Always Be My Friend Or More?

jj

Title: Always Be My Friend or More

Genre: Romance,Sad,School Life, Friendship

Cast: Oh Sehoon aka Sehun EXO

Go Joa Ha aka Joa (OC)

Rating: G (Untuk Semua Umur)

Length: Oneshoot

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

Do You Promise?

Always Be My Friend

Or

More….

 

Always Be My Friend or More

Hari ini adalah hari kelulusan bagi para murid SOPA ya 7 Februari 2013. Tepat saat tanggal itu aku lulus. Aku bahagia, namun ada kesedihan yang mengganjal hatiku.

Harus berpisah dari Sehun……

Ya meskipun Sehun hanya tahu bahwa aku sahabatnya yang terbaik, namun apakah Ia tahu bahwa aku punya perasaan yang lebih?

Mana mungkin Ia tahu, aku saja tidak berani mengucapkannya. Dari kelas satu, aku selalu duduk di sampingnya hinggah graduation hyungnya Kai aku duduk menemaninya di sebelahnya.

Aku tidak mau Ia menganggapku sahabat yang tidak baik. Aku tahu dia masih polos dan tidak pernah tahu. Namun perasaan ini selalu kutahan dengan setengah mati selama 3 tahun ini.

Sampai pada akhirnya, hari kelulusan kami. Dimana aku kembali duduk di dekatnya, tertawa dan berbicara dengannya.namun, itu tidak akan berlangsung lama.

Dia akan lebih focus dengan dunia keartisaannya. Ya kalian tahu, bahwa Sehun itu maknae EXO. Beruntungnya aku, bisa bersahabat dengannya.

Dan aku? Aku tidak tahu lagi, mungkin aku akan bersekolah di Beijing seperti kata ibuku. Mungkin saat bersekolah disana aku bisa melupakan perasaan lebihku terhadapnya.

^^^^^^^^^

“Sehun-ah, aku boleh duduk disini?” aku tersenyum terhadapnya

“Sudah pasti boleh, kau kan sahabatku Joa” balas Sehun sambil tersenyum membalas senyumanku. Aku pun duduk di sampingnya menggantikan posisi Daeun yang sebelumnya duduk di sebelah Sehun.

Aku bersama Sehun mengikuti upacara kelulusan sambil sedikit berbincang-bincang dan tertawa bersama.

“Yang meraih peringkat pertama adalah Oh Sehun!” ucap kepala sekolah dengan menggunakan microphone.

Aku langsung tertawa dan tersenyum sembari menepuk dadanya pelan. Ia Nampak sangat bahagia dan berjalan menuju ke kepala sekolah.

Sehun pintar, sedangkan aku?

Saat upacara kelulusan mendekati akhirnya, aku memberanikan diri berkata kepada Sehun

“Kau bisa berjanji?” tanyaku kepadanya serius

“Berjanji apa Joa?”

“Selalu menjadi sahabatku” aku menyerahkan jari kelingkingku kepadanya

“Pasti” dia mengaitkan jari kelingkingnya juga kepadaku. Ya tanda janji untuk bersahabat bersamanya.

Selamanya, tanpa ada kata lebih….

^^^^^^^^^^^^

Saat pulang aku masih berjalan bersamanya, hinggah Ia bertemu bersama managernya dan pergi meninggalkanku.

Langsung saja kunaikki bus yang tepat berhenti di depan stasiun.

Aku menghembuskan nafasku berat sambil memandang keluar jendela bus,

Mungkin aku tidak dapat bertemu dengannya, mulai hari ini.

Tapi ada satu kalimat yang belum kuucapkan kepadanya bahwa

“Aku mencintaimu Oh Sehun”

^^^^^^^^^^^^^

8 bulan kemudian….

“Joa!!!!! Dokumenmu tertinggal di kelas tadi!!!!” Xia menghampiriku sembari membawa setumpuk kertas yang tingginya hampir menutupi wajahnya

“Waaah terima kasih, Xia. Kalau tidak ada kau… tidak tahu lagi besok aku mau jadi apa” ucapku seraya mengambil tumpukkan kertas tersebut darinya.

Ya, aku punya sahabat di universitas Beijing namanya Wang Xia Ji. Dia satu-satunya orang yang pertama kali menyapaku saat aku pertama kali memasukki universitas ini.

