[Sehun Birthday Project] 12 Baby’s for Birthday Gift

PhotoGrid_1460642330917

Author : Cocopanda (twitter : @cocopanda27)

Tittle : 12 baby’s for birthday gift

Cast    : Oh Sehun (EXO), Han Jae Hee (OC)

Kim Suho (EXO) [hanya lewat beberapa detik]

Genre  : Comedy (maybe), WARNING !! PG-17

Length : Oneshoot

Happy reading ^^

DON’T BE SILENT READERS PLEASE !!

__ “Bayangkan jika kau mempunyai suami yang pervert dan meminta 12 anak untuk hadiah ulang tahunnya.Aku Bahkan tidak bisa membayangkannya. Astaga ini bahkan lebih buruk dari mimpi buruk atau bahkan situasi seperti ini lebih buruk dari pada menjadi pemeran utama yang terjebak dalam sebuah film horor sekalipun” __

___ ∞°∞ __∞°∞___

Bukankah ini musim semi tapi kenapa pagi ini cuaca terasa sangat dingin, mungkin karena ini efek pergantian musim, dari musim hujan ke musim semi atau karena efek global warming entahlah.Musim semi yang jatuh pada bulan April walau terkadang masih deselingi dengan musim hujan yang lebih mendominan.Yang pasti musim yang sangat disukai oleh lelaki yang sedang mendengkur di sebelahku sekarang, ya siapa lagi dia kalau bukan Oh Sehun yang beberapa bulan lalu telah sah menjadi suamiku.

Aku harus bangun pagi pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, uuh ini sungguh menyebalkan bahkan sekarang aku harus bangun pagi pagi hanya untuk membuatkannya sarapan dan menyapanya “Selamat pagi sayang, kau sudah bangun mari kita sarapan” dengan memberikan senyum termanis di pagi hari.

Uuuh itu sangat menggelikan bukan, apa kalian pikir aku akan melakukan hal menggelikan itu ?tentu saja tidak, aku bukan tipe orang yang romantis dan menyukai hal hal yang berbau manis. Selama aku menyandang status sebagai istri Oh Sehun tak ada hal hal manis ataupun romantis yang kami lakukan, yang ada hanya pertengkaran kecil setiap harinya.

“Eunghh..Hoamm” aku mengucek mataku dan merenggangkan sedikit otot otot ku.

Seperti biasa aku selalu menuju kamar mandi setelah bangun tidur, untuk mencuci muka lalu setelah itu turun kedapur untuk menyiapkan sarapan untuk Sehun.

“Aiish ini menyebalkan, Kalau tidak ada bahan masakan lalu aku harus masak apa ?”.

aku baru ingat setelah membuka kulkas ternyata kosong, semua bahan makanan habis dan aku lupa berbelanja. Ini semua gara gara sehun, entah mengapa akhir akhir ini dia manja sekai denganku, dia selalu ingin bermanja manja denganku setiap hari, bahkan dia pernah tidur di pangkuanku sepanjang hari hingga kami seharian tak makan apapun karena sehun melarangku untuk melakukan aktivitas apapun.Aissh terkadang aku sebal dengan sifatnya yang kekanak kanakan itu. Ya maklum saja kami kan baru menikah jadi masih terasa suasana pengantin baru.

“Sehun-ah bangun, ayo antar aku pergi belanja” aku menggoncangkan tubuh nya yang seperti orang mati.

“astaga, sebenarnya dia itu tidur atau mati, kenapa dia tidur seperti orang mati” gerutuku

Saat aku sedang mengoceh tak jelas sebuah tangan yang ku yakin pemiliknya tidak lain dan tidak bukan adalah Oh Sehun, menarikku dalam pelukannya.

“Yakk, Oh Sehun bangunlah atau tidak ada sarapan untuk pagi ini”

“Apa yang kau lakukan hmmm” ujarnya sambil memejamkan matanya

“aku ingin memasak tapi semua bahan di kulkas habis, jadi cepat bangun dan antar aku belanja sekarang”

“Tidak usah belanja”

“Apa katamu, tidak usah belanja, lalu kita mau makan apa huuuh” sungut ku sedikit sebal dengan kelakuan sehun.

Kini sehun membuka matanya sambil memandangku yang kini masih dalam dekapanya.

“aku tidak mau makan, aku hanya ingin minum susu saja” ucapnya diiringi dengan senyum manisnya. Astaga harus ku akui bahwa sehun memang benar benar tampan, saat bangun tidur saja tampan, aku harus bangga mempunyai suami sepertinya.

“Susu juga tidak ada Oh Sehun, aku kan sudah bilang semuanya habis, makanya kita harus pergi belanja”

“kalau begitu aku ingin minum susu yang ada saja” ucapnya sambil tersenyum nakal kearahku.

“aku kan sudah bil—“ seketika kata kataku terputus setelah aku mengerti apa yang di maksud sehun barusan. Perlu kalian tahu bahwa sehun juga sangat mesum.

