[FREELANCE] Love

love

Author: whirl_netics

Main cast: oh sehun

shin chaerin

support cast: park chanyeol

lay

kai

baekhyun

genre:  alay, romance*maybe, school life, gaje

lenght: one shoot

disclaimare: typo ditanggung pembaca.

 

            Seorang gadis berjalan menelusuri koridor jalan raya dengan terburu-buru, sambil menenteng beberapa buku yang akan ia bawa menuju sekolahnya yang tak jauh dari jarak nya bila berjalan kaki. Bisa dideskripsikan gadis ini menggunakan seragam sekolahnya dengan rapi, wjahnya yang cantik, kaus kaki nya yang panjang, dan tak lupa tas ransel yang bergantung Di bahunyadan Rambutnya yang ia gerai dengan indah. Begitulah ? silahkan bayangkan ? simple sekali bukan?

Sekarang ia sudah berada di gerbang pintu sekolahnya, yang dalam keadaan tertutup rapat. Ia telat.

Oh my got! Telat lagi apa yang harus aku katakan? Pasti ahjussi ini tak akan mendengar penjelasan ku lagi? Oh tuhan bantu aku?gumam gadis ini dalam hati.

“apa yang kau lakukan di luar?” tanya ahjussi tersebut menghampiri gerbang.

“saya? Ya…, apalagi kalau bukan ingin masuk!” seru gadis ini.

“ kau tidak boleh masuk! Kau sudah telat 2 menit 43 detik bahkan lebih dari itu! Lebih baik kau pulang saja!” husir ahjusi yang bekerja sebagai satpam.

“pulang? Bagaimana bisa aku pulang? Hari ini saya ada praktek kimia? Mana mungkin saya harus pulang! Bisa-bisa nilaiku nol!” gerutu gadis ini kepada sang satpam.

“masuk!” ucap seorang pria singkat membuka pintu gerbang, sedangkan sang satpam hanya terdiam.

“ahjussi bisa kah kau berpikir, kenapa kau bisa membiarkan seorang gadis di luar dalam keadaan cuaca yang kurang baik seperti ini?” ucap pria  ini membuka pintu.

Sang satpam hanya menunduk segan. Sedangkan gadis ini hanya menatap pria dihadapannya aneh.

“ma-masuk? Serius? Thank’s ya!” ucap gadis ini  seraya mendahului pak satpam dan berdiri di hadapan laki-laki tersebut. Sedang kan laki-laki tersebut langsung mendahului gadis itu ke kelasnya.

‘laki-laki aneh tapi tampan’

_LBL_

“ayo kita pulang?” ajak sosok pria yang tiba-tiba datang.

“chanyeol sunbae? Apa yang kau lakukan?” ucap gadis yang di kagetkan oleh seorang pria yang ternyata bernama chanyeol.

“chaerin , apa yang aku lakukan? Aku hanya mengajakmu pulang bersama?” ucap chanyeol.

“aku tidak bisa, aku harus menyelesaikan catatanku terlebih dahulu di perpustakaan. Sebaiknya chanyeol sinbae pulang terlebih dahulu” ucap gadis yang disebut chaerin oleh chanyeol.

“catatan ? catatan apa?” tanya chanyeol.

“ tadi pagi aku terlambat masuk kelas, aku dihukum oleh kim soengsamnim untuk membuat catatan kimia ku, agar aku bisa mendapat nilai plus” ucap chaerin.

“ lalu bagaimana kau masuk kesekolah? Kau bilang kan kau telat?” tanya chanyeol.

“ aku di bantu oleh seorang pria saat aku sedang berdebat dengan ahjussi satpam di gerbang. Ia menyuruh ku masuk begitu saja, tapi anehnya satpam itu hanya menunduk” ucap chaerin menjelaskan kepada chanyeol.

“siapa nama nya?” tanya chanyeol lagi, sepertinya chanyeol akan banyak bertanya sekarang.

“kalau tidak salah namanya Oh Sehun, aku melihat tag name di seragamnya” ucap chaerin sembari berdiri.

“ouh, tentu saja ahjussi itu menunduk. Sehun adalah anak pemilik sekolah ini” ucap chanyeol antusias.

“benarkah? Tapi apa harus sebegitu takutnya?” tanya chaerin.

“ntahlah, setauku dia sangat pintar. Hanya saja dia selalu bersikap dingin dan menjengkelkan di hadapan teman-temannya kecuali lay dan bahkan guru-guru dan petugas sekolah lainnya” jelas chanyeol.

“lay?” tanya chaerin.

“ya, dia adalah sahabat nya. dia selalu bersama. Dan aku belum pernah melihat ia berjalan dengan seorang yoeja manapun bahkan fans-fansnya yang sering meneriakinya saja tak pernah diajak jalan atau berbicara dia malah memandang remeh yoeja-yoeja itu tapi, kenapa ia membantu mu masuk?”tanay chanyeol.

“ntahlah, sepertinya aku tak banyak mengetahui tentang sekolah ini ya” ucap chaerin.

“ ya, tentu saja. Kau kan baru 2 bulan disini, dan sebaiknya kau jangan telat lagi besok. Aku pulang dulu bye…” ucap chanyeol mengacak-acak rambut chaerin lalu pergi meninggalkan chaerin sendirian.

Chaerin sedang berada di perpustakaan sekarang. Perpustakaan itu sepi hanya terlihat beberapa siswa saja yang ada di sini. Tapi, ada satu pemandangan yang menarik mata chaerin ubtuk menatapnya. Terlihat seorang pria yang sedang memilih-milih buku di jejeran buku yang diletakkan dengan rapi di rak panjang.

Pria itu berjalan menuju chaerin dengan ekspresi wajah yang tajam. Chaerin bergidik ia bingung dengan tatapan pria ini. Tatapan itu sangat membunuh. Membuat chaerin menggeser pantatnya agar menjauh.

Sehun duduk tepat di samping chaerin dengan tatapan yang sama. Pria itu tak melakukan apapun. Membuat chaerin salah tingkah karena malu dengan tingkah bodoh yang ia lakukan tadi. Pria itu langsung menulis, membaca isi buku tebal yang ia pilih. pria itu menatap cherin meremehkan.

