S T E P — ALONA’s Fictional Story


20160326134224.png

S T E P

[Sequel/Side Story from — Wedding Dress]

With, EXO; Oh Sehun – OC; Shin Seul Mi – RV; Bae Irene – And Other’s

In OneShot Length, And Sad – Romance – Life Genre, Only Teen cause can read, Because Teen Labeled.

Disclaimer;

 FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.  

WARN; Ini Belum di baca sama Beta Readerku!

Makasih buat posternya kak; Laykim @IFA

©2016, ALONA’s Storyline Give You S O M E T H I N G

“Meskipun aku takut, tapi pada akhirnya… kita bersama kan!?”

 

Prev; Wedding Dress

 

Sehun menatap bangunan pencakar langit yang tinggi menjulang lewat kaca besar milik perusahaan miliknya ini. Mata sipitnya hanya menatap datar. Padahal pemandangan itu bisa dibilang sangat indah dan menakjubkan.

 

“Ini adalah berkas yang kau minta, Kau hanya tinggal tanda tangan di sana!”Suara baritone seseorang membuat fokusnya berpindah pada selembar kertas yang terjejer rapi di meja khusus untuknya.

 

Alis tebalnya terangkat,lalu menatap wajah mungil yang ternyata milik sekertasisnya itu.

“Kenapa banyak sekali? Bukankah waktu itu kau bilang hanya 5?”Tanya pria bermarga Oh itu. Tapi, sosok dihadapannya yang ternyata pria itu hanya mengendikkan bahunya.

 

Ekspresi datar Sehun berubah menyendu, padahal sedari tadi pria itu memasang wwajah datar. Bahkan kini nada merengek dikeluarkannya.

“Kau tau Hun? Jika Karyawan perempuanmu yang merupakan Fans fanatikmu tau! Kau akan dikerjar, dan kau akan diledek oleh para sainganmu!”Ledek pria pendek itu.

 

“Aish… Kau membuat semuanya buruk,Hyung! Aku ini mau pulang ke korea!”Ketus Sehun. Membuat pria pendek dihadapannya tertawa.

 

“Lalu? Itu salahmu, kau harus mengatur strategi. Bagaimana agar kau bisa cepat selsai lalu pulang dan bertemu kekasihmu itu!”Pria pendek ini tertawa geli diakhirnya. Membuat Sehun mendelik kesal.

“Dia bukan keka-”

“Tapi akan!”Pria pendek ini tersenyum meledek lalu mendudukan dirinya di sofa yang berada di tengah ruangan yang luas itu.

 

“Dia sahabat perempuanku satu – satunya! Jadi wajar aku merindukannya… Lagipula ini sudah bertahun – tahun!”Lirih Sehun. Membuat pria bermata bulat itu lagi – lagi tertawa.

 

“Aku harus bagaimana Kyungsoo Hyung?”Pria bermata bulat itu menyipitkan matanya.

 

“Cepat selesaikan, dan kau akan cepat pulang!”

 

“HYUNG!”

     —o0o—

Mobil Lamborgini itu mulai berhenti tepat di pekarangan sebuah rumah yang bagai istana.

Sehun turun dari mobilnya. Para pelayan rumanhnya segera membawa mobilnya menuju tempat parkiran khususnya.

Alisnya bertaut. Kini di ruang tamunya, terdapat banyak orang, ada apa?

 

“Oh My God.. This is my Son! Come here Bae!”Sesosok wanita cantik memanggilnya. Sehun menurut. Dirinya mendudukan diri di sofa tunggal.

 

“Ini Irene… Kau tau kan Hun? Gadis yang akan menikah denganmu!”Ujar wanita yang ternyata Ibu dari Sehun.

(9.3)

Sehun langsung menatap seluruh orang di ruangan itu. Fokusnya terpaku pada sosok gadis dengan gaun hitam selutut yang tak berlengan. Rambut pirang gadis itu terurai. Gadis itu seperti tak perduli dengan keadaan sekitar sepertinya, karna dia tetap memainkan ponselnya. Yang Sehun ketahui tak aakan berhenti sebelum Kaka perempuan dari gadis itu menyikutnya.