“Ya sudah tidak apa-apa, lain kali jangan sampai kau lupa membawanya. Aku pulang dulu!” Xia berlari meninggalkanku yang tersenyum.

Lama-lama perlahan-lahan kursakan tanganku keram. Aku baru sadar, aku tengah memegang setumpuk kertas yang berat. Bodohnya aku berdiri disini, padahal sedikit lagi kampus sudah sepi.

^^^^^^^^^^^^^

“Eonni, lihatlah mereka tampan-tampan bukan?” ujar adik perempuanku. Kaji namanya. Aku menghampirinya kemudian duduk di sampingnya sambil menatap juga ke arah TV yang tengah menayangkan tentang EXO.

“Eonni, bukankah itu teman eonni saat SMA dulu kan?” tanya adikku sambil menarik-narik rambutku

“Ne, tapi tolong kau jangan tarik rambutku, eoh!” ucapku kesal.

“Kan aku hanya bertanya eonni” adikku mengembungkan pipinya

“Ne dia itu temanku namanya Oh Sehun. tapi mungkin sekarang Ia sudah melupakan eonni” terangku kepada adikku yang nampaknya sangat ingin tahu ini

“Eonni kan temannya mana mungkin Ia bisa lupa?”

“Itu karena aku sudah lama tidak bertemu dengannya, dan dia sangat sibuk dengan aktivitas keartisannya itu sehinggah Ia mungkin sudah melupakanku. Arra?” ucapku panjang lebar kepada Kaji. Ia sampai menganga menatapku.

“Kalau begitu kau mandi sore dulu, nanti kalau eonmma pulang Ia akan memarahimu” perintahku. Dengan sigap Ia langsung berlari kecil menuju ke kamar mandi.

“Annyeong, Sehun EXO immnida” suara khas seseorang yang sangat kukenal membuyarkan pandanganku.

Aku langsung menatap ke layar TV. Dan tepat, wajah Sehun terpampang jelas is layar TV sana. Ia tersenyum dan bersama-sama hyungnya di EXO

Aku membuka mulutku lebar-lebar. Menatap layar TV.

Sehun semakin tampan, Ia juga semakin tinggi. Beda denganku, yang makin tambah kurus dengan wajah jelek dan semakin pendek pula.

Aku berkonsentrasi terhadap segala yang ditayangkan di TV, dimana Sehun muncul di dalamnya.

Aku tersenyum melihatnya dance.

“Aku merindukanmu Sehun”

^^^^^^^^^^^^^^

3 bulan kemudian……

“Eonmma kenapa tiba-tiba kita berangkat ke Seoul?” tanyaku kaget saat melihat seluruh barangku ada di bagasi mobil.

“Haraboejimu sedang sakit, ibu juga sudah minta libur tahan di universitasmu selama seminggu” eonmma ku masih sibuk memasukkan barang-barang ke bagasi mobil.

Aku hanya menghela nafas dan memasukki mobil. Wajah dan rambutku terlihat kusut. Pastilah aku baru bangun dan langsung disuruh masuk ke dalam mobil untuk ke bandara menuju ke Seoul, kampong halamanku yang sudah hampir setahun tidak ku kunjungi.

“Eonni, ini ada sisir” Kaji memberikanku sisir rambut yang biasa ku gunakan

“Waaah kau pintar Kaji, terima kasih” aku langsung menyisir rambutku setelah menerima sisir darinya.

“Kajja kita jalan” ucap eonmmaku seraya menghidupkan mesin mobil.

“Kaji, kau tahu dimana ponsel eonni?” tanyaku kepada Kaji

“Ini eonni, tadi aku memainkannya sedikit” ucap Kaji takut-takut terhadapku

“Kau ini” gertakku kesal.

Aku harus menghubungi Xia. Ya harus memberitahu dia tentang keberangkatanku yang sangat mendadak ini kepadanya.

“Hallo, Xia. Aku mulai seminggu ini pergi ke Seoul karena haraboejiku sakit. Baik-baik ya disana” ucapku kepadanya melalui ponsel

Aku tertawa, sembari mendengar perkataannya

“Jaga dirimu baik-baik” ucapku kepadanya kemudian memutuskan sambungan ponsel kami.