“YAAKK OH SEHUN, dasar byuntae cepat lepaskan aku”

Dia malah mendekapku semakin erat.

“tidak, sebelum kau memberikan apa yang aku mau” ucapnya sedikit merajuk

“dasar bod―oh a-ku susah ber—na―fas”ucapku sedikit meronta berusaha melepaskan diri dari dekapan sehun.

Kali ini sehun sedikit mengendurkan dekapannya, tapi tidak melepaskannya.

“ma’afkan aku sayang hehe, itu semua salahmu sendiri kenapa kau tak meberikanku itu” ucapnya sedikit merajuk dengan menatap dadaku seolah menunjukaan padaku apa yang sedang ia inginkan.

Tentu saja reflek langsung ku silangkan tanganku menutupi dadaku.

“YAKK oh sehun apa kau gila, t..tentu saja ti..tidak bisa” ucap ku sedikit gugup, ya aku akan terlihat seperti orang bodoh dan menjadi gugup jika sudah berhadapan dengan sehun dan otak mesumnya itu.

“apanya yang tidak bisa ?”.

“pokonya te..tetap tidak bisa”

“apa kau malu hmm ?” Tanya sehun dengan sidikit menggoda

“a..aku hanya―”

“Sudahlah sayang kau tak perlu malu, lagi pula aku sudah melihat semuanya, yang mana hmmm yang belum pernah ku lihat, dada indahmu, perut ratamu atau Va―”

“STOOPP berkata vulgar di depanku, dasar byuntae aku t..tidak malu hanya saja punyaku belum ada airnya bodoh”

“benarhkah kau tidak malu, tak apa walaupun tak keluar airnya yang terpenting aku bisa minun langsung dari asalnya. Baiklah kalau begitu cepat berikan padaku sekarang”

“A..apa”

“kau lama sekali biar aku saja”

Sehun menyingkirkan kedua tanganku yang sedang ku silangkan di depan dadaku, tentu saja aku menolaknya dengan tetap bersi keras menyilangkan kedua tanganku.

“YAKK OH SEHUN, aku ti―mmmppph” ucapanku tertahan saat sehun tiba tiba menciumku.

Pertama ia hanya menciumku lembut tapi lama kelamaan ciumannya berubah menjadi menuntut. Astaga harus ku akui bahwa sehun juga pencium yang sangat hebat, runtuh sudah pertahananku jika sudah begini.Aku mulai hanyut dalam permainan sehun dan mulai memejamkan mata mengikuti instingku.

Tangannya tak tinggal diam dia mulai menelusup ke dalam kaosku dan meraba raba punggungku untuk mencari pengait bra ku. Tapi tiba tiba ia mengehentikan aktivtasnya.

“Jae hee-ya apa kau tidak memakai bra ?”.

“A..apa” tanyaku sedikit bodoh, astaga dasar bodoh aku lupa memakai bra, kenapa sifat pelupa ku ini semakin parah.

“Jadi setelah tadi malam kau tidak memakai bra ?”.

“i..itu karena aku lupa”

“YAKK, Oh Jae Hee pagi ini kau sudah berkeliaran kemana saja eoh ?”. Tanya sehun yang sedikit meninggikan suaranya.

“Apa maksud mu ?”.

“ apa kau sudah berkeliaran keluar rumah dengan pakaian setipis ini dan tanpa menggunakan bra ?”.

“YAKK oh sehun kenapa kau menuduhku seperti huuh ?” sungutku kesal, aku sebal jika sifat kekanak kanakannya sudah mulai muncul.

“aku tidak menuduhmu aku hanya bertanya” ucapnya sedikit menyesal.

Dengan hati kesal aku beranjak dari ranjang.

“Sudahlah aku tak mau berdebat denganmu karena hanya masalah sepele seperti ini, jangan harap hari ini ada makanan, mood ku sudah hilang hari ini aku tidak mau memasak” ucapku dengan sebal lalu meninggalkan sehun yang masih terduduk di ranjang.

Adapa apa dengannya, dia benar benar merusak suasana hanya karena hal sepele. Bahkan mood ku sekarang juga berubah.

“Sayang ma’afkan aku, bagaimana dengan susuku bahkan aku belum meminumnya”

Aissh dasar anak itu memang benar benar, disaat seperti ini saja sel sel kelabu otak mesumnya bahkan masih saja bekerja.

“Tidak ada” sahutku dari luar kama

Setelah pertengkaran kecilku dengan sehun, aku bahkan masih kesal dengannya.Aku mencoba diam dan mengacuhkannya, tapi bukan sehun namanya jika dia tidak berbuat sesuatu.

“Sayang apa kau masih marah denganku ?”.

“…..”

“astaga apa kau benar benar marah denganku, baiklah kalau begitu aku minta ma’af”

“….”

