[Ficlet] Pertanyaanku

image

Pertanyaanku

Oh Sehun & (OC) Yoo Chankyung •  romance, sad/? idk. • General • ficlet

Disclaimers : typo bertebaran. Kesamaan alur atau apapun bukanlah hal yang di sengaja! Tidak ada unsur plagiat apapun.

By Nnafbjnr

Summary : “Perasaan tak bisa si paksakan, Hun.”

==========

Melangkah dengan semangat menandakan hati Sehun sedang baik sekarang. Menepati janji pada seorang gadis yang ia sukai sejak lama menjadi alasannya bersemangat untuk menapaki trotoar. Matahari terik di musim semi ini tak membuatnya menyerah dan berbalik arah menuju halte untuk pulang meskipun pagi harinya ia memiliki kegiatan klub basket di sekolahnya.

Sampai di taman kota, langkahnya terhenti kala ia sudah berhadapan dengan seorang gadis yang duduk di kursi taman sembari membaca novel dengan anggunnya. Oh, benar-benar seorang gadis. Saling bertukar senyum, Sehun berusaha memberikan senyum terbaiknya. Sehun pun duduk di samping gadis itu tanpa meminta izin terlebih dahulu. Gadis itu tak mengusirnya.

“Hei, Chan,” sapa Sehun pada gadis yang disebut ‘Chan’ itu. Gadis itu tersenyum.

“Ingin bertanya apa?” tanya gadis itu. “Kurasa kau sudah terlalu pintar untuk bertanya.”

Sehun tertawa garing. “Kau berlebihan.” Tangannya terangkat sedikit, setangkai bunga Ambrosia merah di genggamannya tampak segar. “Jumlah pertanyaanku sama dengan jumlah kelopak bunga ini.”

“Ah, kukira bunga itu untukku.” Gadis bernama Chankyung ini tertawa. Ditutup novelnya agar bisa fokus dengan Sehun.

Tangkai bunga Ambrosia itu di putar-putarkan oleh Sehun, mengulur waktu sebelum bertanya agae tidak gugup nantinya. Pertanyaan yang terdiri dari beberapa kata saja akan menentukan nasibnya sekarang—ah, berlebihan. Memperkirakan jawaban dari sang gadis sedikit membuatnya berpikir untuk membatalkan niatnya. Tapi terlihat jelas Chankyung sedang menunggu dirinya untuk segera bertanya. Itu sedikit membuat Sehun panik.

Dicabut kelopak pertama, membiarkannya jatuh ke pangkuan Sehun. “Apa kau menyukaiku?”

Pertanyaan pertama di lontarkan, Chankyung tersenyum seperti biasanya. Belum menjawab, dirinya masih menunggu apa yang Sehun lakukan. Kelopak yang kedu di cabut oleh Sehun.

“Apa kau menyukaiku?”

Chankyung masih tersenyum. Kelopak ketiga.

“Apa kau menyukaiku?”

Kelopak keempat.

“Apa kau menyukaiku?”

Sehun tersenyum, Chankyung tertawa pelan. Menurut Chankyung ini hal konyol.

“Apa kau menyukaiku?”

Satu kelopak bunga Ambrosia tersisa di tangkai tersebut. Dengan sangat pelan Sehun mencabutnya sambil menatap Chankyung dengan serius. Tatapan mereka bertemu penuh kegugupan satu sama lain.

“Maukah kau menjadi kekasihku?”

Suara Sehun yang berat mengeluarkan kalimat bernada tanya di dampingi  wajahnya yang serius. Kelopak bunga yang terakhir berada di pangkuannya sama seperti yang lainnya. Menatap Chankyung yang sama sekali tak merubah mimik wajahnya. Menunggu jawaban dengan hati yang penuh harapan dan otak yang di paksa untuk optimis.

“Sehun.” Tangan Chankyung membersihkan paha Sehun dari kelopan bunga yang berhamburan disana. Gelengan serta senyuman mengawali kalimat selanjutnya yang akan dikatakannya. “Sudah kubilang, aku tidak bisa, Hun. Maafkan aku.”

“Tapi.. Ayolah, ini sudah yang kesekian kali kau menolakku. Tidak bisakah kau menerimaku sekali saja?”

Tatapan sendu Sehun tampak memilukan, tetap itu tak mampu membuat Chankyung menyukainya begitu saja. Berkali-kali Sehun bertanya dengan pertanyaan yang sama, sama pula jawabannya dengan yang tadi di katakan Chankyung. Kecewa sudah pasti, tentu tak terhindarkan. Ia harus bagaimana lagi? Usah terus menerus? Ya, mungkin itu yang terbaik.

“Kenapa kau tidak membalas perasaanku, Chan?” Tangkai bunganya yang tersisa tinggal putiknya saja jatuh ketanah.

“Perasaan itu belum datang dan tak bisa datang begitu saja, Hun.”

“Tapi, Chan..”

“Perasaan tak bisa di paksakan, Hun.”

Menelan kekecewaan dalam-dalam, rasa sakit terselip di antaranya. Senyum Sehun menggantikan wajah serius nan sendunya. Berusaha mengikhlaskan adegan penolakan ini. Berharap Tuhan memberinya kesempatan dan membuat Chankyung menerimanya. Sehun tak memaksa Chankyung untuk menyukainya, namun usahanya tak akan berakhir sampai disini. Masih banyak tumpukan ide yang akan ia pakai sebagai cara untuk mendapatkan Chankyung.

“Tak apa. Kita nonton film saja bagaimana? Aku yang traktir.”

.

.

Final/?

.

Plz this is the absurd fanfic. The first fanfic I made here. Leave a comment plz. Ah ya, hallo! New authors here!

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Pertanyaanku”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s