[Sehun Birthday Project] Miss You

PicsArt_04-20-06.17.39

Author : Anisya Park (Park Rae Won)

Tittle : Miss You

Genre : Romance, sad, angst

Cast : Oh Sehun, Kim Suho, Kang Sena(OC)

Rate : Teen

Oh sehun, murid tampan di sekolahnya yang terkenal dengan sikapnya yang pendiam. Ia bersikap seperti itu bukan tanpa alasan, ada seseorang yang merubah sikapnya yang periang dan hangat menjadi pendiam.

-,-

Hari ini, pulang sekolah, Sehun tidak langsung pulang ke Rumah, ia ingin berjalan jalan ke Supermatket terdekat, namun tiba tiba,,

Meaow…

Seekor anak kucing berlari ke arah Sehun dan bergeliat manja di kaki namja berkulit putih itu.

-,-

“Kya.. Kucing.. Huwa.. Lucu sekali, Oppa..”

“Ish.. Kau ini, tetap saja tidak berubah jika ada kucing.”

“Hehehe.. Oppa, bolehkah aku menggendongnya? sebentar saja..”

“Huft.. Geurae.”

-,-

“Sena.”

Bayang bayang Sehun tentang Sena, kekasihnya yang sangat menyukai kucing kembali teringat, dan itu membuat Sehun kehilangan sosok Sena karena ulahnya 3 tahun yang lalu.

Sehun menatap anak kucing yang masih bergeliat manja di kakinya dengan sendu.

Huft..

Sehun berjongkok kemudian membelai anak kucing itu dengan kasih sayang, sama seperti yang pernah Sena lakukan. Sama persis.

Disaat Sehun sibuk membelai dan bermain dengan si kucing, matanya menangkap sepasang kekasih yang sedang bergandengan tangan. Dan sesekali si namja tampak menggosokkan tangannya dan meletakkannya pada tangan mungin yeojanya. Memang udara kota Seoul hari ini dingin. Dan pemandangan itu membuat Sehun kembali teringat dengan sosok Sena, lagi.

-,-

“Chagi, tanganmu dingin sekali..”

“A.. Apa?”

“Sini, biar kuhangatkan tanganmu.”

Ucap seorang pria sambil memegang tangan gadisnya dengan tujuan untuk memberikan kehangatan.

“A.. Apakah tanganku sedingin itu?”

“Ne.”

-,-

“Sena-ya.. Bogoshipo..”

“Yak Sehun-ah.”

“Eo?? Suho hyung?”

“Kau kenapa?”

Huft..

Sehun menggeleng gelengkan kepalanya ketika sahabatnya, Suho menanyakap pertanyaan itu.

Suho dan Sehun memang sudah bersahabat sejak lama, namun Sehun belum berani untuk menceritakan tentang masa lalunya pada Suho. Ada saatnya Sehun akan menceritakan semuanya pada Suho.

-,-

Lagi, Sehun kembali melihat pemandangan yang membuatnya teringat dengan sosok Sena.

Sehun melihat sepasang kekasih yang tampak berjalan beriringan. Disana, tampak sang pria mengusap pucuk kepala wanitanya.

-,-

Puk..

“Aw.. Oppa.. Sakit..”

Seorang gadis tampak mempoutkan bibirnya kesal karna secara tak sengaja, tangan kekasihnya mengenai kepalanya.

“Hehehe.. Mianhae, Chagiya. Sini, biar Oppa lihat. Mana yang sakit? hm?”

“Sebelah sini.” Ucap sang gadis sambil mengelus pucuk kepalanya yang terasa sakit. Tangan sang namja terulur kemudian mengelus pucuk kepala kekasihnya dengan penuh kasih sayang.

“Apakah masih sakit?”

“Ani, gomawo, Oppa.”

-,-

“Argh.. Nan micheoseo..!!”

Sehun mengacak rambutnya frustasi. Ia tak tahan jika hidup dihantui rasa bersalah.

“Sehun-ah, gwaenchana?”

Huft..

“Ne hyung, nan gwaenchana.”

-,-

“Oppa, bintangnya indah sekali ne.”

“Ne, indah sepertimu.”

“Ish, Oppa.. Jangan menggombaliku..”

“Ah.. Ne ne.”

-,-

Tes..

Satu tetes kristal berhasil keluar dari mata Sehun dengan bebasnya.