 

Mata bulat dan jernih gadis itu balik menatapnya. Membuat badan Sehun tergetar. Otaknya memutar memori tentang seorang gadis yang memiliki mata seperti gadis itu tapi lebih teduh.

 

“Hun.. Kau tampaknya sangat menyukai Irene!”Suara bahagia dari sang Ibu, membuat lamunan Sehun berhenti. Lalu memilih tersenyum kecut.

 

“Kurasa aku dan Irene akan jalan – jalan.. Bisakan Eomma?”Tanya Sehun, membuat gadis bernama Irene itu terkesiap.

 

“Oh… Silahkan, tapi cepat pulang kita akan makan malam!”Sehun tidak menjawab ucapan Eommanya, dia hanya berjalan dengan tangan yang menarik jemari Irene kuat.

—o0o—

Keheningan tercipta dari awal Sehun dan Irene menempati tempat itu.

 

“Kau pasti menolak ya?”Suara merdu Irene membuat Sehun menoleh. Pria itu seolah tak perduli, jadi dia tetap menatap indahnya sungai Han.

 

“Dan kau menerima,ya?”Akhirnya suara Sehun terdengar. Meski dingin,tapi Irene tersenyum.

“Kau tampan kok, buat apa aku tolak?”Sahut gadis itu membuat Sehun menatapnya tak suka.

“Kau pasti sudah punya kekasih ya?”Lagi – lagi hanua suara Irene yang menghapus kehiningan.

 

Sehun masih memandang sungai Han dengan tatapan dingin andalannya. Tapi, itu tidak membuat senyum di bibir ranum Irene pudar.

 

“Sebaiknya kita ke rumahmu! Eomma pasti khawatir!”Sehun hanya terpaku saat jemari gadis itu membelai pipinya.

 

“Gadismu pasti cantik dan sangat beruntung!”Bisiknya membuat Alis Sehun terangkat.

 —o0o—

Pernikahan ini tinggal beberapa hari lagi. Semua sudah siap. Tapi Sehun tidak.

 

Hatinya tidak. Rasanya ada yang kurang.

 

Ya, dia belum menemui sahabatnya -baginya- di Korea. Beruntung pernikahan itu berlangsung disana. Dia pasti bisa bertemu sahabatnya-

 

-yang sebenarnya dicintainya.

Butik bergaya minimalis tapi sederhana itu sangat indah. Membuatnya tersenyum,karna kehangatan mulai terasa di awal dia memasuki tempat itu.

 

Beberapa pegawai di sana mulai menyapanya. Tapi, dia hanya tersenyum tipis, but hell.. Mereka semua sudah mulai berbisik. Mungkin lantaran dirinya yang malah berjalan menuju ruangan Direktur butik itu.

 

Di dalam ruangan bergaya Simple yang didominasi ooleh warna cerah itu, terdapat sesosok gadis dengan gaun selututnya yang tampak manis. Sehun tersenyum hangat. Gadis itu tidak berubah dalam gayanya-pikir pria bersurai hitam itu.

 

“Jika dia ada disini,Apa kami akan menikah?”Sayup – sayup suara sesosok gadis itu merasuki lamunan Sehun. Membuat pri tinggi itu terkesiap,dan mengerutkan keningnya. Memang gadis itu akan menikah?

“Kau akan menikah? Dengan siapa?”Gadis itu menengok.

Memandang Sehun dengan tatapan tanda tanya dan kagetnya.

 

“Kau.. Oh Sehun? Tidak mungkin, dia tidak setampan ini…”Lirih gadis itu. Membuat Sehun menggeleng gemas.

 

“Tentu saja ini aku,Eii.. Kau ini, begitukah cara menyambut sahabat lamamu?”Sehun dapat melihat gadis manis itu tetertegun.

 

“Tidak merindukanku?”Tanya Sehun gemas.

