[Remake] Lunch

tumblr_static_tumblr_n18mm8n7bx1rgiafeo1_500

Oh Sehun X Song Harin

presented by Kapin with Sad, Friendship, Romance, School Life.

General ; Ficlet ; Credit Poster : Google

All cast are belong to God, but this fanfiction is mine.

Ketika kau tahu kenyataan yang sebenarnya, apakah kau akan tetap berada di sampingku menemani makan siangku?

 …

Entah sejak kapan Sehun mulai bersemangat ketika mendengar suara bel pertanda istirahat untuk pergi ke kantin. Biasanya Sehun lebih memilih untuk pergi ke lapangan basket atau atap sekolah untuk menikmati makan siangnya.

Sehun bergegas pergi ke kantin dan menghiraukan teriakan Chanyeol dan Jongin yang memanggilnya di depan kelas. Sehun tak ingin terlambat untuk bertemu gadisnya.

Semua mata siswi dikantin kini tertuju pada namja tinggi yang tengah mengantri untuk mengambil pesanan makan siangnya. Sehun tersenyum miring menyadari pesonanya yang dapat membuat yeoja satu sekolah sibuk mencuri pandang kearahnya.

Tapi tidak dengan Harin.

Harin terlalu sibuk menikmati bekal makan siangnya. Harin tidak tertarik dengan Sehun yang sekarang berdiri didepan mejanya.

“Maaf aku terlambat. Tadi Cho seosaengnim memberikan tugas untuk minggu depan.”

Harin mengangkat kepalanya sejenak memperhatikan Sehun seraya memutar bola matanya malas lalu berkutat kembali dengan makan siangnya.

“Kenapa kau selalu makan sendiri? Padahal kau punya banyak teman.”

Sehun mencoba mengajak gadisnya berbicara untuk memecahkan keheningan. Gadis dihadapannya mulai menatapnya, mengerjapkan matanya beberapa kali menatap Sehun binggung. Astaga, Sehun selalu meleleh sekarang menatap mata itu!

“Aku sedang ingin menikmati makan siangku sendiri, lagipula kau selalu menemaniku saat makan siang bukan?”

Sehun tersenyum simpul dan mulai menyendokkan suapan pertamanya, sambil terus memandang gadis dihadapannya. Rambut Harin yang diikat asal membuat beberapa anak rambutnya menggantung bebas dan membuat leher jenjangnya terlihat. Seandainya Sehun adalah seekor serigala, mungkin ia akan melolong ketika melihat mangsanya seperti kartun yang sering dilihat Jongin –sahabatnya.

Harin adalah kekasihnya?

Itu hanya ada didalam mimpi seorang Oh Sehun.

Pertemuan yang tak disengaja di 2 tahun lalu, di kantin sekolah yang berujung pada Sehun dan Harin yang selalu satu meja saat di kantin. Entah itu disengaja atau tidak, tapi kejadian itu terus menerus. Sehun menyebutkan bahwa itu takdir mereka berdua untuk selalu bersama saat jam istirahat. Bahkan seantero sekolah sudah hafal kalau Sehun dan Harin akan duduk bersama saat jam istirahat. Jangan harap bisa satu meja dengan Harin kalau Sehun masih hidup. Sehun tak akan membiarkan siapapun untuk menggeser posisinya sebagai teman makan siang Harin.

Oppa, kau dimana? Aku di kantin.”

Suara Harin saat menjawab ponselnya yang berdering membuyarkan lamunan Sehu. Tanpa sadar Sehun tersenyum kecut mengetahui Harin sedang menjawab telepon.

“Kyungsoo?” Pertanyaan bodoh itu terlontar saja dari Sehun. Tanpa dijawabpun Sehun tahu siapa lelaki yang menelopon Harin tadi.

Harin menggangguk kecil sambil menaruh ponselnya kembali tepat di samping nampan makan siangnya.

Do Kyungsoo namja yang tidak populer sepopuler Sehun ataupun Harin. Namja yang selalu sibuk dengan buku-buku tebalnya di perpustakaan dan mungkin Kyungsoo tak pernah membayangkan untuk memiliki kekasih sekalipun.

Namun Kyungsoo sungguh beruntung Harin –gadis yang sehun cintai, jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Pertemuan yang tak sengaja yang dialami Harin di perpustakaan sekolah, ada hal yang begitu membedakan antara pertemuan Harin dengan Sehun dan pertemuannya dengan Kyungsoo. Harin jatuh cinta pada pandangan yang pertama dengan Kyungsoo sedangkan pertemuan Harin dengan Sehun tidak membuahkan apa–apa di hati Harin.

Entah bagaimana ceritanya, cinta Harin terbalaskan. Saat Chanyeol memberitahu berita tentang Harin dan Kyungsoo yang telah menjadi sepasang kekasih membuat Sehun ingin bunuh diri terjun dari lantai 5 sekolahnya. Tapi terpaksa batal karena Jongin dan Chanyeol mengikat Sehun di tiang ring basket, takut-takut Sehun berbuat nekat.

“Kenapa Kyungsoo tidak ikut bersamamu makan siang di kantin?”

