HANA, DUL, SET – SLICE #1 — IRISH’s Story

irish-hana-dul-set

Hana Dul Set

With EXO’s Oh Sehun and OC’s Park Junghwa

Supported by EXO Members and F(x)’s Krystal

A fantasy, romance, and school life story rated by PG-15 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.


©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved


“Hana… Dul… Set…”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Seoul, Januari 2003

“… Yodeol… Aum… Yeol… Oppa!! Aku dataanng!!” teriak seorang anak perempuan kecil sambil bersiap mencari Oppanya. Mereka tengah bermain petak umpet di sore itu.

Anak itu berlari memutar taman dan mencari keberadaan Oppanya, dan saat Ia melihat sosok itu di balik salah satu pohon, anak itu segera berlari kencang.

Oppa tertangkap!!” teriak gadis itu sambil berdiri di hadapan seorang namja.

Aigoo! Kau menemukanku Jungie-ah!” kata namja itu sambil tertawa dan menggendong anak kecil itu.

“Sehun Oppa bersembunyi di tempat yang mudah di ketahui,” Jungie tertawa, menunjukkan eyesmile yang Ia miliki.

“Arra arra, sekarang Sehun Oppa yang jaga, Jungie bersembunyi nae?” kata Sehun sambil menurunkan Jungie.

Oppa jangan mengintip!” peringat Jungie sambil berlari kecil mencari tempat persembunyian.

Sehun tertawa pelan, tanpa mengintip pun Sehun akan tahu dimana Jungie bersembunyi, hanya dengan mencari bau darah Jungie yang bagi Sehun sangat manis. Itulah juga yang membuat Sehun selalu bersama Jungie, anak berusia 7 tahun yang beberapa bulan lalu menemukan nya dalam keadaan menyedihkan.

Hana… Dul… Set…” Sehun mulai menghitung, Ia memejamkan matanya, bau darah Jungie tercium begitu tajam dalam insting nya.

“…Oppa datang Jungie…” Sehun berkata, dari pendengaran nya Ia bisa mendengar tawa pelan Jungie,

Sehun sengaja membuat Jungie tertipu, Sehun berjalan bolak-balik di depan tempat Jungie bersembunyi.

“Hmm… Dimana Jungie-ya… Aish… Saat tertangkap nanti Jungie akan di gigit oleh vampire ini…” kata Sehun, sementara Jungie berusaha menahan tawanya melihat Sehun yang berjalan beberapa kali melewatinya.

“Nah! Ini dia Jungie! Kau tertangkap oleh vampire nya!” kata Sehun mengagetkan Jungie dari samping tempat Jungie bersembunyi.

“Yakk!! Oppaa! Kau mengagetkanku!” kata Jungie sambil tertawa

Sehun memeluk Jungie yang tadi hampir berdiri dan berlari.

Oppa yakk! Lepaskan aku!!” kata Jungie sambil masih tertawa.

“Tidak bolehh, Jungie tertangkap oleh vampire, Jungie akan di makan oleh vampire ini,” goda Sehun membuat Jungie tertawa semakin keras.

“Shireoo yaaa Oppaa!” kata Jungie berusaha melepaskan diri.

Sehun tertawa, Ia memeluk Jungie erat, Jungie adalah manusia pertama yang tidak takut pada jati diri Sehun, yaitu vampire. Itulah mengapa Sehun sering menggoda Jungie dan menakut-nakuti yeoja itu.

Sehun melepaskan pelukan nya pada Jungie, hari sudah sore, Sehun tahu yeoja itu harus pulang sebelum malam datang.

“Sudah sore Jungie-ah, kajja, Oppa antar kau pulang,” kata Sehun.

Shireo… Gendong Oppa…” kata Jungie sambil menunjukkan aegyo nya.

“Aish, anak ini…” Sehun benar-benar tidak tahan jika melihat aegyo Jungie, Sehun kemudian menggendong Jungie sampai ke belakang rumahnya.

“Nah, sudah sampai.” kata Sehun sambil menurunkan Jungie.