“Jae hee-ya kau jangan seperti ini, kumohon ma’afkan aku” di berkata sambil berlutut di depanku yang sedang duduk di sofa sambil menunjukkan aegyo nya itu. Astaga jika sudah begini, aku bisa apa.

“baiklah, sebagai syarat permintaan ma’afmu sekarang kau antar aku belanja dulu, otthoke ?”

“baiklah, kajja” ucapnya sambil teresenyum manis.

“sebentar aku akan mengambil jaket, dompet dan daftar belanja dulu”

“baiklah aku akan menunggumu di depan”

“sehun-ah kajja”

“Jae hee-ya tunggu sebentar”

“Kenapa ?”. tanyaku seraya meutkan kedua alisku sambil menatap sehun bingung.

“ada yang lupa”

“apa”

“coba kau ingat-ingat lagi pasti ada yang lupa”

“apa lagi yang lupa, aku sudah membawa dompetku”

“bukan itu coba kau ingat ingat lagi”

“aku sudah bawa semuanya, dompet sudah daftar belanja sudah” ujarku sambil mengingat ingat lagi barang kali ada yang tertinggal.

“Tidak bukan itu, terkadang sifat pelupa mu memang benar benar parah”

“lalu apa”

“ apa kau sudah memakai bra mu ?”.

Seketika mataku membulat sempurna, astaga benar kata sehun aku lupa memakai bra, sejak tadi pertengkaran kecilku dengan sehun, aku langsung keluar kamar dan lupa untuk memakai bra. Tadi aku hanya mengambil jaket dan tidak ganti baju.

Aku langsung buru buru lari masuk kedalam rumah, dan langsung memakai benda yang kini menjadi bahan permasalahanku dengan sehun sejak tadi pagi. Lalu kembali lagi menemui sehun yang kini sedang menungguku di depan mobil.

“sudah” Tanya sehun. Aku hanya mengangguk malu tanpa menjawab pertanyaan sehun.Astaga saat ini aku sungguh benar benar sangat malu.

Ku lihat sehun hanya terkekeh melihat tingkah lakuku.

“kajja”

__∞°∞__ Super market __∞°∞__

Saat ini aku sedang mendorong trolly yang kini tengah terisi setengah penuh dengan beberapa belanjaan. Aku sedang berada di area buah buahan sambil memilih milih buah segar untuk kumasukkan kedalam keranjang.

“sayang ada panggilan masuk, disini sangat ramai aku akan kesana sebentar”

“Hemm” ucapku yang masih sibuk dengan memilih milih buah segar.

“Siapa yang menelfon ?”Tanya ku seraya menciumi aroma buah yang kini sedang ku genggam.

“Suho hyung”

“dia bilang apa sepertinya sangat serius”

“ah ti..tidak juga, hanya hal sepele dia menanyakan bagaimana keadaanku setelah menikah itu saja ya hanya itu” ujaurnya sambil menggaruk garuk kepalanya.

“oh iya sayang apa kau lupa sesuatu ?” Tanyanya dengan sedikit serius

“apa, kurasa tidak. Dompet, daftar belanja, bahkan bra aku sudah memakainya”

“astaga bukan itu tapi yang lain, misalnya hal yang special”

“aku rasa aku tidak meluapakan apapun” jawabku lagi sambil mendorong trolly

“ayo coba ingat ingat lagi”

“ayolah sayang coba kau ingat lagi” rengeknya memintaku untuk mengingat ingat sesuatu yang menurutnya aku lupakan. Tapi apa, aku melupakan apa ?astaga, bahkan aku tak melupakan apa apa.

“YAKK oh sehun hentikan sekarang juga, apa kau tidak malu, sekarang semua orang tengah menatap kita. Hentikan rengenkanmu itu” bisiku pada sehun karena sekarang semua orang tengah menatap kami karena ulah sehun yang terus merengek.

“tidak akan sebelum kau mengingatnya”

“astaga benar benar keras kepala, baiklah baiklah aku akan mengingatnya nanti jika sudah sampai dirumah, apa kau gila sekarang lihatlah kita sedang berada di kasir dan semua orang tengah menatap kita”.

__∞°∞__ Home__∞°∞__

Sekarang aku sedang berada di dapur untuk merapikan semua bahan bahan belanjaan yang telah kami beli tadi dan menyiapkan sayuran juga beberapa bahan lainnya untuk di masak. Sedangkan sehun masih saja sama seperti tadi mengekoriku dan merengek rengek seperti anak kecil untuk mengingatkan aku hal yang benar benar sama sekali tak ku ingat bahkan aku pun tak ingat aku melupakannya.

“sayang apa kau masih belum mengingatnya ?”.

“ayolah sayang coba ingat ingat lagi”. Rujuknya lagi.

“astaga sehun, hentikan sekarang juga, jika kau terus mengekoriku seperti ini bagaimana aku bisa memasak dengan tenang ?”. ujarku sediki sebal dengan tingkah sehun yang seperti bocah berumur 5 tahun.