Harin menghentikan kegiatan mengaduk cream sup kesukaannya –yang diambil paksa dari Sehun, menggenggam erat sendok ditangan kanannya. Demi sepatu ballet Jongin, Sehun selalu memesan cream sup itu walaupun sebenarnya Sehun tidak menyukainnya, yang ia sukai hanya saat Harin mengambil secara paksa dengan menunjukkan aegyonya pada Sehun.

“Kau tahu setelah kejadian itu, Kyungsoo sedikit kurang nyaman berada dikeramaian.” Kata Harin seraya memperhatikan mangkuk cream sup, pertanyaan yang dilontarkan Sehun tadi membuat napsu makannya tiba–tiba menghilang.

“Jika aku telah menemukan orang yang menabrak Kyungsso oppa, aku pasti akan membunuhnya!” Terlihat kilatan amarah dari sepasang bola mata Harin.

Napas Sehun seketika tercekat seperti dicekik oleh Harin walaupun sebenarnya Harin masih duduk dihadapannya dengan manis. Rasa bersalah kembali muncul, namun sekarang rasa bersalahnya semakin menjadi-jadi.

Sehun selalu berusaha menyangkal apa yang sebenarnya terjadi malam itu, tapi kejadian malam itu benar benar terekam jelas diingatannya bahkan setiap detiknya Sehun ingat. Dimulai Sehun menerima ajakan Jongin dan Chanyeol untuk pergi ke club dan pulang dalam keadaan mabuk. Seandainya Sehun menerima tawaran Jongin untuk mengantarnya pulang, bukan malahnya bersikeras untuk pulang sendiri. Terkadang Sehun merutuki sifat keras kepalanya yang tiba-tiba muncul disaat kurang tepat seperti malam itu.

Saat perjalanannya menuju rumah, Sehun tak dapat mengendalikan sedan hitamnya. Jika saja waktu bisa diulang kembali Sehun lebih memilih membanting stirnya bukannya menabrak seseorang yang ia tak ketahui identitasnya. Saking ketakutannya Sehun tak melihat orang yang telah ditabraknya, ia langsung pergi melarikan diri. Sehun dirundung rasa bersalah yang teramat sangat ditambah keesokan harinya ia mengetahui bahwa yang ia tabrak adalah Kyungsoo teman seangkatannya disekolah sekaligus kekasih Harin.

Terlalu banyak kata seandainya yang terus berputar–putar didalam kepala Sehun hingga saat ini.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan Kyungsoo lumpuh seumur hidupnya.

Sehun ingin mengakui kesalahannya tapi ia takut Harin membencinya. Sehun tidak ingin kehilangan Harin sekali lagi. Ia menyukai, tidak bahkan ia mencintai Harin.

“Kau kenapa? Apakah kau baik-baik saja? Atau maag-mu kambuh?” Tanya Harin seraya melambaikan tanganya tepat didepan wajah sehun.

Sehun menggeleng cepat lalu menelan salivanya sedikit sulit.

Terlihat Kyungsoo datang ditemani Baekhyun, teman sekelasnya yang selalu menemaninya. Kini Kyungsoo sudah tiba disamping meja Sehun dan Harin.

“Terima kasih, Baekhyun oppa sudah mengantar Kyungsoo oppa ke kantin”

“Apapun untukmu, sayang.” kata Baekhyun terkikik ketika melihat Kyungsoo membulatkan matanya yang sudah bulat.

“Apakah oppa sudah makan siang?”

“Sudah. Eomma membawakan bekal untukku. Ah, ada cream dibibirmu.” Dengan agak kesusahan Kyungsoo menghapus cream yang ada disudut bibir Harin dengan ujung jemarinya.

Wajah Harin memanas, terlihat semburat kemerahan dikedua pipinya.

Sehun menahan napas. Sehun akan menuruti segala permintaan Chanyeol apapun itu termasuk menyerahkan seluruh kaset game keluaran terbaru miliknya, kalau ia dapat melalukan seperti hal yang Kyungsoo lakukan tadi.

“Aku duluan.” pamit Harin seraya mendorong kursi roda Kyungsoo menjauh dari meja Sehun.

Sehun melihat punggung Harin menjauh hingga tak terlihat lagi dibalik pintu kantin lalu menghela napas panjang. Sehun mengusap kasar wajahnya.

Frustasi.

“Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Apa kau tidak merasakan apa yang aku rasakan juga huh? Seandainya kau mengetahui yang sebenarnya akankah kau tetap berada dijarak pandangku? Maafkan aku menyakiti Kyungsoo, sungguh itu bukan kehendakku. Mungkin sekarang Tuhan tengah membalas perbuatan ku dengan membuat mu tak dapat ku miliki. Namun sekarang ijinkan aku untuk mencintaimu dalam diam seperti ini, aku tidak salah mempertahankan egoku untuk mencintaimu kan?” Gumam sehun pelan sehingga hanya ia yang dapat mendengar.

Tak terasa lelehan air asin mengular seperti sungai dipipi Sehun. 

 

Fin.

Advertisements

3 thoughts on “[Remake] Lunch”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s