‘dasar! Untuk apa dia menatapku seperti itu? Apa dia selalu menatap orang seperti itu?’gerutu chaerin memandang pria di samping nya kesal.

Chaerin dna pria itu sibuk dengan tugas masing-masing. 2 jam telah berlalu, chaerin pun selesai mengerjakan tugas kimia nya, begitu pula dengan pria di sampingnya yang nyatanya bernama sehun. Cherin berdiri menyusun buku-bukunya, dan alat tulisnya. Ia pun berjalan keluar pria itu hanya membuntutinya dari belakang. Chaerin yang merasa di ikuti pun berbalik.

“hey, apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengikutiku?” ucap cherin tiba-tiba dan hal itu sontak membuat sehun terkagetkan.

Pria itu hanya memandang remeh chaerin.

“apa kau selalu menatap orang dengan wajah meremehkan seperti itu?” ucap cherin lagi. Lagi-lagi sehun hanya memandang chaerin dengan malas.

“pantas saja semua orang segan pada mu!” ucap cherin lagi. Dan sehun hanya menatap cherin aneh.

“ternyata hanya yoeja-yoeja bodoh saja yang meneriaki mu!” ucap cherin meremehkan.

“yoeja bodoh?” ucap sehun tak mengerti.

“ ya, untuk apa mereka meneriaki mu. Padahal kau itu sama sekali tidak ada bagusnya, mulai dari sifatmu yang sangat angkuh, suka meremehkan orang sebenarnya masih banyak lagi sifatmu yang menjengkelkan tapi aku tidak bisa menyebutnya satu persatu, aku harus pulang” ucap chaerin berbalik dan berjalan.

Belum sempat chaerin berjalan jauh sehun menariknya kembali. Jantung chaerin berdetak kencang karena chaerin sekarang berada di hadapan sehun dengan jarak yang bisa terbilang dekat.

“ Shin Chaerin?” ucap sehun membaca tag name yang berada di seragamnya.

“ nama yang bagus? Tapi tidak dengan orangnya! jadi adik kelas saja sangat belagu, apa lagi kau ini murid baru kan disini?” ucap sehun meremehkan lalu pergi meninggalkan cherin sendiri di koridor.

“kau? Dasar! Memang kau itu bagus? Jangan seenaknya saja kau meremehkanku! Awas kau kalau kau mengulangi perkataanmu tadi akan ku lempar kau dengan sepatuku! Lihat saja kau nanti!” geram chaerin memegang sepatunya.

Sehun berbalik memandang chaerin dari jauh.

“ sifat mu itu tidak bagus! Kau itu siswi yang paling belagu yang pernah ku jumpai! Jadi adik kelas saja sudah begitu. Murid baru macam apa kau?” ucap sehun mengulangi perkataannya dengan sedikit berteriak .

Chaerin geram ia langsung melempar sepatu dengan keras. Dan ternyat sasaran nya tepat sepatu itu menabrak bahu sehun. Sehun marah ia langsung mengambil sepatu itu lalu ia lemparkan kembali kearah chaerin. Dan dibalas dengan tanggkapan tangan chaerin.

“terimakasih telah mengembalikannya! Aku jadi tidak perlu menghampirimu untuk mengambil sepatu nya! annyeong…” ucap chaerin menunduk lalu berbalik dan pergi. Belum beberapa detik cherin berjalan

‘PUKH’

Chaerin meringis di karenakan bongkongnya terkena lemparan seppatu sehun dengan keras. Chaerin menggosok-gosok bongkongnya. Sehun menghampiri chaerin.

“ternyata sasaranku sangat tepat! Kau? Jangan macam-macam kau dengan ku!” ucap sehun memakai kembali sepatunya lalu pergi.

“ dasar pria aneh, angkuh, tidak sopan! kau sangat menjengkelkan!” teriak chaerin lalu dibalas dengan tawa sehun.

_LBL_

Chaerin sedang duduk di bangku pinggir lapangan sekolahnya, ia sedang menunggu teman setianya yaitu chanyeol. Waktu telah menunjukkan waktu istirahat jadi wajar saja siswa-siswi berhamburan keluar.

“DORR!!!”

“chanyeol sunbae apa yang kau lakukan? Kenapa kau selalu menyapaku dengan cara mengagetkan seperti itu?” ucap chaerin tanpa menatap seorang pria yang mengagetkannya.

“chanyeol sunbae? Siapa dia?” ucap pria yang mengagetkan chaerin.

“apa maksudmu?” ucap chaerin mulai menatap orang di samping nya.

“ KAU?” kaget chaerin.

“tak perlu berteriak seperti itu! Ya, aku Oh Sehun orang yang kau bilang aneh, angkuh, tidak sopan dan menjengkelkan!”ucap sehun dengan senyum manisnya.

“oh! Apa yang kau lakukan disini?” tanya chaerin.

“kau tidak merasa kehilangan? Aku ingin mengembalikan buku mu yang kau tinggalkan di perpustakaan. Sebenarnya aku ingin mengembalikannya kemarin, tapi kau mencari masalh dengan ku , jadi aku urungkan niatku untuk mengembalikan bukumu!” jelas sehun sembari memberikan buku chaerin.

“oh, thank’s” ucap chaerin singkat.

“itu saja? Ada yang ingin kau tambahkan?” ucap sehun memandang chaerin sambil masih tersenyum.

“sebaiknya kau pergi dari sini, kau itu telah membuat fans mu itu berduka cita! Aku tak mau terlibat masalah dengan fans mu!” ucap chaerin menghusir.

“pergi? Ani!” ucap sehun masih terduduk dan tersenyum ke arah chaerin.

“tidak? Ayo cepat pergi!” ucap chaerin mendorong sehun untuk pergi.

“sudah ku katakan, aku tidak mau!” geram sehun menatap chaerin tajam dan chaerin merasa takut dengan tatapan sehun yang bisa dikatakan bagai mata serigala itu.