 

“Aku merindukanmu..”Sehun dapat mendengar bahwa gadis itu berbisik sangat pelan. Tidak akan terdengar jika,telinganya tidak peka.

 

Entah siapa yang memulai, mereka berpelukan. Membagi perasaan rindu yang tertahan.

 

Tapi disana,Sehun juga menyelipkan perasaan ragu dan bersalah. Entah karna apa(?)

 

“Ayo kita pulang ke rumah Eomma!”Ucap Gadis itu.

 

“Ya,kerumah Eomma!”Balas Sehun. Membuat gadis itu mendelik.

 

“Dia itu eommaku!”

 

“Tqpi,dia eommaku juga!”

 

Dan, mereka berakhir pulang bersama diiringi adu mulut. Tapi jujur, Sehun merasa lega. Dan rindunya dapat terobati.

 

—o0o—

 

Hari ini, Hatinya semakin gusar. Ingin sekali memberi tau gadis bermarga Shin itu bahwa dirinya akan menikah. Tapi,bagaimana reaksi gadis itu nanti?

 

Aah,masa bodo, Sehun memilih menjalani hari, yang tanpa dia sadari jika dia bersikap dingin pada gadis itu. Shin Seul Mi.

 

 

Sehun mendudukan dirinya di sofa. Batinnya terus saja menggrutu. Tadi, Eommanya dan keluarga Irene baru saja memilihkan gaun dan pakaian pernihakan untuknya dan Irene.

 

“Kau ada masalah Hun?”Suara merdu, disampingnya membuat dirinya menengok.

 

Melihat sesosok gadis yang tengah membereskan sesuatu yang pasti sebuah gambaran. Karna Sehun tadi melihat sebuah gambaran pakaian ala pengantin yang sangat menarik.

 

Sebuah jaz, berwarna hitam. Sangat elegan dan,dia tertawa dalam hati. Itu pasti gaya Seul Mi sekali. Gaun putih itu menjuntau sampai kelantai. Dengan dada rendah tanpa lengan. Pernak pernik menghiasi gaun itu.

 

Lintasan tentang wajah Irene yang memakai gaun itu membuat dirinya memanas.

 

“Bukan urusanmu!”Ucapan itu membuat wajah Seul Mi terlonjak. Sehun merutuki mulutnya,tapi entah kenapa hatinya memilih menjauhi Seul Mi.

 

“Hun maafkan aku jika punya salah!”

 

Seul Mi mendudukan dirinya disamping Sehun. Dapat pria ini rasakan sebuah tepukan pasa salah satu bahunya. Hangat.

 

“Hmm.. Aku lelah!”Sehun malah berdiri, dan melangkah ke kamarnya. Entahlah, Hatinya merasa sakit kala melihat wajah bersalah gadis itu.

 

‘Maafkan aku..’

 

—o0o—

 

Waktu menunjukan pukul 11 PM. Sehun memilih berjalan menuju dapur untuk menghilangkan dahaganya. Tapi dia menemukan sesosok gadis duduk di sofa peach. Tempat dimana dirinya dulu suka bermain dengan gadis itu. Dia merindukan saat itu. Saat kebersamaan itu.

 

“Kau dari mana?”Sehun dapat melihat gadis itu menengok dengan serngitan di dahinya. Mungkin bingung,karna kemarim dia mendiami gadis itu.

 

“Dari pesta pernikahan Kai & Tania!”Ucap gadis itu pelan. Dia hanya mengangguk. Lalu meneruskan langkahnya, untuk membuat susu berprirasa vanila.

 

“Kau mau?” Tanyanya.

Saat dia sudah kembali ke tempat dimana sofa peach itu berada.

 

“Ani! Hun kemarin kau ada masalah?”Tanya gadis itu. Sehun tau, gadis itu pasti penasaran.

 

“Hanya masalah kantor!”Ujar Sehun kaku. Membuat Seul Mi makin mengerutkan dahinya. Gadis itu melepas coatnya,lalu menatap dirinya dalam.

