[Sehun Birthday Project] About Love

sehun-and-chanyeol-ceci-magazine-august-2015-pictorial-issue-fashion

MAIN CAST : PARK CHOENSA (OC OR YOU) &OH SEHUN

Genre : Romance, School life, Fluff (?), Angst (?)

Length : Oneshoot

Rate : General

PG – 17

AUTHOR : CANTIKAPARK61

WARNING!

THIS STORY IS PURE FROM MY MIND. PLEASE DON’T BE A PLAGIARISM AND PLEASE DON’T BASH ME IF THIS STORY IS NOT AS YOU THINK.

CERITA INI BENER2 ABSURD BANGET. KALAU MISALNYA GAK SUKA JANGAN DI

BACA KARENA BENERAN ABSURD.

KEBINGUNGAN DITANGGUNG PEMBACA.

 

 

CERITA INI MEMAKAI SUDUT PANDANG PERTAMADAN ITU KALIAN PARA READERSSEMENTARA KATA’MU’ DALAM CERITA INI ADALAH OH SEHUN.

.

.

.

 

HAPPY READING ^^

 

Seperti jantung ini yang berdetak tak karuan, wajah ini yang memerah tomat, dan darah ini yang berdesir hebat, aku telah menyimpulkan semenjak saat itu. Bahwa aku menyukaimu.

Aku merasakannya lagi. Debaran aneh yang membuatku melayang hingga langit ke tujuh.

Cinta. Satu silabel yang begitu berarti bagi banyak orang, termasuk diriku. Membuat siapapun yang merasakannya akan melambung tinggi hingga ke atas awan.

Aku memang baru pertama kali ini merasakannya. Selama 16 tahun lamanya, aku merasakannya. Merasakan detak jantungku yang berdetak tak karuan hanya karena melihatnya.

Jika kalian bertanya siapa diriku? Aku hanyalah gadis pendiam yang tak dikenal banyak orang. Selalu menyendiri di sudut ruangan tanpa ada yang menemani. Bukan karena mereka yang menjauhiku, tetapi karena memang begitulah diriku. Pendiam dan polos. Anggap saja, aku adalah seseorang yang anti sosial. Ya. Anggap saja seperti itu.

Aku memang gadis yang pasif, namun bukan berarti, aku tak boleh menyukai seseorang. Aku menyukainya tepat saat umurku menginjak angka 17. Untuk yang pertama kalinya dalam seumur hidupku, aku menyukai seseorang. Terhitung semenjak setahun yang lalu, aku menyukaimu. Ya, aku telah menyukaimu sejak lama dan tak pernah sekalipun berniat untuk mengatakannya. Katakan saja aku pengecut.

Awal mula cerita ini bermula ketika kau menabrakku. Di sebuah lorong yang cukup sepi dan sempit, kita secara tak sengaja bertabrakan. Aku limbung, tentunya –mengingat tubuhnku yang begitu kurus nan mungil. Duduk terjatuh dengan beberapa buku yang berserakan di lantai saat itu. Aku mengumpat dan kau mendengarnya. Namun anehnya, bukannya marah karena telah ku hina, kau tertawa lepas. Menunjukkan deretan gigimu yang putih beserta mata sipit yang berbentuk bulan sabit yang melengkung indah. Dan entah kenapa, aku terpesona melihatnya. Hanya melihat senyumanmu, aku termangu.

Kau berhenti tertawa, namun senyuman itu tetap hadir di wajahmu. Meskipun kau berjongkok dan menunduk untuk mengambil buku-buku yang terjatuh, aku dapat melihat senyumanmu. Begitu indah dan tampan. Aku masih termangu melihatmu hingga tersadar sedetik setelah kau melambaikan tanganmu di depan wajahku. Wajahku merona karena malu dan kau terkekeh melihatnya. Segera ku tutupi wajah mungilku itu dengan kedua tangan. Menangkupkannya hingga tak terlihat oleh iris matamu. Kau kembali terkekeh dan aku semakin mengeratkan tangkupan tanganku.

Hingga pada akhirnya, kau menyentuh kedua tanganku. Menariknya perlahan dan meletakkan buku-buku yang berjatuhan tadi di telapak tanganku. Masih dengan senyuman yang tercetak, kau mengacak rambutku gemas lalu melenggang pergi setelah berucap,

 

“Lain kali, hati-hati Choensa.”

Wajahku memanas sepenuhnya. Mungkin telah berubah warna menjadi merah seperti tomat yang telah masak. Hanya dikarenakan dirimu tahu namaku, aku meloncat-loncat girang seperti anak kecil yang diberi hadiah kejutan. Seperti jantung ini yang berdetak tak karuan, wajah ini yang memerah tomat, dan darah ini yang berdesir hebat, aku telah menyimpulkan semenjak saat itu. Bahwa aku menyukaimu.

Saat ini, aku melihatmu dari kejauhan. Di bawah teriknya matahari dan mekarnya bunga, kau berlarian di tengah lapangan bola. Bersamaan dengan peluh yang bercucuran dan raut wajah tegas yang kau tampakkan, hati ini meleleh melihatnya. Melihatmu yang begitu tampan saat ini, membuat sebuah senyuman simpul tercetak samar di bibirku.

Bibir ini semakin terangkat ketika melihatmu tersenyum senang dan melompat-lompat kegirangan. Sebuah senyuman lebar yang begitu tulus, membuatku merasakannya lagi. Debaran aneh yang membuatku melayang tinggi hingga langit ke tujuh.

“Aku mencintaimu.”

Aku hanya bisa bergumam pelan. Tak benar-benar berniat untuk mengatakan yang lebih jelas lagi kepadamu. Aku tersenyum kecut ketika menyadari betapa pengecutnya diriku. Disertai langkahan kaki yang menjauh, aku menghela napas kasar.

