[Freelance] Dreamed

Dreamed-(junghun)

Title : Dreamed

Author : Choqah

Length : One-Shoot

Rating : G

Genre : Sad, Romance, Drama, AU, Hurt

Main Cast :

Kim YooJung

Oh SeHun (EXO K)

 

Disclaimer :

Ini FF buatanku sendiri. Ini terinspirasi dari kehidupan pribadi, dan berawal dari kekesalan serta rasa sakit yang kurasakan pada seseorang. Cerita ini juga pernah saya posting di blog pribadi saya https://nisrinabieber.wordpress.com

 

A/N :

Mohon maaf jika banyak typo dan tidak mudah untuk di mengerti ceritanya, jadi jika memang membingungkan untuk kalian mohon bertanya. Terima kasih.

 

Summery :

Kenapa engkau mengenalkan aku dengannya? Dan bagaimana mungkin engkau membiarkanku jatuh hati padanya, tuhan. Padahal engkau tahu pada akhirnya aku yang akan merasakan sakit ini sendirian.

 

 

Dreamed

 

 

 

 

Bisakah kau menata hati ini?

Dan tidak akan membuatku menjadi orang tolol seperti ini lagi?

Aku bukan lelaki sempurna tapi aku ingin mencoba mencintaimu apa adanya. Saling percaya dan berbagi.

Aku ingin belajar membuka hati dan menata masa depan disini bersamamu.

Aku tidak bisa menjanjikan apapun, karena masa depan ada di tangan tuhan tapi aku hanya ingin berusaha membuatmu bahagia.

Mungkin suatu saat kau akan bosan dan pergi seperti yang lain, tapi ijinkan aku mengisi hari-hari yang sebentar itu dengan cinta.

Aku sudah sampai sejauh ini dan akan terus berusaha memberikan yang terbaik semampuku.

Aku tidak bisa menjanjikan kebahagiaan tapi aku hanya mempunyai cinta, keseriusan, dan kesetiaan. Hanya itu yang bisa aku tawarkan untukmu.

Maukah kau menghabiskan waktu untuk menjaga hatiku sama seperti aku yang akan menjaga hatimu .

Maukah kau menjadi kekasihku?

Aku bukanlah lelaki yang romantis yang bisa ada di setiap saat. Aku hanya ingin kita menjadi diri sendiri dan bahagia bersama.

Kita belajar saling mengerti, dan sekarang kau adalah kekasihku.

***

Suara nyanyian indah dari burung-burung yang sedang bertengger pada pohon yang berada di sebelah sebuah ruangan yang disana terdapat seorang gadis remaja yang cantik jelita dengan kulit putihnya serta rambut berwarna hitam pekat yang berukuran sepunggungnya, yang masih dengan santainya bergelut bersama sekumpulan bantal kesayangannya.

“eungg” gadis itu merasa terganggu saat mendengar kicauan burung yang sangat memekakan telinganya. Ia perlahan membuka matanya.

YooJung POV

“eung… sudah pagi ternyata” ku lirik jam weker yang setia berdiri di meja samping tempat tidurku. Aku membuka lebar-lebar mataku, aku terkejut akan jarum jam menunjuk pada angka berapa.

“Oh tidak! Aku bisa telat kalau begini caranya”.

Aku bergegas masuk ke kamar mandi setelah itu aku harus berangkat ke sekolah dengan— oh sial! Bagaimana aku bisa lupa, beberapa hari ini bukankah ayah ada pekerjaan di luar kota jadi otomatis¾ damn it! Aku harus naik bus beberapa hari ini, wait rasanya ada sesuatu yang aneh aku rasakan pada diriku sendiri, tepatnya disini dadaku jantungku terasa sesak. Entahlah apa itu, tapi sudahlah aku sudah telat hari ini.