Yeay! Gomawo Oppa!” kata Jungie sambil memeluk Sehun.

Sehun tersenyum dan tidak lupa Ia mencium puncak kepala Jungie.

“Aku pulang dulu Sehun Oppa! Annyeong!” ucap Jungie sambil tersenyum dan lalu Jungie berlari masuk ke dalam rumahnya setelah melambai pada Sehun.

“Aku berharap dia akan tetap begitu…” ucap Sehun pelan, “…Jungie ku yang tidak takut pada vampire,” Sehun tersenyum tipis melihat Jungie yang kini ada di gendongan Eommanya, Ia melihat dari jendela Jungie.

Selama ini Jungie lah satu-satunya yang menjadi hiburan di hidup Sehun. Setiap sore Sehun akan datang dan menemani Jungie bermain, walaupun yang di lihat oleh Eomma Jungie adalah anak perempuan nya bermain sendirian. Dengan melihat senyum di wajah Jungie, Sehun merasa seolah dirinya ikut bahagia.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Jungie!” Sehun muncul di hadapan Jungie yang tengah bermain sendirian di taman.

Oppa! Membuatku kaget saja!” rajuk Jungie.

Sehun mencubit pipi Jungie, membuat Jungie semakin merajuk dan wajahnya terlihat sangat menggemaskan.

“Kau sedang apa?” tanya Sehun sambil mengelus puncak kepala Jungie.

“Tidak sedang apa-apa, Jungie menunggu Oppa disini,” kata Jungie begitu polos.

Sehun teringat pada hal penting yang harus Ia lakukan, tapi karena wajah polos Jungie memandangnya, menunggu, Ia sejenak melupakan hal penting itu.

Oppa disini sekarang, mau bermain apa?” tanya Sehun sambil tersenyum.

“Hmm, petak umpet!” kata Jungie sambil melompat senang.

“Baiklah, siapa yang jaga duluan?” Sehun tersenyum.

“Jungie dulu! Jungie akan temukan Oppa!” kata Jungie.

“Baiklah, Jungie yang jaga.” kata Sehun.

Jungie segera menangkupkan tangan nya di pohon dan menghitung. Sehun sengaja tidak bersembunyi di tempat yang sulit ditemukan Jungie, Ia tidak bisa berlama-lama menemani Jungie hari ini.

“Daaa! Kutemukan Oppa!” kata Jungie sambil tertawa.

Sehun memeluk Jungie dan menggendongnya, membuat tawa Jungie semakin keras.

“Kau menemukan Oppa sangat cepat! Sekarang Oppa yang jaga!” kata Sehun sambil menurunkan Jungie.

Jungie langsung berlari dan bersembunyi. Sementara Sehun menangkupkan tangan nya di pohon.

Hana… Dul… Set—”

“Kita harus pergi!”

Sehun terperanjat saat Baekhyun, hyung nya, tiba-tiba muncul di belakangnya

Mwo?” ucapnya kaget

“Mereka sudah terlalu dekat, ayo cepat!” tanpa aba-aba Baekhyun langsung menarik Sehun pergi.

Hana… Dul… Set…”

Jungie tertawa pelan dan menunggu, Ia merasa sedikit aneh saat Sehun tidak terdengar menghitung lagi. Tapi Jungie tetap menunggu. Beberapa lama Jungie tetap menunggu, tapi Sehun tidak kunjung datang menemukan nya.

Hari sudah malam, Jungie kini menangis pelan. Ia takut pada kegelapan, dan Ia tidak berani keluar dari tempat persembunyian nya, masih menunggu Sehun untuk menemukan nya.

“Sehun Oppa…” isak Jungie

Oppa eodiseo? Jungie sendirian…”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Seoul, 2015.

“Sehun!” seorang yeoja cantik dengan wajah marah berjalan ke arah seorang namja yang tampak tenang menunggunya.

“Ya?” kata Sehun tenang.

“Kemana saja kau kemarin malam?! Aku menghubungi ponselmu! Tapi kau tidak mengangkatnya, aku mengirimimu pesan, tidak kau balas. Maumu apa hah?!” kata yeoja cantik itu penuh emosi.