 

“Serius? Tapi dari kemarin kau dingin padaku?”Tanya gadis itu lalu meremas ujung gaunnya. Sehun semakin gemas melihatnya.

 

Entah kenapa, dia malah menatap Seul Mi dengan berbagai perasaan.

 

“Maafkan aku.. Aku pusing,maaf ya…”Sehun meletakkan susunya. Lalu merengsek maju memeluk Seul Mi. Hangat. Nyaman.

 

“Hmm.. Tak apa.. Asal kita masih bisa bertemu dan tersenyum, itu bukan masalah!”Ucap gadis itu setelah pelukan terlepas lalu mengendikkan bahunya. Membuat Sehun lagi – lagi tersenyum.

 

—o0o—

 

Suara deringan ponsel, membuat Sehun terbangun dari mimpi indahnya.

 

‘Irene Calling’

 

Hatinya langsung memanas kala melihat nama itu. Tapi, jemarinya bergerak untuk mengangkat meski hati dan pikirannya menolak.

 

“Hallo…”

 

Hening. Suara helaan nafas membuat Sehun mengerngit.

 

“Eomma, menyuruh keluarga kita bertemu!”

 

“Kapan?”

 

“Sekarang, dirumahku!”

 

Sehun, hanya diam. Tiba – tiba entah kenapa, dia ingin menangis.

 

“Kau sedang dirumah gadismu ya?”

 

Sehun terbangun dari lamunannya,kala suara lembut Irene terdengar diujung sana.

 

“Hmm…”

 

Sehun merasa gumaman adalah, jawaban yang cocok.

 

“Eommamu akan menjemputmu! Kututup!”

 

Sehun, mengerngit. Lagi.

Entah kenapa dia merasa, suara gadis berambut pirang itu menyendu.

 

Tapi dia memilih untuk tidak perduli.

 

 —o0o—

 

Sehun melangkahkan, kakinya menuju pintu keluar dari rumah bergaya klasik itu.

 

Sepi.

 

Senyum tipis, tersungging di bibirnya. Pasti Seul Mi belum bangun.

 

Dirinya mulai sampai dimana sofa peach,tempat dimana kenangan masa kecilnya terukir bersama Seul Mi.

 

Sakit.

 

Dadanya terasa sesak.

 

“Hun… Astaga,Ahjumma tidak menyangka kau akan menikah!”Suara lembut, membuat Sehun menengadah. Melihat Eommanya, dan Eomma Seul Mi sedang tertawa dan bahagia.

 

“Ayo, Keluarga Bae menunggu!”

 

Sehun bingung.

 

Eommanya dan Eomma Seul Mi bersahabat. Appanya juga dengan Appa Seul Mi. Kenapa mereka tidak dijodohkan? Biasanya-

 

“-Kami akan memilih Pakaian pengantin!”Suara Eommanya terdengar sayup – sayup.

 

“Ooh.. Eh, Seul Mi juga sedang merancang pakaian pengantin. Aku sudah melihatnya. Kau mau, Sera?”Tanya Eomma Seul Mi.

 

“Waah… Bagaimana jika, Seul Mi saja yang mengatur semuanya, bukankah dia-”

 

“TIDAK!”

 

Kedua wanita, berkepala 3 itu memandang Sehun aneh.

 

“Nanti saja bilangnya…”

 

Sera, Eomma Sehun, menatap anaknya lembut.

 

“Yasudah, sana temui Seul Mi. Lalu lihat pakaian itu, Eomma akan ke rumah Irene!”

 

—o0o—

 

Sehun menatap pintu kayu dihadapannya ragu. Tangannya sudah terangkat untuk mengutuk.

 

Duk… Duk..

 

Tanpa sadar, dia meremas kedua tangannya gugup. Astaga, Hun kau seperti anak gadis.

 

#Klek

 

Gadis dihadapannya,mengacak rambutnya asal.

Menambah kesan bangun tidur yang semakin kental.

 

“Aku baru tau, penampakkanmu yang baru bangun,lebih mengerikan dari masa saat PMS mu!”Ucap Sehun lalu mengendikkan bahunya cuek.