***

 

Author POV

Terlihat seorang gadis dengan pakaian seragam yang rapi melangkahkan kakinya terburu-buru. Walaupun langkahnya terlihat kecil tetapi ia berlari layaknya seorang atlet. Saat sampai di halte bus ia segera memasuki bus menuju sekolahnya yang tengah berhenti, ia langsung menduduki tempat yang kosong.

“lelahnya…” ia membuang nafas lega Karena telah mendapat tempat duduk. Ya tadinya ia mengira tak akan dapat tempat duduk, tapi setelah kedua matanya menelusuri ke segala arah— ia pun mendapatkannya tepat disebelah seorang siswa laki-laki yang juga memakai seragam yang sama dengannya, mungkin.

“bukankah kau selalu telat jika mengejar bus sekolah?” yoojung melempar pandangannya pada pria disebelahnya, ya nama gadis tersebut adalah Kim Yoojung. Ia merasa orang yang di sampingnya sedang mengajaknya berbicaranya saat ini dan— sepertinya suara itu juga tak asing di telinganya. Suara meremehkan, dingin serta menyebalkan untuk didengar.

ye? Apa kau bicara padaku?” orang itu tak menoleh pada yoojung ia tetap memandang keluar jendela bus dengan menggunakan topi hitam serta kaca mata, membuat yoojung tak bisa mengenali siapa dia. Yoojung terus saja memandangnya.

“tentu saja, apa kau pikir aku berbicara dengan supir. Stupid yoojung” orang itu akhirnya memperlihatkan wajahnya pada gadis cantik di sampingnya itu.

“siapa kau? Seenaknya saja mengataiku bodoh dan bagaimana bisa kau mengetahui namaku” ucap yoojung kesal. lelaki itu sangat menyebalkan seenaknya dahinya saja mengatai yoojung bodoh memangnya siapa dia, pikir yoojung. Yoojung mengerjapkan matanya berkali-kali untuk mengenali siapa sebenarnya orang yang ada di depannya ini dengan tatapan yang menusuk, tapi nihil ia benar-benar tak mengenalinya.

Oh God! Apa kau benar-benar tak mengenaliku? Apa kau benar-benar sebodoh itu Kim Yoojung” ia kembali melempari kata yang sudah pasti membuat yoojung semakin kesal pada lelaki itu. Perlahan ia membuka kaca mata yang ia kenakan.

“Oh Sehun?” ia meneriakan nama ‘oh sehun ‘ seperti seorang penggemar yang bertemu dengan idolanya untuk pertama kali. Yoojung cepat-cepat berdiri dan meminta maaf pada semua penumpang bus, karena mungkin saja penumpang yang lain erasa terganggu oleh suara berisik yang ia ciptakan di bius tersebut. Yoojung sadar bahkan sangat sadar tingkahnya ini sangat konyol, ia diperbolehkan untuk kaget tapi keterkagetannya itu berlebihan. Ada apa sebenarnya dengannya, apa ia salah makan sesuatu pagi ini. Ia rasa tak ada yang salah dengan menu sarapannya hari ini.

“iya ini aku oh sehun. Pria paling tampan se-Korea Selatan, tapi barusan kau terkejut dengan sangat belebihan chagi….” sehun memegang pipi gadis di depannya ia sesekali memijat pipi yoojung yang cuby. Ia sungguh tak kuasa menahan tawanya saat ia melihat wajah Yoojung yang seperti anak berumur 10 tahun, padahal ia tahu umur Yoojung sama dengannya 18 tahun.

“iya aku tahu, tapi aku hanya………. Apa kau bilang? chagi? Kau minta dipukul ya oh sehun?” ia segera melayangkan tangan kanannya untuk memukul lengan sehun. Sehun merintih kesakitan, ia memegang lengan yang baru saja terkena pukulan yoojung.

YA!! YA!! Kim yoojung apa penyakit amnesiamu kambuh lagi akhir-akhir ini? Kenapa kau melupakan peristiwa indah kita semalam” sehun kesal dengan sikap yoojung, sedangkan yoojung kembali berusaha mengingat sesuatu yang sehun katakan itu indah terjadi kemarin malam.