“Aku sibuk Krys,” jawab Sehun kalem.

“Kau selalu saja sibuk!” sentak Krystal, yeoja cantik itu.

“Aku banyak tugas, tidak bisakah kau mengerti itu?” kata Sehun sambil memandang Krystal.

“Jadi tugas-tugas itu jauh lebih penting daripadaku?! Aku yeoja mu Sehun!” kata Krystal, mata yeoja itu kini berkaca-kaca.

“Krsy, bukan begitu, aku—”

Chogi,”

Sehun dan Krystal menoleh bersamaan ke arah seorang yeoja yang berdiri di samping mereka.

“Apa?” kata Krystal, masih marah.

“Umm, mian mengganggu kalian, tapi kalian jadi bahan tontonan,” kata yeoja itu pelan, membuat Sehun dan Krystal memandang sekitarnya, memang banyak anak memandang ke arah mereka sekarang.

“Urusan kita belum selesai!” kata Krystal penuh emosi sambil menunjuk Sehun. Yeoja cantik itu kemudian melenggang pergi, malu karena jadi bahan tontonan.

“Kau menyelamatkanku,” kata Sehun pada yeoja yang tadi memotong perkelahian mereka.

“Aku tidak bermaksud mengganggu kalian tadi, mianhae,” kata yeoja itu pelan.

“Kau siapa? Aku tidak pernah melihatmu di sekolah ini,” kata Sehun, memperhatikan yeoja itu, seragam nya masih tampak baru.

“Ah, Park Junghwa imnida, aku murid baru di sekolah ini,” yeoja bernama Junghwa itu mengulurkan tangan nya pada Sehun.

“Oh Sehun.” kata Sehun sambil menjabat tangan Junghwa.

Bangapseumnida,” Junghwa tersenyum.

Sehun hanya membalas dengan anggukan.

“Oh, ya, umm, Sehun-ssi, bisakah tunjukkan padaku dimana kelas 2-C?” tanya Junghwa.

“Itu kelasku. Kau masuk di kelas 2-C?” tanya Sehun.

Junghwa mengangguk cepat.

Arra, kajja ke kelas,” kata Sehun sambil berjalan.

Junghwa mengikutinya tanpa mengatakan apapun, yeoja itu lebih tertarik untuk memandang sekitarnya. Beberapa anak memandangnya, dan Junghwa tersenyum, begitu juga dengan anak-anak yang berpapasan dengan nya.

“Ini kelas 2-C.” kata Sehun.

Junghwa mengangguk-angguk paham.

Gamsahamnida,” kata Junghwa pada Sehun yang berjalan masuk ke kelasnya.

Seongsaengnim sudah ada di dalam kelas, dan Sehun mengatakan pada seongsaengnim tentang murid baru yang menunggu di ujung pintu.

“Masuklah agassi,” kata seongsaengnim sambil tersenyum pada Junghwa.

Junghwa mengangguk dan tersenyum, kemudian Ia masuk ke kelas. Matanya sempat berkeliling, melihat keadaan kelasnya.

OmoNeomu yeppuda…”

Junghwa tersipu mendengar ucapan itu. Ia pun berdiri di depan kelas.

“Perkenalkan dirimu agassi,” kata seongsaengnim.

“Ah, nde seongsaengnim,” Junghwa tersenyum tipis kemudian Ia memandang teman sekelasnya.

Annyeong haseo, naneun Park Junghwa imnida, aku pindahan dari Choinan Highschool di Busan, bangapseumnida…” kata Junghwa sambil membungkuk.

“Nah, Junghwa, kau bisa duduk dengan Sehun, dia duduk sendirian selama ini,” kata seongsaengnim.

“Ah, nae, gamsahamnida,” Junghwa tersenyum.

Aigoo, yeppuda… Junghwa-ssi! Maukah kau jalan denganku nanti?” Junghwa menoleh kaget pada seorang namja yang baru saja berteriak padanya

Ya! Diam atau kau ku keluarkan dari kelas!” bentak seongsaengnim membuat beberapa namja di kelas berseru bersamaan.

