because i love you

image

parkhyunraa story
.
oh sehun (exo) || Nayoung (OC)
.
romance || school life
.
“aku melakukan ini karena aku suka padamu!”


.
awas typo
.
jan lupa komennya yaa!
.
mata indah di balik bingkai kaca mata itu tak lepas dari lelaki itu. fokusnya terus memperhatikan tingkah lelaki tinggi itu. terus memperhatikannya sampai jentikan jari sahabatnya menyadarkannya.
“kau mendengar cerita ku tidak sih?” telinganya langsung dipenuhi oleh suara sahabatnya itu.
“diamlah Sehun. aku sedang memperhatikannya” jari lentik gadis itu mendarat sempurna di bibir tipis sahabat nya itu. menghentikan ocehan yang hampir keluar dari mulut sahabat lelakinya itu. dengan mata yang masih fokus pada lelaki tinggi di depannya, gadis itu berkata
“bukankah dia sangat tampan?”
“sekarang aku tau kenapa kau mau duduk di sini” jawab sahabatnya itu dengan wajah malasnya.
“dari sini aku bisa melihatnya dengan jelas. dia sangat sempurna, seperti patung pualam yang dipahat oleh dewa” mata gadis itu berbinar saat melihat lelaki di depannya meminum air.
“itu berlebihan Nayoung ah” ya, memang. sepertinya gadis itu memang berlebihan. mana ada patung yang dipahat oleh dewa.
“tapi dia sangat sempurna Sehun ah. ahh.. andai saja aku bisa menjadi kekasihnya” kini gadis itu tampak menerawang sambil menyatukan telapak tangannya. membayangkan bagaimana asyiknya memiliki kekasih seperti patung itu.
“berhentilah bermimpi” kata kata tajam itu langsung merontokkan imajinasi gadis itu. dan dengan wajah tanya dosa, lelaki itu meminum jus milik sahabat perempuannya itu.
“hah.. ya, kau benar. mana ada lelaki tampan seperti itu mau menjadi kekasih gadis culun sepertiku” bukanya marah, gadis itu malah bersedih. bahkan sekarang ia sudah tak menatap lelaki itu lagi. ia merasa tak pantas walau hanya menatap lelaki itu.
“Chanyeol sunbae terlalu sempurna untukku” sambil menghela nafas, gadis itu menyuapkan kembali makanan yang tadi belum ia habiskan karena terlalu asyik memandang lelaki di depannya itu.
“sudahlah. kau pasti akan dapat yang lebih baik dari Chanyeol sunbae” sahabat lelakinya itu mengelus punggung gadis itu lalu memukulnya pelan, dan dibalas oleh gadis itu. alhasil, terjadilah permainan tinju kecil ala sahabat.
Sehun dan Nayoung sudah bersahabat sejak SMP. mereka masuk sekolah yang sama, dan mereka sama sama dikucilkan, mereka juga sama sama cupu. hingga mereka lulus SMP dan memilih sma yang sama. intinya, mereka selalu bersama.
.
.
bel pulang sekolah sudah berdering sejak sepuluh menit lalu. semua kelas sudah hampir kosong sekarang. hanya siswa yang terlalu rajin atau siswa yang memiliki ekstrakulikuler yang masih tinggal.
Sehun dan Nayoung juga sudah meninggalkan kelas. mereka berencana membeli ice cream hari ini.
“tunggu. sepertinya aku meninggalkan sesuatu di perpustakaan” gadis itu langsung berlari ke perpustakaan dan disusul Sehun yang berjalan kaki di belakangnya.
lutut Nayoung dipaksa mencium lantai saat tubuhnya jatuh karena menabrak seseorang yang berdiri sembarangan di depan perpustakaan. bahkan sekarang kacamatanya jatuh entah kemana.
