Wedding Dress—By ALONA

20160304103159-2.jpg

 

Wedding Dress

 

Starring;

 

OC Shin Seul Mi – EXO Oh Sehun – And Other’s

 

In OneShot Length,With Sad – Romance Genre, And Teen Rating!

Disclaimer;

FF is JUST for me. I just PLOT owner, not CAST. If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.

 

A/N;

Ini FF debutku di blog ini hehehe.. Happy Reading^^

 

[You Can Play; *Tae Yang – Wedding Dress]

© 2016, ALONA. C present

 

 


 

 

Matahari bersinar cerah. Kicauan burung menyapa. Embun mengalir keujung daun dipohon. Ini adalah hari yang sempurna. Dan Seul Mi mengakui itu. Meski tidak seindah dulu, Ya dulu saat sahabat prianya bersamanya. Pria itu tinggi, entah sekarang setinggi apa? Kulitnya pucat, atau sekarang sudah berganti warna? Seul Mi terkikik sendiri membayangkannya. Dia adalah seorang pria yang menjadi sahabat Seul Mi selama 18tahun. Karna setelah itu, pria itu pergi ke USA untuk meneruskan studynya. Entah apa? Bisnis? Sepertinya. Karna pria itu direkrut oleh ayahnya untuk menjadi direktur di perusahaan besar ayahnya. Oh Corp. Taulah apa namanya, Seul Mi benci bisnis. Maka dari itu gadis ini memilih Desain. Entah kenapa, Dia hanya suka merapikan sesuatu atau membuat sesuatu menjadi menarik.

 

Seul Mi menggenggam erat foto dirinya dan pria itu. Sangat manis. Banyak kenangan yang mereka ukir. Dan berpisah membuat Seul Mi tidak akan hidup. Rasanya mati rasa.

 

Bohong jika Seul Mi tidak merindukan pria itu. Rindu suaranya, lengan hangatnya, suara tertawa menyebalkannya. Dan senyum manisnya. Akankah itu terukir lagi untuknya?

 

Atau-

 

KRIING… KRIING

 

“Haloo?”

 

“…”

 

“Astaga.. Tania? Wae?”

 

“…”

 

“WAAAH JINJJA? Tak kusangka kau akan terlebih dahulu? Hehehe… Baiklah! Aku akan memberikan yang terbaik untukmu! Bye… ”

 

 

Senyum manis terukir dibibirnya. Tak menyangka teman semasa SHSnya mulai menikah. Jujur, Seul Mi juga ingin. Namun? Dengan siapa? Banyak pria tampan dan baik di luar sana. Tapi, sayangnya Seul Mi sudah jatuh kepada sosok itu. Oh Sehun.

 

T_T

Seul Mi meremas ujung gaunnya gemas. Dia mengetuk pensilnya pada kertas putih berisi gambaran luar biasa. Dia merasa puas. Apalagi, ini untuk sahabatnya.

 

“Aah… Jika saja dia disini! Apa kami akan menikah?”Tiba – tiba kata itu keluar secara lancar dari bibir merah Seul Mi. Membuatnya merasa aneh.

 

“Kau akan menikah? Dengan siapa?”

 

DEG

 

Suara itu? Suara husky itu? Kenapa terdengar nyata? Apa Seul Mi terlalu memikirkannya?

 

“Kau pikir aku hantu hah? Jahat sekali kau pada sahabat tampanmu ini!” Seul Mi menengok. Menemukan sosok jangkung, dengan setelan kantoran. Rambut coklat acak – acakan? Dasi yang dikendurkan? Terkesan agak bad boy.

 

“Kau Oh Sehun?”Tanya Seul Mi anarstik. Sosok itu mengangguk lucu.

 

“Tidak mungkin! Sehun tidak setampan ini…”Sosok itu tersenyum menyebalkan. Ooh, itu mirip senyun Sehun.

 

” Kau suka padaku kan?”

 

“Ya, tentu. APA?”