“Kau tidak keberatan kan?” tanya Junghwa sebelum Ia duduk di samping Sehun

Aniya, duduklah,” kata Sehun.

Junghwa tersenyum tipis dan duduk. Ia kemudian mengeluarkan bukunya.

“Kau harus terbiasa dengan mereka, mereka akan sering menggodamu,” kata Sehun.

“Ah nae, gomawo,” kata Junghwa sambil tersenyum

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Oh Sehun!!”

Junghwa mendongak kaget melihat seseorang berteriak di ujung pintu. Yeoja yang tadi pagi bertengkar dengan Sehun, teman sebangku nya, sekarang datang lagi dan membawa wajah marahnya.

Junghwa segera merapikan bukunya, tidak ingin melihat pertengkaran yang sebentar lagi akan terjadi.

“Tsk, dia mulai lagi,” gerutu Sehun sambil menutup bukunya.

Krystal langsung berjalan cepat ke tempat Sehun dan Junghwa duduk.

“Bisa kau tinggalkan kami sebentar?” kata Krystal pada Junghwa.

“Oh, tentu,” Junghwa segera berdiri dan beranjak, Ia sempat melirik Sehun, namja itu tampak sangat kesal.

Junghwa melangkah cepat keluar dari kelas, dan Ia juga tahu beberapa anak di kelas keluar juga.

“Mereka sangat sering begitu, kau akan jadi korban pengusiran terus setiap jam istirahat,” kata salah seorang teman Junghwa.

Jinjjayo?” Junghwa membulatkan matanya.

“Krystal itu sangat posesif. Memang, banyak namja menyukainya, karena Ia cantik, pintar, anak orang kaya, bla bla bla, tapi dia rupanya menyukai Sehun, dan begitulah, hampir setiap hari mereka bertengkar.”

“Mereka bertengkar di kelas juga?” ucap Junghwa tak percaya.

“Ya, kau harus berhati-hati pada Krystal itu, dia juga pencemburu berat,”

Junghwa mengangguk paham. Ia kemudian melangkah pergi, tidak begitu tertarik untuk tahu pertengkaran Sehun dan Krystal.

Junghwa duduk di bawah pohon yang rindang dan makan sambil memandang anak-anak yang berolahraga di lapangan.

“Sedang mencari namjanamja tampan hah?”

Junghwa kaget melihat Sehun berdiri di sebelahnya.

“Aish, kau mengagetkanku saja. Ani, aku tidak mencari namja,” kata Junghwa sambil meneruskan makan nya,

“Kau mau?” tawar Junghwa pada Sehun.

Sehun menggeleng kemudian ia duduk di sebelah Junghwa.

“Kau tidak suka keripik ini?” tanya Junghwa.

“Aku tidak mood makan, Krsytal membuat selera makanku hilang,” kata Sehun.

Junghwa tertawa pelan.

“Kau ini, bertengkar saja membuat nafsu makan mu hilang, pertengkaran itu hal biasa,” kata Junghwa.

“Tapi aku dan Krystal bertengkar hampir setiap hari,”

Junghwa berpikir sejenak, Ia sedikit heran juga karena Sehun dengan fair bercerita padanya.

“Ia pasti benar-benar menyayangimu, makanya Ia begitu,” kata Junghwa.

“Benarkah?” Sehun memandang Junghwa bingung.

Junghwa mengangguk sambil mengunyah.

“Tapi dia terlalu posesif. Aku tidak boleh melakukan kegiatan apapun tanpa seizin nya, tidak boleh berteman dengan ini, itu, membuatku kesal setengah mati,” kata Sehun.

Junghwa mengangguk-angguk pelan.

“Itulah mengapa aku bilang Ia pasti benar-benar sayang padamu, dia cemburu karena takut kau suka orang lain, dan dia melarangmu karena takut terjadi sesuatu yang buruk padamu…” kata Junghwa.

