[Sehun Birthday Project] Unforgetable

PicsArt_04-20-10.42.29

Author : wetdreaxm
Genre : hurt/comfort, friendship, romance, angst
Rating : T
Lenght : Oneshot (1k+ words)

Beberapa orang mengatakan jika masa remaja adalah masa yang paling menyenangkan. Masa di mana kita bisa menyalurkan segala keinginan dan kemampuan kita. Namun, pada kenyataannya masih ada beberapa anak yang tidak pernah merasakan fase menyenangkan tersebut.

Oh Sehun, seorang anak remaja yang saat ini telah memasuki umur 16 tahun. Kemarin adalah hari ulang tahunnya, tapi tidak ada pesta ataupun hadiah bahkan ucapan selamat dari orang-orang dirumahnya. Tidak apa, Sehun memang sudah terbiasa. Hal ini sudah terjadi di ulang tahun yang sebelum-sebelumnya.

Hingga kini yang selalu terjadi di dalam keluarga Sehun hanyalah keributan. Ayahnya seorang pemabuk yang setiap pulang selalu memarahi dan memukuli Ibunya. Sementara sang Ibu adalah sosok yang tidak mau kalah dan akan selalu melawan di saat Ayah memakinya. Maka, aksi melempar barang dan ucapan-ucapan kasar sangat sering Sehun dengar.

Malam ini, seharusnya Sehun mempersiapkan diri untuk ujian besok. Tetapi, suara-suara di luar kamar membuatnya tidak bisa berkonsentrasi. Sehun memejamkan mata dan berusaha untuk tidak emosi. Mungkin jika ini adalah kejadian satu tahun lalu maka Sehun tidak perlu repot bertahan di dalam rumah. Ia pasti akan keluar dan menemui seseorang yang dulu selalu menemani di saat Sehun membutuhkan.

Ah, gadis itu.

Sehun terdiam dan mengambil ponsel miliknya. Menatap senyum damai seorang perempuan yang berada di sebelah Sehun. Senyum Sehun perlahan mengembang, matanya berkaca-kaca dan ia berusaha untuk tidak menangis saat itu juga.

Sehun sangat merindukan gadis itu. Merindukan senyumnya, wajahnya, juga merindukan ucapannya yang selalu menjadi penyemangat untuk Sehun. Seandainya Sehun dapat memutar kembali waktu, mungkin ia takkan pernah membiarkan gadis itu pergi dari hidupnya.

Aku sangat merindukanmu, Yejin

 

Unforgetable

Author : wetdreaxm

Genre : Hurt/comfort, friendship, romance, angst

Rating : T

Length : Oneshot

Cast : Oh Sehun (EXO), Park Yejin (OC), and other cast

Warning : sad ending, (mungkin) alur terlalu cepat, typo(s)

Dedicated to : Sehun-Luhan birthday project. Happy birthday both of you!

.

TYPO SEBAGIAN DARI SENI

.

.

Enjoy-

.

.

.

Seoul, 11 April 2007

Dingin kota Seoul terasa begitu menusuk kulit. Musim dingin hampir berlalu, namun dingin yang ekstrim masih sangat terasa membuat setiap orang di jalan merapatkan mantel mereka. Tidak terkecuali gadis dengan mantel bulu berwarna cokelat itu. Tangannya saling menggosok dan ia melangkah dengan cepat agar bisa segera sampai di rumah.

Melewati sebuah taman yang cukup sepi, gadis itu mempercepat langkahnya. Takut jika ada penjahat atau mungkin saja cerita jika tempat tersebut angker memang benar adanya. Namun, langkahnya terhenti saat ia mendengar suara dari salah satu bangku taman. Rasa takut menyelimuti hatinya, tetapi rasa penasarannya jauh lebih besar mengalahkan rasa takut itu. Maka dengan segenap keberanian yang ada, si gadis melangkah menuju sumber suara tersebut.

Happy birthday to you, happy birthday to you…

Ia agak terkejut saat melihat seorang bocah laki-laki tampak memegang sebuah cupcake kecil dengan satu lilin diatasnya. Bertepuk tangan dan bernyanyi lagu selamat ulang tahun. Lagi-lagi rasa penasaran membuat gadis itu menghampiri si bocah.

“Hey, siapa yang ulang tahun?”