“astaga! maafkan aku” orang itu membantu Nayoung untuk duduk karena lutut Nayoung belum siap untuk kembali berdiri. tapi itu lebih baik daripada posisi jatuh tengkurap tadi.
“maafkan aku” orang itu kembali meminta maaf pada Nayoung yang masih sibuk membersihkan siku dan lututnya.
“aku tidak ap..a apa..” jantung Nayoung benar benar akan meloncat keluar sekarang. bahkan tanpa kacamatanya, dia masih dapat melihat wajah tampan itu.
“kau Nayoung kan?” Nayoung benar benar kehabisan nafas sekarang. bagaimana tidak? Chanyeol mengetahui namanya!
“aku Chanyeol”orang itu memperkenalkan diri. tapi seharusnya Chanyeol tidak perlu memperkenalkan diri karena Nayoung sudah mengetahui namanya. bahkan dia selalu menyebut namanya di setiap doanya.
“ya, aku tau” Nayoung hanya menjawab pendek karena ia sudah kehabisan kata-kata. bahkan matanya sampai tidak berkedip karena terkejut sekaligus terpesona.
“ini, tadi aku menemukan dompetmu di atas meja perpustakaan” Chanyeol menyerahkan dompet biru bintik putih itu pada Nayoung.
“t..terimaka..sih” dengan terbata-bata. Nayoung berterimakasih pada Chanyeol. Nayoung belum pernah sedekat ini dengan Chanyeol. dan ini benar benar membuat jantungnya berdebar sepuluh kali lebih cepat.
“Mm… ternyata kau cantik ya kalau tidak menggunakan kacamata” butuh beberapa detik sampai Nayoung sadar apa yang Chanyeol katakan. dan sekarang mata Nayoung semakin membesar karena terkejut dengan apa yang dikatakan Chanyeol.
“cobalah gunakan lensa kontak” Chanyeol pergi setelah mengacak puncak kepala Nayoung dan memberikan kacamata milik Nayoung. meninggalkan Nayoung yang masih membeku karena kata kata Chanyeol tadi. dia bilang Nayoung cantik.
“hey!” Nayoung kembali tersadar karena jentikkan jari Sehun di depan wajahnya.
“jadi beli ice cream?” tanya Sehun pada Nayoung yang masih duduk di lantai.
“ayo” Nayoung langsung berdiri dan menarik Sehun pergi.
.
.
pagi ini Nayoung ingin memberikan sebuah hadiah kecil untuk Chanyeol karena dia sudah mengembalikan dompetnya kemarin.
“Nayoung? kenapa kau berangkat lebih dulu? dan kemana kacamata mu?” Nayoung bertemu Sehun saat ia akan keluar kelas. padahal dia sudah mati matian menghindari Sehun tadi pagi saat akan berangkat sekolah.
“ah.. maaf, tadi pagi aku ada urusan. jadi aku berangkat lebih dulu” Nayoung bicara setenang mungkin agar Sehun tidak curiga padanya.
“oh. lalu kenapa kau pakai lensa kontak?” tanya Sehun sambil memastikan kalau tidak ada lagi kacamata hitam yang biasanya membingkai mata bulat sahabatnya itu.
“hm.. kacamataku rusak karena jatuh” ia benar benar tidak nyaman dengan kebohongan ini.
“oh begitu.. lalu kamu mau ke mana?” tanya Sehun ketika ia sadar kalau tadi Nayoung keluar kelas tanpa dirinya.
“em.. aku ingin ke toilet” Nayoung menyembunyikan kado untuk Chanyeol di belakang tubuhnya.
“mau ku temani? aku akan menaruh-”
“tidak usah!” belum selesai kalimat Sehun, Nayoung sudah memotongnya.
Sehun sedikit terkejut dengan reaksi masing tadi.
“ah, maksudku aku bisa sendiri” ucap Nayoung singkat lalu berlari menjauh dari Sehun.
.
.
“terimalah sebagai rasa terimakasihku” Nayoung memberikan bungkusan kecil itu pada Chanyeol saat ia sudah menemui Chanyeol di kelasnya.