“apa kau benar benar tidak mengingatnya ?”.

Cukup sudah, sudah habis kesabaranku menghadapi lelaki yang berstatus sebagai suamiku namun tingkahnya masih sama persis seperti bocah umur 5 tahun.

“YAKK oh sehun bisakah kau berhenti menanyakan hal yang sama, aku saja yang mendengarnya lelah. Apa kau tak lelah menanyakan hal yang sama ?”

“jika kau terus menanyakan hal yang sama lagi maka tidak ada makan siang juga hari ini, lagi pula aku tak melupakan hal apapun apalagi hal special sekalipun, jika itu hal special pasti aku akan mengingatnya”.

“Tapi kenyataanya kau melupakannya” ucapnya sedikit takut, sehun akan sangat takut jika aku sudah marah marah seprti ini.

“sekarang kau tunggu saja di meja makan atau kau mau nasibmu sama seperti sayuran sayuran ini, Tuan.Oh kau tak lihat aku sedang membawa apa” gertakku sambil menancapkan pisau ke beberapa sayur sayuran hingga tercincang cingcang.

Ku lihat raut wajah sehun berubah drastis dan mukanya berubah menjadi pucat pasi ku lihat di susah payah menelan ludahnya sendiri setelah aku mengatakan itu, menurutku itu sangat lucu, hahaha jika kalian melihatnya pasti kalian akan tertawa terbahak bahak.

“B..Baiklah aku akan menunggu di meja makan”.Ujarnya dengan gugup lalu melangkah dengan cepat meninggalkanku.

Sehun hanya diam menungguku sampai selesai memasak, seperti yang kuperintahkan tadi.
“Sayang apa kau tahu hari ini tanggal berapa?”. Tanyanya dari meja makan yang tak jauh dari dapur

“aku tak tahu hari ini tanggal berapa,liat saja di kalender”

“Bisakah kau melihatnya untukku”

“Apa kau tak lihat aku sedang sibuk, jadi lihat saja sendiri” ucapku dari arah dapur

“Astaga aku lupa, hari inikan”

” kau sudah mengingatnya ?” jawab sehun dengan semangat dan senyum sumringah yg menghiasi bibirnya.

“iya, aku ingat hari inikan aku harus membayar tangihan listrik, ya ampun kenapa aku bisa lupa, gomawo sehun-ah telah mengingatkanku”

“Lupakan saja” ucapnya sedikit lemas, dan aku juga melihat tingkah sehun sedikit berbeda, ada apa dengannya bukankah dia tadi sangat bersemangat kenapa sekarang jadi lemas seperti itu, dan sekarang lihatlah keadaanya yang mengenaskan dengan meletakkan kepalanya di atas meja.

“Kau kenapa ? Apa kau sudah sangat kelaparan hingga tidak sanggup mengangkat kepalamu sendiri eoh”

“…”
Beberapa saat kemudian akupun selesai memasak, dan menghampiri sehun dengan mebawa beberapa makanan yang telah aku masak tadi.

“Baiklah sudah siap, kajja kita makan”

“aku tidak mau makan, aku tidak lapar” katanya dengan nada seperti orang frustasi.

“Benarkah kau tidak lapar ?, bahkan dari pagi kau belum makan apa apa sama sekali” tanyaku sedikit khawatir tidak biasanya sehun seperti ini.

“aku ngantuk, aku ingin tidur” katanya sekali lagi sembari melangkahkan kakinya menjauh dari meja makan.

“Yakk oh sehun, ada apa denganmu eoh, apa kau sakit ?” ujarku setengah berteriak pada sehun yg kini tengah menaiki tangga untuk menuju kamar.

Ini sudah waktunya makan malam tapi sehun tetap saja masih seperti itu, dia bahkan belum turun dari kamar sejak tadi siang, apa dia sedang merajuk ?
dia sangat aneh seharian ini.

“Sehun-ah ayo kita makan malam, aku sudah siapkan makanan kesukaanmu” ucapku seraya membujuk sehun yang kini tengah berbaring di tempat tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya yg hanya menampakkan kepalanya saja.

“Aku tidak mau”

“Kau kenapa, apa kau sakit” aku segera menempelkan tanganku di dahinya untuk mengecek suhu tubuhnya.

“Aneh suhu tubuhmu bahkan normal, jika tidak sedang sakit lalu kau kenapa”

“ini semua karena salahmu”

“apa, salahku bagaimana bisa”

“pikir saja sendiri” ujar sehun lalu meneggelamkan kepalanya kebawah selimut, sehingga tak terlihat lagi.

“yakk oh sehun seharian ini kau membuat ku bingung akan sikapmu itu, pertama kau mempermasalahkan bra, kedua kau menyuruhku mengingat hal yang tak kulupakan, ketiga tingkahmu aneh sejak saat pulang berbelanja tadi, dan sekarang kau bahkan marah padaku tanpa sebab.”

