Innocent Boy

innocent boy

Author             : Breeze_

Genre              : Romance, Fluff, School-life

Length             : Drabble (700+ words)

Cast                 : Oh Sehun, Park Jiyeon (OC)

Rating              : G

“Apakah dia sepolos ini ?”

Ada atau tidak ada guru, suasana kelas 2-3 selalu aman dan terkendali. Murid pilihan dan kelas unggulan mungkin menjadi alasan akan hal ini. Seperti saat ini, para siswa tetap sibuk dengan buku bacaan masing-masing meskipun tidak ada guru yang mengawasi. Dewan guru sedang mengadakan rapat komite, jadi beberapa kelas tidak ada yang mengajar. Sunyi, senyap, ruangan ini lebih mirip perpustakaan tanpa rak dari pada ruang kelas. Setidaknya sebelum ketukan pintu terdengar.

Seorang namja mucul dari balik pintu yang beberapa detik lalu dibuka dengan keras. Senyum bodoh, rambut acak-acakan, dan sebuah tipe recorder di pundak kanan. Oh Sehun lebih mirip seorang berandalan dari pada murid sekolahan. Lagi pula, ini bukan kelasnya, tapi Sehun yakin betul kelas inilah yang menjadi incarannya.

Beberapa murid perempuan terlihat mengekor dibelakangnya, namun tidak sampai kedalam kelas. Mereka hanya berbisik dan mengintip dibalik pintu dan jendela.

“Ayeonghaseyo…” Sapa Sehun masih dengan senyum terkembang. Tidak ada sahutan, murid kelas 2-3 hanya memandangnya aneh. Tapi Sehun tidak lantas malu, dia malah menyalakan tipe yang sedari tadi dibawanya dan mengeraskan volume tipe tersebut. Tidak ada nyanyian, hanya music dengan suara memekakkan yang terdengar. Sehun meletakkan tipe tersebut, lalu menari sebisanya.

Beberapa siswi di luar kelas langsung berteriak histeris begitu Sehun meliukkan tubuhnya, bahkan murid 2-3 yang tadinya seperti mayat hidup kini mulai menghentak-hentakkan kakinya sesuai irama.

Sehun melakukan solo dance cukup lama. Berputar, melompat, hand-stand, beberapa gaya telah ia pertontonkan, dan itu tidak sia-sia. Terbukti beberapa siswa telah berdiri dan ikut menggoyangkan tubuhnya bersama Sehun.

Music dengan super bass, teriakan histeris, kelas 2-3 sudah seperti konser dalam beberapa menit. Hanya saja kegaduhan ini mendadak berhenti karena suara debuman yang cukup keras. Sehun terpeleset, menghantam tipe recorder yang tak berdosa dan jatuh menghantam lantai dengan kekuatan penuh. Semua orang bungkam, masih berkutat dengan pikiran masing-masing.

Detik selanjutnya semua orang langsung berhamburan kearah Sehun, sekedar menanyai apakah dia baik-baik saja. Sehun hanya mengangguk-angguk, lebih dari 30 siswi mengerubunginya dan itu membuatnya sedikit sesak.

“Biar kubantu.” Seorang gadis –yang entah muncul dari mana- menarik lengan Sehun, membersihkan luka kecil disana dan menempelkan sebuah plaster luka untuk mengobatinya.

“Sudah selesai.” Gadis itu tersenyum lalu beranjak dari kerumunan masa yang menatapnya iri.

“Park Jiyeon !” Merasa namanya dipanggil, gadis itu menoleh, mencari sumber suara.

“Terimakasih.” Sehun tersenyum, begitupun Jiyeon.

“Maukah kau berkencan denganku ?” Sederet kata meluncur ringan dari mulut Sehun, menimbulkan beragam reaksi dari semua orang yang ada di sana. Jiyeon ? tentu saja terkejut. Pria paling *uhuk*tampan dan paling populer seantero sekolah baru saja mengajaknya berkencan hanya karena plaster luka kecil. Senang. Ya, tentu saja Jiyeon senang. Jiyeon dengan senang hati menerima ajakan itu kalau saja Jiyeon tidak menyadari pandangan mematikan dari semua murid wanita di sekitarnya.

