak yang biasa. Rambut lurus, berkaca mata, dan baju kebesaran. Tapi dia bukan anak culun yang tidak punya teman. Hyun ji masih memiliki teman. Setidaknya dari dulu soyeon masih setia menemaninya.
Lalu soyeon menyatakan perasaan pada salah satu dari 12 pangeran di sekolahnya dan mendapat penolakan kasar. Hyun ji dipermalukan di depan sekolah. Yaa… Kalian tau lah apa yang terjadi setelah itu? Klasik. Hyun ji sakit hati lalu balas dendam. Ya itulah yang membuat hyun ji seperti ini.
“Nah, masuk dan nyamankan dirimu.” hyun ji mendorong sehun agar masuk ke kamar pink nya. Ooh. . sulit dipercaya. Ternyata princess pujaan di sekolah menyukai hello kitty.
“Duduklah. Aku akan ganti baju”sehun membelalakan matanya setelah hyun ji bilang ganti baju. Hell.. Apa hyun ji gila? Ada sehun di sini!. Oh.. Salahkan jong in yang tidak masuk hari ini hingga sehun harus terjebak dengan hyun ji di kamar pink ini. Lalu mana soyeon? Rumahnya hanya di sebelah. Jadi dia pulang dulu untuk berganti baju.
  Pikiran sehun berkecamuk setelah hyun ji membelakanginya dan mulai melepas satu per satu kancing nya. Dia memikirkan…
” hilangkan pikiran kotor mu tuan Oh” ucap hyun ji sambil menyeringai kecil. Oh ternyata dia sudah menggunakan pakaian di dalam seragamnya. Tanktop warna pink dan celana pendek warna putih. Hey.. Bukankah itu sama saja membuat sehun berpikiraan…
“Hilangkan pikiran mesummu itu” kata kata hyunji meluncur setenang angin yang berhembus di musim semi. Tapi bagaikan tornado bagi sehun. Kenapa dia jadi mesum?.
Salahkan jong in yang kemarin bercerita ‘panas’ dengan hyun ji yang menjadi tokohnya.
“Ji-ah. Mengambil makanan dari kulkasmu” tiba tiba soyeon datang dengan pakaian yang tidak beda jauh dari hyun ji. Sambil membawa sebungkus snack besar, soyeon duduk di atas ranjang.
“Um.. Nah sekarang ayo kita kerjakan” hyun ji melempar bukunya ke atas kasur dan hyun ji pun berbaring di sana. Oh ayolah.. Berbaring? Seperti cerita jong in kemarin? Oh sehun jadi susah berpikir. Membuat otak nya tidak bisa menyampaikan tugas pada badan sehun agar cepat merespon apa yang hyun ji bicarakan.
.
.
.
.
.
Sejak beberapa menit yang lalu mereka sudah mengerjakan tugasnya di atas kasur.
“Ini. Cepat salin jawabannya.” soyeon memberikan jawabanya pada hyun ji untuk di tulis lagi di kertas yang lebih layak.
“Sudah selesai?” sehun melongo. Bagaimana bisa soyeon menyelesaikan soal ini dalam waktu kurang dari semenit? Bahkan sehun belum menulis apa apa.
“Tentu saja sudah, tuan oh” soyeon menyeringai. Mengejek. Ya.. Soyeon adalah murid kebanggaan para guru di sekolahnya.
“Baiklah. Soyeon sudah menyelesaikan miliknya. Sekarang selesaikanlah tugasmu” hyun ji berkata sambil senyum. Bibir pink nya melengkung lucu seperti bulan sabil. Bodoh.
Hyun ji menyalin jawaban soyeon. Dia menulis sambil membungkukkan badanya. Membuat sehun mendapat tontonan gratis. Astaga! Pantas saja tidak selesai tugasnya.
Sehun dari tadi terus memperhatikan hyunji. Mulai dari paha putih nya, naik ke atas, teruus hingga pikirannya entah pergi ke mana.
“Hun?” sehun menengok. Melihat orang yang tadi memanggil nama nya. Hyun ji. Ya hyun ji yang tadi memanggil nya. Sehun sontak memundurkan kepalanya. Bagaimana tidak, hyun ji memajukan badannya mendekati sehun. Dan..
“Apa kau sakit?” hyunji bertanya sambil meletakkan punggung tangannya di jidat sehun.
Ooh… Dari jarak sedekat ini, sehun bisa melihat sesuatu milik hyun ji. Dan Sehun merutuki kebodohannya. Kebodohan?.
“T… Tidak. Aku tidak sakit” bagus. Sekarang sehun malah menampakan kegugupannya pada hyunji.
“Kau keringat dingin hun”
“Tapi aku tidak apa apa” bohong sekali kau hun. Bahkan beberapa jam yang lalu kau mengendap-endap ingin kabur.
“Kalau kau tidak enak badan kau bisa pulang. Oh atau kau bisa beristirahat di sini. Nah.. Berbaringlah” astaga! Apa hyun ji berusaha meniduri sehun? Dia bahkan memaksa sehun untuk berbaring di ranjangnya. Dan .. Astaga kenapa sehun semesum ini? Pikirannya pergi ke mana mana semenjak ia melihat hyun ji menggunakan tanktop dan celana pendek.
Oh baiklah sehun menyerah. Dia tidak kuat dengan perlakuan perempuan sexy yang sedang mengelap keringatnya.
“Uuh…aku ingin pulang saja.” sehun segera lari keluar kamar hyunji. Bahkan sebelum hyu ji dan soyeon menyetujui nya.
“Kau berhasil ji-ah” soyeon berkata sambil menyeringai.
“Ya. Aku berhasil, meskipun tidak di depan orang banyak. Tapi aku sudah ‘cukup’ puas”
Hyun ji juga menyeringai sambil ber high five dengan soyeon. Dia senang. Senang? Ya dia senang karena berhasil melancarkan aksi balas dendamnya pada orang yang mempermalukannya.
Hahaha.
.
.
Other side
“Bodoh. Seharusnya aku tidak mempermalukannya. Apa aku harus membalasnya?”
Ooh.. Sehun yang malang.

.
Haii.. Makasih udh mau baca..
Komen nyaa plisss.
Daan maaf untu typo yang nangkring di sono.

Advertisements

5 thoughts on “Study?”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s