“Oh baiklah tuan oh aku lelah, saat harus membujukmu saat kau sedang merajuk seperti ini, kau pikir kau ini bocah berumur 5 tahun apa, atau kau pikir kau itu anak remaja labil yang sedang mengalami masa puber. kau pikir berapa usia mu sekarang huuh ?”. Sungutku kesal.

Astaga aku baru ingat saat mengatakan kalimat terakhir, lalu aku buru buru melihat kalender yang bertengger di atas meja kamar. pantas saja sifatnya seharian ini aneh dan membuatku pusing. Aku lupa bahwa hari ini tanggal 12 April dan hari ini hari ulang tahunnya.
Astaga aku benar benar lupa, pantas saja seharian dia mengatakan aku melupakan sesuatu, ternyata benar aku lupa hari ulang tahun suamiku sendiri, ah dasar bodoh kenapa penyakit pelupaku ini semakin tambah parah saja.

Aku duduk di tepi ranjang yang kini tengah sehun tiduri.

“Sehun-ah aku sudah ingat sekarang”

“Lupakan saja, jika tentang tagihan listrik atau yang lainnya”

“Mianhae, aku sudah ingat sekarang, aku ingat bahwa hari kau berulang tahun” ucapku sedikit menyesal.

“Walaupun sekarang kau sudah mengingatnya, sudah terlambat, sudah lupakan saja”

“Hiks..hikss.. Apa kau marah padaku, aku tak bermaksud melupakan hari spesialmu” ucapku seraya manangis sesenggukan,

Ku lihat dia membuka selimutnya dan menatapku sejenak kemudian memelukku.

“Sudahlah jangan menangis, aku juga tak bermaksud meyalahkanmu mianhaejae hee-ya” ucapnya seraya mengecup puncak kepalaku lalu mengusap air mataku dengan ibu jarinya.

“Uljima, kau lebih cantik saat tersenyum” ucapnya sembari menarik sudut bibirku memaksaku agar tersenyum.

“Mianhae sehun-ah, aku memang istri yang bodoh”

“Sudahlah kita lupakan kejadian ini oke, lain kali saat aku bilang kau harus mengingatnya makan kau harus mengingatnya”

“kau kan tahu kalau aku ini pelupa”

“bukankah aku sudah mengingatkanmu seharian ini, tapi kau malah tak peduli”

“Kau mengingatkanku dengan cara yang salah, sudah tau daya ingatku sangat payah, kau malah suruh aku mengingat”.

“Aku bahkan sudah memberimu kode untuk melihat kalender, tapi kau malah mengingat tagihan listrik  yang tak penting itu, ku kira saat kau bilang ingat, kau ingat ulang tahunku, tapi ternyata malah tagihan listrik sialan itu yang kau ingat”.

“Mianhae” ucapku dengan nada menyesal

“oiya sebenarnya tadi saat kita belanja suho hyung memang menelpon tapi dia bukan tanya soal kabar, dia mengucapkan selamat ulang tahun padaku aku sendiri saja hampir lupa jika suho hyung tidak menelponku”

“Apa, jadi suho oppa sudah memberimu selamat terlebih dahulu ?” sehun hanya mengguk menanggapi pertanyaanku.

“harusnya aku yang pertama mengucapkannya”

“Sudahlah tak apa yang penting sekarang kau sudah ingat dengan ulang tahunku”

“Saengil chukkae hamnida sehun-ah”

“Gomawo” ucapnya seraya memelukku lagi.

“Kajja kita turun, dan makan malam kau pasti lapar ?”

“Tentu saja aku sangat lapar, dari pagi aku belum makan apa-apa”

“Haha makanya jangan sok merajuk, kau sendiri kan yang rugi” kataku sembari meledek sehun

“ini semuakan gara gara kau, kalau kau ingat hari ulang tahunku kan aku tak akan merajuk seperti ini”

“Mianhae, kajja kita makan”

“Ah akhirnya aku bisa makan juga ayo kita makan”

“Eh tunggu dulu ” saat sehun akan menyantap makan malamnya aku menghentikannya, rasanya aku sangat kasihan pada sehun karena aku lupa ulang tahunnya bahkan sekarang tak ada kue ulang tahun atau perayaan apapun, setidaknya aku bisa melakukan sedikit perayaan kecil. Hal yang tidak boleh di lewatkan saat ulang tahun yaitu acara tiup lilin dan make a wish.

