[Ficlet] Perhatikan

image

Perhatikan

Nnafbjnr

Oh Sehun • sad, slice of life, idk for the genres • T – Ficlet

Tidak ada unsur plagiat apapun. Maaf untuk porster yang tidak menarik :” Yakinlah ceritanya tetap menarik. Typo everywhere!

Perhatikanlah dia.

.

Menjadi pengagum rahasia tanpa usaha sepertiku ini pantas untuk di bilang bodoh oleh para pengagum rahasia yang kebanyakan melakukan segala hal demi mendapatkan targetnya. Terkadang hal gila pun menjadi list usahanya. Hei, itu terlalu mainstream, ‘kan? Jaman sekarang sesuatu butuh yang unik.

Duduk di bawah sinar matahari pagi di taman kota sungguh menyegarkan. Belaian angin dengan lembutnya menggoyangkan bulu kudukku. Minggu pagi yang cerah terlalu membahagiakan untukku. Suara tawa anak kecil yang ramai bak dedaunan yang beradu menggelitik pendengaran. Namun bukan itu yang menjadi sumber kebahagiaanku duduk diam di kursi taman ini.

Kulihat arloji yang setia mengingatkanku atas waktu yang selalu berjalan. Beberapa menit lagi dia akan datang seperti minggu-minggu sebelumnya. Nafas yang tersengal dan wajah penuh peluh menjadi pemandangan menyenangkan bagiku. Kegiatannya lari pagi dan berakhir dengan dudik di kursi taman di depanku sembari meminun air mineral, itulah yang kutunggu.

Dan, lihat! Gadis itu datang!

Terlihat dirinya duduk dengan tangan yang sengaja si kibas-kibaskannya untuk menghilangkan hawa panas setelah berlari. Memperhatikannya dengan perasaan berbunga menjadi kebiasaan yang selalu kutunggu. Wajahnya manis bila tersenyum. Ingin sekali aku menyapanya dan memulai percakapan yang seru.

Tapi aku tak pandai berbicara.

Terlalu sulit untuk menyapanya dengan kata ‘Halo’ atau ‘Selamat pagi.’ Hanya mataku yang menjadi pekerja setia sebagai pengagum rahasianya dengan cara memperhatikannya. Meski terdengarnya membosankan, hanya itulah yang bisa kulakukan sekarang.

Ini cinta bertepuk sebelah tangan yang tak akan ada akhirnya. Aku tak bergerak, aku tak menulis di setiap halaman hidup mengenai perjuanganku mendapatkannya.

Untuk pertama kalinya mata kami bertemu, bertautan sambil membalas senyum masing-masing. Oh, mungkin dirinya—mulai— sadar akan kehadiranku di sebrangnya. Kakinya melangkah kearahku dengan tenang. Sengaja aku menggeser posisi dudukku untuk memberi ruang untuknya—perkiraan dia akan duduk di sampingku.

“Halo!” sapanya ramah setelah mendudukkan bokongnya di sebelahku.

Aku menoleh, lalu mengangguk. Jari telunjukku membenarkan alat bantu dengarku. Ia terlihat kebingungan.

“Namamu siapa?” Suaranya lembut, sangat lembut.

Bukannya menjawab, aku malah meraih ponselku dan mengetuk setiap huruf yang tertera disana, menyusunnya hingga menjadi kata ‘Oh Sehun.’ Kulihat gadis itu mengangguk mengerti.

Gadis itu tak menyebutkan namanya. Dengan ceria dia menceritakan kisah-kisah uniknya yang menarik untuk di dengar. Sesekali dia bertanya padaku soal alamat rumah, hobi. Kali ini dia terdiam, seolah bosan bicara denganku yang sedari tadi hanya tersenyum dan mengangguk. Tangannya meraih botol minun hijau yang dia bawa sejak tadi lalu meminumnya. Aku juga ingin banyak bicara dengannya. Kekuranganku terasa seperti sedang menghambat kisah cinta—bertepuk sebelah tangan—yang baru saja akan dimulai hari ini. Tiba-tiba wajahnya berubah menjadi sedikir cemberut, aku khawatir dia akan mulai menanyakan fakta yang sedari tadi kusembunyikan.

“Mengapa kau diam terus, sih? Kau risih karena aku terlalu banyak bicara?” tanyanya kesal. Aku pun menggeleng.

Jari-jari di tanganku tidak lagi bergerak di atas layar ponsel untuk menjawab pertanyaannya. Kini kujawab dengan bahasa isyarat menggunakan jari-jari tanganku. Mengejakan kalimat ‘Aku Tunarungu’ yang mungkin tak dimengertinya. Melihat gerakan jariku, dia terdiam. Raut wajahnya berubah, lalu suasana berubah hening tanpa minat bersuara. Pandanganku kualihkan ke depan, menatap sendu pohon ek di seberang. Beberapa detik kemudian aku kembali menatapnya, masih dengan senyumanku.

Perhatikanlah dia. Wajahnya bingung untuk bicara apa. Seakan keanehan melingkupi pikirannya.

.

Aku tunarungu, lalu harus berusaha d an apa?

..

.

Fin—

.

.

Hai, Ntis is Here!
Ff absurdku kembali ku terbitkan disini untuk yang kedua kalinya. Hehee. Hope u like it! Komennya!! Thx~~ salam nanaf tingting

Advertisements

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s