Si gadis tidak melewatkan bahu si bocah yang tampak tersentak, menunjukkan jika ia membuat anak itu terkejut. Gadis itu duduk di sebelah bocah laki-laki itu dan tersenyum. Menatap wajah dengan garis rahang tegas dan alis tebal yang menunjukkan ketampanan dan ketegasan dari si bocah laki-laki. Namun, tidak menghilangkan wajah khas anak-anaknya.

“Ah, namaku Park Yejin. Maaf mengganggu, aku hanya penasaran karena ada anak kecil bermain sendirian di larut malam seperti ini,” ujar Yejin meminta maaf.

Bocah laki-laki itu hanya merengut tidak suka karena kehadiran Yejin. “Pergilah, aku tidak butuh orang lain untuk menemaniku di sini.”

Yejin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, “Setidaknya beritahu aku namamu dan siapa yang berulang tahun. Aku akan memberikan hadiah.”

Anak laki-laki dihadapannya tampak berpikir sejenak. Mungkin ia tidak terbiasa dengan kehadiran orang asing atau mungkin wajah Yejin saat ini tidak bisa membuat dirinya yakin jika Yejin adalah orang baik-baik. Namun, akhirnya anak itu mau memperkenalkan diri.

“Namaku Oh Sehun dan rumahku tidak jauh dari sini. Aku yang berulang tahun meski sebenarnya besok adalah hari tepatnya ulang tahunku,” jelas Sehun.

“Wah, selamat ulang tahun Sehun! Berapa umurmu sekarang?” tanya Yejin dengan antusias. Entah karena dia senang Sehun mau mempercayainya, atau karena cara bicara Yejin yang berlebihan? Entahlah.

Sehun menatap kue yang masih berada dalam pangkuannya, “Besok umurku genap 14 tahun.”

“Apa orangtua-mu tidak mengadakan pesta besok? Kau bisa mengundangku, aku akan datang besok.”

Sehun hanya tersenyum miris. Pesta ulang tahun adalah hal yang sangat diinginkan olehnya selama ini, namun keluarga kecilnya yang tidak pernah damai menghalangi segalanya. Ibu dan ayahnya sibuk mengurusi masalah-masalah mereka yang tidak penting. Melupakan fakta jika Sehun masih anak-anak yang membutuhkan perhatian dari mereka berdua.

“Sehun?” Yejin mengernyitkan kening karena Sehun yang tiba-tiba terdiam.

“Ya? Ah, orangtua-ku tidak pernah mengadakan pesta. Cih, mereka mana pernah peduli padaku.” Walau terdengar sangat kesal, Yejin dapat menangkap suara kecewa dalam nada bicara Sehun.

Tangan Yejin mengelus rambut Sehun sambil tersenyum manis, “Jangan khawatir. Kita bisa mengadakan pesta kecil-kecilan di sini besok.”

Sehun tertegun. Untuk pertama kali dalam hidupnya ada seseorang yang mau memperhatikan dirinya sampai seperti ini. Mungkinkah ini balasan dari Tuhan atas kesabaran Sehun terhadap kedua orangtua-nya? Apapun itu, Sehun merasa sangat bersyukur dengan kehadiran Yejin dalam hidupnya.

Dan dari sinilah, keduanya menjadi begitu dekat. Sehun yang pendiam dan tertutup mulai berubah menjadi terbuka dan ceria saat bersama Yejin. Keduanya saling bercerita tentang hidup masing-masing. Saling menyemangati, menjaga, dan melindungi satu sama lain.

-Sehun Birthday Project-

Seoul, 20 November 2007

 

Hingga Sehun akhirnya merasa jika ia mencintai sosok Yejin. Anak kecil seperti dirinya memang belum mengerti apapun soal cinta. Namun, rasa nyaman dan segala bentuk kasih sayang yang Yejin limpahkan pada Sehun membuat anak lelaki itu menjadi tidak ingin kehilangan Yejin. Menurut Sehun, Yejin adalah seseorang yang paling berharga dalam hidupnya.

“Yejin noona, aku mencintaimu.”

Mendengar itu Yejin terpaku. Ia menatap Sehun bingung kemudian terkekeh pelan. Sukses membuat Sehun yang ganti merasa bingung dengan sikap Yejin. Sehun rasa tidak ada yang salah dalam kalimat barusan, lalu mengapa gadis disampingnya ini tertawa?

