HANA, DUL, SET – SLICE #2 — IRISH’s Story

irish-hana-dul-setHana Dul Set

With EXO’s Oh Sehun and OC’s Park Junghwa

Supported by EXO Members and F(x)’s Krystal

A story rated by PG-15 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved


“Hana.. Dul.. Set..”


Previous Chapter

Chapter 1 ||

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Eomma aku hatchi! Pulang,”, seru Junghwa sambil masuk ke rumahnya

“Kau kenapa Junghwa-ya?”, tanya Eomma Junghwa

“Alergiku kambuh lagi,”, kata Junghwa sambil mencari obat alerginya

“Aigoo, bagaimana hari pertama mu disekolah nak?”, tanya Eomma Junghwa sambil membantu anaknya mencari obat

“Bagus, aku suka sekolah baruku, teman-temanku baik, seongsaengnim juga baik,”, Junghwa tersenyum karena berhasil menemukan obatnya

“Bagus kalau begitu. Makanlah dulu nak, baru kau minum obatnya,”, kata Eomma Junghwa

“Nae Eomma, arraseo!”, kata Junghwa sambil tersenyum lebar

Junghwa kemudian makan dan meminum obatnya. Ia kemudian teringat kue dan bunga yang ada di dalam tasnya. Junghwa memakai masker untuk mencegah alerginya kambuh.

Junghwa memindahkan kue dan bunga itu dan membiarkan nya di ruang tamu, kemudian yeoja itu berjalan masuk ke kamar mandi dan mencuci tasnya.

“Aish, semoga tasku sudah kering besok,”, kata Junghwa saat Ia menjemur tasnya

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Besoknya, Junghwa kembali terbelalak melihat beberapa kotak kue dan bunga di atas mejanya. Junghwa berjalan pasrah ke mejanya, dan Ia menggunakan saputangan Sehun untuk menutupi hidungnya.

“Kau kenapa Junghwa?”, tanya Sulli

“Oh, alergi ku kambuh kemarin, aku tidak ingin mengganggu kalian dengan bersinku,”, kata Junghwa berkilah

Junghwa duduk di tempatnya, Ia memandang Sehun yang tampak menenggelamkan diri di mejanya.

“Sehun! Sehun!”, Junghwa menyenggol lengan Sehun

“Sehun-ah..”, kata Junghwa sambil menarik lengan Sehun

“Mwohago?”, kata Sehun sambil memandang Junghwa

“Ini semua dari siapa?”, tanya Junghwa

“Fansmu, puas?”, kata Sehun

Junghwa merengut kesal. Ia memandang Sehun yang tampak pucat dan kelelahan.

“Kau sakit Sehun?”, tanya Junghwa

“Aniya,”, kata Sehun

“Tapi sepertinya kau—”

“Junghwa-ya!”, Junghwa menoleh kaget dan tanpa sengaja wajahnya menabrak sebuket bunga mawar

“N-Nae? Hatchi!!”, Junghwa menutupi hidungnya dengan saputangan Sehun

“Ini untukmu,”, seorang namja tersenyum pada Junghwa

“Untuk ku?”, Junghwa menunjuk dirinya sendiri

“Nae, untukmu, terimalah, semoga kau suka,”, kata namja itu sambil mengulurkan bunga yang di bawanya

“Ah, nae.. Gomawo..”, kata Junghwa sambil mengambil bunga itu dengan canggung

Junghwa memandang Sehun, namja itu memperhatikan gerak-gerik namja yang baru saja berlalu.

“Kau kenapa?”, tanya Junghwa menyelidik

“Ani, aku mau tidur, jangan ganggu,”, kata Sehun

“Yak! Jangan tidur!”, kata Junghwa, menahan Sehun untuk tidak menenggelamkan dirinya ke meja lagi

“Aish, kau ini, aku semalaman menemani Krystal di salon, kakiku rasanya mau patah, aku kekurangan tidur.”, kata Sehun kesal membuat Junghwa tertawa

“Apa yang lucu?”, kata Sehun

“Ah? Ani hahaha,”, kata Junghwa

Sehun dengan kesal mendorong buket bunga di tangan Junghwa menuju wajah yeoja itu.

“Hatchi!! Sehun-ah!!”, kata Junghwa kesal

“Apa?”, tuntut Sehun

“Aish, sudah sudah tidur sana,”, tandas Junghwa sambil mendorong Sehun yang terkekeh pelan karena berhasil mengerjai yeoja itu

Sehun tertawa sambil memperhatikan Junghwa yang dengan gerakan super hati-hati memindahkan kue dan bunga itu ke dalam tas nya. Ia merasa aneh juga karena Junghwa tidak membuka kue itu atau mengintip nya sama sekali.

Sepanjang pelajaran Junghwa masih tetap bersin, dan Sehun berulang kali harus menahan tawanya saat Ia melihat raut wajah Junghwa yang terlihat benar-benar menderita karena harus seharian menutupi hidungnya menggunakan saputangan.

