[Sehun Birthday Project] She Just Don’t Know

20160415125712

She Just Don’t Know

Oh Sehun & OC Shin Seul Mi

Romance | Hurt | Life | AU

Teen Labeled

Disclaimer;

FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.

Thanks for Amazing Poster, By; Aikwan Daegi @Story Poster Zone

a Fanfiction’s by ALONA

” I Wanna let you know, But is words kept in my heart”

[Https;alenachoi11.wordpress.com]

Langit berganti berwarna biru setelah menjalani gelap yang cukup panjang. Sang penyinar dunia kembali ke tempatnya.

Para penduduk kota ginseng ini mulai menjalani aktivitas mereka. Dan yang paling terlihat di trotoar. Termasuk seorang gadis yang memakai pakaian casual tapi modis. Seul Mi.

Gadis itu tetap berjalan santai meski waktu di jamnya, menunjukan pukul lebih dari jam masuk kerja.

Sampai dia merasa ada yang menepuk bahunya,lalu merangkulkan tangan pada pundak sempitnya posesif.

Mata bulat gadis itu memutar malas, lalu melangkah malas. Tapi, sesosok lelaki tinggi di sampingnya tersenyum manis. Membuat beberapa gadis yang meliriknya mendecak kagum dengan tatapan berbinar, juga lirikan iri pada Seul Mi.

“Kita jadikan jalan – jalan?”Tanya pria itu riang. Sang gadis hanya mengangguk pasrah saat lengannya di tarik menuji sebuah cafe dengan menu yang kebanyakan makanan ringan dan minuman.

“Kau mau pesan apa?”Tanya pria itu.

“Sama sepertimu saja…”Jawab Seul Mi.

Siapa yang akan menyangka bahwa Seul Mi adalah gadis yang berpacaran dengan seorang artis seperti Sehun?

Pesanan mereka datang. Hanya sebuah roti bakar berselai kacang dan Bubble Tea berprirasa taro.

Sehun memakan semua makanannya lapar, karna dirinya memang belum memakan apapun sedari tadi pagi. Diikuti Seul Mi.

“Setelah ini kita akan kemana?”Tanya Sehun. Pria itu menggenggam jemari dingin Seul Mi erat. Menyalurkan perasaan cintanya disana. Membuat gadis itu merasakan debaran menggila. Hingga pipinya bersemu merah.

“Bagaimana jika ke Lotte World?”Tanyanya dijawab anggukan pelan Sehun.

Selama perjalan menuju kesana. Tak sedikit yang melirik mereka iri dan kagum. Dan itu membuat Seul Mi tidak nyaman, tapi Sehun justru nyaman.

“Kau tidak lupa besok kan?”Tanya Sehun. Kini mereka sedang menaiki kora – kora.

“Apa? Memang besok ada apa?”Jawab Seul Mi acuh. Dia memang sedang tidak fokus. Ayolah, siapa yang fokus bicara saat permainan itu sedang mengayun semakin kencang.

“Ulang tahunku.. Juga dirimu!”

DEG

Jantung Seul Mi berdebar. Kenapa secepat ini?

 —o0o—

Bunyi panggilan dan pesan tak Seul Mi hiraukan.

Gadis itu semakin menenggelemkan dirinya didalam selimut tebal itu. Menghiraukan suara yang memanggil namanya.

“Hiks… Hiks.. Kenapa semua tak mengerti? Aku takut.”Isak gadis itu. Suaranya teredam.

Bunyi ketukan tak dihiraukan. Seul Mi menutup mulutnya sendiri, meski dirinya sesegukan. Asal suaranya tak terdengar sedikitpun oleh orang diluar sana.

“Seul Mi-Ah.. Ayolah, jangan bilang kau masih tidur!”Suara ketus dibalik pintu membuat Seul Mi tau siapa disana.

Je Ra dan sahahat – sahabatnya.

“Kita harus membelikan Sehun kado,bodoh! Ayolah aku tau kau malas. Tapi sedikit saja demi,Sehun!”

Demi Sehun?

Apa pria itu pernah memikirkan dirinya yang nyatanya sangat membenci hari itu?

Hari dimana dirinya dan Sehun lahir?

