[Freelance] Oh, tidak!

oh tidak

Title : Oh tidak !

Author : haya

Main cast : Oh Sehun, Xi Hanna (as you) OC, and exo OC.

Genre : comedy, romance

Rating : general

Leght : oneshoot

Desclimer :

Fanfiksi ini murni karya saya sendiri tanpa ada unsur plagiat. Maka dari itu jangan memplagiat karya saya. Fanfiksi ini di tulis spesial peristiwa Oh Sehun. Hati hati typo bertebaran.

Say no to Plagiat !!!!

‘ Mengapa nama Oh Sehun terdapat satu kata seperti mengungkapkan apa yang ada di dalam hati ?’

-000-

10 April at Seoul

            Kesembilan personel dari EXO kini telah bersiap menuju panggung. Konser yang akan mereka jalani selama dua jam kedepan segera di mulai. Mereka sungguh benar benar semangat kali ini. Karena menurut mereka, momentum ini adalah momentum spesial April mop. Di belakang panggung , Chanyeol terlihat sedang merapikan rambutnya. Sehun yang sedang menarik celana jeansnya. Jong In yang saling membenarkan jas bersama Kyungsoo. Baekhyun yang melatih vokalnya dengan memadukan suaranya dengan Jong Dae si suara emas. Xiumin yang berusaha meniup rambut Lay. Bahkan Suho yang sedang sibuk bercakap serius dengan managernya.

“ Anyeong !” sambutan kompak tersebut berhasil membuat penonton histeris. Pita suara itu mereka korbankan pada idola mereka. Mereka saling bersahutan memanggil nama idola masing masing.

Gerakan dance di mulai. Sehun berada di tengah diantara lingkaran manusia yang menjadi koreo dance tersebut.

“ Oh my girl!” suara seorang berkulit putih susu itu berhasil membuat penonton lebih histeris. Dilanjut dengan suara merdu Kyungsoo di temani musik exodus. Lalu di lanjut personel lainnya. Gerakan dance yang memukau.

“She so dangereous!”

-000-

“ Oh No ! sungguh aku belum percaya ini” teriak salah satu penonton yang pertamakali melihat idolanya itu. Bahkan ada yang mengatakan suatu hal mengagetkan

“Oh Sehun! Please get married with me” sumber suara keras itu membuat Sehun terkaget hingga ia membelalakkan matanya. Ekspresi datarnya kini terkontaminasi hingga ia berhasil manautkan kedua alisnya dan meyernyitkan dahinya. Bahkan Sehun membentuk bibirnya menjadi hruf O pertanda tak percaya. Sungguh, penonton tak tau malu. Bisa bisanya ia berkata seperti itu.

Kali ini musik Call me Baby di mulai. Kim Jong in memulai dengan aksi dance memukaunya

“Like bom bom bom bom whats up!” suara unik Kim Jong In yang dilanjut dengan memutar badannya.

“BRRUKK”

Kim Jong In terjatuh. Penonton pun berteriak terkaget. Sehun yang berada di belakng Jong In sontak membantunya untuk berdiri.

“Oh tidak! Kkamjong apa kakimu terasa sakit?” tanya Sehun terkejut sambil membopoh Jong In untuk berdiri. Sontak membuat semua personil EXO kebingungan, apakah mereka harus berlanjut atau tidak? Sedang Kim Jong In sepertinya sangat kesakitan.

“akh kakiku sepertinya cedera” ringis Jong In berada di rangkulan Sehun sambil terus memegangi kakinya. Lalu semua personel EXO mengerubungi Jong In.

“Oh tidak! Terjadi kesalahan yang tidak terduga!” teriak Chanyeol panik. Suho sebagai leader sangat kebingungan hingga ia meggaruk kepalanya yang tidak gatal. Semua penonton pun kebingungan. Lay yang seakan peduli, langsung menuju ke belakang panggung. Ia pun memanggil tim medis untuk Jong In.

-000-

“apa kau baik baik saja Kkamjong?” tanya Sehun yang tadinya mengantarkan Jong In dengan tim medis

“kakiku terasa sangat sakit, tapi bagaimana dengan konser?” tanya Jong In sambil terkapar di ranjang.

“tenang saja Chanyeol dan teman teman sudah memberikan hiburan untuk mereka” jawab Lay yang tadinya juga ikut mengantarkan Jong In

“hei Kkamjong tenang saja, aku akan menggantikanmu menjadi lead dancer jika kau divonis patah tulang” oceh Oh Sehun kejam namun bermaksud mengundang tawa di tengah tengah sakitnya kaki Jong In.

“ Oh… jadi kau ingin aku patah tulang?” tanggap Jong In membelalakkan matanya usai Lay tertawa kecil.

“ Sudahlah aku yakin kalian masih bersahabat” tumpal Lay sembari tetawa.

MianheKkamjong, mungkin aku lebih memilih persahabatan dari pada lead dancer itu” Sehun berkata bijak, namun Jong In terlihat marah.

“kau marah Kkamjong?” tanya Sehun melihat Jong In berwajah sungut smbil mengangkat dagu indah Jong In. Jong in tak menanggapi.