“Untuk tugas kelompok, kalian kerjakan dengan teman sebangku kalian, empat hari lagi serahkan di meja saya,”, kata seongsaengnim

“Aku terpaksa mengerjakan nya denganmu,”, kata Sehun sambil merapikan bukunya

“Eh? Waeyo? Kau tidak suka? Aku bisa minta tugas lain kok,”, kata Junghwa sambil memandang Sehun

Sehun melirik Junghwa yang sudah bergerak berdiri dan menyusul seongsaengnim dan meminta tugas seperti rencananya.

“Tidak perlu. Aish, kau ini sensitif sekali,”, kata Sehun

“Kau bilang kau terpaksa mengerjakan nya denganku, aku tidak mau memaksa,”, kata Junghwa

“Sudah hentikan. Dimana kita akan kerjakan?”, tanya Sehun

“Terserah kau,”, kata Junghwa

“Di rumahmu, bagaimana?”, tawar Sehun

Junghwa mengangguk.

“Di rumahku juga tidak apa-apa,”, Junghwa tersenyum

“Sehun-ah~”

Sehun dan Junghwa langsung terhenti.

“Kurasa kita harus mengerjakan nya besok,”, kata Sehun

“Tidak apa-apa kok. Hmm, Sehun-ah, kurasa kau akan di ajak ke Mall hari ini,”, Junghwa tertawa pelan

Sehun menatap tajam gadis itu, dan sejenak Sehun terdiam melihat eyesmile Junghwa, seolah mengenal eyesmile itu.

“Tidak akan.”, kata Sehun, berusaha menenangkan pikiran nya

“Hihihi, arraseo, aku pulang dulu nae Sehun-ah? Annyeong!”, Junghwa melambai pada Sehun sambil berlari keluar kelas, Ia masih juga tersenyum, membuat ingatan Sehun teringat pada hal kecil yang pernah Ia alami di masa lalu.

“Aku pulang dulu nae Sehun oppa? Annyeong!”

“Sehun-ah? Kau melamun?”, Sehun tersadar saat Krystal sudah berdiri di hadapan nya

“Ah, aniya Krys,”, ucap Sehun sambil tersenyum

“Sehun-ah, ada lelang baju hari ini di Mall, temani aku nae?”, rayu Krystal

“..Sehun-ah, kurasa kau akan di ajak ke Mall hari ini,”

Sehun terkejut karena tebakan Junghwa benar.

“Apa?”, Sehun berusaha memastikan bahwa pendengaran tajamnya tidak sedang bermasalah

“Insting vampire mu mengalami gangguan hah? Temani aku ke Mall.”, kata Krystal

Sehun terdiam sejenak, kemudian Ia mengangguk.

“Arraseo, akan ku temani,”, kata Sehun sambil tersenyum

Sehun memang tidak bisa menolak keinginan Krystal jika yeoja itu sudah menyebutkan perbedaan mereka. Di sekolah, Krystal lah satu-satu nya manusia yang tau bahwa Sehun adalah seorang vampire. Walaupun Sehun tau, beberapa anak di sekolah mereka juga adalah vampire, tapi Krystal hanya fokus mengancamnya saja. Jadi, jika Sehun tidak menuruti keinginan Krystal, yeoja itu akan mengancam bahwa Ia akan mengungkapkan jati diri Sehun.

“Kita pergi sekarang nae?”, kata Krystal sambil menarik lengan Sehun

Sehun hanya pasrah saja menuruti keinginan Krystal.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sehun terdiam melihat jaket berwarna putih dengan hiasan kupu-kupu di bagian depan nya.

“Oppa! Kupu-kupunya cantik sekaliiii, tangkapkan untukku Oppa!!”

Teriakan gadis mungil bernama Jungie kembali terngiang di telinga Sehun. Namja itu ingat, Jungie kecil nya sangat menyukai kupu-kupu.

“Kau kenapa Sehun-ah?”, tanya Krystal

“Ani, kau jalan duluan nae? Pilih-pilih lah dulu,”, Sehun tersenyum

Krystal sempat melihat jaket putih yang membuat pandangan Sehun terhenti tadi, tapi kemudian yeoja itu melanjutkan langkahnya.

“Chogi, aku beli yang ini,”, kata Sehun pada penjaga toko setelah Ia memastikan Krystal sudah melangkah cukup jauh darinya.

Sehun memasukkan bungkusan berisi jaket itu ke dalam tas nya, Krystal yang memang sengaja mengawasi Sehun diam-diam, berpikir bahwa jaket itu akan Sehun berikan padanya nanti sebagai kejutan. Yeoja itu tersenyum tipis, senang.

Sehun menemani Krystal di Mall sampai malam, dan Ia mengantarkan yeoja itu pulang. Krystal sedikit kecewa karena nyatanya sampai pulang pun Sehun tidak memberikan apapun untuknya.