 

Sosok itu. Sehun. Terkikik geli melihat ekspresi melotot Seul Mi.

 

“Kau tidak ingin memeluk sahabatmu ini? Kudengar kau mau menikah?”Sehun melangkah,mengikis jarak lalu memeluk Seul Mi posesif. Aroma ini. Aroma yang Seul Mi rindukan.

 

“Aku merindukanmu…”Bisik Seul Mi. Tapi, sayangnya Sehun mendengar itu.

 

“Aku juga.. Hehe ayo kita kerumahmu, lalu bertemu Eomma..”

 

“Iishh dia eommaku!”

 

“Biarlah.. Dia juga eommaku!”

 

Yaa.. Mereka berakhir beradu mulut. Tapi, jujur Seul Mi senang karna dapat bertemu pria itu lagi.

 

T_T

Hari ini terasa aneh. Karna Sehun melirik dirinya dingin. Ada aoa dengan anak itu?

 

“Kau ada masalah Hun?”Tanya Seul Mi seraya membereskan gambarannya.

 

“Bukan urusanmu…”

 

DEG

 

Seuk Mi menengok. Menatap Sehun intens dan kaget. Selama 18 tahun mereka bersama. Tak pernah nada dan kata itu terucap dari bibir tipis pemuda itu. Ini.. Kenapa?

 

“Hun maafkan aku jika aku salah!”Seul Mi mendudukan dirinya disampinf Sehun. Menepuk bahu tegap pria itu.

 

“Hmm.. Aku lelah!”pria itu berdiri lalu melangkah menuju kamarnya.

 

‘Kau kenapa Sehun?’

 

T_T

 

Seul Mi mendudukan dirinya di sofa Peach tempat biasa dirinya dan Sehun bermain,lalu membuka wedgesnya. Waktu sudah menunjukan pukul 11 PM. Seul Mi baru saja mendatangi pesta pernikahan sahabatnya,Tania dengan seorang pria berwibawa bernama Kai. Cukup tampan, tapi, Sehun no.1.

 

“Kau dari mana?”Suara Sehun terdengar dibelakangnya. Oh,pria itu baru ssaja turun dari kamarnya. Seul Mi mengerngit. Suara Sehun menjadi aneh. Atau dirinya yang aneh?  Meski dia akui. Dia juga merindukan suara husky itu.

 

“Pernikahan Tania dan Kai!”Pria jangkung itu mengangguk lalu melangkah cepat  memasuki dapur dan membawa mug berisi Susu, Bau vanila menguar.

 

“Kau mau?”Tawar Sehun seraya mendudukan dirinya disamping Seul Mi yang menatap Sehun bingung. Selama hampir 3 hari Seul Mi dan Sehun terdiam, dan kini Sehun bicara lagi. Membuat Seul Mi merasakan sebuah harapan. Dan menumbuhkan perasaan menyakitkan itu.

 

“Ani! Hun.. Kau ada masalah kemarin?”Mulut Seul Mi sangat gatal untuk bertanya. Pria bersurai coklat itu menengok. Mengedip lalu meminum susunya.

 

“Hanya soal kantor!”Jawabnya kaku. Membuat kerutan di dahi Seul Mi menambah. Gadis itu melepas Coatnya, lalu menatap Sehun dalam.

 

“Serius? Dari kemarin kau tampak dingin padaku!”Ujar Seul Mi menunduk lalu meremas ujung gaun pestanya.

 

Sehun menatap gadis yang tengah menunduk dalam itu. Menatapnya penuh kecewa dan khawatir, lalu ada tatapan sendu?

 

“Maafkan aku.. Aku sedang pusing! Maaf ya.. “Sehun meletakkan kotak susu instannya di nakas meja sebelah sofa, lalu merengsek memeluk Seul Mi. Menyalurkan rasa bersalahnya.