“Eh apa yang kau lakukan ?”
Sekarang aku sedang mencetak nasi kedalam mangkuk agar berbentuk bulat.Setelah itu aku lepaskan dari cetakan dan ku letakkan di piring tak lupa ku ambil lilin ku taruh di tengah tengah nasi yang berbentuk bulat itu lalu kunyalan lilinnya ku berikan pada sehun sebagai kue ulang tahun.Kue ulang tahun yang sangat sederhana hihihi.

aku membawa piring yang berisi nasi bulat dan ada lilin di tengah tengahnya itu pada sehun lalu menyanyikan lagu ulang tahun untuknya

“Saengil chukha hamnida, saengil chukha hamnida, Saengil chukha hamnida, saengil chukha hamnida”

“tiup lilinnya tiup lilinya tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga, sekarang juga”

“sekarang buat permohonan dan tiup lilinnya sehun-ah, ayo cepat”

Sehun memejamkan matanya kemudian meniup lilinya.

“Gomawo jae hee-ya”

“Sehun ma’af  lupa hari ulang tahunmu, dan ma’af juga tidak menyiapkan apapun di hari ulang tahunmu” ucapku dengan menyesal.

“Tidak apa-apa jae hee, ini bahkan lebih dari cukup, kau mau tahu apa harapan ku tadi” sehun melepas pelukannya.

“apa”

“Terimakasih Tuhan telah menjadikan Oh jae hee sebagai milikku dan aku mohon jika bisa Kau memberikanku sehun junior tahun ini”

“MWO, sehun junior ?”.

“Apa, kau tak ingin mempunyai sehun junior hmm ?”. Ucapnya seraya menarik pinggangku dan sedikit menggodaku.

“A..aku hanya”
“Hanya apa hmm, sudahlah ayo kita buat sehun junior sekarang” ucapnya sembari menggendongku ala bridal style,

“YAKK oh sehun, turunkan aku. bukankah kau bilang tadi kau lapar ?”

“Sekarang tidak lagi, karena ulahmu”

“karena aku ?”

“Gara gara kau membuatku, membuat harapan itu, membayangkannya saja, aku sudah ingin segera membuatnya”

“MWO ??, Yakk dasar byuntae”

“Oiya satu lagi, aku ingin minta satu permintaan padamu” katanya sambil menghentikan langkah kakinya

“Apa ??”.

“Jangan menggilku dengan sebutan “YAKK Oh Sehun” sepertinya kau hobi sekali mengumpat dengan menggilku seperti itu”.

“Itu karena kau menyebalkan”

“Baiklah sekarang semenyebalkan apapun aku, aku tetap suamimu dan aku lebih tua darimu jadi panggil aku oppa, arraseo ?”.

“Ya, baiklah”  sehun melanjutkan lagi langkahnya. Setelah sampai di kamar sehun membaringkanku di ranjang, bahkan sekarang dia menindihku.

“aku ingin minta hadiahku darimu”

Sehun mendekatkan wajahnya denganku, aku benar benar sangat gugup sekarang, setiap kali sehun melakukan ini aku terlihat sangat gugup walaupun kami sering melakukkannya.

“H..Hadiah apa, aku bahkan lupa hari ulang tahunmu dan aku belum menyiapkan apapun untukmu” ucapku sedikit kikuk.

“aku tak meminta barang apapun darimu, aku hanya meminta sehun junior otthokhe ?”

“MWO ?, a..aku bahkan belum siap memiliki anak”

“kau harus siap karena aku minta 12 sehun junior darimu ??”

“D..Du..Dua belas, yaakk apa kau gila kau ingin melihatku mati muda eoh ?”

“tentu saja tidak, aku tahu kau wanita yang kuat kau pasti sanggup meberiku 12 sehun junior, aku ingin anak kita nanti 11 laki laki dan 1 anak perempuan”

“Kenapaa lebih bayak anak laki laki, ini tidak adil ?

“Hey sayang dengarkan aku dulu, aku ingin membuat kesebelasan klub sepak bola, dan kenapa aku menginginkan satu anak perempuan karean aku tidak suka anak perempuan mereka sangat berisik kau tahu lagi pula aku tidak bisa menyisir rambutnya atau bahkan mengucir rambutnya nanti jika kita mempunyai banyak anak perempuan.maka dari itu aku hanya ingin satu, karena aku kasihan denganmu ku lihat kau sangat kelehan mengerjakan pekerjaan rumah maka dari itu, anak perempuan kita nanti biar dia membantu mu di dapur atau pekerjaan rumah lainya.”

“Jadi kau ingin membuat anak perempuan kareana kasihan padaku dan menjadikannya pembantu eooh”

“Tidak, lagi pula aku tidak bilang bahwa dia akan menjadi pembantu, kau sendiri yang menganggapnya seperti itu”

“Lalu jika aku dan anak perempuan kita nanti memsak dan mengerjakan pekerjaan rumah lalu apa yang akan kau dan 11 anak laki laki kita lakukan nanti huuh?”