^^^^^^^^^^^

“Yaaa akhirnya kita sampai!!!!!!” seru Kaji, sontak saja kujitak kepalanya kesal. Bagaimana mungkin seluruh pandangan di bandara Seoul ini menuju kepada kami berkat seruan Kaji yang membuatku malu menjadi pusat perhatian.

“Sakit eonni” kesal Kaji sembari menatapku

“Kau mau melawan, huh!?” ancamku dengan tatapan tajam kepadanya

“Memangnya eonni hebat?” tantangnya

“Kau sepertinya ingin dicubit ya?!” aku berlari mengejarnya yang sudah berlari mendahuluiku. Tunggu kau Kaji!

“Joa, jangan bertindak seperti anak TK!” panggil ibuku. Tidak masalah meskipun banyak pandangan tertuju kepadaku dengan Kaji karena berkejar-kejaran seperti tom dan jerry.

“Kau tidak bisa menadapatkanku, eonni” Kaji menujulurkan lidahnya mengejekku

“Ya!!!” teriakku kesal dan

BRUKKKK!!!!

Kaji menabrak seorang namja dihadapannya.

Aku langsung berlari menghampiri Kaji yang mengeluh kesakitan.

“Kaji-ah, gwenchanayo? Makanya kubilang jangan mengejekku, eoh!” marahku sedikit khawatir

“Kalian tidak apa-apa?” suara seorang namja mengagetkanku

“Iya, maafkan dongsaengku” aku menunduk malu, sambil menarik Kaji untuk meminta maaf bersama

“Chusseommida” kami berdua membungkukkan diri bersama

“Ne” balas namja itu. Aku memberanikan diri menatapnya dan

APA!!!!!! Bukankah itu Luhan EXO?????

Aku juga mengedarkan pandanganku ke seluruhnya, astaga banyak yeoja yang memegang kamera dengan spanduk memandangku tajam, sementara Kaji sudah menghilang entah kemana

Aku segera berlari meninggalkan kerumunan itu.

^^^^^^^^^^^^^^

“Joa pergi belilah buah jeruk,apel,kiwi,dan bengkuang untuk haraboejimu!” perintah ibuku sembari memberikan uang kepadaku

“Eonmma, kita baru sampai dirumah kenapa langsung menyuruhku?” elakku. Sungguh tubuhku sangat pegal-pegal dan lelah

“Kau ini, ini demi haraboejimu! Cepat sana” eonmma mendorongku keluar rumah.

^^^^^^^^^^^^^^^

“Ajjhunma, semuanya berapa?” tanyaku kepada ajjhunma sang penjual buah

“85.000 won nona”

“Terima kasih ajjhunma” aku menyerahkan uang yang pas kepada ajjhunma

“Terima kasih dan sama-sama juga nona”

Aku mengayun-ayunkan tas berisi buah dengan malas. Malah aku belum mandi dari tadi pagi sampai siang jam 2 ini.

“Go Joa ha” panggil seseorang dengan nama panjangku. Sontak aku berbalik dan

“Donggu!!!!” ucapku dengan gembira sembari menghampiri teman namjaku Donggu

“Kau kemana saja eoh? Saat reunipun kau tidak ikut. Kata Daeun, nomor ponselmu tidak bisa dihubungi” ujar Donggu namja gemuk di hadapanku ini

“Kau ini, aku sekarang kuliah di Beijing jadi otomatis nomor ponselku diganti” aku menepuk bahunya pelan

“Kenapa kau tidak memberitahu kami? Apalagi Sehun, dia kan sahabatmu” ucap Donggu

Apa? Sehun?

“Sehun juga ikut reuni?” tanyaku

“Ne, dia bahkan menanyai tentangmu. Katanya kau tidak menghubunginya bahkan nomormu tidak aktif dan rumahmu sudah kosong” ucapan Donggu membuatku terhenyak tidak percaya.

Sehun masih mengingatku?

“Kalau begitu aku pergi dulu Donggu. Eonmmaku nanti marah kalau aku terlambat memberikan ini kepadanya” ujarku seraya menunjukkan kantong dihadapannya

“Apa itu?”

“Buah-buahan. Haraboejiku sedang sakit. Aku pergi ya” ucapku seraya berjalan meninggalkannya

“Hati-hati dijalan Joa!” teriak Donggu. aku tertawa gembira bisa bertemu teman lamaku.