“gomawoyo” Chanyeol memberikan senyum yang membuat Nayoung kehilangan nafasnya.
“oh! kau sudah menggunakan lensa kontak” tanya Chanyeol saat ia menemukan perbedaan pada wajah Nayoung.
“ah. ne, aku mencoba saran sunbae” rona merah mulai menghiasi pipi pualam Nayoung.
“kau terlihat lebih cantik” jari Chanyeol menyingkirkan poni panjang Nayoung yang menutupi wajahnya.
“kamsahamnida” kini Chanyeol benar benar dapat melihat wajah Nayoung yang merah seperti tomat.
“sepertinya kekasihmu sudah datang menjemput” seketika wajah Chanyeol berubah malas.
“sayang sekali kau sudah punya kekasih. padahal aku mau jadi kekasihmu” tambahnya lalu kembali masuk ke dalam kelasnya. Nayoung yang bingung pun membalikkan badan dan melihat ava Sehun di sana.
“kukira kau ada di kamar mandi” Sehun mulai membuka mulut saat Nayoung sudah di dekatnya.
“kenapa kau selalu mengikutiku? padahal tadi Chanyeol sunbae sudah mau jadi kekasihku kalau ia tidak melihatmu! ini semua salahmu! kenapa kau selalu mengikuti? sekarang pergilah. jangan ikuti aku lagi!” Nayoung membentak Sehun sambil menangis. air matanya mengalir deras.
“kenapa aku selalu mengikutimu? itu karena aku ingin selalu ada di dekatmu. aku ingin menjagamu. itulah alasanku menjadi seperti ini!” Sehun menjawab dengan nada yang sama kerasnya.
“aku menjadi sepertimu agar kau tidak sendirian. aku menjadi culun karena aku tidak ingin kau dibully sendirian. aku ingin selalu menemanimu karena aku suka padamu! tapi jika kau ingin aku pergi. baiklah, aku akan pergi” Sehun benar benar pergi meninggalkan Nayoung sendirian dengan air mata yang semakin deras. apa itu tadi pengakuan cinta Sehun? entahlah, biarkan Nayoung berpikir dengan otaknya yang sempit karena telah dipenuhi Chanyeol.
.
.
pagi ini Nayoung berangkat sendiri karena Sehun tidak datang ke rumahnya.
di kelas pun Sehun tidak duduk dengan Nayoung lagi.
Nayoung ingin meminta maaf pada Sehun dan mengajaknya istirahat bersama.
“Sehun ah, ayo kita makan” Nayoung menatap mata yang sudah tak berbingkai itu. tapi mata itu justru menatapnya tajam. seakan Nayoung dapat melihat kilas balik saat ia membentak Sehun.
Sehun pun pergi meninggalkan Nayoung tanpa berkata apapun. terpaksa Nayoung ke kantin seorang diri.
“sayang sekali kau sudah punya pacar. padahal aku mau jadi pacarmu”
“ahaha, sunbae ini ada ada saja”
Nayoung hanya bisa menatap sedih pada Chanyeol dan seorang gadis yang sedang bercengkrama itu.
sekarang Nayoung merasa menjadi gadis paling bodoh. dia membuang Sehun hanya untuk Chanyeol yang bahkan tidak ia dapatkan.
bodoh kan?
.
hai hai! lama ga update. habis idenya ilang kebawa angin. selain itu aku juga ga punya waktu buat nulis. karena aku udah kls 9, dan aku lagi persiapan buat UN. ini aja aku sempetin nulis semaleman biar bisa dipost sebelum masuk sekolah.
entah ini cerita apa. tiba tiba aja terlintas di kepalaku waktu lagi mandi.
okee jan lupa komen nya.
hargain ya.. aku nulis semaleman lho.

Advertisements

6 thoughts on “because i love you”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s