Seperti inilah kehidupan Sehun sejak 3 tahun terakhir ini. Namja ini hanya diam dan menangis.

Puk

Sehun buru buru menghapus air matanya ketika merasakan ada tangan yang menepuk bahunya dan ia dapat menduga bahwa itu adalah Suho.

“Oh, hyungie..”

“Ada apa hun? Cerita saja padaku.”

Huft..

Sehun menghela nafas sejenak kemudian menghempaskan secara perlahan.

FLASHBACK

Oh Sehun dan Kang Sena. Kedua nama itu begitu familiar di kalangan murid yang bersekolah di SMP Jinhwang. Pasalnya, kedua orang tersebut sangat terkenal di sekolahnya. Ditambah lagi fakta bahwa mereka adalah sepasang kekasih.

Saat ini, Sehun tengah menunggu kekasihnya, Sena, untuk berkencan di sebuah taman.

Sehun tanpak merapikan penampilannya di kaca spion mobilnya. Namun, alangkah terkejutnya Sehun ketika melihat pantulan kekasihnya dari kaca spion yang ia pakai untuk mengaca. Bukan, bukan karna itu yang membuat Sehun kaget, tapi namja yang tengah mnggandeng Sena. Mata Sehun memanas menahan marah, terlihat jelas dari matanya yang mulai memerah.

“Oppa, mian membuatmu menunggu lama.”

“Gwaenchana.”

“Kenapa kau bersikap dingin padaku seperti itu?”

“Ani, sudahlah, kita jalan saja.”

Selama diperjalanan kencan, tak ada percakapan yang keluar dari mulut keduanya. Keduanya sibuk dengan pikiran masing masing.

-,-

“Oppa, sampai kapan kau diam seperti ini?”

“Sampai kau menjelaskan siapa pria itu.”

“Pria itu? Pria siapa? Yang mana?”

“Ck! JANGAN BERPURA PURA TIDAK TAU! AKU TAU KAU TADI BERSAMA DENGAN SEORANG PRIA!” Sehun sudah hilang kendali. Saat ini, yang menguasai dirinya adalah amarah. Nafas Sehun menggebu, dadanya naik turun, matanya memerah menahan emosi.

“O.. Oppa.. Kau salah paham, Oppa. Pria itu, dia adalah..”

“Sudahlah, jangan mengelak. Aku kecewa padamu. Aku benar benar kecewa padamu Kang Sena.” Ucap Sehun dengan nada kecewa. Karena lepas kendali, Sehun melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata. Bahkan ia tak mempedulikan teriakan ketakutan kekasihnya.

“Oppa.. Pelankan mobilnya.. Oppa!!!!”

“DIAM!!”

“O,,Oppa..”

“OPPA AWAS!!”

“KUBILANG DIAM!!”

“OPPA DI DEPANMU ADA MOBIL.”

“DI-“

“AA…” Pekikan Sehun dan Sena bersamaan dengan suara tambran dari mobilnya dan mobil seseorang.

Ciiitt…

Brak

-,-

“Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi..”

“Itu tidak mungkin dok..”

Sehun berjalan ke arah kamar jenazah dan mendapati tubuh Sena yang sudah tidak dapat dikenali lagi.

FLASHBACK OFF

Air mata Sehun mengalir dengan deras mengiringi cerita masa lalunya yang pilu. Suho yang mendengarkan cerita Sehun, teringat sesuatu.

“Tu, tunggu. Kau bilang kekasihmu itu Sena? Kang Sena?”

Sehun hanya mengangguk lemah.

“Sepertinya kau sudah salah paham Sehun. Pertama, pria itu bukanlah selingkuhannya, tapi itu adalah kakak sepupunya, aku. Dan yang kedua, Sena sebenarnya masih hidup.”

“A, apa? ja, jadi kau..”

“Ne, aku adalah kakak sepupunya Sena.”

“Dan, Sena selama ini masih hidup? La, lalu, dimana dia? Hyung, tolong antarkan aku menemuinya. Aku ingin meminta maaf padanya, hyung.”

“Hn.. Apakah kau sangat ingin menemuinya? apa kau yakin?”

“Ne, aku yakin.”

-,-

“Se, Sena-ya.” lirih Sehun ketika melihat seorang yeoja duduk diatas kursi roda rumah sakit. Yeoja itu tampak menggunakan syal yang menutupi kepalanya, sisanya, ia lilitkan pada lehernya.