 

“Hmm.. Tak apa.. Asal kita masih bisa bertemu dan tersenyum, itu bukan masalah!”Seul Mi melepas pelukannya lalu mengendikkan bahu. Membuat Sehun geli dengan tingkah laku sahabatnya itu.

 

T_T

Duk Duk Duk..

 

Seul Mi terbangun akibat suara ketukan pintu yang teramat keras. Dia menyingkap selimut bermotif kupu – kupu lalu berjalan menuju pintu seraya mengacak rambutnya asal. Membuka pintu. Menangkap sesosok pria tinggi dengan wajah yang memandangnya geli.

 

“Aku baru tau, penampakkanmu yang baru bangun lebih mengerikan dari masa saat PMS mu!”Ucap pria itu lalu mengendikkan bahu cuek. Mata bulat Seul Mi membulat maksimal. Membuat pria albino itu semakin geli lalu terkikik.

 

BRUK

 

“AAARRGHHH OH SEHUUNN…”

 

Tentu kalian tau, apa yang terjadi jika begitu bukan? (Read:malu)

 

T_T

Seul Mi memandang pria yang berjalan angkuh dihadapannya sedikit sebal dan bahagia. Mereka berniat jalan – jalan menuju Namsan Tower.

 

Pemandangan dari atas sana memang indah. Kota Seoul memang bersinar. Cukup dingin karna kini musim dingin.

 

“Kau mau kemana setelah ini?”Suara husky Sehun mengalir indah. Membuat Seul Mi meremang.

 

“Bagaimana dengan pergi makan?”Ucap Seul Mi reflek. Sehun tersenyum.

 

“Lalu ke Butikmu bagaimana?”Pria itu menawarkan dengan wajah datar. Seul Mi hanya mengangguk setuju. Karna dari awal dia memang ingin menuju butik kesayangannya itu.

 

T_T

Seul Mi berjalan dengan sangat lambat. Membuat Sehun menggeram kesal. Mereka baru saja selsai makan malam di suatu restoran ternama. Angin memang berhembus cukup kuat, membuat Sehun khawatir dengan kondisi gadis yang menjadi sahabat masa kecilnya itu. Sebenarnya dia mau menaiki Ferrarinya, namun gadis keras kepala itu memilih berjalan kaki! Katanya, untuk menikmati udara dingin? Apa selain keras kepala dia gila?

 

Seul Mi juga tentu kesal. Bagaimana bisa Sehun tidak peka? Dia kedinginan juga kekenyangan? Huuh dasar mahkluk tampan? Lupakan.

 

Pada akhirnya mereka sampai di butik milik Ibu Seul Mi pada kebenarannya. Mereka duduk diruangan pribadi milik Seul Mi.

“Kau senang?”Sehun berseru di tengah keheningan. Membuat Seul Mi menengok, dan tersenyum.

 

“Ya. Bagaimana denganmu?”Bagaimana tidak senang, Sehun telah mengajaknya jalan – jalan kesana kemari.

 

“Sama!”Ucap pria itu monoton?

 

“Kau sudah membuat model gaun dan jaz pernikahan terbaru?”Tiba – tiba Sehun bertanya. Membuat Seul Mi bingung dengan pertanyaan pria jangkung itu. Tapi, dia mengangguk.

 

“Boleh kulihat?”Seul Mi memberi berkas di atas mejanya. Pria itu nampak melihat dengan teliti.

 

“Masih sama. Kau selalu mau sempurna..”Pria itu berseru, diiringi senyuman manisnya.

 

“Terima kasih. Kau tau aku-”

 

“Kupikir aku harus pergi.. Maaf..”Kening Seul Mi makin mengkerut. Kenapa pria itu? Tapi dia tetap mengangguk. Lagi. Merasa bingung, Sehun bilang dia libur? Tapi kini- ah Seul Mi memilih tidak perduli.

 

T_T

Ini aneh. Sudah hampir lebih dari 3 hari, Sehun tidak menemuinya. Bahkan pria itu tidak membalas pesan dan mengangkat panggilannya. Kenapa sih?