Sehun terdiam. Berpikir. Sementara Junghwa melanjutkan melahap keripik nya.

“Dia tidak akan begitu jika dulu Ia tidak tahu siapa aku,” gumam Sehun pelan.

“Hah?” Junghwa memandang Sehun bingung, Sehun bicara sangat pelan membuat Junghwa tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

Sehun tertawa melihat ekspresi menggelikan Junghwa. Sehun kemudian berdiri.

“Habiskan saja makananmu itu lalu masuk ke kelas,” Sehun menepuk kepala Junghwa beberapa kali lalu melangkah pergi.

“Aish!! Seenaknya saja menepuk-nepuk kepalaku,” gerutu Junghwa sambil merapikan rambutnya yang jadi acak-acakan karena ulah Sehun.

Sementara Sehun tertawa pelan saat melihat Junghwa yang kesal begitu.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Junghwa kembali ke kelas sambil membawa air putih yang Ia beli sebelum Ia kembali ke kelas tadi. Ia menyernyit bingung melihat beberapa kue di atas mejanya.

“Ini milikmu? Ku kira tadi kau bilang kau kehilangan nafsu makan,” ledek Junghwa pada Sehun sambil duduk dan meminum airnya.

“Itu milikmu bodoh,” kata Sehun

“Ap—uhuk uhuk—a?” Junghwa terbatuk karena mendengar ucapan Sehun barusan.

“Itu untukmu,” ulang Sehun.

“Untuk ku? Aku tidak sedang berulang tahun, siapa yang memberikan ini?” tanya Junghwa.

“Mana kutahu, baca saja sendiri,” kata Sehun enteng.

Junghwa sedikit bergidik melihat kue cokelat yang ada di mejanya, juga beberapa tangkai bunga mawar disana.

“Akan ku buka nanti di rumah,” kata Junghwa sambil memasukkan benda-benda itu dengan hati-hati ke dalam tasnya.

“Kenapa tidak sekarang?” tanya Sehun.

“Kau mau kuenya Sehun?” Junghwa sudah bergerak akan mengeluarkan kue itu lagi.

“Tidak. Aku hanya bertanya saja,”

“Ah, ani, pelajaran sudah di mulai, jadi nanti saja ku buka di rumah,” kata Junghwa sambil mengeluarkan bukunya dan menaruhnya di meja.

Hatchi!!” Junghwa menutup hidungnya dan meniup mejanya.

“Kau pilek karena makan keripik hah?” ledek Sehun.

“Kau sok tahu sekali,” kata Junghwa sambil berusaha menahan dirinya untuk tidak bersin lagi.

Sepanjang pelajaran Sehun menahan tawanya karena tindakan Junghwa yang dianggapnya bodoh.

Hatchi!!” untuk ke sekian kalinya Junghwa bersin lagi.

Hidung yeoja itu memerah sekarang. Dan Junghwa memencet hidungnya dengan jari kiri, sementara tangan kanan nya menulis.

“Pakai ini,” kata Sehun, mengulurkan saputangan nya, Ia geli juga melihat Junghwa berulang kali mengibas-ngibaskan buku nya, seperti mengusir serangga.

Gomawo,” kata Junghwa sambil menutup hidungnya dengan saputangan. Bersin yeoja itu jadi teredam sedikit.

“Hidungmu merah seperti hidung badut,” ledek Sehun pada Junghwa.

“Aish kau ini be—hatchi!!” Junghwa mengurungkan niatnya untuk marah karena Ia lagi-lagi bersin.

Sehun terkekeh. Ia menutupi wajahnya dengan buku agar suara tawanya teredam.

Saat bel panjang pulang, Junghwa langsung mengambil langkah seribu dari kelas. Ia berlari sambil menenteng buku dan bolpoin nya, Sehun sempat mendengar yeoja itu bersin beberapa kali di luar kelas.

Paipai!” Sehun menyernyit dan tertawa, Junghwa sempat saja kembali ke samping kelas hanya untuk melambai pada Sehun.