“buy the way, apakah bongkong mu baik baik saja?” tanya sehun memandang cherin lalu bergantian dengan bongkong chaerin.

Chaerin yang mendengarnya pun  sontak memandang sehun tajam.

“bisakah kau tak menanyakan perkataan menjijikkan seperti itu?” tanya chaerin.

“tidak” ucap sehun singkat.

“ternyata kau sangat tidak sopan dari pada yang aku bayangkan” ucap sehun. Chaerin hanya mengerutkan keningnya.

“maksudku, kenapa kau memanggilku dengan kata ‘kau’? seharusnya kau memanggilku dengan kata ‘sehun sunbae’ bahkan kalau perlu ‘sehun Oppa’?” ucap sehun menatap cherin masihdengan senyuman manis.

“sunbae?oppa? oh my got! Aku tak akan memanggilmu seperti itu!” ucap cherin menolak.

“ternyata kau lebih tidak sopan dari ku! Aku benci orang sepertimu! Kau ini yoeja aneh! Namja-namja adik kelas ku saja memanggilku dengan sebutan ‘sehun sunbae’! tapi kau…, aku sangat membenci orang sepertimu!” ucap sehun menatap lurus kearah lapangan.

“oh ya? Kalau kau membenci ku, kenapa kau masih disini? Kenapa kau tidak pergi dari tempat ini?” ucap chaerin.

Sehun berdiri dan mendekatkan wajahnya kearah chaerin.

“ya aku pergi, aku benci dengan yoeja seperti mu!” ucap sehun dan dibalas dengan dorongan jari diatas dahi sehun untuk menjauh.

“yayaya, setidaknya aku tidak seperti fans-fans bodoh mu itu!” ucap chaerin.

Dan lagi-lagi sehun hanya tersenyum manis lalu pergi.

‘kenapa dia terus berkata kalau dia benci padaku?’gumam chaerin.

Tiba-tiba Chanyeol datang dengan membawa dua bubble tea digenggamannya.

“apa yang sehun lakukan tadi?” tanya chanyeol seraya duduk disamping chaerin dan memberikan satu bebble tea nya ke pada chaerin.

“chanyeol sunbae? Tidak? Dia tidak melakukan apa-apa” ucap chaerin seraya menyeruput bubble tea nya.

“jangan bohong, yoeja-yoeja di pinggir lapangan ini, semua membicarakanmu dengan sehun, katanya kau akan diciumnya tapi kau menolaknya, ada juga yang bilang kalau kalian berbicara mesra seakan sepasang kekasih, lalu sepanjang berbicara dia terus tersenyum manis terhadapmu, padahal dia jarang sekali tersenyum?” ucap chanyeol.

“sehun tidak menciumku, dia hanya membisik kan sesuatu kapadaku, dan aku dannya hanya bicara seperti biasa dan memang dia tersenyum terus kepadaku dan itu sama sekali tidak ada manisnya!” ucap chaerin malas.

“apa yang dia katakan?” tanya chanyeol.

“ dia menyuruhku untuk memanggilnya dengan sebutan sunbae atau oppa? Lalu ku katakan padanya, aku tak akan memanggilnya dengan sebutan seperti itu!” ucap chaerin malas.

“hahaha, kenapa?” tanya chanyeol.

“karena dia sangat menjengkelkan, dia sudah membuat ku kesal kemarin!” ucap chaerin.

“kemarin? Ada masalah apa?” tanya chanyeol.

Chaerin pun menceritakan semuanya secara detail, dan chanyeol hanya membalasnya dengan tawa.

‘sepertinya sikap sehun sangat manis jika berada dihadapan chaerin’

_LBL_

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, hubungan sehun dan chaerin terbilang sangat tidak baik. Chaerin dan sehun selalu bertengkar karena masalah yang sepele. chaerin risih karena fans-fans sehun selalu menggosipinya.

Chanyeol selalu bertanya ada apa sebenarnya hubungan sehun dengan temannya ini kenapa menjadi seperti hubungan antara tikus dan kucing. Chanyeol tidak suka dengan sehun yang aneh itu, ia selalu mengganggu saat-saat bersama chaerin dengan nya dengan cara mencari permasalahan.

Hari ini sekolah sedang mengadakan hari pendidikan sekolahnya, yang dimana hari pendidikan ini akan membagikan penghargaan-penghargaan  untuk siswa-siswi yang berprestasi di sekolah.

Acara telah di buka sejak satu jam yang lalu.

Sehun sedang bersama teman-temannya diantara lain adalah lay, baekhyun, dan kai. Mereka sedang berbincang disana. Terlihat disana sehun sedang adu paco bersama kai.

“ingat kalau kalah kau harus menuruti perintah ku!” ucap sehun.

“ya begitu pula sebaliknya bukan” ucap kai sedikit bergetar karena sedang beradu kekuatan dengan sehun. Dan…..

“ARRGH” pekik sehun saat tangan nya sudah jatuh di ats meja dan ditimpa kai, yang berarti kai lah pemenangnya.

“yes” girang kai.

“ yasudah apa mau mu? Tapi aku mau kau meminta sesuatu yang normal, dan masih didalam batas” ucap sehun.

“yayaya aku tau, aku hanya ingin kau….” ucap kai berpikir sejenak.

“kau harus menjadikan yoeja yang pertama kali lewat di koridor itu sebagai yoejacingumu ” ucap kai santai.

“who? Apa aku tak salah mendengarnya?” tanya sehun.

“tidak? Kenapa? kau takut?” tanya kai.

“tidak malah ini adalah tantangan yang sangat mudah. Tapi, aku tak mau menembak seorang songsangnim, atau yoeja yang jelek, dekil, gemuk dan kecentilan.” Ucap sehun.

“yayaya, terserah kau saja, yang penting kau harus membawa wanita itu ke acara promnite sekolah yang akan diadakan seminggu lagi” ucap kai.

“yasudah kita lihat saja dulu siapa yoeja yang lewat?” ucap lay.

“tapi, sedari tadi tidak ada yang lewat” ucap baekhyun.