Seul Mi bukanlah mengutuk hari itu karna mereka berdua lahir. Bukan.

Seul Mi bukanlah manusia yang menunggu hari lahirnya. Dia adalah sosok gadis yang menghindari hari itu.

Baginya, Ulang tahun adalah hal yang menyakitkan. Kenapa? Karna umurnya sudah semakin pendek. Itu artinya kematian mendekat,meski dia tidak tau kapan dirinya mati.

Disini, dia merasa ketakutan yang teramat.

Hari ulang tahunnya dengan Sehun memang besok.

12 April.

Dimana hari itu juga dia bertemu Sehun yang sedang bermain dengan anjing puddlenya di taman. Dimana pria itu memakai hoodie putih dengan tudung yang menutupi wajahnya, hingga pria itu menabrak dirinya hingga terjungkal.

Seul Mi tersenyum, membayangkan betapa konyol dan bodohnya pria yang ternyata Member Boygroup terkenal itu.

Bodoh.

“Aku sudah menemukan kado special untuk Sehun!”Akhirnya sebuah teriakan memekikkan dari Seul Mi terdengar.

“YA. Bilang sedari tadi jadi kami tidak perlu menggedor pintumu,bodoh!”

Dan ya,terdengarlah suara umpatan.

—o0o—

Ini gila.

Jika saja,bukan demi Sehun.

Dia tidak rela berlari seperti orang kesetanan.

Seul Mi memang hanya mengenakan kemeja putih dan celana jeans juga sneackers. Jadi, tidak perlu repot.

Nafasnya memburu kala berlari dari rumahnya menuju tempat ini. Yang jaraknya hampir 4/5 Kilo.

-Pet Shop-

Rambutnya memang sudah berantakan. Tapi dia tidak perduli.

Dia melangkah masuk, dan disuguhi makanan, obat, kandang, dan hewan – hewan lainnya.

Tapi, onyxnya terpaku pada sosok anjing Puddle berwarna putih yang sedang memakan makanannya.

“Bisakah aku mengambil Anjing ini?”Tanyanya to thr point, saat seorang pria menghampiri.

“Maaf, Nona.. Tapi anjing itu sudah milik orang lain! Dia sedang menitip disini…”

Seul Mi langsung mendekati kandanf anjing itu. Mengecek,dan ya.. Itu memang milik Sehun. Karna anjing itu memiliki tanda lahir berbentuh S. Ck, mentang – mentang pemiliknya berawal huruf S, lalu anjingnya juga begitu?

“Tapi, ini memang milikku yang hilang 1 tahun lalu…”Dapat Seul Mi lihat pria yang merupakan karyawan Pet Shop itu membulat.

“Maaf, nona tapi itu bukan urusan kami! Kami hanyalah menjalani amanat!”

Sungguh, amarah menggebu – gebu di diri Seul Mi. Siapa yang tidak kesal diberi jawaban itu saat ketakutan sedang menguasai dirimu?

“Bisakah aku meminta No. Telefonnya?”

“Aku ingin mengambil anjingku…”

 —o0o—

“Menurutmu,Hyung! Kado apa yang akan Seul Mi berikan padaku?”Tanya Sehun. Pria itu kini berbaring sembari memakan keripik favoritenya.

“Cat rambut mungkin.”Jawab Kai acuh. Karna dirinya terfokus pada bayangan mimpi indah.

“Mungkin, Bubble Tea…”Sahut Chanyeol lalu mengendikkan bahunya. Pria jangkung itu sibuk memainkan game barunya di Ponselnya.

“Atau mungkin, EyeLiner!”Sahut Baekhyun yang sedang asik memainkan aplikasi Ponselnya.

“Aish.. Memangnya aku suka EyeLiners sepertimu?”Jawab Sehun sengit.

“Yasudah, kau bayangkan saja sendiri!”Ketus Kai. Mungkin pria tan itu terganggu.

“Kuharap sesuatu yang indah…”

 —o0o—

Lagi – lagi ponsel putih itu bergetar. Banyak panggilan telfon dan Notif pesan.

Namun tak sedikitpun Seul Mi membukanya. Bahkan barang sedikitpun memegang.