“Sehun-ah… Kajja kita pulang,” Sehun tersadar pada suara Krystal yang sudah menunggunya di depan kelas.

Sehun menghela nafas panjang lalu tersenyum pada Krystal. Yeoja itu saat istirahat tadi datang untuk minta maaf padanya. Aegyo yeoja itu selalu berhasil meluluhkan kemarahan Sehun, betapapun jengkelnya Sehun.

“Ia pasti benar-benar menyayangimu, makanya Ia begitu,”

Ucapan Junghwa terngiang di telinga Sehun. Namja itu berusaha menenangkan dirinya, dan percaya pada pendapat Junghwa.

“Aku melihat saputanganmu tadi,” kata Krystal.

Nae? Oh, kau melihatnya di Junghwa? Dia sepertinya tadi tidak enak badan makanya ku pinjamkan saputanganku, jangan marah oh?” ucap Sehun.

Krystal awalnya merengut.

“Aku tidak suka jika ada benda milikmu di yeoja lain, arraseo, aku maafkan, tapi… nanti malam antarkan aku ke salon ya?” kata Krystal.

“T-Tapi aku—”

“Sehun-ah… Jebal…” Krystal menggunakan jurus aegyo nya lagi, membuat Sehun tidak tahan.

Aigoo, arraseo, nanti malam ku jemput di rumahmu,” kata Sehun sambil tersenyum dan mengusap pipi yeojachingunya itu.

Yeay! Gomawo Sehun-ah!”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Advertisements

44 thoughts on “HANA, DUL, SET – SLICE #1 — IRISH’s Story”

    1. Hahahaha iya aku pake visualnya suzy emang buat ngegambarun junghwa ini XD
      Hohoho~ jungie kabar nya baik kok XD wkwkwk iyep bener banget krystal tau sehun itu siapa XD

      Like

  1. Aa~ jadi Krystal tahu siapa Sehun sebenarnya
    Dan Jungie itu Junghwa, kan?? Kalo iya, mereka masih belum saling sadar ya, pastinya karena lupa/?
    Penasaran nih, ditunggu yaa kelanjutannya><

    Liked by 1 person

  2. Hhhmmm, ini sehunnya sehun yang ada di ffnya irish yg oh my lover itu juga ya? Soalnya sama2 vampir kea cerita baekhyun itu,hehhehehe

    Ijin baca ya^^
    Tadi diliat postingannya yang udah ending, jadi mundur dulu bacanya,hehhehe *apa ini ga jelas*

    Liked by 1 person

  3. Hmmmmm ini pasti junghwa adalah jungie eh tp kok sehun gak ada kaget2 kenalnya gitu. Vampire gak mungkin lupa kan ?
    Trus sehun ngapa dah perginya dadakan, kan kasian jungie.
    Tp kok krystal bisa tau sehun vampire sih ? Jungie gak jd satu satunta manusia yg tau jati diri sehun donks.

    Btw izin baca chap selanjutnya ya..

    Liked by 1 person

  4. dailah ini ngapa krystas jd manja bgt,bkn style krystal bgt hahahah, yaa gll lah sm pcr sendiri ini *lah suami gue itu*hahaa 😀 yeeaayy akhirnya bisa baca ffmu yg laen rish hihihi

    Liked by 1 person

  5. Wih tentang vampire lagi~ lumayan bisa buat bahan bacaan di sela2 jam pelajaran yang kosong :3
    Junghwa itu Jungie kan? ._. Ah lebih baik aku lanjut baca slice selanjutnya 😆
    Ijin baca ya kak. Seperti biasa, maap kalo komenku lompat dan bolong2 😂

    Liked by 1 person

  6. halo, aku baru baca ini ya karna baru nemu juga eheh telat deh gpp yak. Jadi ini cerita tentang vampire ya? Sehun sang vampir, dan jungie itu aku kira dia junghwa, kalo iya pasti dia lupa rupanya sehun,,, dan sehun juga tapi kok bisa lupa ya ah bingung yaudah di next aja.

    Liked by 1 person

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s