^^^^^^^^^^^^^

“Joa-ah, ada temanmu” panggil eonmmaku.

Apa? Teman? Oh tidak, aku baru pulang sehabis menjenguk haraboeji dan bahkan belum sempat makan malam dan baru juga ingin mengganti bajuku.

Aku segera keluar kamar menuju ke teras depan.

“Ne” ucapku dengan datar.

“Annyeong Joa-ah” aku mebulatkan mataku tidak percaya. Bagaimana mungkin? Padahal aku belum memberitahunya kecuali Donggu.

Sehun di hadapanku?

“Hah, Sehun annyeong juga. Sudah lama kita tidak bertemu” ucapku canggung tanpa memberikan senyuman kepadanya.

Ooh, bagaimana ini? Bahkan aku masih menyimpan perasaan kepadanya.

“Kau kemana saja Joa-ah?” tanya Sehun

“Aku sekolah di Beijing”

“Pantas saja nomor ponselmu tidak bisa dihubungi”

“Aku sudah mengganti nomor ponselku”

Suara ponsel Sehun membuyarkan kami. Sehun segera mengangkatnya.

“Ne, aku segera kesana” ucapnya seraya memasukkan ponsel ke saku jaketnya

“Aku pergi dulu ya Joa” dia tersenyum sembari berbalik meninggalkanku kemudian menaikki mobilnya meninggalkan halaman depan rumahku.

Aku terus menatap mobilnya hinggah hilang dari pandanganku.

Bodoh! Kenapa hanya itu yang aku bicarakan dengannya? Setelah sekian lama aku menahan rasa rindu yang berkecamuk di hatiku, hanya itu yang aku bicarakan dengannya dalam waktu yang tidak sampai 1 menit.

Aku menghela nafas kecewa, kemudian berbalik membuka pintu. Memasukki rumah.

“Sudah bicara dengan temanmu?” tanya eonmmaku

“Ne” ucapku lesuh sembari memasukki kamar.

Aku merebahkan diriku di kasur. Sembari menatap langit-langit kamar. Memikirkan kejadian yang baru aku alami.

“Bodoh!” gumamku kesal

“Jo, ada temanmu!!!!!!!!!”panggil ibuku lagi.

Apa teman lagi? Ini gila, tadi baru Sehun mungkin sekarang Daeun!

Aku berdecak kesal keluar kamar dan menuju teras rumah.

“Joa-ah” ucap Sehun ketika aku keluar dari rumah. Aku menghampirinya yang berdiri di halaman rumahku.

Sehun? kenapa Ia datang lagi?

“Ada apa Sehun-ah?”

“Kau masih ingat janji kita waktu kelulusan dulu?” tanyanya kepadaku

“Ne”

“Aku mau mengingkarinya” ucap Sehun serius

“Mwo!!!” aku membulatkan mataku tidak percaya

“Aku ingin lebih” ucap Sehun

“Maksudmu apa Sehun-ah?” aku bingung dengan apa yang Ia katakan

“Aku ingin, kau dan aku menjadi sahabat sekaligus menjadi sepasang kekasih” ucapnya penuh keyakinan. Tidak tersirat bercanda dalam perkataan Sehun.

Aku segera berjinjit memeluknya

“Aku juga”

FIN

^^^^^^^^^^^^^

Huahhh dahhh selesai ini ff ^_^. Aku terinspirasi sama yeoja yang duduk di sebelah Sehun saat graduationnya Sehun itu selain Daeun. Aku sebenarnya nggak tahu namanya siapa dan hanya menggunakan nama penggantinya hehhehhehe.

Menurutku kayaknya dia itu akrab juga dengan Sehun, yang pas di graduationnya Kai dia juga duduk di sebelah Sehun sambil bercerita begitu.

Jadi aku bikin dahh ff ini.

Maaf kalau agak sangat eror -_-

Semoga para chingu suka dan jangan lupa tinggalkan comment!!

Terima kasih sudah mau membaca ^_^

ohsehunexofanfiction.wordpress.com

Advertisements

3 thoughts on “Always Be My Friend Or More?”

  1. Wih, wih.. Keren eonni.. Tapi maaf, akhirnya aja kurang nge-feel…
    Baper sekaligus iri sama temennya Se Hun ituuu… ^_^

    Like

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s