 

“Seul Mi.. Ibu tidak menyangka…”Tiba – tiba ibunya datang dengan wajah sumringah.

 

“Kenapa?”Seul Mi hanya bertanya dengan wajah tenang. Onyxnya masih menatap layar televisi yang menampilkan girl group yang baru saja debut.

 

“Sehuun.. Dia menikah..”

 

 

DEG

 

 

Demi apa? Apa yang baru saja didengarnya? Sehun apa?

 

“A-apa?”Suaranya terdengar gemetar. Maniknya berpindah lalu menatap ibunya dalam.

 

“Sehun menikah! Astaga.. Kau pasti belum tau. Mereka sudah merencakannya semenjak Sehun datang kembali Ke Seoul, bahkan sebelum Sehun kesini..”Ibunya menjawab dengan semangat.

 

Seul Mi hanya terdiam. Menggigit lidahnya. Matanya mulai berkaca – kaca. Kenapa? Kenapa hanya dirinya yang tidak tau?

 

“Kenapa aku tidak tau?”Suaranya mulai terdengar aneh. Tapi, Ibunya melihat itu. Tapi tetap menjawab.

 

“Kau lupa? Kau fokus pada gaun pernikahan Tania, dan project barumu!”Jawab ibunya lalu memberi sebuah undangan.

 

Undangan itu sangat indah. Dengan rangkaian bunga ukir dan kupu – kupu. Itu kesukaan Seul Mi. Dan di bagian depan tertulis besar.

 

‘Oh Sehun & Bae Irene’

 

Oh Sehun.

 

Sahabat laki – lakinya, Sahabat masa kecilnya yang suka merengek meminta bubble tea. Tertawa menyebalkan saat dirinya tidak bisa memenangkan permainan atau taruhan mereka. Bocah tampan yang selalu mendekapnya kala dia dihina oleh teman – temannya. Bocah yang membuatnya merasakan arti persahabatan. Yang kini telah bertumbuh menjadi pria dewasa yang siap membina rumah tangga.

 

“Gadis itu sangat cantik Mi.. Ibu salut! Dan itu pilihan Sehun! Ah, mereka sangat cocok!”Suara lembut ibunya mengalun. Seul Mi mengerngit, pasalnya suara ibunya terdengar aneh. Seperti nada bahagia yang terpaksa?

 

Sehun sudah bisa memilih mana yang baik dan jelek? Bisa melihat mana bebek dan mana angsa?

 

Iya. Oh Sehun. Yang waktu itu datang dengan setelan kantor, dan rambut model acak – acakan. Yang mendiaminya 3 hari. Yang kemarin datang mengajaknya mengelilingi Seoul. Dan yang kemarin melihat design gaun pengantinnya. Pria yang membuatnya tersenyum. Kini bukan miliknya. Lagi.

 

“Dan Sehun memintamu menjadi pengatur pernikahannya, Dia juga ingin sepasang baju pernikahan yang menjadi project barumu.. Dia percaya padamu Mi.. “Suara ibunya memela. Meski wanita itu tersenyum bahagia.

 

  Kau yang tak pernah mengerti perasaanku.

 Karena itu, akhirnya aku membencimu.

Lalu aku berharap musibah menimpamu.

Tapi sekarang, mataku kering, Kucoba bicara denganmu tetapi aku sadar bahwa aku sendirian.

 Aku sudah hidup berbohong terlalu lama.

 Namun, dia akan melihatku dan tersenyum.

 

T_T

 

Tak terasa hari H telah datang.

 

Hidangan makanan pembuka dan penutup tersedia. Tentu itu semua dengan keinginan Seul Mi. Ini sangat sempurna.