 

Gadis itu membulatkan matanya. Membuat Sehun semakin geli lalu terkikik.

 

#BRUK

 

Seul Mi menutup pintunya dengan bantingan.

 

“OH SEHUN!”

 

Sehun semakin tertawa, melupakan masalahnya.

 

—o0o—

 

Sehun terus berjalan, mengabaikan Seul Mi yanh terus saja menggrutu. Rencananya mereka mau ke Namsan Tower.

 

Pemandangan dari atas sana memang indah. Mereka bisa melihat betapa luasnya kota Seoul.

 

“Kau mau kemana setelah ini?”Tanya Sehun,setelah melihat bagaimana cantiknya gadis itu saat terkagum. Tidak pernah berubah.

 

“Bagaimana dengan pergi makan?”Ucap gadis itu reflek.

 

“Lalu ke butikmu, bagaimana?”Suaranya tercekat. Takut, melihat ekspresi gadis itu. Tapi, Seul Mi hanya mengangguk setuju.

 

—o0o—

 

Sehun menggeram kesal. Gadis itu -SeulMi- berjalan dengan sangat lambat. Mereka baru saja selsai makan. Angin malam ini memang berhembus dengan kuat. Sungguh, Sehun amat – amat mengkhawatirkan kondisi sahabat masa kecilnya itu. Padahal, dia akan menaiki mobil ferrarinya. Namun gadis keras kepala itu memiliu berjalan kaki. Katanya, untuk menikmati udara dingin. Apa selain keras kepala dia gila?

 

Tapi, Sehun juga tidak menolak. Bukankah dia bisa merasakan sisa – sisa moment bersama Seul Mi?

 

Butik bergaya minimalis tapi klasik dan berkelas itu, akhirnya berada didepan mata mereka.

Kini mereka beristirahat di ruangan pribadi milik Seul Mi.

 

“Kau senang?”Entah,kenapa Sehun merasa perlu menanyai itu. Gadis itu tersenyum, yang membuat hati Sehun bergetar.

 

“Ya, bagaimana denganmu?”Sehun cukup merasa tenang.

 

“Sama!”Entahlah,padahal dirinya tidak mau mengeluarkan nada datar itu. Tapi, dia tidak ambil pusing. Toh, Seul Mi juga biasa saja.

 

“Kau sudah membuat model gaun dan jaz pernikahan terbaru?” Sehun yakin. Gadis itu pasti bingung. Jantungnya berdebar.

 

Seul Mi mengangguk.

 

“Boleh kulihat?”Gadis itu langsung memberinya sebuah berkas gambar yanh ada di atas mejanya.

 

Sehun ingin sekali tersenyum. Ini sudah jelas, bahwa ini adalah gaya dan impian Seul Mi.

 

“Kau selalu mau sempurna!” Gadis itu tersenyum kikuk.

 

“Terima kasih, Kau kan tau aku-”

 

“Maaf, aku rasa aku harus pergi!” Sehun meringis kala melihat wajah bingung Seul Mi.

 

Tapi, dia tetap melangkah keluar butik dan menuju ke kediamannya.

 

‘Maafkan aku Seul Mi..’

 

—o0o—

 

Sehun tersenyum miris.

Ponselnya penuh dengan pesan dan panggilan dari Seul Mi.

 

Dia tau, bahwa dirinya sangat jahat. Mendiami Seul Mi. Meninggalkannya secara perlahan.

 

Dia yakin, Seul Mi akan membencinya.

 

Sekali lagi. Ingin sekali dia mengatakan. “Aku sebenarnya mencintaimu”. Tapi sayang… Sudah terlambat.

 

“-Hun… Kau…”Irene terpaku didepan kamar Sehun. Memandang pria jangkung yang dia rasa sedang menangis.

 

—o0o—

 

Hari H telah tiba.

 

Semuanya sangat indah. Tapi, tidak dengan hatinya.

Sehun sudah menyiapkan mentalnya untuk bertemu Seul Mi.