Yoo jung mengingatnya, ia ingat dengan pasti sekarang. Ia ingat seperti apa ekspresi yang ditunjukan sehun pada yoojung kemarin malam di taman dekat rumahnya, wajah sehun yang terlihat bodoh saat menyatakan perasaannya pada yoojung.

“aah.. aku ingat, kau memperlihatkan ekspresi bodohmu itu semalam”yoojung tertawa kecil karena menurut gadi itu mimik wajah yang sehun tunjukkan semalam adalah mimik bodoh yang kekasihnya miliki, ya walaupun tak dapat dipungkiri yoojung juga senang melihat wajah bodoh serta menggemaskan bagi yoojung pribadi.

MWO? Bodoh katamu? Saat itu aku sangat gugup, kau yang bodoh bukan aku” Mereka memang sepasang kekasih, tapi mereka terus beradu mulut hingga sampai mereka duduk pada bangku mereka masing-masing di kelas tempat mereka menuntut ilmu.

***

“baiklah pelajaran saya berakhir, dan jangan lupa untuk mengerjakan tugas yang saya berikan hari ini pada kalian. Mengerti!”

“mengerti Park seosaengnim” jawab seisi kelas itu.

“baiklah! Selamat beristirahat” guru park meninggalkan kelas. Para siswa yang lain bergegas menuju kantin sekolah.

Yoojung menyusuri koridor menuju gereja sekolah sambil mengingat kembali kejadian semalam, ia kira itu hanya mimpi semata. Tapi ternyata ia salah, apa yang ia dengar dari mulut sehun adalah ucapan nyata dari mulut lelaki itu. Untaian kalimat yang membuat wanita manapun mabuk saat mendengarnya, kalimat yang tak akan yoojung lupakan. Ia sedikit tak bisa mempercayai ini, tapi ia akui bahwa yoojung sangat senang dan sangat ingin berterima kasih pada tuhan. Oh ya! Ia juga ingin membagi cerita bahagianya ini pada sahabatnya. Tiba-tiba seseorang merangkul lengan kanannya, ia terlonjak kaget. Ia cepat-cepat menolehkan pandangannya pada sisi kanannya. Ia membuang nafasnya lega.

“oh sehun! kau hampir membuatku jatuh tergeletak dilantai koridor ini” yoojung menegur tindakan sehun kali ini. Benar-benar membuatnya hampir pingsan. Ia sangat kesal pada ulah jail sehun, ia mempoutkan bibir mungilnya. Sehun merangkul pundak yoojung, ia tersenyum melihat ekspresi wanitanya jika seperti ini.

“maafkan aku chagiya….. aku janji, aku tak akan melakukannya lagi” tiba-tiba saja sehun mencium pipi gadisnya itu, dan— tentu saja otomatis yoojung menghentikan langkahnya. Oh ya jangan lupa pipi yoojung juga merona layaknya kepiting yang baru saja direbus.

Oh tuhan demi apapun! Walaupun tak banyak orang yang melewati koridor itu tapi tetap saja yoojung merasa malu dan senang. Malu karena beberapa siswa yang berlalu-lalang disana melihat adegan dimana sehun mencium pipinya, senang? Tentu saja— ini adalah pertama kalinya sehun mencium pipinya di tempat umum seperti sekolah.

chagi” sehun memanggilnya tapi ia buru-buru lari, ia sangat malu. Ia tak ingin sehun melihat pipinya yang merona. Saat ini ia hanya ingin berterima kasih pada tuhan bahwa ia telah diberi banyak kebahagiaan hari ini. Sehun yang melihatnya hanya mengikuti dari belakang.