“Sampai bertemu besok Krys,”, kata Sehun sambil tersenyum

“Hmm, hati-hati di jalan..”, kata Krystal, pelan

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Oppa~ Gendong~”

“Oppa, yah! Taring Oppa membuatku takut~”

“Yeeey!! Oppa tertangkap! Hahaha!”

“Aish yah! Oppa! Jangan menakuti Jungie..”

“Hihihi, oppa yaa, jangan curang,”

“Oppa, jika aku sudah besar, apa aku bisa bertemu oppa lagi?”

“Aku sangat sayang Sehun oppa..”

Sehun berdecak. Suara-suara Jungie terus membayanginya akhir-akhir ini.

“Neo gwenchana?”, tanya Baekhyun

Sehun mengangguk. Ia menyadari bahwa Eomma dan Appa nya memperhatikan tingkah laku anehnya.

“Kau kenapa Sehun?”, tanya Eomma nya

“Jungie..”, kata Sehun pelan

“Aigoo, anak manusia itu?”, tanya Baekhyun. Ia ingat Sehun benar-benar tergila-gila pada bocah kecil itu, membuat Sehun tiap sore betah berada di lingkungan manusia.

“Nae, suaranya membayangiku terus,”, kata Sehun

“Sudah berapa tahun sejak kejadian itu? Aigoo, lama sekali, dia pasti sudah besar sekarang Sehun-ah,”, goda Eomma Sehun

“Eomma, aku bahkan tidak tau dia dimana, ini gara-gara kita dulu pergi dengan mendadak,”, kata Sehun

Eomma Sehun tertawa pelan.

“Itu karena keadaan kita terdesak, sekarang? Kita sudah tenang disini,”, kata Eomma Sehun.

“Aku ingin mencari Jungie,”, kata Sehun

“Eh?”, Baekhyun memandang adiknya bingung

“Aish, aku tidak tau apapun tentang dia, nama nya saja aku tidak tau,”, Sehun mengacak-acak rambutnya, kesal.

“Kalau kalian di takdirkan bersama, nanti juga bertemu,”, cetus Appa Sehun

“Semoga saja,”, ucap Sehun pelan, Ia tidak membayangkan bagaimana jadinya jika Ia menemukan Jungie dan Krystal tau. Akan terjadi perang besar nantinya. Dan Sehun tidak suka itu.

Sehun menimang-nimang jaket putih yang baru saja di belinya.

“Jungie pasti sangat suka benda ini..”, gumamnya pelan

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sehun sudah menunggu Junghwa datang, ingin menanyakan bagaimana bisa yeoja itu tau bahwa Krystal akan mengajaknya ke Mall kemarin. Sehun mencium bau darah yeoja itu di kejauhan, Ia sudah menyiapkan dirinya untuk bertanya bertubi-tubi, tapi saat Junghwa muncul, semua kalimat yang di ucapkan Sehun lenyap.

Sehun sekarang menutupi wajahnya, menahan tawa saat melihat Junghwa masuk ke kelas dengan menggunakan masker.

“Annyeong,”, sapa Junghwa, suaranya terdengar samar dari balik masker

“Hahahahahahahaha!”, Sehun sudah tidak bisa menahan tawanya

“Ya! Hentikan!!”, Junghwa memukul Sehun dengan sepenuh hati, kesal setengah mati

“Apa yang terjadi hah? Aigoo! Wajahmu pasti menyedihkan sekali!”, kata Sehun

Junghwa tidak menjawab, yeoja itu memandang ke arah tumpukan bunga yang ada di mejanya.

“Sehun-ah, ini semua untukmu saja ya?”, kata Junghwa

“Mwo? Shireo.”, kata Sehun langsung

“Tasku tidak muat,”, ucap Junghwa pelan sambil menunjuk tasnya, membuat Sehun tersadar bahwa beberapa hari ini yeoja itu terus mengganti tasnya

“Eeyy, salah sendiri kau setiap hari ganti tas,”, kata Sehun enteng

“Aku tidak ganti-ganti tas, tas ku kucuci,”, kata Junghwa, Sehun bisa membayangkan yeoja itu pasti merengut, Sehun bisa melihat dari alis Junghwa yang bertautan sekarang

“Sudah, bawa pulang, kau tidak menghargai pemberian orang lain namanya,”, kata Sehun sambil memasukkan benda-benda itu ke dalam tas Junghwa.

Sehun terdiam melihat boneka mungil berbentuk kelinci ada di dalam tas Junghwa.

“Oppa ya! Lihat! Eomma membelikanku kelinci, aku suka kelinci oppa. Oppa tidak boleh menggigit kelinciku, arraseo?”

“K-Kau suka kelinci?”, tanya Sehun sambil menatap Junghwa

Junghwa mengangguk cepat.