Jiyeon menurunkan pandangannya, menatap resah marmer putih yang menjadi pijakannya. Belum puas Jiyeon menunduk, Sehun tiba-tiba sudah ada di depannya dan mengangkat dagu Jiyeon, membuat pandangan mereka betemu.

“Apa kau tidak menyukaiku ?” Wajah Sehun memelas, ingin rasanya Jiyeon mati sekarang juga. Bagaimana bisa dia tidak menyukai karya elok dari tuhan seperti Sehun? Jiyeon menyukainya. Sangat. Tapi Jiyon hanya akan berkencan dengan Sehun kalau dia sudah siap mati. Sekarang saja fans fanatic Sehun sudah mulai memasang tinjunya.

“Ku tidak menyukaiku ?” ulang Sehun, Jiyeon buru-buru menggeleng.

“Bu-bukan begitu..” Jiyeon berdecak kesal, apa Sehun sepolos ini ?

“Berarti kau menyukaiku !” Pekik Sehun

BINGO ! Pipi Jiyeon memerah seketika. Riuh siswa kembali terdengar seketika itu juga. Jiyeon menunduk, meratapi betapa mujur sekaligus sial nasibnya hari ini. Di satu sisi ia senang karena Sehun mengajaknya berkencan, di sisi lain ia malu juga risih dilihat oleh beberapa temannya yang sudah seperti pembunuh berdarah dingin sekarang.

“Kau terbentur cukup keras, ya ?” Jiyeon berkata gugup, mencoba mencairkan suasana. Sehun malah tertawa keras mendengar ini.

“Tidak Jiyeon-ah… aku menyukaimu dari dulu, kata Chanyeol sunbae aku harus menunjukkan keahlianku padamu agar kau tertarik, karena itu aku menari seperti orang gila tadi, itu untukmu Park Jiyeon !” dan itu adalah tiket kematian untuk Jiyeon, ia dapat merasakan aura disekitarnya semakin menggelap. Dan yeah, ia mengutuk ke-polosan Sehun.

“Kau mau jadi pacarku ?” Tanya Sehun lagi. Jiyeon tidak menjawab, hanya merunduk sedalam mungkin, merasa tubuhnya hilang ditelan bulat-bulat oleh tatapan gadis-gadis disana. Beruntungnya, Sehun mulai menyadari arti kegugupan Jiyeon, Sehun menengok kekanan dan kiri, dan mandapati senyuman-palsu- para penggemarnya.

Sehun memberikan senyuman terbaiknya pada gadis-gadis itu, membuat mereka melambung sesaat, lalu menjatuhkan mereka dengan pukulan telak.

“Dia pacarku mulai sekarang, tidak ada yang boleh menyentuhnya.” Ucap Sehun ringan sambil tertawa. Sebelum seseorang bisa bersuara, Sehun langsung menyeret Jiyeon keluar. Jiyeon hanya diam dan menuruti Sehun, genggaman tangannya begitu… hangat. Kehangatannya mampu meruntuhkan rasa takut Jiyeon.

“Bagaimana kencannya ?” Jiyeon terhenyak, mata kelam Sehun telah menyedot habis kesadarannya. Jiyeon menggeleng ringan, logikanya terus mengatakan ‘kau akan mati Park Jiyeon’ hanya saja bibir Jiyeon tidak sependapat dengan logikanya. Bibir itu berujar lirih…

“Ya… aku mau,”

_FIN_

Its done !

Ini FF pertamaku disini, and Hell… ini gaje ! Okay, mungkin fluff nya gak berasa, romance nya gagal, but please don’t bash me okay ^^

Advertisements

10 thoughts on “Innocent Boy”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s