Sehun berjalan mendekati gadis itu. Dan betapa mirisnya hati Sehun melihat keadaan gadis yang selama ini dirindukannya.

Gadis itu tengah memandangi kota Seoul dari dalam rumah sakit dengan tatapan matanya yang kosong serta wajah pucatnya.

“Siapa?”

-,-

“Jika kau sudah bertemu dengan Sena, tolong jangan perkenalkan dirimu sebagai Sehun. Dan, jangan bertanya sesuatu yang menyangkut dirimu.”

“Mengapa hyung?”

“Karna, Sena yang kau kenal dulu, berbeda dengan Sena yang sekarang. Senamu, kini membencimu. Kau akan mengetahui keadaannya setelah kau bertemu dengannya nanti.”

-,-

“A, aku, hn.. Aku Hunnie, sahabat kakakmu, Suho.”

“Oh.”

“Eum.. Kudengar, kau, sedang sakit ne?”

“Lalu yang kau lihat apa?”

‘Aish.. Sehun.. Kenapa kau babo sekali. Sudah jelas dia dalam keadaan sakit, kenapa kau masih menanyakannya? Sehun babo, Sehun babo!’

Sehun merutuki kebodohannya ketika melontarkan pertanyaan tersebut.

“Eum.. Maksudku, kau sakit apa?”

“Kanker otak.”

‘Kanker otak?’

-,-

Baru kemarin Sehun melihat wajah Sena yang sangat dirindukan, dan kini, gadis bernama lengkap Kang Sena itu kini sudah berada di bawah gundukan tanah. Ya, gadis itu telah meninggal beberapa jam yang lalu, dan saat ini, yang tersisa hanya Sehun dan Suho di area pemakaman Sena.

“Hyung, mengapa kau tak memberitahuku mengenai keadaan Sena?”

“Mianhae Sehun-ah.”

“Ck.. Sudahlah, lupakan. Sekarang aku mau tanya. Sena, dia sudah mengidap kanker sejak kapan? Dan, mengapa setiap kali aku mengajaknya bicara, dia selalu tidak pernah menatapku?”

“Hn.. Mungkin ini saatnya kau untuk mengetahui semuanya. Saat kecelakaan, mata Sena tertancap serpihan kaca mobilmu, dan itu yang membuatnya menjadi buta. Lalu, 5 tahun setelah kecelakaan itu, kanker mulai menguasai tubuhnya. Aku tak tau sejak kapan kanker itu bersarang di tubuh Sena.”

“Lalu, bagaimana keadaannya selama ini?”

“Ya.. Seperti yang kau lihat kemarin, Hun. Rambut indahnya yang dulu selalu menjadi kebanggaannya, kini sudah tak ada. Wajahnya yang dulu selalu ceria, kini hanya wajah pucat yang ada. Dan, mata indahnya, kini sudah tidak bisa digunakan lagi.” Air mata Suho tak dapat dibendung mengingat keadaan sepupunya yang begitu mengenaskan.

Tes

Satu tetes kristal berhasil lolos begitu saja dari pelupuk mata Sehun.

Buk

Sehun menjatuhkan tubuhnya lemas setelah mendengar penjelasan yang keluar dadi bibir sahabatnya itu. Ia benar benar tak menyangka jika kekasihnya itu selama ini menderita karenanya.

“Sena-ya, mianhae. Mianhae karna oppa, kau jadi menderita seperti ini. Mianhae karna oppa tidak mendengarkan penjelasanmu waktu itu. Mianhae chagiya, jeongmal mianhae.”

“Sehun-ah, tabahkan dirimu, kawan. Sena pasti memaafkanmu. Liahatlah di sana, Sena sedang tersenyum menatapmu.”

Sehun mengikuti kemana tangan Suho menunjuk, dan benar saja, sesosok wanita cantik dengan balutan dress selutut serta rambut berponi yang dibiarkb tergerai a ggun tengan menatap mereka sambil tersenyum.

“Se, Sena?”

Bayangan gadis itu tiba tiba melebur bersama angin ketika Sehun melirihkan namanya.

END

Kau, kebodohanku, dan masa laluku adapah sebuah penyesalan bagiku.

-Miss You-

Advertisements

One thought on “[Sehun Birthday Project] Miss You”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s