 

Seul Mi memberi air mancur buatan di tengah ruangan. Lalu dipojok ruangan ada tempat khusus keluarga besar, yang di batasi dengan pagar yang terbuat dari tali pita. Ruangan ini bernuansa ungu. Red Carpet tergelar menuju tempat duduk sepasang pengantin. Ini merupakan standing party. Hebat. Karna apa? Seul Mi membuat ini, karna dibayangannya dialah sang mempelai perempuan. Menyedihkan. Ok, itu adalah ruangan pestanya. Bagaimana dengan tempat pengucapan janji?

 

Red carpet menjuntai hingga ke altar. Tempat duduk kayu.Dan- Cukup.

 

Para tamu berdatangan. Mereka berwajah cerah. Tersenyum menyapa satu sama lain, hingga Seul Mi merasa dialah satu – satunya tamu undangan yang tidak suka. Tentu saja, sedari tadi tak ada senyum di wajahnya. Hanya wajah datar tanpa ekspresi.

 

Para tamu mulai menduduki kursi, mempersiapkan kamera mereka. Karna sang pendeta telah menaiki altar. Membaca- entahlah, pikirannya tidak disini.

 

Hingga, Alunan piano terdengar. Seul Mi baru tersadar.

 

Seorang pria berjalan dengan gagah, mengenakan celana panjang hitam lalu kemeja putih yang ditutupi jas hitam juga dasi Jangan lupakan, rambut hitam pria itu dinaikan. Dialah Oh Sehun. Pria yang telah membuat Seul Mi jatuh hati danPatah hati.

 

Pria itu berjalan. Menengok kearah Seul Mi. Memandang gadis itu tepat dimatanya. Dengan wajah monoton(?).

 

Kedua tangannya mulai gemetar.

 

Pintu kembali terbuka. Seul Mi menelan ludahnya.

 

Seorang gadis dengan gaun pengantin berwarna putih yang menjulang jatuh kelantai, memakai tudung juga sarung tangan sampai kesiku. Air mata menuruni pipi Seul Mi.

 

 

  Saat kau berjuang, aku hanya akan menjadi lebih kuat.

 Aku sakit hati di balik bayang-bayang.

 Wajahku cerah selama aku melihat senyumanmu.

 Aku khawatir mungkin kau melihat perasaanku..

  Dan aku merasa takut jarak antara kita akan melebar.

Aku menahan napas, Lalu menggigit bibirku.

Aku berdoa semoga dia akan pergi dari sisinya. 

Di belakang gadis mungil itu berdiri 2 gadis kecil yang memegang gaun panjang itu. Dan didepannya ada 2 lagi yang menebar bunga. Blitz mulai terlihat. Disamping gadis itu ada pria tua, yang masih terlihat tampan. Ekspresinya nampak sedih. Mungkin karna mau melepas putrinya. Saat sampai dibarisan Seul Mi. Dia dapat melihat bahwa gadis itu sangat cantik. Dengan kulit putih. Seul Mi memandang kedepan. Melihat Sehun yang memandang gadis itu penuh harap. Membuat dia tau.

 

Sehun pulang dan menemuinya karna merindukannya, ingin menemui sahabatnya.

 

Sehun mendiaminya karna pria itu sibuk memikirkan pernikahannya.

 

Sehun mulai baik lagi dan mengajaknya pergi, karna pria itu tau. Itu hari terakhir  mereka. Karna sesudahnya Sehun akan sibuk dengan acara dan perlengkapannya.

 

Sehun tidak memberi taunya, karna Sehun tau. Dia akan memikirkannya.

 

Pria tua itu menggenggam tangan anak gadisnya kuat. Lalu berhenti dihadapan Sehun. Mengucapkan kalimat pernitipan. Lalu melepasnya, membawa anaknya menuju tangan kekar Sehun.

 

 

 Sayang, jangan pegang tangan itu.

Tolong, lihat aku. Aku sudah menunggu selama ini.

Dengan segala cara, berbahagialah dengannya. Jadi aku bisa terus berjalan.

Tolong, hapus aku dari hatimu.

Meskipun, aku mencoba sebisa mungkin, Oh tidak~.

Sehun dan gadis bernama Irene itu mulai mengucapkan janji.