***

“tuhan aku berterima kasih padamu hari ini. Pasti kau sudah mengetahui sebelumnya bukan, semalam sehun menyatakan perasaannya padaku, itu suatu keajaiban. Dan aku sangat senang ketika bibir merahnya bersentuhan dengan sangat lembut di bibir ini.” Yoojung menyentuh bibirnya sendiri dengan diiringi senyuman manis terukir disana, ia merasa begitu diberkati oleh tuhan.

“Sungguh aku masih tidak bisa percaya itu nyata. Tuhan, aku tahu kau sangat menyayangiku— maka dari itu berjanjilah bahwa engkau akan membuatku selalu dan selamanya merasakan kebahagiaan ini. Oh ya! aku juga meminta padamu untuk melindungi ayah, dimanapun ia berada. Aku percaya padamu, aku mencintaimu tuhanku” yoojung melepas kepalan tangannya, perlahan ia membuka kedua matanya pula. Ia menghembuskan nafasnya perlahan, ia benar-benar merasa telah bertemu dengan tuhan dan berbicara langsung padaNya. Ia memandang patung yang diukir sebegitu indahnya. Membuat orang yang melihatnya merasa tentram dan terlindungi olehNya.

“heumm… tidak biasanya kau datang kemari” suara seseorang yang baru saja masuk membuat yoojung terkaget. Spontan yoojung melebarkan matanya hingga terlihat bulat, tapi beberapa detik kemudian ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah orang yang menurutnya sangat mengganggu suasana hatinya.

“sehun?” ya— lagi-lagi sehun, tapi ia sangat senang. Bagaimana bisa sehun mengetahuinya bahwa ia berada disini, bahkan ketika sehun bertanya padanya saat di lorong ia tak menjawab ataupun memberi suatu isyarat yang mengatakan kalau ia akan kemari. Apa ini yang dinamakan jodoh? Entahlah.

“huh… sopanlah sedikit, ini rumah tuhan sehun-ah… kau ini” yoojung memperingatkan sehun dengan tetap duduk di bangkunya, sementara sehun sedang menghampirinya dan langsung duduk di sampingnya. Yoojung hanya melihat sehun saat laki-laki itu duduk di sampingnya, tiba-tiba saja sehun menutup matanya dan menautkan kedua tanganya— sepertinya ia berdoa. Entahlah apa yang ia minta pada tuhan saat ini, tapi beberapa detik kemudian ia menyudahi doanya. Sehun memandang sebuah patung besar yang ada di depannya itu.

“oh sehun, apa barusan kau sedang berdoa?” yoojung memasang wajah yang sangat manis didepan sehun saat ini.

“menurutmu?” yoojung terlihat kesal. Bukankah baru saja ia bertanya pada sehun, tapi mengapa sehun balik bertanya padanya. Damn it! Itu sungguh menyebalkan untuk yoojung, ia sangat tidak suka jika seseorang balik bertanya padanya sedangkan pertanyaan yang ia lempar sebelumnya belum terjawab.

“ahahahaha” Oh Man! Kenapa ia malah tertawa, itu semakin membuat yoojung kesal akan sikap sehun kali ini. Sehun mengacak-acak rambut yoojung, youjung mengerucutkan bibirnya. Sehun yang melihat itu pun secepat kilat ia mencium bibir yoojung. Tentu saja yoojung kaget akan perlakuan sehun kali ini, lagi.

“tentu saja aku berdoa, apa kau tahu…” belum selesai sehun menyelesaikan kalimatnya, yoojung malah lebih dulu menjawabnya.

“tidak” dengan wajah polosnya yoojung menjawab, sedangkan sehun menghela nafasnya kasar. Bukankah ia belum tuntas menyelesaikan kalimatnya gadis cantik di depannya ini malah sudah menjawabnya, memang sedikit menyebalkan untuknya— tapi ia mencoba untuk mengontrol dirinya.

“aku belum selesai berbicara chagiya..…” tutur sehun.

“baiklah, lanjutkan” yoojung terkekeh, ia merasa berhasil membalas sehun walaupun itu terasa sangat kurang baginya.