Alunan piano terdengar.

 

Dia melangkah memasuki tempat pengucapan janji itu, dengan wajah tidak suka Dan datar.

 

Para tamu memandangnya kagum. Dideretan bangku paling depan. Sehun melihat gadis itu. Gadis yanh satu – satunya duduk. Dan memandangnya Sedih. Tapi, Sehun memilij memandangnya tanpa ekspresi.

Pintu kembali terbuka. Dia dapat mendengar suara jeprekan kamera.

 

Ingin rasanya, dia lari lalu membawa Seul Mi ikut dengannya. Tapi, dia bukan tipe pembangkang.

 

Dapat Sehun lihat, Seul Mi melengos kal dia menggenggam jemari Irene.

 

“Aku bersedia..”Sehun membenci suara ddan kalimatnya. Dia benci detik kala dia mengucapkan itu.

 

“Nona Bae bersediakah kau?”Suara pastur itu menggema. Tapi hening adalah jawabannya.

“Nona Bae bersediakah kau?”

Suara pastor itu kembali menggema. Sehun yakin, Irene dapat mendengar detak jantungnya.

 

“Aku..Aku-tidak bisa..”Sehun menengok.

 

Para tamu mulai bising. Mempertanyakan soal anak bungsu keluarga Bae itu.

 

“Apa maksudmu Nona Bae?”Tanya pastur itu bingung.

 

“Maksudku.. Aku tidak bisa menikahi pria yang tidak mencintaiku! Dia mencintai gadis itu!”Jujur, Sehun masih belum mengerti situasi ini.

 

“Apa hubungannya?”Sehun menelan salivanya gugup.

 

“Ibu, aku tidak bisa menikahi pria yang tidak mencintaiku!”

 

Sehun terkejut,kala gadis itu berbisik.

 

“Kau hutang padaku OhSe!”

 

Hingga Akhirnya, Seul Mi dan dirinya menikah.

 

Akhirnya Sehun tau.

Tidak semua yang berawal buruk berakhir buruk.

 

END

Ok.. Aku tau, Ini Sequel aaneh… Gak ngejelasin apa – apa,padahal janji mau ngejelasin.

Jadi, Intinya.. Kalau kalian masih inget sm FF gaje ini.., Ada bagian Ibu Sehun ama Seul Mi.. Ada yg curiga gak?/gak Alona.. Kamu gaje sihT_T

 

Nah, mereka itu lagi ngerencanain soal ini semua. Tapi, yang soal Irene… Dia mah apa atuh(?).. Gak.. Itu real. Mksdnya, Gini, sebenarnya Ibu Sehun sm Seul mau tau sampai mana Sehun suka Seul? Dengan bantuan Ibu Irene *Ekhem… Ya, dengan acara jodoh, menjodoh. Padahal pernikajan gk.boleh buat mainan ya?*AWW…

 

Tapi, siapa sangka Sehun terlalu takut? Jadi malah si Irene yang batalin?

Bisa dibilang, ini itu kayak khusus Sehun Side. Jadi dari sudut pandang Sehun. Bukan Sequel ya??? Maaf ya*tear

 

Maaf jika tidak sesuai ekpetasi kalian… Lah Alona mah apatuh(?)

Lah aku mah apa tuh? Bisa – bisanya Kuota abis disaat kemarin EXO Anniv(?) KAN KAMVRET/LHO??

Tapi, wajah datar Sehun di The 16th Annual Bilboard Music Award…  mampu membuat diri ini terlena…😆

Aku mau memberi tau, Aku lagi bikin FF Fantasy,Sehun… Buat Suprise HBD dia siih.. tapi gak tau bakal tepat waktu apa kaga? Jadi, mohoan doanya untuk memperlancar..^^

Jadi, Alona minta kritik dan saran ne…

Mohon maklumi aku yang masih anak kemarin…

LOVE U,❤

Have, a nice day Guys

Advertisements

5 thoughts on “S T E P — ALONA’s Fictional Story”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s