 

“Aku bersedia..”Suara Sehun menggema, Di gendang telinga Seul Mi. Membuat gadis itu menyembunyikan wajahnya.

 

“Nona Bae? Bersediakah kau?”

 

Jantung Seul Mi berdetak. Apalagi, gadis bernama Irene itu nampak tidak menjawab.

 

“Nona Bae? Bersediakah kau?”Suara pastor itu kembali menggema. Membuat beberapa tamu mempertanyakan soal putri bungsu keluargaa Bae itu.

 

“Aku-”

 

Jantung Seul Mi berdetak.

 

“Aku- tidak bisa…”

 

Seul Mi memandang kedepan dengan eskpresi kaget.

 

“Dia pikir ini mainan?”Bisik Seul Mi. Para, tamu mulai berbisik – bisik.

 

“Apa maksudmu Nona bae?”Tanya Pastor itu.

 

“Maksudku.. Aku tidak bisa. Sehun tidak mencintaiku.. Dia mencintai gadis itu..”Ucap gadis itu menunjuk Seul Mi. Membuat Seul Mi tersentak. Hell, dia jadi sorotan media.

 

“Apa hubungannya?”Suara ibu Irene menggema. Tapi, ayahnya nampak biasa.

 

“Ibu, aku tidak bisa menikahi seseorang yang tidak mencintaiku.. Biarlah Sehun menikahi Gadis itu..”

 

Ibu Seul Mi tersenyum manis dan polos. Seolah, tak ada yang salah dari ucapan putri bungsu kelurga Bae itu.

 

“Eomma…”Bisik Seul Mi. Merasa ibunya mengetahui sesuatu.

 

Sehun menatap Irene takjub.

 

“Kau hutang padaku OhSe!”

 

Irene berjalan menuju Seul Mi. Menggenggam tangan gadis itu. Lalu menarik gaunnya. Awalnya Seul Mi reflek. Tapi dia langsung menganga. Karna gaun ungunya berganti putih dengan panjang menjuntai ke lantai.. Gaun tampa lengan itu tampak berkilau oleh pernak – perniknya.

 

“Ini yang namanya sulap…”Lirih Irene.

 

Dan semua berakhir dengan Seul Mi yang berdiri disamping Sehun. Lalu mengucapkan janji.

 

“Apa maksudnya ini?”

 

“Percayalah… Semua yang kau lihat tidak seperti khayalan. Buktinya kau disini.. Aku tau kau suka padaku..”

 

 Setelah musik berakhir, Kau akan bersamanya selamanya.

 Gaun pengantin yang kau pernah pakai.

 

END

Ok, aku tau akhirnya gaje..

Hehehehe.. Tapi gak ada salahnya kan ngasih komentar? ^^V

Tapi, bagaimanapun, Saya juga manusia. Jadi wajar kalau jelek. Hehehe… Maklum masih newbie. Saya anak kemarin sore. ^^

Ehm.. Saya sih sempet punya pemikiran, kalau ini mau ada Sequel-nya. Biar jelas gitu, kenapa sih Sehun? Trs knp ortu mereka diem aja? Trs knp Irene bisa tau? Tapi, itu terserah Reader-Nim^^ kalau mau nanti Saya buat. Hehehehe…

Adegan berubahnya baju Seul Mi itu dapet ide dari adegan ‘The Hunger Games’ wkwkwk Xd. Meski beda banget…

Kalian, bakal sering nemuin FF ku yang OC selalu si Seul Mi nanti. Hehehe. Aku gk pandai buat nama OC^^v. SeMi / HunMiCouple., bagusan yang mana? Hehehe…

Jadi, kalau Reader-Nim mau sequel. Saya buat, tapi gak janji bisa cepet ya..^^Saya lagi dipusingin sama ulangangan yang babnya se tebel kamus. Hehehe^^ tapi bakal tetep diusahain buat.