“Neomu neomu neomu jowahae! Kelinci itu sangat lucu, lihat?”, Junghwa dengan tindakan kekanak-kanakan memainkan kelinci itu di depan wajah Sehun, sementara namja itu masih terpaku.

“Kau seperti dia..”, kata Sehun pelan tanpa sadar

“Dia? Nugu? Krystal?”, tanya Junghwa sambil memandang Sehun

“Aniya,”, jawab Sehun cepat, Ia memalingkan wajahnya, berusaha menetralkan pikiran nya.

“Oh, arraseo. Ah! Kita jadi mengerjakan tugas nanti?”, tanya Junghwa

“Hmm, dirumahmu kan?”, kata Sehun

“Nae,”, Junghwa mengangguk cepat

Sehun diam. Pikiran nya masih berkecamuk karena Ia teringat pada Jungie. Dan sepanjang pelajaranpun, Sehun masih tetap diam. Membuat Junghwa hanya memandangnya bingung saat Sehun tidak merespon ucapan yeoja itu sama sekali.

“Eh? Kau mau kemana? Katanya kerja kelompok,”, kata Junghwa bingung saat Sehun sudah akan beranjak dari mejanya saat bel pulang

“Aku pulang dulu dan ganti pakaian, nanti aku ke rumahmu,”, kata Sehun

“Eey, kau tau rumahku memangnya?”, tanya Junghwa

“Tau,”, jawab Sehun enteng sambil berjalan cepat meninggalkan Junghwa

Yeoja itu menyernyit bingung, tapi toh kemudian Ia berjalan cepat dan pulang.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sehun memperhatikan rumah Junghwa dari kejauhan. Ia bisa melihat Junghwa berada di luar rumah, yeoja itu mengenakan celana pendek selutut dan kaos putih. Rambutnya di biarkan tergerai, tidak seperti saat disekolah, rambut yeoja itu selalu di kucir.

Sehun bisa melihat Junghwa yang tengah sibuk menyirami taman rumahnya yang kering, walaupun Ia hanya menyirami rumput hijau.

“Oh, sedang sibuk berkebun ya?”, kata Sehun saat Ia sampai di rumah Junghwa dengan motornya

Junghwa menoleh kaget dan terbelalak melihat Sehun sudah ada di rumahnya.

“Whoah! Kau benar-benar tau rumahku!”, kata Junghwa takjub sambil membuka pagar rumahnya.

“Masuklah,”, Junghwa tersenyum, tapi Sehun menyadari sesuatu di wajah yeoja itu

“HahahahahahahAha!! Junghwa ya! Hidungmu benar-benar merah seperti badut hahahahaha!!”, tawa Sehun tak terbendung

Junghwa langsung merengut.

“Yak! Ini hanya karena aku alergi bodoh!!”, kata Junghwa sambil memukul Sehun

“Hahahahahaha wajahmu terlihat sangat lucu!”, ledek Sehun

Junghwa hanya diam dan merengut. Sehun kemudian mengendarai motornya masuk ke halaman Junghwa, setelah memarkir motornya di bawah salah satu pohon, Sehun turun dan mendatangi Junghwa yang menunggunya di depan rumah.

“Jangan meledekku di rumah, jika tidak, ku adukan pada Eommaku,”, kata Junghwa sambil menjulurkan lidahnya.

Sehun terkekeh pelan, lalu Ia masuk ke dalam rumah Junghwa.

“Kita kerjakan di sini saja, aku sudah siapkan semua materinya,”, kata Junghwa sambil duduk di sofa.

“Eh, sepertinya aku kenal kotak ini, bukankah ini kue dari anak-anak di kelas?”, kata Sehun, memperhatikan tumpukan kotak di sudut ruang tamu Junghwa

“Memang,”, kata Junghwa enteng

“Aish! Kau ini! Benar-benar tidak menghargai pemberian orang lain!”, Sehun mengambil satu kotak kue.

“Jauhkan! Ya! Taruh disana lagi!”, kata Junghwa

“Shireo. Aish, kau ini jahat juga ternyata, mereka kan sudah mengorbankan uang demi membelikanmu kue ini, mana boleh kau menyianyiakan nya begini,”, tanpa Junghwa duga, Sehun menyuapkan paksa sepotong kue ke dalam mulutnya

“Kau ini!!”

Junghwa langsung berlari ke dapur. Sehun kaget mendengar yeoja itu muntah disana. Sehun langsung mendatangi Junghwa, mengurut-urut tengkuk yeoja itu.

“Neo gwenchana?”, tanya Sehun

Junghwa membersihkan mulutnya dari sisa-sisa kue tadi, lalu Ia mengatur nafasnya.