“apa kau tahu apa yang aku panjatkan pada tuhan tadi?” sehun mulai memasang wajah serius. Yoojung hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan dan memasang wajah polosnya.

“aku berdoa agar kita akan selalu bersama sampai kita lulus, dan bahkan aku berdoa hingga kita melakukan sakral pernikahan” sungguh manis dan indah untuk didengar oleh gadis manapun. Mata yoojung berbinar-binar mendengarnya, dan jantung yoojung seakan telah meleleh karena kalimat sehun yang baru saja laki-laki itu lontarkan. Demi cupid yang menyebar panah cintanya pada semua orang di dunia ini! sepertinya yoojung ingin sekali berteriak saat ini juga, tapi ia masih mempunyai sopan santun dan dirinya masih sangat sadar— ia tak mungkin berteriak dengan histerisnya di rumah tuhan yang telah memberinya banyak kebahagiaan. Sehun benar-benar pintar membuat hati yoojung meleleh bagai plastik yang dipanaskan di perapian.

Suara yang sangat nyaring terdengar dari luar gereja, dan itu berhasil membuat lamuanan dan bayangan aneh pada diri yoojung buyar. Sehun menyarankan agar mereka berdua segera kembali sebelum guru masuk ke kelas mereka. Yoojung hanya bisa meng-iyakannya, ia juga tak ingin tertinggal salah satu materi dari pelajaran fisika kali ini.

***

Pagi hari yang cerah, tapi malam ini akan turun salju. Salju pertama, terdengar sangat menyenangkan dan sayang untuk ditinggalkan bukan— lagi pula ini adalah malam sabtu waktunya untuk pasangan bersukaria atau mungkin para remaja menyebutnya kencan. Di sebuah kedai makanan dua sejoli yang sedang bersenda gurau, mereka terlihat serasi. Ini adalah hari kelima mereka menjadi pasangan kekasih, dan saat ini yoojung dan sehun sedang melakukan kencan ketiga mereka. Terlihat Yoojung yang tengah tertawa mendengar gurauan sehun. Beberapa menit kemudian ternyata makanan mereka telah habis. Sehun menyarankan untuk berjalan ke tempat lain.

“apa kau sudah selesai?” sehun bertanya dengan nada sangat lembut, terasa berbica dengan hatinya. Yoojung hanya bisa memanggukkan kepalanya dan memasang wajah yang sangat lucu begitu menggemaskan.

“kita lanjutkan lagi kencan kita ke tempat yang lebih menarik” yoojung hanya bisa menuruti perkataan sehun, ia tidak tahu harus menyarankan tempat untuk kencan mereka.

Keluarnya mereka dari kedai, mereka berjalan ke arah kiri kedai tersebut. Sepanjang perjalanan sehun terus saja menggenggam tangan yoojung. Senyum yoojung tak pernah luntur selama acara kencan mereka, ia sangat merasa diberkati oleh tuhan. Sesekali sehun melempar pandangan pada yoojung, tapi entah mengapa beberapa detik kemudian senyum yang ia berikan pada yoojung itu hilang saat ia tak melihat ke arah yoojung lagi.

oppa” panggil yoojung pada sehun, ya— sebuah peraturan yang lazim dilakukan para remaja korea. Walaupun di hari biasa mereka tak pernah memanggil kekasihnya dengan sebutan ‘oppa’ atau ‘chagi’ tetapi jika mereka sudah melakukan kencan. Mereka harus memanggil kekasihnya dengan sebutan ‘oppa’ ataupun ‘chagi’.

“ya? Ada apa?” sehun menjawabnya sambil terus melanjutkan perjalanan mereka, tetapi mata sehun mengarah pada yoojung.

“aku lelah berjalan” gadis itu memasang wajah yang sungguh menggemaskan ketika ia memandang sehun, tapi setelah itu ia memandang kakinya. Tiba-tiba saja sehun menariknya untuk menepi, ternyata sehun menemukan tempat untuk mereka beristirahat sejenak.