Mohon kritik saran ne..^^

Sincerly👄,

ALONA C.

Advertisements

21 thoughts on “Wedding Dress—By ALONA”

  1. aq masih blum mngerti knp sehun akan mnikah dgn irene?
    apa mreka djodohkan atau bagaimana?
    aq masih blum tau krna dsini tidak di jelaskan?
    aq lbih suka nma couple nya hunmi

    Liked by 1 person

  2. diawal gue sempet hopeless demi apa, udah pengen gue close tab aja ini ff ya masa deket nya sama seul mi nikah nya sama irene sihh bener bener ngeselin untung gue tabah ya baca sampe akhir ternyata gak sad sad amat lahh akhirnya seenggaknya seul mi sama sehun udah itu aja udah buat gue seneng

    Liked by 1 person

  3. Sequel~~~ soalnya ini FF masih perlu dijelaskan lagi kenapa Irene bisa ngomong gitu kalo sebenernya Sehun mencintai Seulmi?? Irene sama Sehun menikah karena dijodohkan? Trus ayahnya Irene juga diem aja?
    Next!!!

    Liked by 1 person

  4. HunMi..
    Bagus ceritanya.. masih penasaran ama gimana sebenernya semuanya terrancang : sehun irene dijodohkan kah? Terus ini semua emang udh di rencanain? Seperti yg ada di fikiranku. Wah gaun yg bisa berubah. Jadi ada ide buat gaun kaya gitu, mau mencoba merancang jadinya.

    Liked by 1 person

    1. Hehehe Makasih^^ jd malu.. padahal kupikir nie cerita gaje kaya orangnya yg buat LoL..

      Hehehe… Ditunggu ya semua jawabannya di Squelnya..^^ Masih on going tuh… :3

      Wiih Kamu bisa ngerancang gaun? KEREN semangat ya…^^

      BTW, makasih udh sempetin baca dan komen^^

      Liked by 1 person

      1. Engga kok ngga gaje. Ceritanya buat gemesgemes. Lanjut ya biar tambah gemes. Iya bisa, aku bisa ngerancang gaun, aku udah ada job malah buatin rancangan gaun ama jas buat bang oh sama si dia #diaentahsiapa /kemudiandipelototin/ hehe

        Liked by 2 people

      2. Hehehe… Gemeezin kaya Sehun ya? (GAK NYAMBUNG). Siiip^^ ditunggu ya kak^^

        WIIIH… KEREEEN BANGET BISA NGERANCANG GT? KAKA DESAINER? BEEEH…. KAPAN – KAPAN BISA DONG MINTA BUATIN KE KAKA?(Kedip – kedip)

        Like

    2. Sehun gemesin. Iya. Ceritanya doang yang gemesin keknya. Heheh
      Lanjut jangan lama lama..
      Hahah belum jadi desainer sih kak, calon desainer sekalian calon istri sehun /huaapaanini/ /sayamasihdudukdibangkusekolah/ . Haha boleh boleh kok kak kalo minta si rancangin, sekalian ketemu bang oh ya kak, kalo bang oh di rumah ku. /huwaapaanini/.

      Like

  5. Aku kira akan benar-benar sad ending, tapi ternyata Sehun-SeulMi akhirnya nikah.

    Kayaknya Sehun-Irene itu dijodohin ya.

    Jadi selama tiga hari Sehun bersikap dingin ke Seul Mi itu mungkin Sehunnya lagi bergelut dengan pikirannya sendiri.

    Liked by 1 person

  6. jujur ya authornim, awalnya alurnya kecepetan gitu. gak ngerti kenapa tiba2 sehun dingin trus kenapa mereka tinggal satu rumah padahal awalnya sehun seulmi baru ketemu. aku saranin, alurnya dibuat bertahap biar readers ngerti pelan2. gapapa kok panjang, suka malah yg panjang gitu jadi feelnya ngena #azek

    keep writing^^
    btw endingnya tak terduga yaaa

    Liked by 1 person

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s