“Sehun bodohyaa!”, bentak Junghwa

“Aku tidak bisa makan kue seperti itu, aku tidak suka kue, aku tidak suka semua jenis kue, kata dokter, aku tidak bisa makan benda yang ada tepungnya. Aish! Kalau aku boleh makan, aku pasti sudah menghabiskan kue itu,”, kata Junghwa sambil mengelap mulutnya.

“Kau.. tidak boleh makan makanan yang terbuat dari tepung?”, ucap Sehun

“Hidungku jadi begini juga karena aku alergi serbuk bunga,”, kata Junghwa sambil duduk di sofa lagi.

Sehun terpaku.

“Jungie, lihat apa yang Oppa bawa!”

“Apa itu oppa?”

“Ta-da! Bunga mawar!”

“Ish, Oppa jangan bawa bunga, Jungie tidak suka bunga,”

“Eh? Wae Jungie-ah?”

“Karena kalau ada bunga Jungie selalu.. hatchi!! Jungie bersin terus Oppa,”

“Kenapa kau melamun disana?”, kata Junghwa sambil memandang Sehun bingung.

Sehun tersadar. Ia duduk di hadapan Junghwa, memperhatikan yeoja itu.

“Junghwa-ya, ada siapa di rumah? Eomma tidak—”

Seorang yeoja paruh baya masuk ke rumah Junghwa.

“Ah! Eomma!”, kata Junghwa sambil melonjak girang

“Aigoo, ada temanmu nae?”, Eomma Junghwa tersenyum pada Sehun

“Annyeong ahjumma.”, kata Sehun sopan sambil tersenyum dan membungkuk sedikit

“Itu Sehun Eomma, dia teman sebangkuku di sekolah,”, kata Junghwa

“Ah, nae nae, oh, nak Sehun, Ahjumma masuk dulu nae? Bilang saja pada Ahjumma jika kalian perlu sesuatu,”, kata Eomma Junghwa

“Ah, nae Ahjumma, gamsahamnida,”, kata Sehun

Sehun terdiam. Ia sangat mengenal yeoja paruh baya itu. Sehun memandang Junghwa, masih tidak yakin pada keajaiban jika benar Junghwa adalah Jungie kecilnya.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Aku tidak bisa makan kue seperti itu, aku tidak suka kue, aku tidak suka semua jenis kue, kata dokter, aku tidak bisa makan benda yang ada tepungnya. Aish! Kalau aku boleh makan, aku pasti sudah menghabiskan kue itu,”

“..Hidungku jadi begini juga karena aku alergi serbuk bunga,”

Sehun kini berdiri diam di bawah sebuah pohon di dekat kamar Junghwa. Yeoja itu tak akan tau bahwa Sehun mengawasinya di tengah malam seperti ini.

“Benarkah kau.. Jungie-ku..?”, ucap Sehun pelan

Namja itu kemudian lenyap dalam hitungan detik dan muncul di ruang tengah kamarnya.

“Kau darimana?”, tanya Baekhyun

“Rumah Junghwa.”, jawab Sehun

“Junghwa? Nugu? Eyy, jarang sekali kau punya teman, dia manusia atau bangsa kita?”, tanya Baekhyun

“Manusia hyung, dan dia mirip Jungie,”, kata Sehun

“Aish, kau ini, hanya karena suara Jungie membayangi mu terus, bukan berarti semua orang bisa kau katakan mirip Jungiemu itu,”, kata Baekyun

“Tapi aku sungguh-sungguh hyung. Eyesmile nya, seperti milik Jungie, lalu Ia juga alergi serbuk bunga, dan tepung, seperti Jungie-ku, Eomma nya juga.. sangat mirip dengan Eomma Jungie,”, kata Sehun

“Kenapa tidak kau bawa dia kesini? Appa kan bisa melihat masa lalu,”, kata Baekhyun membuat Sehun tersadar

“Geuraeyo! Aigoo! Aku tidak pernah memikirkan hal itu!”, kata Sehun

“Kau ini, eh, ngomong-ngomong, apa Junghwa cantik?”, selidik Baekhyun

“Dia.. Yeppuda.. Neomu yeppuda,”, kata Sehun, tersenyum tipis

“Nah! Kalau nanti dia bukan Jungie-mu, biar dia bersamaku saja! Hahaha!”, kata Baekhyun tergelak sambil berjalan ke kamarnya

“Dasar kau hyung,”, ledek Sehun

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kalian sebaiknya tidak memberi Junghwa kue dan bunga lagi,”, kata Sehun saat beberapa orang namja kelasnya sudah bersiap menaruh kue dan bunga di meja Junghwa

“Eh? Wae? Aigoo! Kau juga menyukai Junghwa? Ingat Sehun, kau harusnya sangat beruntung mendapatkan Krystal,”, kata salah seorang

Sehun berdecak kesal mendengar kata ‘beruntung’ yang sangat tidak di rasakan nya selama Ia bersama Krystal.

