[Ficlet] One Great Mystery

amhmRWFxR0dpWVpzR29RdWpQWHFwU3VrUHFHb1R1VVZISXNZbmljQmpRU3lETlU2SExlWExBPT0_20160214214815255_20160214215123280

 

 

Author: Serrano Putri

Cast : Oh Sehun
            Ahn Kyung Mi

Genre : Romance, Fluff, Teen.

Length : Ficlet.

 

For a better interraction follow my instagram @putrinajmi, my twitter @poetrynajmi (Njiiiirrr alay bet nama usernya), or my facebook putri najmi. tanya-tanya aja jangan malu-malu 😀 hati-hati typo berkeliaran dimana saja.

 

Happy Read~
“Oppa!!” teriak Kyung Mi sambil berlari menghampiri Sehun yang sedang asik bermain game dalam ponselnya di pekarangan rumahnya.

Kyung Mi menutup kedua mata Sehun dengan jari-jarinya yang lentik. “Tebak siapa aku?” tanyanya sambil tertawa lepas.

Sadar tak mendapatkan respon dari sang pemilik mata, Kyung Mi pun melepas tangannya dan berganti memeluk leher Sehun dari belakang.

Sebuah senyum indah terkembang di bibir Sehun. Mengubah posisi duduknya, berhadap-hadapan dengan Kyung Mi.
“Kenapa dilepas? Aku bahkan belum menebak.”

Kyung Mi memanyunkan bibirnya kesal. “Haruskah aku ulangi adegan tadi?” tanyanya sinis.

“Aigoo~ apa kau sedang menggodaku? Bibirmu seolah-olah memanggilku untuk melumatnya.”ledek Sehun.

“Mwo?? Dasar namja mesum!!” kesal Kyung Mi lalu mendorong dada Sehun agar menjauh darinya.

Sehun tertawa dan menarik Kyung Mi kedalam hangat dekapan tubuhnya. Berbaring di rumput, dengan kepala Kyung Mi berada di lengan kiri Sehun. Saling mendekap, menikmati udara sore hari sambil diiringi detak jantung yang berdetak bagaikan sebuah irama.

“Aku ingin terus seperti ini. Mendekapmu dalam pelukanku, dan menjagamu dalam duniaku.” Gumam Sehun yaang diiringi dengan kecupan hangat di dahi Kyung Mi.

“Kau tahu oppa? Aku selalu ketakutan saat aku bangun dari tidurku. Aku takut kalau ternyata hal-hal indah yang kita lalui selama ini hanyalah sebuah mimpi.”

Sehun mencubit pipi kiri Kyung Mi. Membuat Kyung Mi merengut kesakitan.
“Apa itu terasa sakit?” tanya Sehun.

Kyung Mi mendelik kesal. “Tentu saja sakit oppa!!” kata Kyung Mi sambil memegang pipi kirinya.

Sehun terkikik geli melihat ekspresi Kyung Mi yang kesal. “Kalau begitu ini bukan mimpi.”

Kyung Mi mengubah posisinya menjadi terlentang. Memandang langit sore yang mulai menjingga.

“Aku tak pernah tahu berapa banyak bintang yang memenuhi langit malam. Aku tahu kita disini, tapi aku tak tahu apa sebabnya. Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan dalam benak ku yang masih menjadi misteri. Tapi sungguh, aku tak pernah benar-benar perduli selama kau ada bersamaku.”Kata Kyung Mi kemudian menatap Sehun.

“Tapi satu misteri besar yang ingin kuketahui jawabannya hingga membuatku putus asa.”Lanjutnya.

“Apa?” tanya Sehun penasaran.

“Saat pertama kali aku melihat konser mu di Gocheok Dome, aku benar-benar terpesona melihat penampilamu. Kau begitu bercahaya sampai-sampai aku menganga. Teriakan para yeoja di stadium itu juga sukses membuat telingaku mberdengung. Dan bahkan tak sedikit orang yang menangis melihat penampilanmu. Dan saat aku melihat kebelakang, saat itulah aku merasa aku bukan apa-apa dibanding mereka. Mereka lebih tau dirimu dibanding diriku, dan mungkin… cinta mereka untukmu lebih besar dibanding cintaku untukmu. ” Jelas Kyung Mi.