±3 menit

Entah mengapa suasana berubah menjadi asing. Sehun tiba-tiba seperti orang yang tak bisa berbicara, ia seperti berhadapan dengan orang asing. Begitu pula dengan yoojung, ia juga tak tahu harus membuka topik pembicaran apa. Tiba-tiba saja sehun memanggil yoojung dengan nada yang terdengar serius.

“yoojung-ah” yoojung yang merasa namanya diserukan pun memandang sehun, ia melihat wajah sehun terlihat serius dan seperti orang sedih. Entah apa yang ia pikirkan. Kemudian sehun memegang kedua tangan yoojung.

Mian” ucap sehun yang suaranya hampir tak terdengar, tetapi untungnya yoojung masih mendengar suaranya.

“untuk apa” ucap yoojung heran ketika mendengar sehun mengatakan kata ‘maaf’. Pikirannya melayang kemana-mana, untuk apa sehun meminta maaf padanya. Kapan sehun membuat kesalahan padanya? Seingatnya sehun tak pernah membuat kesalahan padanya selama ini.

“sepertinya ini waktu yang tepat untuk jujur padamu” yoojung yang mendengar hanya semakin heran, jujur? Jujur untuk apa? Ia benar-benar tak mengerti.

“aku tahu ini ketiga kalinya kita melakukan kencan, tapi aku tetap tak bisa untuk……” sehun menghentikan kalimatnya, yoojung menjadi bingung.

“tak bisa untuk apa?” yoojung memberanikan diri untuk bertanya pada sehun kali ini.

“tak bisa untuk mencintaimu” oh my god! Yoojung begitu drop saat mendengar sehun berkata bahwa ia tak bisa mencintainya, lalu selama ini apa yang selalu ia ucapkan padanya itu palsu? Oh tuhan.

“sejujurnya aku benar-benar tak ingin menyakiti hatimu tapi jika hubungan ini dilanjutkan, aku masih tak yakin. Aku rasa kita hanya bisa berteman. Sekali lagi aku sungguh meminta maaf padamu kim yoojung” mata yoojung mulai memerah, butiran bening mulai mengalir dari ujung mata yoojung, ia sungguh tak pernah menyangka sehun akan mengatakan ini padanya karena selama ini pula sehun terlihat sangat mencintainya.

“aku sudah berusaha untuk mencintaimu, setiap kita bertemu setiap kita melakukan kencan aku selalu mencoba dan meyakinkan diriku untuk bisa mencintaimu.. tapi tetap saja tak bisa” yoojung hanya bisa diam dan matanya masih saja mengeluarkan air mata.

“lupakanlah aku yoojung-ah, berhentilah memcintaiku. kau boleh membenciku, aku hanya ingin kau bahagia tapi bukan denganku melainkan dengan orang lain yang lebih baik dariku. Maaf”

“apa ini karena Bae Suzy?” shun hanya bisa terdiam mendengar ucapan yoojung.

“benarkah karena dia?” yoojung menghela nafasnya kasar, ia sedikit kesal dengan sikap sehun.

“aku sudah merasa ada yang aneh saat kau menyatakan perasaanmu. Ternyata aku hanya sebagai pelampiasanmu” air matanya berjatuhan semakin menjadi-jadi.