“Kami akan bermain bola bersama, aku akan melatih mereka bermain bola dengan benar, sehingga besar nanti kita akan punya kesebelasan klub sepak bola bukankah itu keren”

“Apanya yang keren, pokoknya aku tidak suka banyak anak laki laki, mereka hanya akan bermain, mengotori rumah lalu menonton pertandingan sepak bola”

“Hey sayang jika kau tak menyukai mereka menjadi kesebelasan baiklah aku akan merubahnya, bagaimana kalau kita membuat sebuah grup boyband dengan 11 anak laki laki kita sebagai member bukankah itu keren, mereka akan muncul di tv setiap hari dan menjadi idola baru dan yang paling penting mereka bisa menghasilkan banyak uang hehehe”

“Pletaakk,” ku pukul kepala sehun

“aww appo”

“Apa kau sudah tidak waras, jangan berpikiran macam macam, punya satu saja belum”

“kau benar juga, Baiklah kalu begitu kajja kita buat sehun junior yang pertama”

“Yaak Seh–mmppphh” kata kataku terputus ketika sehun tiba tiba saja langsung menciumku.

Ciuman yang begitu menuntut,
sehun mulai menggigit bibir bawah dan atasku secara bergantian lalu, menelusup masuk ke mulutku mengabsen setiap gigiku, dan tak lupa mengajak benda lunak itu berperang dengannya.
Decapan itu semakin terdengar keras.Saat sehun mulai turun menciumi ceruk leherku, lalu menggigitnya kecil meninggalkan bekas keunguan disana memberikan tanda kepemilikannya.

“Euungghh ” sial, umpatku dalam hati kenapa aku mendesah. Sudah mati matian aku menahanya agar tidar keluar.Sekarang sehun tersenyum puas penuh kemenangan, dapat ku rasakan bibirnya membentuk sebuah lengkukan kecil yang kini beralih menempel di pipiku.

“Jangan di tahan sayang keluarkan saja” bisiknya di telingaku, yang menurutku sangat sexy, astaga sebenarnya dia mempunyai berapa kepribadian ?Kadang dia merajuk seperti bocah 5th, tapi kadang dia terlihat dewasa dan romantis seperti tadi, bahkan sekarang dia terlihat sexy ketika sedang bercinta.

Tangan sehun tak tinggal diam di mulai masuk kedalam kaos ku seperti biasa meraba raba punggungku, mencari benda yang menghalangi aktivitasnya pengait bra.
“Clek” sepertinya sehun berhasil membuka pengait bra ku dengan tidak sabaran tanganya langsung bergerilya menjamah setiap inci tubuhku.

Malam itu menjadi malam yang yang sangat panjang untuk ku dan sehun, hanya lenguhan dan desahan yang memenuhi seisi kamar. Kami melakukannya sampai jam 4 pagi. Entah kami sudah melakukannya berapa ronde.

――∞°∞ 6 tahun kemudian ∞°∞――

“Oeek oeek”

“oppa bisakah kau menggendong Dae Hyun sebentar aku sedang memandikan Se hee” ucapku setengah berteriak dari kamar mandi

“tapi aku sedang menggendong Hyun sung dan mengajak Jae Hun bermain”

“Aissh dasar, lihat lah appa mu se hee, kau tunggu dulu di sini sebentar ya eomma akan melihat adik daehyun dulu”

Oek oek oek

“oo sayang cup cup cup jangan menagis lagi ya eomma disini, kenapa kau menangis hmm, apa kau haus, baiklah ibu akan menyusuimu”

“Oppa apa kau bisa angkat se hee dari bak mandi jika tidak dia akan masuk angin nanti”

“Tapi bagaimana denagn Hyung sung dan Jae hun ?”

“Bawa saja kemari, ke kamar daehyun”

“Baiklah,” ucapnya sehun

“sayang kau disini dulu ya dengan eomma” ujarnya lalu menurunkan hyun sung dalam gendongannya,

Lalu di ikuti jae hun yang berlari ke arahku, dia anak paling tua. Dia baru berumur 5tahun, sedangkan se hee anak ke dua kami dan satu satunya anak perempuan kami yg berumur 3 tahun, lalu kemudian yang terakhir Si kecil dae hyun, yg kini tengah menyusu padaku. Dia baru berumur 5 bulan.

“eomma..thuthu” ujar Hyun sung lucu maklum saja dia belum terlalu lancar berbicara, usianya baru 2 tahun dia anak ketiga kami. Dia selalu seperti itu ketika melihat daehyun menyusu padaku, mungkin dia juga ingin menyusu seperti adiknya.

“Oh ma’af sayang susu mu bukan yang ini, ini untuk adik dae hyun, biar appa nanti yang membuatkannya untukmu” ku lihat sehun sudah membopong se hee dan meletakkanya di meja rias bayi.