“Junghwa alergi pada serbuk bunga, dia juga tidak di perbolehkan dokter untuk makan benda yang terbuat dari tepung, bodoh,”, kata Sehun enteng

“Kojimal! Aku tidak akan percaya jika Junghwa tidak mengatakan nya sendiri,”

Sehun mencium bau darah Junghwa yang tidak jauh berada dari kelas.

“Silakan saja, kalian tanyakan pada Junghwa,”, kata Sehun enteng, Ia sudah melihat Junghwa berjalan masuk ke kelas

“Junghwa!”

Yeoja itu langsung menoleh kaget saat melihat beberapa namja berjalan panik ke arahnya. Sehun tertawa pelan, ekspresi yeoja itu selalu menghiburnya.

“Nae?”, tanya Junghwa

“Sehun bilang kau alergi serbuk bunga dan tidak bisa makan makanan yang terbuat dari tepung, benarkah itu?”

Junghwa melirik Sehun, lalu Ia mengangguk pelan.

“Nde..”, kata Junghwa pelan

“Aigoo! Mianhae Junghwa yaa, kami tidak tau,”

“Eh? Ah, gwenchana,”, kata Junghwa sambil tersenyum

“Jinjja gwenchana Junghwa-ya?”

Junghwa mengangguk cepat dan tersenyum. Setelah berusaha menghindari semua pertanyaan-pertanyaan aneh dari beberapa namja kelasnya itu, Junghwa duduk di bangkunya.

“Kenapa kau beritahu mereka?”, tanya Junghwa pada Sehun

“Supaya mereka tidak menaruh benda-benda itu lagi di mejamu, daripada benda-benda itu terbuang percuma,”, sahut Sehun enteng

Junghwa hanya membulatkan mulutnya.

“Oh, nanti kita kerjakan tugasnya dimana?”, tanya Junghwa, teringat bahwa tugas mereka belum selesai

“Menurutmu dimana?”, Sehun balik bertanya

“Terserah kau saja,”, kata Junghwa enteng

“Terserah aku? Hmm, di kuburan? Mau?”

Junghwa memandang Sehun bingung.

“Kau benar-benar mau mengerjakan tugas di kuburan?”

“Aih, bodoh, di rumahku saja,”, kata Sehun sambil mengacak-acak rambut Junghwa, membuat yeoja itu merengut kesal.

“Yak! Jangan sentuh rambutku! Hmm, arraseo, di rumahmu juga tidak apa-apa,”, kata Junghwa sambil merapikan rambutnya

Sehun hanya diam. Sementara pikiran nya melayang, teringat saat pertama kali Ia bertemu dengan Jungie kecilnya.

“Oppa, neo gwenchana?”, seorang gadis kecil mendekati Sehun yang tengah berusaha menahan haus yang mencekik lehernya.

“Pergi!”, kata Sehun, Ia berusaha menahan insting vampire nya untuk tidak menyerang yeoja kecil itu.

“Tapi Oppa kesakitan, mau ikut ke rumahku? Eomma akan menyembuhkan Oppa nanti,”, kata gadis kecil itu.

“Pergi..”, desis Sehun sambil menatap tajam yeoja kecil itu.

Gadis kecil itu tampak kaget melihat taring Sehun, tapi Ia kemudian pergi tanpa mengatakan apapun. Tidak lama, yeoja kecil itu kembali membawa beberapa kelinci peliharaan nya.

“Kenapa kau kembali..”, desis Sehun

“Oppa, apa kau hantu seperti yang di bicarakan orang-orang?”, tanya gadis kecil itu.

“Ya. Pergilah.”, kata Sehun

“Oppa, orang-orang bilang hantu seperti Oppa itu minum darah. Oppa boleh minum darah kelinciku,”, kata yeoja kecil itu, meninggalkan kelinci peliharaan nya lalu berlari pergi.

“Jungie..”

“Ya Sehun-ah?”

Sehun tersadar. Ia memandang Junghwa yang tengah menatapnya, menunggu.

“Kenapa kau melihatku seperti itu?”, tanya Sehun

“Bukankah tadi kau memanggilku?”, kata Junghwa bingung

“Kapan aku memanggilmu?”, Sehun balik bertanya

“Ya! Tadi kau kan bilang ‘Jungie’ begitu,”, kata Junghwa

“Namamu kan Junghwa, bukan Jungie,”, sahut Sehun

“Aish, aku hanya mengira kau memanggilku. Jungie kan nama panggilanku saat kecil,”, Junghwa merengut kemudian kembali fokus ke bukunya

“Nama panggilanmu saat kecil.. Jungie?”, tanya Sehun

Junghwa mengangguk tanpa memandang Sehun.

“Nae, orang-orang sering memanggilku Jungie dulu, wae?”, Junghwa kini memandang Sehun

Sehun langsung mengalihkan pandangan nya dan diam. Ia sangat tidak percaya ada kebetulan seperti itu. Seolah sangat tidak mungkin jika Junghwa adalah Jungie kecilnya, karena nyatanya yeoja itu sama sekali tidak mengingat Sehun.

