How Are You

alone-colors-girl-lonely-photography-Favim.com-212971[1]

How Are You?

By Lu_llama

With Oh Sehun and Someone

Ficlet / AU! Hurt

For Teenagers!

‘Apa kabar?’

Tuhan tau seberapa besar aku mengharapkan ini. Aku tak pernah berada di situasi yang dinamakan dengan ‘kebetulan’ atau sebuah ‘kesempatan’ untuk melihat wajahnya lagi.

Aku benar-benar buta tentangnya.

Dan kini, sosok itu hadir.

Terlihat, didepan mataku.

Bagai sebuah mimpi buruk yang memaksaku untuk bangun dari tidur panjangku. Atau mungkin, aku bisa menyebutnya sebagai mimpi indah yang membuatku tak ingin kembali terbangun.

Sosok itu berdiri disana, tapi aku tak bisa mendekat. Sosok itu nyata, tapi semu bagiku. Sosok itu ada, tapi hanya sebatas angan untukku.

Dia…

…Oh Sehun

Sesuatu didalam hati ini selalu berdesir, setiap nama itu disebut dan terngiang ditelingaku. Satu nama yang terukir dengan sendirinya dalam lembar memori terkunci.

Bukan dalam hitungan hari atau bahkan detik, bagaimana sosoknya selalu hadir dalam bayangan. Bertahun. Dan aku menikmatinya dalam kesendirian.

‘Apa kabar?’

Kalimat itu terucap tanpa pernah tersampaikan. Berputar pada satu titik terdalam di jurang kenangan. Teredam dalam sebuah bisikan.

“Bagaimana harimu?”


Hari-hari berlalu, waktu berputar, detik tak tergantikan. Sapuan lembut angin menggelitik kala namamu terbesit dalam benakku. Menyeretnya dalam setiap celah kenangan yang tersisa.

Semua tertahan dalam khayalan. Bertahan diambang impian. Perasaan ini terpaku pada satu jalan. Yaitu harapan.

“Kau masih ingat aku? Ya, ini aku”

Untuk Oh Sehun yang disana, dapatkah kau dengar bisikan lembut angin yang mengalun diudara? Bisakah kau rasakan rintik hujan yang jatuh menerpa wajahmu? Apakah kau tau bahwa langit melukiskan pelangi diatas sana? Bagaimana rasanya saat daun yang gugur itu terbang kearahmu?
Itulah aku. Aku yang selalu membisikan namamu. Aku yang terkadang menitikan airmata saat mengingatmu. Aku yang melukiskan senyum indah ketika menatap langit saat terbesit bayangmu. Aku yang begitu lemah saat mencoba meraihmu.

“Semoga harimu selalu menyenangkan”

Cukup. Biarkan gelap menjadi saksi bisu. Biarkan hening yang mengalun merdu. Biarkan rintik hujan berlalu. Dan aku akan membisu. Aku akan melangkah tanpa memikirkanmu. Tanpa mengusik duniamu. Biarkan aku buta tentangmu. Agar kelak, ingatan itu tak lagi membelenggu.

“Selamat tinggal”

Sampai nanti, sampai berjumpa dikehidupan selanjutnya. Dengan aku dan kau sebagai orang lain yang tak pernah saling mengenal.

FIN

gak jelas? heheheh emang :p

Advertisements

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s