“Nah se hee ayo sekarang kita pakai bedak dulu ya biar wangi, nah sudah. Kalau begitu sekarang pakai baju ya”

“Yaak oppa bukan begitu cara memakainya itu terbalik, yang ada kancingnya di belakang bukan di depan”

“Benarkah ?, bukankah yang ada kancingnya seharusnya di depan bukan di belakang”

“kau saja yang tidak mengerti, memang modelnya begitu”

“Aissh baju anak perempuan memang sangat merepotkan”

” Oppa setelah kau selesai mendandani Se hee tolong buatkan susu untuk hyun sung ya”

“sudah selesai, nah sekarang kau sudah cantik se hee”

“Cantik apanya, bedaknya tidak rata bahkan belepotan dimana mana”

“Ah sudahlah jangan di komentari aku kan sudah bilang aku tidak bisa mengurus anak perempuan, tak apa se hee menurut appa kau tetap cantik” ucapnya sembari mengacungkan jempol ke wajah bayi perempuannya itu.

“Aissh dasar, kalau kau tidak bisa mengurus anak perempuan kalau begitu, sekarang urus anak laki laki mu, di sedari tadi merengek meminta susu, bahkan dia ingin minum susu dae hyun”

“Ah benarkah?, ayo sayang kita buat susu, kalau kau ikut ikutan minum susu seperti dae hyun maka jatah appa akan semakin berkurang, tadinya itu hanya milik appa, tapi karena appa baik hati jadi appa mau berbagi dengan kalian, hyun sung apa kau tidak bosan kau bahkan sudah minum susu eomma mu selama setahun eoh” ujar sehun sambil menceramahi hyun sung yg kini dalam gendongannya

“YAKK oppa, dasar byuntae apa kau mau mengajari anak kita menjadi yadong seperti mu huuh” ucapku setengah berteriak karena sehun kini tengah melenggang keluar untuk membuat susu untuk hyun sung.

“Hehe tenanglah sayang aku hanya sedikit memberinya nasehat, bukan menjadikannya yadong, pada saatnya nanti dia juga akan yadong sendiri tanpa ku ajari” teriaknya dari arah dapur.

“YAKK oppa jaga ucapanmu itu”

Hal yang paling indah adalah ketika saat aku dan sehun menyaksikan setiap tumbuh kembang malaikat malaikat kecil kami, dan saat paling menyenangkan adalah ketika melihat mereka tertidur pulas.Itu artinya tugas yang melelahkan pun telah usai.

“Jae hee-ya”

“Hmmm”

“Bukankah mereka semua sangat lucu”

“Hmmm,”

“Oppa Bukankah menyenangkan menjadi orang tua ?”

“Tentu saja, tapi terkadang juga melelahkan”

“Baru 4 saja sudah lelah bagimana nanti jika kita benar benar mempunyai 12 anak ”

“Jadi kau benar benar ingin mempunyai 12 sehun junior?”

Astaga kurasa aku benar benar salah bicara, aku meruntuki diriku sendiri

“M..maksudku-“

“Ayo kita buat sehun junior yang kelima”

“MWO” tanpa meminta persetujuanku sehun langsung menggendongku menuju kamar, dan entah sudah sejak kapan ia sudah merebahkanku di ranjang

“Aku tidak mau punya anak lagi”

“Kenapa”

“kau pikir mengandung itu tidak lelah apa? Harus membawa perut buncit kemana mana, dan kau tahu yang paling menyebalkan saat hamil”

“apa memangnya”

“Aku benci tidak bisa memakai dress dress kesayanganku, dan aku benci saat berat badanku terus bertambah”

“Bukannya kau senang saat hamil ?, kau bisa menyuruhku ini itu dan kau bisa memanfaatkan ku, alasannya selalu saja sama “aku sedang ngidam” itu tidak masuk akal, bagaimana bisa ibu ngidam menyuruh suaminya mebersihkan rumah dan megerjakan semua pekerjaan rumah”

“Begitu saja sudah mengeluh, kau tidak tahu bagaimana sakitnya saat melahirkan”

“tapi kau suka kan saat membuatnya” goda sehun dengan diringi senyum nakalnya.

“Berhenti menggodaku, pokoknya aku tidak mau menambah anak lagi”

“Ayolah sayang apa kau lupa jika kita nanti akan membuat kesebelasan, bahkan kita sudah setengah jalan dengan mempunyai 1 anak perempuan dan 3 anak laki laki, tinggal 8 anak laki laki lagi sayang, ayolah kau pasti kuat, aku tau kau wanita hebat sayang”

“Pokonya tidak, sekali tidak ya tetap tidak, kalau kau terus memaksa kau saja yang hamil dan kau saja yang melahirkan”

“baiklah jika kau menolak aku akan minta hadiahku saat ulang tahunku tahun depan pasti kau tidak bisa menolaknya”

“Coba saja kalau bisa”

__END__

Advertisements

One thought on “[Sehun Birthday Project] 12 Baby’s for Birthday Gift”

  1. gk kebayang deh klau bner” pnya 12anak….
    pasti rame bgt tuh rumah,blum lagi kekacauan yg ditimbulkan oleh mereka….
    hahaha….ngebayangin aja ngakak sendiri 😀

    Liked by 1 person

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s