“itu ! lihat siapa yang lewat” ucap lay.

Lalu mata mereka semua langsung tertuju pada yoeja yang sedang mendengar lagu di earphone nya, yang tak lain adalah SHIN CHAERIN.

“CHAERIN?” ucap sehun.

“ayo, persiapkan jurus jitu mu, kau kan akan mengatakan perasaan mu nanti! hahaha” ucap lay.

“yoeja ini sangat sulit untuk di taklukan” ucap sehun.

“tumben sekali kau mengeluh?” ucap lay.

“aku tak mau tau, yang penting kau harus membawanya untuk menjadi pasangan mu di promnite nanti!” ucap kai.

“fighting!” ucap baekhyun memukul pundak sehun.

Chaerin sedang berada di koridaor. ia duduk di bangku koridor sendirian. Lalu ia melepaskan earponenya. Chanyeol sedang berada di atas pentas ia mendapatkan penghargaan sebagai siswa yang memiliki etika yang baik. Ia mulai berpikir kenapa hidupnya semakin kacau sejak kedatangan sehun, padahal ia ingin mendapatkan penghargaan  yang chanyeol dapatkan. tapi mana mungkin ia selalu bertengkar bersama sehun. Mungkin saja , sebenarnya chaerin mendapatkan penghargaan tapi sehun meminta orang tuanya untuk tak memberikan penghargaanya kepada chaerin, toh sehun kan anak dari pemilik sekolah.

Chanyeol menghampiri chaerin dengan senyum sumringah sambil memegang penghargaannya.

“chanyeol sunbae? Selamat? Kau berhasil mendapatkannya! Kau memang pantas mendapatkannya” ucap chaerin tersenyum manis.

“hahaha masa? Nanti sepulang sekolah aku akan mengajakmu makan bersama teman-temanku! Kau mau?” tanya chanyeol.

“ya” balas chaerin mengangguk.

Tiba-tiba Sehun datang dengan tampang meremehkan.

‘apa dia mau mengganggu ku bersama chaerin lagi?’,umpat chanyeol.

“chanyeol ? Selamat atas penghargaan yang jatuh di tangan mu!” ucap sehun.

“oh, yayaya terimakasih” ucap chanyeol sedikit kesal.

“chaerin? Kira-kira kau akan mendapatkan penghargaan atau tidak ya?” tanya sehun mencolek dagu chaerin lembut. Chaerin langsung menghempaskan tangan sehun dari dagunya. Sedangkan chanyeol mentap sehundengan tatapan membunuh.

“aku tidak akan mendapatkan apa-apa! Aku tau kau akan menyuruh orang tuamu untuk mengambil penghargaanku!” ucap chaerin tanpa menatap wajah sehun.

Sehun yang mendengarnya merasa tersinggung, kenapa chaerin bisa berpikir seperti itu, begitu pikirnya.

“kenapa kau selalu melihat ku seperti itu? Sebenarnya aku kemari untuk meminta maaf pada mu?” ucap sehun.

“meminta maaf? Aneh sekali? Aku sudah memaafkanmu sejak lama!” ucap chaerin.

“bagaimana sebagai tanda permintaan maafku, nanti kau ku antar pulang?” ucap sehun.

“ sudah ku katakan aku sudah memaafkanmu!” ucap chaerin.

“lagi pula chaerin tidak bisa pergi. Dia sudah janji pergi bersama ku hari ini!” ucap chanyeol.

“oh yasudah, bagaimana kalau besok?” tanya sehun.

“besok dan seterusnya, aku tak akan pulang bersamamu” ucap chaerin.

“tapi…, tap” ucapan sehun terputus karena chanyeol langsung menarik chaerin pergi.

Terdengar suara MC menyebut nama chaerin dan hal itu membuat chaerin , chanyeol dan sehun tersentak di tempat yang berbeda.

‘sekali lagi, nominasi penghargaan siswa berprestasi jatuh kepada SHIN CHAERIN’ ucap sang mc.

Tak lama kemudian chaerin naik ke atas pentas dengan senyum sumringah. Sehun langsung mendekat kearah pentas lalu merogoh ponselnya untuk memotret cherin. Ntah apa yang membuatnya ingin mengambil foto chaerin di ponselnya. Chaerin turun dari pentas ia langsung di sambut chanyeol dan teman-temannya yang lain. Bahkan, kai, lay, dan baekhyun pun ada disana. Mereka sedang meminta foto bersama chaerin. Begitu pula dengan chanyeol ia juga mengambil foto bersama chaerin dengan cameranya.

Sehun langsung menyusul teman-teman nya untuk berfoto bersama chaerin.

“chaerin?” panggil sehun.

“sehun? Ada apa?” ucap chaerin lembut.

“a-aku mau foto bersama mu ?” ucap sehun ragu.

“yasudah” ucap chaerin seraya menarik sehun untuk berdiri di sampingnya.

‘JEBRET’

‘JEBRET’

‘JEBRET’

Suara cetaran ponsel sehun berhenti. Sehun dan chaerin sudah selesai berfoto. Sehun salah tingkah sekarang karena di pandang chaerin lama.

“ sehun? Aku minta maaf atas perkataanku yang tak seharusnya tak aku ucapkan pada mu tadi” ucap chaerin menunduk.

“ aku tidak akan memaafkanmu, sebelum kau mau menerima ajakan ku besok untuk makan siang bersama?” ucap sehun.

“yayaya aku terima” ucap chaerin malas.

“yasudah, aku jemput kau besok di rumahmu! Bye” ucap sehun seraya mencium sekilas pipi tirus chaerin tiba-tiba. Chaerin langsung menarik dasi sehun keras.

“ dasar ! kau namja yang menyebalkan!” ucap chaerin menyekik sehun dengan dasi sehun yang ketat.

“uhukh… hukh” batuk sehun setelah di cekik.

 ‘dasar yoeja yang menyebalkan!’

_LBL_

Di pagi ini, terlihat chaerin sudah bersiap-siap pergi dengan rok diatas lutut berwarna coklat susu, kaus ungu nya beserta jaket nya berwarna ungu pudardan tak lupa tas selempangnya yang bergantung di bahu nya.