“tidak, aku benar-benar ingin membalas perasaanmu. Aku benar-benar ingin membalas cinta yang kau berikan untukku selama ini.. tapi sayangnya aku tak bisa mencintaimu yoojung-ah, mianhae” sehun melepas tautan tangannya dengan yoojung. Sehun mulai beranjak dan meninggalkan yoojung. Sebenarnya ia tak tega meninggalkan yoojung sendirian tapi mau bagaimana lagi ia tak ingin melihat yoojung menangis, karena ia sudah menganggap yoojung seperti— saudara sedarahnya. Yoojung diam, tapi beberapa menit kemudian ia tersadar bahwa sehun benar-benar pergi. Yoojung pun mulai bangkit dan meninggalkan bangku yang berada di dekat pohon sakura serta menjadi saksi bisu berakhirnya hubungan mereka berdua. Ia berjalan sambil menangis sesegukan, ia tak peduli dengan pandangan orang yang berlalu lalang di hadapannya dan berpikiran yang tidak-tidak tentangnya. Entah mengapa ia merasa lelah, ia pun mencoba menutup matanya.

***

“kim yoojung………” yoojung mendengar seseorang memanggilnya, terdengar sangat menggema dan suaranya juga tak asing. Ia mulai membuka matanya perlahan. Ia sungguh kaget dengan keberadaannya sekarang. Bagaimana bisa ia berada di kamarnya, bukankah tadi ia menutup mata di— oh dasar yoojung pelupa.

“huft, hanya mimpi” ia tersenyum, yeah benar ini semua hanya ada dalam mimpi yoojung. Sebenarnya semua kejadian di mimpi itu sudah berlalu semenjak 3 bulan yang lalu. Memang benar dulu sehun adalah kekasihnya tapi itu sudah jadi kenangan sejak mereka memutuskan hubungan 3 bulan lalu, kejadiannya persis sama seperti di mimpi yoojung.Yoojung beranjak dari tempat tidurnya. Ia segera mandi dan berangkat sekolah seperti biasa.

eomma aku berangkat dulu ya… sampai jumpa” ucap yoojung saat dihalaman rumahnya yang luas. Ibunya yang melihat itu pun hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangan.

~The End~

 

Note :

Maaf jika menurut kalian cerita ini singkat. Sehun dan yoojung hanya menjalin hubungan selama 5 hari dan menjalani kencan 3 kali. Maaf tidak bisa menulis semua kegiatan mereka. Aku bisa bingung dan otakku akan berhenti mencari imajinasi karena akan menjadi rumit. Aku tak begitu suka dengan membuat ffku rumit (*sebenarnya. tapi aku juga ingin membuat rumit agar otakku mau bekerja, tapi kurasa bukan waktu yang tepat) jadi aku buat singkat. Oh ya untuk kata-kata yang tersusun rapi di atas itu sebenarnya yang membuat bukanlah aku. Seseorang mengatakan kata-kata yang begitu indah dan membuatku mendapatkan ide fanfict ini padaku. Dan sebenarnya banyak kalimat atau kejadian di fanfic ini yang benar-benar terjadi di kehidupanku, bisa dibilang ini adalah reality hubunganku dengan seseorang (*curhat?-_-) maaf tapi— itulah kenyataannya. Dan kalimat di saat sehun memutuskan yoojung itu juga salah satunya yang seseorang itu ucapkan padaku. Cerita sebenarnya sebelum sehun menjalin hubungan dengan yoojung— ia menjalin hubungan terlebih dulu dengan suzy dan ia begitu mencintai suzy tapi tiba-tiba saja suzy memutuskan hubungan dengannya dan— ternyata suzy bermain dibelakangnya, sehun baru mengetahui kenyataan itu . Sementara yoojung saat itu sangat mengagumi sehun, ia sering mencoba mendekati sehun. Dan sehun juga mengetahui jika yoojung menyukainya— maka dari itu sehun mencoba menjalin hubungan dengan yoojung siapa tahu mungkin saja ia bisa melupakan suzy yang telah mencampakkannya dan kemudian ia mendapat cinta yang baru. Ya itu cerita singkatnya ^_^ Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan kalian semua bertanya. Terima kasih untuk para reader karena telah membaca fanfic ini, dan aku berharap aku mendapatkan kritikan ataupun saran dari kalian. See you in my other fanfiction.

Advertisements

2 thoughts on “[Freelance] Dreamed”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s