“Aish, dasar aneh,”, rutuk Junghwa saat Sehun kembali mengabaikan nya

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Ayo cepat, aish kau ini lambat sekali!”, kata Sehun sambil menunggu Junghwa yang berjalan cepat di belakangnya

“Aish! Kau ini! Jalanmu pelan-pelan yak! Kau berjalan seperti orang berlari saja!”, kata Junghwa kesal saat Ia berhasil menyusul Sehun

“Aku harus kabur sebelum Krystal mencariku,”, kata Sehun, benar-benar gemas melihat Junghwa yang selalu tertinggal di belakangnya

“Aish! Kakiku tidak sepanjang kakimu bodoh!”, ucap Junghwa kesal

“Kau saja yang terlalu lambat!”, ledek Sehun tak mau kalah

“Ya! Berikan saja alamatmu! Kau pergi duluan sana!”, kata Junghwa akhirnya

Sehun menarik tangan Junghwa lalu mengeluarkan bolpoin nya, Ia menulis di telapak tangan Junghwa, membuat yeoja itu tertawa karena geli.

“Itu alamatku, kau harus ada di rumahku dalam 30 menit.”, kata Sehun sebelum akhirnya melangkah cepat meninggalkan Junghwa

“Aish!! Tulisan nya jelek sekali! Yak! Sehun-ah!!”, Junghwa berdecak kesal saat Ia sadar Sehun sudah benar-benar pergi

Karena tidak tau apa-apa tentang bis yang mungkin melewati rumah Sehun, akhirnya Junghwa naik taksi ke rumah namja itu. Sesampainya Dia di depan rumah Sehun, Junghwa melihat Sehun sudah berdiri di depan pintu, menunggunya.

“Yak! Kau ini! Sudah tulisanmu jelek, kau main pergi begitu saja! Rumahmu kan susah di temukan nya!”, kata Junghwa berapi-api

“Salah sendiri gerakanmu lambat,”, sahut Sehun, Ia menahan dirinya untuk tidak tertawa geli melihat Junghwa yang merengut.

“Lain kali tidak usah mengerjakan tugas di rumahmu! Kalau tadi aku tersasar eott— Ah, annyeong,”, amukan Junghwa langsung hilang saat Ia melihat Eomma dan Appa Sehun muncul di ruang tamu.

“Nah, kau tidak boleh bersikap kasar di rumahku, atau ku adukan kau pada Eommaku,”

Junghwa semakin merengut mendengar Sehun menggunakan kalimat ancaman nya kemarin.

“Menyebalkan,”, gerutu Junghwa, membuat Sehun terkekeh pelan

“Ah, annyeong, kau teman Sehun?”, tanya Eomma Sehun

“Nae Ahjumma, Park Junghwa imnida,”, kata Junghwa sambil tersenyum dan membungkuk dengan sopan

“Ah, arraseo, jarang sekali Sehun membawa teman nya ke rumah, tadi Ahjumma kira Ia membawa yeoja-chingu nya,”, canda Eomma Sehun sambil tertawa

“N-Nae? Ah, aniya..”, kata Junghwa, kaget karena tuduhan yang Ia dapatkan

“Nae nae, Ahjumma hanya bercanda, ayo masuk Junghwa, anggap saja rumah sendiri,”, kata Eomma Sehun

“Nae.. Gamsahamnida..”, kata Junghwa

“Sehun-ah, Eomma dan Appa ada urusan sebentar, jaga rumah nae?”, kata Appa Sehun.

“Nae Appa,”, kata Sehun

“Hati-hati di jalan, Ahjumma, ahjussi,”, tambah Junghwa

JTAK!!

“Auw yak!! Apa-apaan kau hah!?”, kata Junghwa kesal saat Sehun menjitaknya

“Kau terlambat 10 menit tadi, itu hukuman nya jika kau terlambat,”, kata Sehun enteng

“Mwoya!?”, sentak Junghwa, yeoja itu mencubit pinggang Sehun sekeras yang Ia bisa, Sehun tertawa, bukan hanya karena Ia tidak merasakan cubitan itu, tapi juga karena Junghwa benar-benar terdengar kesal

“Nanti ku ganti ongkos taksinya, dasar yeoja, masalah uang saja kau ributkan,”, ledek Sehun.

“Ini bukan masalah uang nya Sehun-ah! Tapi masalah jitakanmu itu!”, kata Junghwa, yeoja itu ingin berteriak kalau saja Ia tidak ingat Ia sedang berada di rumah Sehun sekarang

“Arra arra, mianhae. Kita kerjakan di kamarku saja,”, kata Sehun, mengambil tasnya yang tadi Ia taruh di sofa

“A-Apa?”, Junghwa berusaha memastikan pendengaran nya tidak mengalami gangguan

“Di rumah, wilayah kekuasaanku hanya di kamar, sebentar lagi hyung ku pulang, dia pasti akan over acting jika tau ada yeoja di rumah,”, kata Sehun

Junghwa masih mematung. Tidak yakin dengan ucapan Sehun, mengingat sudah beberapa kali namja itu mengerjainya.