Ia berjalan keluar rumah setelah berpamitan dengan orang tuanya. Lagsung dilihatnya sehun yang sedang bersender di mobil mewahnya. Sehun langsung sigap membukakan pintu untuk chaerin. Chaerin pun masuk .

Selama perjalanan  mereka hanya diam , tak ada yang berani memulai untuk berbicara. Hingga ponsel sehun pun berbunyi dan itu membuat chaerin tersentak. Sehun langsung mengangkat ponselnya.

‘hallo’

‘kau sedang dimana?’

‘aku sedang di jalan, kenapa?’

‘apa kau sudah berhasil mengajaknya jalan?’

‘tentu, dan sekarang aku sedang melaksanakannya’

‘oh bagus… semoga kau berhasil, fighting!’

‘TUT’ sambungan terputus.

Sehun menatap chaerin sekilas.

Beberapa menit kamudian, mereka sudah sampai di sebuah restaurant bintang lima. Mereka masuk berdampingan. Mereka duduk di meja nomor 5.

“kau mau pesan apa?” tanya sehun.

“samakan saja dengan punyamu!” ucap chaerin bosan.

“yasudah” ucap sehun memnggil seorang pelayan lalu memesannya.

“ternyata kau ingin makan-makanan yang sama dengan ku ya?” ucap sehun menatap chaerin.

“tidak aku hanya malas memesan” ucap chaerin memainkan ponselnya tanpa menatap sedikit pun kearah sehun saat bicara.

“ouh. Chaerin aku ingin bertanya sesuatu pada mu?” tanya sehun.

“tanya saja?” ucap chaerin.

“apa hubunganmu dengan chanyeol?” tanya sehun.

“aku degan nya hanya bersahabat, kenapa kau bertanya begitu? Apa kau mengajakku kesini hanya untuk menanyakan hal itu” tanya chaerin.

“tidak, ku kira kau punya hubungan dengan nya” ucap sehun.

“memang kalau aku punya hubungan dengan nya kau mau apa?” tanya chaerin.

“aku akan sakit hati seumur hidup” ucap sehun.

“oh” ucap chaerin hanya ber-oh.

‘kenapa ekspresi nya biasa-biasa saja? Pipinya sama sekali tidak merona?’umpat sehun bingung.

“chaerin apa kau sudah mempunyai namjacingu?” tanya sehun.

“kenapa kau bertanya begitu?” tanya chaerin.

“aku hanya ingin memastikan kalau kau tidak dimiliki oleh siapapun sekarang, jadi aku akan lebih leluasa mendekatimu” ucap sehun mengedikan matanya sebelah ke arah chaerin.

“tidak” ucap chaerin singkat, dan sontak membuat sehun tersenyum sumringah.

“oh, bagaimana kalau kita sekarang berteman? Akhir-akhir ini kita sering bertengkar. Jadi, aku tidak mau ada kata bertengkar lagi di antara kita” ucap sehun seraya menggenggam tangan chaerin erat.

Chaerin hanya kaget jantung nya berdegup kencang sekarang. Deruan nafas nya memburu. Baru kali ini ia merasakan perasaan seperti ini.

“ya kita teman sekarang” ucap chaerin risih karena tangan nya di genggam.

“yasudah ayo kita makan” ucap sehun memakan makanannya yang sudah datang sejak mereka berbicara.

Sudah 3 jam mereka jalan-jalan bersama. Sekarang sehun sudah sampai di gerbang rumah chaerin yang sangat besar itu.

“chaerin? Lain waktu aku akan mengajakmu jalan lagi ya” ucap sehun.

“ya” ucap chaerin seraya keluar dari mobil lalu ia melambaikan tangannya dan masuk kedalam rumah.

Chaerin merasa sangat bahagia, baru kali ini ia merasakan perasaan sesenang ini. Ia langsung masuk kekamarnya. Lalu menelpon seseorang siapa lagi kalau bukan chanyeol. Chaerin selalu berbagi ceritanya kepada chanyeol.

Chaerin pun larut dalam cerita nya yang sedang ia ceritakan kepada chanyeol. Seskali ia tertawa saat bercerita.

_LBL_

Terlihat sehun sedang bersama teman-temannya di ruang ganti baju, ya sehun dan teman-temannya baru selesai melaksanakan pertandingan basket nya.

“bagaimana jalan-jalan mu bersama chaerin kemarin?” tanya lay.

“kau jalan-jalan dengannya?” tanya baekhyun.

“ya , kemarin adalah hari yang menyenangkan tapi gadis seperti chaerin sangat sulit untuk di taklukkan” ucap sehun.

“bagus sekali usahamu hun, cepat sekali kau bisa mengajaknya” ucap kai.

“aku terus merayunya, tapi ekspresi sama saja. Tidak ada semburat merah di pipi nya” ucap sehun.

“mungkin,ia sudah tau cara mu menggoda yoeja-yoeja cantik. Jadi dia merasa rayuan mu itu sudah sangat basi” ucap lay.

“mana mungkin, aku akrab dengannya baru dua hari ini saja. Jadi mustahil dia tahu cara ku menggoda yoeja-yoeja” ucap sehun.

“mungkin ada benarnya juga yang di katakan lay. Mungkin chaerin di beritahu oleh chanyeol?” ucap baekhyun.

“hahaha, sehun apa kau tidak mempunyai cara yang baru untuk menggoda seorang yoeja? Kenapa kau harus selalu mencoba cara lama?” tanay kai.

“ia juga, sebaiknya kau cari cara baru teman” ucap lay menepuk-nepuk pundak sehun lembut.

“yayaya, yasudah aku keluar dulu, aku ingin menghampiri chaerin di kelasnya” ucap sehun.

“ semoga kau berhasil!” ucap baekhyun menyemangati.

“fighting sehun!” ucap lay padahal sehun sudah tak terlihat lagi.

Sehun berjalan sambil memikir apa yang ingin dikatakan kepada chaerin nantinya. Belum sampai sehun berjalan, chaerin sudah menghampiri sehun dengan cepat.