“Apa kau tahu makna kalimat barusan Sehun?” tanya Yejin setelah tawanya berangsur-angsur mereda.

Dengan polos Sehun menggeleng, “Aku hanya pernah mendengar hal seperti itu di televisi.”

Yejin tersenyum lalu mengacak pelan surai rambut Sehun. Sehun merengut dan menyingkirkan tangan Yejin yang merusak tatanan rambutnya.

“Kau lucu sekali Sehun. Sudahlah, ayo kerjakan tugasmu setelah itu aku akan mentraktirmu makan,” perintah Yejin.

“Tapi, noona belum menjawab kalimatku tadi,” bantah Sehun cepat.

“Nanti kalau kau sudah mengerti makna kalimat itu baru kau menemuiku lagi. Saat itu aku akan menjawabnya.”

Sehun akhirnya menurut dan kembali mengerjakan tugasnya. Meski ia terus memikirkan mengenai kalimat yang ia lontarkan kepada Yejin. Seharusnya Yejin akan menjawab dengan ‘aku juga mencintaimu’ lalu memeluk Sehun. Namun, mengapa semua ini di luar ekspekstasi Sehun?

Kau tidak mencintaiku ya, Yejin noona?

Untuk kesekian kalinya, Sehun merasakan patah hati.

-Sehun Birthday Project-

Seoul, 12 April 2008

 

Sudah satu tahun sejak Sehun dan Yejin berkenalan. Hari ini adalah hari ulang tahun Sehun, dan anak itu sedang menunggu Yejin di taman tempat mereka biasa bertemu. Sehun telah menunggu selama dua jam, namun gadis yang ia tunggu tidak datang juga.

Akhirnya, Sehun memutuskan untuk menemui Yejin dirumahnya. Rumah Yejin tidak terlalu jauh dari taman tersebut, jadi Sehun hanya perlu berjalan kaki. Dalam benaknya, dia membayangkan bagaimana ekspresi terkejut Yejin saat melihat kedatangan Sehun yang tiba-tiba. Sehun pikir itu pasti akan terlihat lucu.

Namun, semua bayangan Sehun buyar saat melihat Yejin berciuman dengan seorang laki-laki yang tidak Sehun kenal. Sehun mengepalkan tangan dan berusaha untuk tidak emosi lalu membuat kekacauan dihadapan Yejin.

“Sehun?” Yejin terkejut saat melihat Sehun telah berdiri beberapa langkah dari tempatnya berada.

“Hai noona,” Sehun tersenyum lemah. Pandangannya beralih pada laki-laki di sebelah Yejin yang tersenyum pada Sehun.

Yejin menghampiri Sehun dan tersenyum kikuk. Malu karena berciuman tidak tahu tempat seperti tadi. “Sehun, ini adalah Kim Joonmyeon kekasihku. Joonmyeon, ini Sehun temanku.”

Joonmyeon tersenyum lalu mengacak rambut Sehun sesaat. Sementara Sehun hanya tetap terdiam dan berusaha mencerna kalimat perkenalan yang diucapkan Yejin.

Kekasih…

Dan disaat itulah, Sehun sadar bahwa dirinya sudah terlambat. Sehun tersadar jika dirinya di mata Yejin hanyalah seorang bocah yang membutuhkan kasih sayang. Perasaan Yejin padanya hanya sebatas adik-kakak bukan untuk mencapai batasan kekasih.

Sehun takkan bisa memberikan apapun untuk Yejin diumur semuda ini. Berbeda dengan Joonmyeon yang lebih dewasa dan jelas bisa memberikan kebahagiaan untuk Yejin. Sehun tersadar jika dirinya yang harus mundur.

-Sehun Birthday Project-

Seoul, 9 November 2008

 

Yejin mengatakan jika dia akan sibuk dalam beberapa minggu ini untuk mempersiapkan acara pertunangannya dengan Joonmyeon. Gadis itu tampak sangat bahagia saat menceritakan masalah ini kepada Sehun. Sebagai teman yang baik tentunya Sehun ikut bahagia dan mengucapkan selamat pada Yejin. Pertunangan artinya Joonmyeon benar-benar serius dengan Yejin.