Lagi-lagi, aku hanya dapat melihatmu dari jauh. Entah kau tahu atau tidak, namun aku selalu memperhatikanmu. Mungkin aneh, namun itu kenyataannya. Aku jatuh cinta kepadamu. Satu kalimat yang sangat berarti bagiku. Ini pertama kalinya aku bertindak gila seperti ini, namun entah kenapa, aku menyukainya. Aku dapat melihat setiap senyuman yang kau tunjukkan kepada teman-temanmu. Sebuah senyuman simpul namun sangat tulus. Ketika kau tertawa lebar pun, aku tak dapat menampik kenyataan bahwa debaran jantungku yang berpacu begitu cepat menggetarkan hatiku. Ketika kau menatapku dengan kedua manik hitammu, jantung ini tak dapat terkendalikan lagi. Berpacu dengan begitu cepatnya hingga rasanya aku melayang bak memiliki sepasang sayap lebar seperti malaikat. Aku mencintaimu begitu dalam, hingga saat itu, detik, menit, dan jam itu, ku mantapkan hatiku tuk mengatakannya.

Dibawah rindangnya pohon sakura dengan alunan lembut gemerisik gesekan daun yang terhempas angin, kita berhadapan. Ingin ku katakan yang sebenarnya bahwa aku mencintaimu. Namun, entahlah. Aku tak tahu alasannya tapi entah mengapa, aku menyukai sepenggal kalimat itu. Aku ingin memberitahukannya kepadamu, namun lidah ini begitu kelu. Seakan semuanya berkompromi, tenggorokanku tercekat. Lidah ini terasa kelu. Mata ini bergerak gusar sedangkan raga ini bergeming seperti mayat yang tak bernyawa. Keringat dingin juga mulai membasahi dahi beserta telapak tanganku.

Saat itu, kau menatapku heran. Sedangkan aku berusaha untuk tak menatap kembali manik gelapmu itu. Jariku bergerak gusar. Meremas ujung rokku dengan giatnya hingga menjadi kusut berantakan.

Kau memanggil namaku berkali-kali, namun aku tetap terdiam. Tak menjawab atau memberi sebuah tindakan. Hingga kau hampir meninggalkanku dan reflek, tangan ini mencegahnya. Menarik lenganmu dan sedetik kemudian, entah kerasukan setan apa, aku mengatakannya. Kepadamu. Sepenggal kalimat yang begitu keramat, namun indah.

Aku mencintaimu.

Aku menghela napas lega. Bagaimana denganmu?

­_ END_

Hey everyone! Gimana FF ku kali ini? Absurd kah? IYA!!! # meringkuk di pojokan sambil nusuk-nusuk boneka vodoo yang sudah aku kasih nama kalian atau # meringkuk di pojokan sambil nangis ria. Hahaha, aku Cuma bercanda.

Sebenarnya, aku buat FF ini terinspirasi dari diriku sendiri ya. Menyukai seseorang tanpa orang itu tahu perasaanku yang sebenarnya. Miris banget ya? T_T Mungkin sudah terhitung 3 tahun aku menyukainya? Dan selama 3 tahun itu aku hanya bisa melihatnya jari jauh. Tersenyum simpul saat dia juga tersenyum. Tertawa bahagia dalam hati ketika dia mengajakku berbicara. Senengnya tuh disini #nunjuk ke hati. O_O

Tapi bedanya aku enggak seberani itu ya. Buat menunjukkan isi hatiku yang sebenarnya. Hehe, aku kan pemalu (?) O_o

#Abaikan. Malah curhat.

Hahaha, gimana FF saya? Jelek ya? Huhuhu T_T saya nyadar kok. Gak usah ditulis di forum komentar ya… #memaksa. Tapi kalau saran gpp. Oh ya, aku baru pertama kali ngirim FF di EXO FANFICTION INDONESIA. Hahaha! Kalian tahu kenapa aku ngirim FF ini? Pertama karena pingin. Kedua karena krisis pulsa buat SMS. Kan lumayan ya kalau misalnya menang terus dapat pulsa. ._. Maka dari itu, RCL FF ku ya. WAJIB bagi yang baca. Kalau gak ya gak papa kok. Namanya kan juga manusia ya… Oke, terimakasih semuanya. Jangan lupa visit wordpress ku. Cari aja nama author terus tinggal dikasih wordpress.com. >> sekalian promosi^^. TERIMAKASIH BANYAK!!!

Ya udah deh. Sekian dari aku. Bye bye!!

Jangan lupa buat RCL ya….

Regards,

CantikaPark61

Advertisements

7 thoughts on “[Sehun Birthday Project] About Love”

  1. kisah aq duluuuuu bgt waktu masih jd remaja labil,hehehe….
    tp aq jg gk seberani itu buat ngungkapin perasaanku…
    hnya menjadi secret admirernya aja udh lbih dr cukup 🙂 #miris ya????
    eh tp bagus koq ceritanya?gmn dgn perasaan sehun ya…
    butuh sequel nih 🙂

    Liked by 1 person

  2. Hai hai hai 😂😂😂
    Aw aw aw ff-nya 😊
    Bagus kok, keren bgt malah 😍 sayangnya kok nggantung sih 😞 sequel jebal.. 😊
    btw, itu ternyata real life toh wgwgwg😃😁 curcol ih kamu ☺
    semangat lageehh.. hwaiting 💪

    Like

  3. 엉아~ hua… ㅠㅠ
    Kayanya bagus deh kalo waktu gitu, truss pacarnya sehun tiba” dateng.. :vv *ketawa jahat
    Truss sad ending…
    uwwaaaa… :vv
    Mirisnya… :vv

    Like

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s