“sehun?” panggil chaerin.

“apa? Padahal aku ingin menghampirimu ke kelas” ucap sehun.

“yasudah, memang apa tujuan mu kekelasku?” tanya chaerin.

Sekarang sehun bingung harus mengatakan apa,mana mungkin dia datang kekelas chaerin hanya untuk merayunya saja.

“ehmm, a-ku aku mau mengajakmu pergi ke…” ucap sehun masih memikir.

“kemana?” tanya chaerin.

“ke-ke… ke kantin!” ucap sehun tak tau mau berkata apa lagi.

“yasudah ayo, aku ingin membeli minum ayo kita pergi” ucap chaerin menarik tangan sehun dan berjalan terlebih dahulu.

Di kantin.

“chaerin?” panggil sehun.

“hmm” chaerin hanya membalas dengan dehemman seraya berhenti menyeruput minumannya.

“untuk apa kau menghampiri ku saat aku sedang berjalan tadi?” tanya sehun menatap dalam chaerin.

“tidak , aku hanya ingin menyapamu saja” ucap chaerin kembali menyeruput miumannya.

“itu saja?” tanya sehun.

“ya, memang apa lagi?” tanya shaerin. Dan dilas dengan gelengan sehun.

“sehun? Bagaimana kalau kita sekarang berteman?” tanya chaerin sambil mengajungkan  jari kelingkinnya.

“boleh, tapi kan kemarin aku sudah meminta berteman, kenapa teman yang kau minta, apa tidak bisa lebih dari teman?” ucap sehun merayu lalu ia langsung mengecup punggung tangan chaerin.

“tidak hari ini aku yang meminta mu menjadi teman,dan kau tak akan pernah bisa menjadi seseorang yang lebih dari teman di hidupku” ucap chaerin mendorong wajah sehun yang masih berada di atas punggung tangannya dengan satu jarinya.

“kenapa?” tanya sehun.

“aku tidak suka dengan sikap mu yang nakal itu, baru berteman saja sudah begitu, apa lagi kalau lebih dari teman?” ucap chaerin bosan.

“yayaya, tapi asal kau tahu. Jarang sekali aku nakal seperti ini terhadap yoeja” ucap sehun.

“oh…” ucap chaerin memalingkan mukanya.

“kenapa kau selalu menjawab dengan perkataan singkat?” tanya sehun.

“singkat? Tidak juga. Aku selalu menjawab hal-hal yang penting dijawab. Kalau tak penting tak kujawab” ucap chaerin.

“sebaiknya belajarlah berbicara panjang lebar” ucap sehun.

“tidak mau. Kenapa kau menyuruhku?” ucap chaerin mengerutkan dahinya.

“karena aku mencintaimu!” ucap sehun santai.

“mana mungkin kau mencintaiku, sebelumnya saja kau selalu mengejekku” ucap chaerin.

“itu dulu, tapi sekarang aku mencintaimu…” ucap sehun menggenggam tangan chaerin erat.

“aku tak yakin, dan tak percaya. Bukti apa yang kau punya kalau kau mencintaiku?” tanya chaerin.

“ayo ikut aku” sehun langsung menarik chaerin ke taman belakang sekolah .

terlihat disana terdapat kai, lay, baekhyun mereka langsung pergi dari taman karena sehun memberi kode kepada mereka untuk pergi. Tapi kai, lay dan baekhyun malah bersembunyi di tempat lain untuk mengintip apa yang dilakukan oh sehun nantinya.

“untuk apa kau membawa ku kemari?” tanya chaerin menatap sehun yang semakin mendekat.

Hingga dekat…

Dekat…

Dekat…

Jarak mereka sekarang hanya berkisar 10 cm.

Dekat lagi….

Dan…

 Sehun mulai memiringkan wajahnya…..

Hingga sangat dekat….

DAN……

‘PLAK’

Chaerin mendorong sehun dan langsung melayangkan satu tamparan di pipi kiri sehun.

“mau apa kau?” tanya chaerin. Dan tak ada jawaban.

“dasar namja nakal ! aku tak mau bertemu kau lagi. Baru kali ini aku di perlakukan seperti itu oleh namja!” ucap chaerin seraya pergi meninggalkan sehun sendiri ditaman.

Upps, bukan sendiri, sekarang kai, lay dan baekhyun sedang menghampiri sehun.

“hahahahaha, tamparan pertamamu di ambil oleh chaerin” ucap lay seraya tertawa.

“kasihan sekali kau, kau harus sabar menghadapi wanita yang tidak agresif sepertinya” ucap baekhyun.

“dia yoeja yang sangat menantang” ucap kai.

“jangan sampai aku mendengar dari mulut mu, kalau kau menyukainya!” ucap sehun geram.

“mungkin aku menyukainya sekarang” ucap kai santai.

“sehun apa kau akan mundur, karena kau ditampar hari ini?” tanya lay.

“tidak aku tak akan mundur. Apa lagi kai menyukainya sekarang” ucap sehun.

“memang kenapa kalau aku menyukainya sekarang?” tanya kai.

“kau tidak pantas untuk nya!” ucap sehun.

“kita lihat saja nanti siapa yang akan menang mendapatkannya. Kalau aku menang mobil mu akan menjadi milikku selama sebulan!” ucap kai meraih kerah baju sehun.

“begitu pula sebaliknya bukan?” ucap sehun melepaskan tangan kai dari kerah bajunya lalu menyapunya dengan tangan.

“sudah-sudah kenapa kalian jadi bertengkar karena hanya akan memperebutkan satu wanita?” ucap baekhyun.

“ayolah tinggalkan chaerin, mana mungkin chaerin akan menyukai kalian? Dia itu sangat akrab dengan chanyeol. Bahkan kudengar chanyeol dan chaerin berpacara . aku di beri tahu oleh fans-fans ku” ucap lay.

“chanyeol?” ucap kai dan sehun bersamaan lalu mereka berdua pergi dengan melewati arah yang berbeda.