Sehun mengantar Yejin pulang setelah mereka selesai belajar bersama di taman. Setelah yakin Yejin masuk ke dalam rumah dengan selamat, Sehun melangkahkan kaki untuk kembali pulang. Dengan perasaan berkecamuk, Sehun mengabaikan dinginnya udara malam.

Mengapa disaat ia mendapat seseorang yang dapat ia percaya, sekarang Tuhan akan membuatnya kehilangan lagi?

Sehun merasa takdir begitu kejam. Tanpa tahu jika hari itu adalah hari terakhirnya dapat bertemu dengan Yejin. Tanpa Sehun dapat mengucapkan selamat tinggal pada gadisnya itu.

-Sehun Birthday Project-

Seoul, 11 November 2008

 

Air mata Sehun terus saja menetes seakan tidak mau berhenti. Kini dihadapannya, telah terdapat makam Yejin. Satu persatu orang mulai meninggalkan makam tersebut, meninggalkan Sehun sendirian di sana. Matanya menatap kosong, seakan ia bisa mengetahui apa yang terjadi dengan Yejin di bawah sana.

Sehun tidak tahu apa yang terjadi tepat setelah ia mengantar gadis itu pulang. Yang Sehun tahu, rumah Yejin mengalami kebakaran dan seluruh keluarganya tidak ada yang selamat. Semuanya hancur, bersamaan dengan hancurnya hati Sehun saat mengetahui hal tersebut.

Sebenarnya apa dosa Sehun di masa lalu, hingga dia harus merasakan hal ini? Sehun merasa dunia begitu tidak adil, membuat dirinya terus kehilangan dan meratapi kesendiriannya. Terlalu banyak masalah yang harus ia hadapi sendirian sebagai seorang bocah.

Beberapa orang pernah mengatakan, ‘semua akan indah pada waktunya.’Tetapi, kapan waktu indah itu akan datang? Kapan Sehun bisa mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya?

Yejin noona kenapa kau meninggalkanku secepat ini? Bukan kah kau sudah berjanji akan menemaniku sampai aku dewasa? Sampai aku bisa mengurus diriku sendiri? Kau berbohong padaku, noona.

-Sehun Birthday Project-

Seoul, 13 April 2009

Sehun menatap foto diponselnya kembali, jarinya mengusap foto itu. Helaan nafas meluncur dari bibir Sehun, menunjukkan jika ia benar-benar merasa tersiksa. Sehun sangat lelah untukterus berpura-pura tegar, dia merasa hancur secara perlahan. Bahkan sifat Sehun kembali dingin dan mulai membatasi pertemanannya. Dia hanya akan bergaul dengan anak yang benar-benar peduli padanya.

Beberapa kali Sehun berusaha menemukan seseorang yang sama seperti Yejin. Namun, Sehun tidak pernah menemukan sosok seperti itu dalam diri orang lain. Hanya Yejin yang bisa tampak begitu berharga di mata Sehun. Tidak ada yang lain.

Terkadang Sehun sendiri bingung, mengapa ia sangat sulit untuk melupakan Yejin? Apa benar jika Sehun telah jatuh cinta pada gadis itu?

Kembalilah menemuiku saat kau telah mengerti makna cinta. Yejin pernah mengatakan seperti itu kepada Sehun. Sekarang Sehun sudah mengerti apa itu cinta, namun mengapa Yejin justru meninggalkannya?

Suara-suara berisik dari luar kamar Sehun perlahan mulai mereda. Mungkin kedua orangtuanya sudah lelah dan memutuskan untuk melanjutkan urusan mereka besok. Sehun tidak peduli apa yang mau dilakukan oleh kedua orangtuanya, ia tidak pernah diajarkan untuk peduli.

Hanya pada Yejin, Sehun mau peduli.

“Apa aku masih memiliki kesempatan untuk mengatakannya sekarang, noona?” Sehun berucap sambil menatap fotonya dan Yejin.

Sehun terdiam sesaat, mengumpulkan keberanian seakan ia benar-benar sedang berhadapan dengan sosok Yejin.

“Aku mencintaimu, Park Yejin. Sangat mencintaimu.”

Oh Sehun akan selalu mencintai Park Yejin. Bukan hanya sebagai ucapan terima kasih atas kepedulian gadis itu, namun juga perasaan cinta yang sebenarnya.

End.

Advertisements

One thought on “[Sehun Birthday Project] Unforgetable”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s