“Aish, aku tidak akan lakukan hal-hal aneh bodoh, ppaliwa!”, Sehun menarik Junghwa dengan cepat

“Ya! Aku bisa jalan sendiri!”, kata Junghwa, tidak terima saat Ia di tarik-tarik dengan entengnya oleh Sehun

“Kau lambat, dasar siput,”, kata Sehun

Junghwa diam. Tidak ingin meneruskan perdebatan. Mereka sampai di sebuah kamar yang cukup besar.

“Masuklah, biarkan saja pintunya terbuka kalau kau merasa risih,”, kata Sehun

Junghwa hanya mengangguk-angguk.

“Whoah! Sehun-ah! Kau suka kelinci?”, tanya Junghwa, melihat beberapa gambar kelinci yang tertempel di dinding kamar Sehun

Sehun tidak menyahut. Ia memang sengaja sudah mengisi kamarnya dengan beberapa benda yang disukai oleh Jungie nya. Dan Ia juga ingin memastikan apakah Junghwa adalah Jungie kecilnya dulu.

“Omo! Ada kupu-kupu juga.. Neomu kyeopta..”, kata Junghwa kagum, Ia memandang seisi kamar Sehun.

“Kau suka kupu-kupu?”, tanya Sehun

Junghwa mengangguk cepat.

“Neomu chowahae..”, Junghwa tersenyum, menampakkan eyesmile nya

Sehun terdiam. Membiarkan Junghwa meneliti seluruh isi kamarnya.

“Sehun-ah..”, kata Junghwa

“Nae?”

“Aku tidak menyangka walaupun kau terlihat sangat jahat, tapi ternyata di kamarmu ada banyak kupu-kupu dan kelinci. Sangat tidak sesuai dengan imej jahatmu,”

JTAK!!

“Auw! Yak!! Appo..”, kata Junghwa, merengut karena Sehun lagi-lagi menjitaknya

“Makanya jangan meledekku! Dasar siput,”, ledek Sehun

“Tsk, aku kan hanya berpendapat, begitu saja kau marah,”, kata Junghwa, mengusap-usap kepalanya, pandangan Junghwa terhenti pada sebuah jaket berwarna putih dengan kupu-kupu di bagian depan nya

“Whoah!! Bagusnya! Kau beli dimana Sehun-ah?”, tanya Junghwa sambil menunjuk jaket itu

Sehun mengambil jaket putih itu, lalu melemparkan nya pada Junghwa.

“Untukmu,”, kata Sehun membuat Junghwa memandangnya dengan tatapan super bingung

“Apa? Aku hanya bertanya kau beli dimana, bukan berarti aku minta,”, kata Junghwa, raut wajahnya menunjukkan raut sangat menyesal, membuat Sehun tertawa

“Jaket itu memang untukmu,”, kata Sehun

“Hah? Untuk ku? Kenapa?”, Junghwa memandang Sehun, berpikir, kemudian yeoja itu membelalak kaget.

“Aigoo! Sehun-ah! Jangan bilang selama ini kau tidak berani bersaing dengan namja-namja di kelas..”, kata Junghwa

“Mwohago?”, kali ini Sehun yang terbelalak

Junghwa tertawa, benar-benar geli melihat ekspresi Sehun.

“Hahahahahaha mian mian, ku kira kau seperti namja-namja di kelas,”, kata Junghwa sambil menahan tawanya

“Memangnya kenapa kalau aku seperti mereka hah? Memangnya kenapa kalau misalnya aku menyukaimu hah?”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Advertisements

38 thoughts on “HANA, DUL, SET – SLICE #2 — IRISH’s Story”

  1. Yeyyyyy sehun udah mengenali jungie. Ukyaaaaaa tinggal jungie aja nih ingat sehun gak.
    Tp mslhnya gimana kalo krystal tau apage kalo jaket itu dipakai junghwa dan krystal liat astagaaa gak kebayang.

    Liked by 1 person

  2. yaaa aku kira bakal ending couple sestal eh nyatanya sehun suka jungie yaa gpp deh yaahh, gk mau banyak comment deh rish soalnya ceritamu itu bagus bagus semua jd cukp thumbs up aja deh

    Liked by 1 person

  3. yuhuu, udah ini pasti junghwa tuh jungie, sehun btw vampir udah brapa ganti sekolah itu yaa selama jadi vampire, lho kok eomma appanya sehun pergi bukannya sehun sekalian mau minta bantuan appanya buat liat masa lalunya jungie?. Baca the next nya deeeh

    Liked by 1 person

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s