_LBL_

Bel tanda sekolah telah berakhir untu hari ini berbunyi setengah jam yang lalu. Chaerin sedang bersama chanyeol, mereka baru saja mengembalikan buku di perpustakaan. Mereka sudah sampai di parkiran. Chaerin akan di antar pulang oleh chanyeol. Tapi tiba-tiba sehun dan kai datang menghampiri chaerin.

“chaerin aku harus bicara dengan mu?” ucap sehun menarik tangan kanan chaerin

“chaerin ayo kita pulang bersama”ucap kai menarik tangan kiri chaerin.

“apa yang kalian berdua lakukan, aku tak bisa pergi bersama mu sehun. Lebih baik kita lupakan saja kejadian tadi, sehun lepaskan tngan mu!” ucap chaerin kepada sehun.tapi sehun tak melepaskan tangannya.

“kai sunbae aku sudah berjanji pulang bersama chanyeol, lebih baik kau ajak saj fans-fans yang sedang meneriakimu itu, kai lepaskan” ucap chaerin kepada kai. Tapi, tetap saja kai tidak melepaskan tangannya.

“kai, sehun! Lepaskan chaerin!” ucap chanyeol dan langsung dilepaskan oleh kai dan sehun.

Chaerin dan chanyeol pun menghilang terbawa mobil yang dikendarai oleh chanyeol.

 

18 menit telah berlalu. Chanyeol sudah sampai di rumah chaerin. Chaerin pun dengan sigap ia turun. Chanyeol membuka kaca mobilnya.

“chanyeol sunbae terima kasih telah mengantarku pulang!” ucap chaerin

“ya sama-sama. Bagaimana besok kita pergi bersama untuk menonton pertandingan basket ? besok aku akan menjemputmu pukul sembilan?” ucap chanyeol.

“boleh, aku akan menunggumu chanyeol sunbae!” ucap chaerin lalu melambaikan tangannya lalu ia masuk kedalam rumahnya.

“bye” ucap chanyeol lalu ia melajukan mobilnya.

_

Di pagi hari pukul 8.30 KST.

Chaerin sedang sarapan bersama keluarga nya di ruang makan rumahnya.

“omma aku pergi dulu” ucap chaerin mengecup pipi omma nya dan beranjak pergi ke luar karena mendengar suara klakson mobil.

‘kenapa chanyeol cepat sekali sampai?’

Ia mulai membuka pintu rumahnya.

Dan terlihatlah seorang kai sedang bersender di mobil dengan gaya cool nya.

“kai sunbae?” ucap chaerin kaget ternyata yang dilihatnya bukan chanyeol sunbae tapi malah kai sunbae.

“chaerin? Ayo kita pergi? Kenapa kau tak membalas pesan ku?” ucap kai.

“pesan?” chaerin langsung merogoh ponsel dalam kantong bajunya.

“maaf aku tak melihat ponselku, semalaman kemarin” ucap chaerin sekali menunduk.

“Dari mana kau tau number ponsel ku? Dan alamat rumahku?” tanya chaerin.

“aku bertanya pada kyuhyun, dia memegang beberapa data kelas siswa” ucap kai.

“oh…”chaerin hanya ber oh.

“seharusnya kai sunbae tak perlu menjemputku, kai sunbae kan harus bersiap siap bertanding” ucap chaerin.

“tidak, aku lebih mementingkanmu dari pada pertandingan” ucap kai.

‘semua laki-laki sam saja, suka merayu. Huh,..’

“tapi…,tap” ucap chaerin terpotong.

“yasudah ayo kita pergi?” ajak kai seraya membukakan pintu untuk chaerin.

“tap,tapi aku tak bisa pergi denganmu. Aku sudah berjanji pergi bersama chanyeol, maaf” ucap chaerin ragu.

“sudah tak perlu menunggunya, dia tak akan menjemputmu” ucap kai.

“tidak, itu dia! Aku pergi dulu” ucap chaerin berlari menuju mobil chanyeol.

Mobil chanyeol pun melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.

Kai pun menyusul dengan cepat.

_LBL_

Di sekolah pukul 8.48 KST tepatnya di ruang istirahat para peserta pertandingan basket.

“bagaimana ? ku tebak kau tak berhasil mengajak chaerin pergi bersama tadi?” ucap baekhyun.

“dari mana kau tahu kalau aku mengajaknya pergi bersama?” tanya kai.

“kyuhyun memberi tahuku tadi!kasihan sekali kau” ejek baekhyun.

“hahahaha” tawa lay pecah bersama baekhyun.

“sudah ku katakan kau tak akan berhasil mengejarnya!” ucap sehun yang tiba-tiba datang dengan wajah kahs nya yaitu meremehkan.

“memangnya kau berhasil?” tanya baekhyun.

“untuk kali ini tidak tapi nanti ya” ucap sehun.

“tidak perlu berhayal sangat jauh, kemarin kan dia sudah berkata kalau dia tak ingin bertemu lagi!” ucap kai.

“yayaya lihat saja nanti!” ucap sehun menaap tajam wajah kai, dan kai pun membalas menatap sehun dengan tatapan tajamnya pula.

“kita lihat saja, kalau chaerin meneriaki nama ku saat pertandingan , aku akan mendapat score satu!” ucap kai.

“oke!, tapi sepertinya dia tak akan menyebut namamu? Permainanku lebih bagus dari pada mu! Kau ingat itu, aku pasti yang akan mendapat score satu itu” ucap sehun tak mau kalah.

“ayo tak perlu bertengkar lagi, pertandingan akan di mulai!” ucap lay.

“jangan sampai kita kalah karena kalian tidak berkonsentrasi!” ucap baekhyun.

Lalu mereka semua pun keluar.

_

Para pemain basket ini sedang bertarung untuk memasukkan bola dalam ring.

Sedangkan kai dan sehun mereka marah saling bertatap tajam saat bermain. Di tambah  lagi, mereka saling merebut bola, bukannya berbagi bola mereka malah… huh…

Score sekarang masih lebih tinggi sma dannieon mereka tapi, hal ini jarang terjadi score mereka di bawah standard.