Gadis itu baru saja selsai mandi.

Dengan baju baseball yang kebesaran dibadannya berwarna putih,lalu celana pendek berwarna hitam. Gadis itu duduk disofa yang menghadap jendela yang menampilkan malam indah.

00.00

Hari ini umurnya pas 23 tahun.

Seul Mi menyesap teh tarik buatannya.

Gadis itu duduk meringkuk.

“Semoga kau bahagia Hun, Semakin menyanyangi Moezi! Dan juga tak lelah menyukaiku! Semoga kau tidak menjadi seperti aku.. Tetaplah menjadi Sehun yang kusuka…”Isak Seul Mi.

Ya, gadis itu menangis. Bukan sebuah tangis bahagia, melainkan ketakutan.

Ketakutan akan kehilangan.

Hari ini baginya, telah memotong umurnya. Memotong hubungannya dengan Sehun.

Seul Mi melangkah dengan kakinya yang bergetar.

Memegang handphonennya.

Vidio, dimana sahabat – sahabat Sehun mengucapkan ulang tahun. Juga para Fans.

Dividio itu,Sehun mengatakan ‘Dia sangat bahagia’. Dan tersenyum. Tapi pria itu juga terus mengecek ponselnya.

“Aku mencintaimu,Oh Sehun. Maafkan aku… Selamat U-Ulang tahun!”

—o0o—

“Aku mencintaimu,Oh Sehun. Maafkan aku… Selamat U-Ulang tahun!”

Suara itu menggema di ruangan itu.

“Itu suara Seul Mi.”Suara Je Ra terdengar memecahkan keheningan.

“Dan itu bergetar…”Jawab Anna.

“Dia sudah berusahakan?”

Banyak wajah bertanya disana.

“Maksudmu?”Baekhyun mewakili segala pertanyaan.

“Jika Sehun Oppa, sangatlah menyukai hari ulang tahun. Maka Seul Mi sangatlah membenci hari ini…”

“Kenapa?”

“Baginya, hari ulang tahun. Adalah hari dimana membuat umurmu pendek. Dan kematian menunggu… Ini adalah pertama kalinya dia mengucapkan selamat.”

“Kuharap kau suka kadoku,Hun!”

Semua yang ada disana terkejut. Kala menemukan Seul Mi dengan pakaian rumahnya datang dengan sebuah kado besar.

Sehun bertanya – tanya. Tapi dia tetap membuka kado itu. Dan-

“Guuk.. Guuk”

“Bagaimana kau bisa menemukannya?”Wajah Sehun penuh kebinaran. Tapi, wajah Seul Mi penuh kedataran.

“Di Pet Shop…”

Dulu, saat Sehun menabrak Seul Mi. Anjing itu melarikan diri.

—o0o—

Seul Mi PoV

“Aku mencintaimu, Seul Mi… Selamat Ulang tahuun!”

Sehun memelukku erat. Sangat erat.

Membuatku merasakan kenyamanan yang mendalam. Melupakan sedikit ketakutan.

Aku sengaja memberikan Sehun anjing itu. Aku merasa bersalah.

Pria itu tiba – tiba menarikku menjauh dari yang lain menuju balkon rumah.

“Berbaliklah, aku mau memberimu hadiah.”

Aku hanya menuruti pria itu. Sampai aku merasa sebuah benda dingin melingkari leherku.

Itu sebuah kalung dengan liotin kunci.

“Lambang ini sengaja kuberikan untuk mengunci hatimu hanya untukku.. Menguncinya untuk menjauhkan ketakutan darimu…”

Aku menangis. Takut. Terharu.

“Bertambahnya Umur memang membuat umurmu mengikis. Tapi rasakanlah,Seullie.. Hari ini kau merasakan dimana orang – orang menyayangimu.. Hari ini dimana segala ketakutanmu meluap. Dan tergantikan oleh keberanian.. Kau hanya tidak tau! Bahwa hari ini adalah hari bahagiamu-

Hari dimana aku akan melamarmu..”

FIN

Gajee banget ini…. Maafkan aku…T_T

Advertisements

One thought on “[Sehun Birthday Project] She Just Don’t Know”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s