Ada jeda yang panjang sebelum akhirnya Kyung Mi berbicara. “Apa yang telah aku lakukan hingga membuatmu jatuh hati padaku?” tanyanya

“Maksudku… kau tahu kan betapa aku membencimu dulu? Aku sangat membencimu sampai-sampai aku berharap tak ada hukum yang melarang pembunuhan, sehingga aku bisa membunuhmu. Aku juga bukan yeoja yang cantik hingga membuat para namja lupa diri. Aku bukan yeoja dengan suara merdu. Aku… bukan yeoja sempurna untukmu.” Ucap Kyung Mi.

Sehun tersenyum geli. “Ne, kau benar. Aku bahkan masih mengingat jelas tatapan membunuhmu setiap kali melihatku dulu.”

Sehun mengubah posisinya menjadi duduk diikuti Kyung Mi yang juga ikut duduk disebelahnya, menyandarkan kepalanya dengan nyaman dibahu Sehun.

“Aku ingat dulu, saat aku bertemu dengan seorang yeoja yang melihatku dengan tatapan tajam. Oh bukan, tapi tatapan membunuh saat aku memberikan tandatanganku. Sangat bertolak belakang dengan yeoja lainnya yang melihatku dengan terpesona, menangis, bahkan hampir pingsan.” Ucap Sehun terkikik.

Kyung Mi memukul pundak Sehun. “Itu karena kau menandatangani sesuatu yang penting untukku pada saat itu.” Bantah Kyung Mi.

“Apa? Aku hanya menyoretkan tandatanganku di selembar kertas lusuh.”

“Ne. Dan kertas lusuh itu berisikan alamat yang sedang kutuju. Dan gomawoyo oppa. Berkat ulahmu itu, aku berhasil menemukan rumah yang ku tuju, yang ternyata adalah rumahmu juga, satu jam lebih lambat.” Kesal Kyung Mi.
Sehun tergelak. “Hahaha… yaa… aku bisa melihat kegembiraan diwajahmu pada saat itu.”

Kyung Mi merengut sebal.

“Aku benar-benar terkejut ketika tahu bahwa kau tak mengenalku yang seorang artis terkenal ini. Yaahh… setidaknya kau ini harusnya terpesona dengan ketampananku.” Ledek Sehun.

“Yang benar saja!! Sepanjang hidupku, aku tinggal bersama seorang namja yang jauh lebih tampan darimu. Itu sebabnya aku tak terpengaruh dengan pesonamu itu.” Sombong Kyung Mi.

“Mwo? Maksudmu Daniel hyung, oppa mu?”

“Ne. Namja yang kau hajar karena rasa cemburumu hahaha.” Tawa Kyung Mi meledak.

Sehun merangkul Kyung Mi dan mengelitiki perutnya. Membuat Kyung Mi bergerak abstrak kegelian. “Mian oppa. Miaannn hahaha.”

Seperti tak mendengar permintaan maaf Kyung Mi, Sehun malah semakin gencar mengelitiki perut Kyung Mi.

Hingga akhirnya mereka berguling-guling diatas rumput itu dan berhenti ketika Kyung Mi tepat berada di bawah Sehun. Berada di dalam kurungan lengan Sehun.

“Oppa, bisakah aku mendapatkan jawaban atas pertanyaanku tadi?” tanya Kyung Mi.

Keduanya terduduk.

Sehun memandang Kyung Mi tepat di manik matanya. “Jangan tanya kenapa aku bisa jatuh hati padamu. Rasakan saja apa yang sedang kita rasakan saat ini. Karena terkadang, rahasia membuat rasa itu tetap hidup. Tapi.. jika kau butuh alasan… aku tak mungkin bisa menunjukannya padamu. Karena hal yang kau lakukan, itulah yang membuatku jatuh cinta padamu. Dan dengan semua hal kecil yang kau katakan, itu juga yang membuatku jatuh cinta padamu. Karena yang membuat aku jatuh cinta adalah semua hal kecil yang kau lakukan.” Jelas Sehun.

Kyung Mi memeluk Sehun erat-erat. Terharu akan jawaban yang diberikan Sehun. “Saranghae oppa.” Ucap Kyung Mi. Suaranya teredam di dada Sehun.

“Nado Saranghae.” Balas Sehun kemudian mengecup rambut Kyung Mi. Menghirup aroma yeojanya.

 

 

 

Fin.

 

Jangan lupa komentnya yoo~

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] One Great Mystery”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s