Yaitu:

SMA handoeng _ SMA dannieon

            28                    38

Sehun dan kai seperti bersaing dalam permainan.

Di lain sisi, chanyeol dan chaerin mereka sedang menonton pertandingan dengan seksama.

“kau suka pemain yang mana di tim kita?” tanya chanyeol.

“aku suka … suka…. suka lay…” ucap chaerin.

“ya, memang hari ini permainan dia paling bagus dari pada permainan sebelumnya, dia banyak memasukkan bola dalam ring” ucap chanyeol.

“kalau chanyeol sunbae suka yang mana?” tanya chaerin.

“aku lebih suka kyuhyun hari ini dia sangat kompeten” ucap chanyeol.

“ya memang kompeten dia” ucap chaerin.

Tiba-tiba lay kembali memasukkan basket kedalam ring. Spontan chaerin dan chanyeol langsung berdiri.

“LAYY…..!!!!” teriak chaerin.

Chanyeol hanya menatap chaerin antusias.

Lay dari kejauhan langsung memandang chaerin lalu melambaikan  tangannya.

Sedangkan sehun dan kai hanya tercenga, ternyata nama sehun dan kai tidak di sebut oleh chaerin. Sekarang mereka malah kesal terhadap lay.

_

Permainan telah selesai, yang memenangkan pertandingan adalah sma handoeng. Sekarang para pemain sedang beristirahat di kantin.

“lay? Seharusnya kau tak perlu bermain hari ini!” ucap kai.

“kenapa?” tanya lay.

“karena kau, nama ku tidak di teriaki chaerin!” ucap kai.

“wajar saja dia tidak meneriaki nama mu! Hari ini kau tidak bagus dalam pertandingan! Hahaha” ucap lay yang diakhiri oleh tawa bersama baekhyun. Sementara kai ia hanya berdecak kesal.

“dan karena kau dan sehun, kita jadi kalah dalam pertandingan! Padahal yang biasanya mencetak bola dalam ring kan kalian berdua!” ucap baekhyun.

“yayaya, kalian tak perlu marah , aku akan bertanggung jawab atas kekalahan kita. Nanti aku akan membayar kalian makan sepuasnya di restaurant****” ucap kai.

“kau harus janji dengan perkataanmu itu ya” ucap baekhyun.

“yayaya” ucap kai angkuh.

“sehun kenapa kau hanya diam?” tanya baekhyun.

“tidak, yasudah aku pulang dulu!” ucap sehun seraya berdiri dan pergi.

“aneh” ucap baekhyun.

“apa nya yang aneh? Dia berdiam karena sedang memikirkan rencana untuk mendekati chaerin!” ucap baekhyun.

“hahaha” tawa lay meledak kembali.

“kalau begitu aku harus menyusul chaerin dulu!” ucap kai seraya beranjak, dengan sigap baekhyun dan lay langsung menarik tangan kai agar kembali duduk.

 

“ apa yang kalian lakukan, jangan menghalangiku!” ucap kai.

“kami tidak menghalangimu, kau jangan coba menghindar dari janjimu!” ucap baekhyun.

“ayo , kau harus membayar kami makan di restaurant itu!” ucap lay menarik tangan kai pergi.

“sial!  kalian berdua memang pengacau!” ucap kai.

“seharusnya kau yang salah, kenapa kau menyalahkan kami!” ucap lay.

“padahal kau yang menawarkan kami untuk makan sepuasnya!” ucap baekhyun.

“yayaya aku tahu” geram kai.

 

Sedangkan di lain sisi, chanyeol dan chaerin sedang berada di koridor sekolah. Mereka berjalan hendak pulang.

“chaerin , aku tak bisa mengantarmu pulang. Hari ini aku harus mengantar omma ku ke bandara!” ucap chanyeol ragu.

“ya tidak apa, aku akan pulang naik bus saja” ucap chaerin.

“yasudah, aku pulang dulu. Hati-hati ya” ucap chanyeol seraya mengacap-ngacak rambut chaerin lembut.

Kini di koridor, hanya tersisa chaerin seorang. Suara langah chaerin terdengar begitu menggema. Tapi, saat chaerin berjalan terdengar suara langkah kaki yang cepat dan begitu menggema. Chaerin sedikit takut. Ditambah lagi suasana yang sepi seperti ini. Ia berpikir sebenarnya siapa orang yang sedang mengikutinya.

‘SREK’ ‘SREK’ ‘SREK’

Terdengar suara pintu yang bergerak. Dan itu membuat chaerin merinding. Chaerin penasaran ia mendekati pintu itu. Sementara orang yang mengikutinya dari belakang masih mengikutinya. Dan pintu itu pun terbuka tersendiri. Sontak chaerin menjerit di karenakan tidak ada yang membuka  pintu tersebut.

Chaerin berbalik hendak pergi tapi ia melihat sosok namja disana. Ia tak tau siapa namja itu, karena mata chaerin di tutupi oleh beberapa helai rambutnya. Tanpa berpikir panjang dia langsung memeluk namja itu erat. Hampir saja namja itu tersungkur. Namja itu memebalas pelukan chaerin. Ia mengelus-ngelus rambut chaerin lembut.

“tak perlu takut. Aa aku disini” ucap namja itu.

Chaerin tersentak mendengar suara itu.

“sehun”

Ya,ternyata orang yang dipeluk chaerin adalah sehun. Chaerin langsung ingin melepaskan pelukannya. Tapi, hasilnya nihil. Sehun malah memeluk chaerin erat.

“chaerin aku tak akan melepaskanmu, mungkin dengan begini aku bisa menjelaskan kejadian kemarin” ucap sehun .

Chaerin hanya diam.

“kau tau kenapa kai mendekatimu akhir-akhir ini?” tanya sehun. Dan chaerin hanya menggeleng.

“dia menyukaimu. Tapi dia menyukaimu hanya sekedar ingin merebut mobilku” ucap sehun. Dan itu membuat chaerin sangatlah bingung.

Advertisements

One thought on “[FREELANCE] Love”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s