“Aku sudah baik kepadamu” lanjut Sehun merayu Jong In. Sedangkan Lay keluar rangan karena merasa tak di perhatikan. Jong In masih bergeming.

“Oh Kkamjong…” peluk Sehun pada kawannya itu

“ Hei mukamu terlihat lebih hitam saat kau marah?” lanjut Sehun menhibur Jong In-masih memeluk Jong In sambil menunjuk nunjuk muka kawan dekatnya itu. Jong In pun terkesiap

“ Apa kau bilang, cepat lepaskan pelukanmu!” teriak Kim Jong In marah membuat telinga Sehun ngilu. Sehun pun melepaskannya.

“ Rasanya aku ingin menjitak kepalamu” umpat Sehun berbisik membelakangi Jong In

“ Apa kau bilang” pendengaran Jong In yang tajam membuat mulutnya berteriak tak terima

“ Aku sudah baik kepadamu tapi kenapa kau marah padaku?” Sehun merengek

“ Jadi apa yang kau mau? ” tanya Jong In sesekali memegang kakinya.

“Kado ulang tahun dua hari kedepan” sebut Sehun mengemis. Jong In hanya meniup rambutnya dan memtarkan kedua orbs kembarnya.

-000-

11 April , 08.00

            Seorang pria berkulit putih susu sedang terduduk merangkul kedua lututnya dan mendongak ke atas memandang teriknya matahari hingga matanya menjadi lebih sipit. Sesekali ia bergantian memandang jam tangan yang melingkar di tangan kanannya. Matahari terlihat semakin panas, tetapi seseorang yang Sehun tunggu ini belum datang juga. Sudah 20 menit Sehun menunggu.

“Oh Sehun!” terik seseorang dari kejauhan sambil melambaikan tangannya. Sehun memutar kepalanya dan memicingkan matanya.

“ Kenapa dia yang datang? ” tanya Sehun pada diriya sendiri. Bukannya malah senang melihat seseorang datang padanya, Sehun pun membenamkan kepalanya. Seseorang itu lantas mendekatinya. Lalu memeluk Sehun dengan tiba tiba. Sehun tercelos.

“ Oh… Sehun aku sungguh rindu padamu” ujarnya sambil memeluk erat Sehun. Sehun tersenyum simpul

“ Si Kembar takan terpisahkan, kau Xi Luhan dan aku Oh Sehun” ucap Sehun terpaksa. Sebenarnya ia sangat benci pada sahabatnya Luhan, karena Luhan telah meninggalkannya dan mengundurkan diri menjadi salah satu personel EXO tanpa mempetimbangkan Sehun. Sudah satu menit aksi dramatis itu Luhan lakukan pada Sehun. Dan Sehun adalah yang berani melepaskan pelukannya.

“Sudahlah Luhan” Sehun tersenyum simpul sambil memegang kedua bahu Luhan

“Kau masih marah padaku kan, dan aku tak bisa dibohongi lewat perkataanmu itu” toreh Luhan bergantian memegang bahu Sehun. Sehun menunduk.

Mianhe, untuk yang ke 22 kalinya” ujar Luhan membuat Sehun bingung harus bagaimana. Sehun menghembuskan nafasnya keras. Ditemani gelombang angin yang terasa di tubuh, Luhan benar benar menunggu jawaban dari Sehun. Wajah Luhan tertekuk ketika Sehun benar benar tak berkata sedari 15 menit yang lalu.

“ Kenapa kau kesini Luhan?” pertanyaan bodoh itu terlontar dari mulut Sehun. Jelas jelas sahabatnya rindu padanya, namun Sehun malah tak menggubris permintaan maaf Luhan. Alih alih memaafkan Luhan, ia malah bertanya.

“Aku tahu kau tak menungguku Tuan Oh, kau pasti sangat sulit memaafkanku dan..-” Luhan tak melanjutkan perkataannya. Ia memutuskan untuk menarik nafasnya dahulu sebelum melanjutkan perkataannya. Sehun sesekali menengok ke kanan dan kiri guna meyakinkannya bahwa ia bisa berhadapan dengan Luhan sesrius ini.

“ Ada pesan dari seseorang yang kau tunggu itu” lanjut Luhan membuat kedua orbs kembar Sehun memicing. Oh tidak ! kata itu cocok untuk keadaan Sehun saat ini. Karena ternyata Luhan telah mengetahui sesuatu yang spesial milik Sehun. Luhan lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Sehun, dan mengusik alat pendengaran Sehun dengan membisikkan kata per kata.

“ dia mengatakan padaku, Tuan Oh maafkan aku tak bisa datang padamu dan ku harap Tuan Oh memakluminya karena aku sedang ada keperluan dan kuharap kau berjumpa dahulu kepada sahabat lamamu itu ” Sehun pun tercengang. Luhan menjauhkan bibirnya dari rupa Sehun yang akhirnya bereaksi. Atensi Sehun lalu memutuskan untuk menelan air ludahnya hingga jakunnya bergerak ke bawah.

“Oh tidak! Jadi dia tak bisa datang padaku?” sebut Sehun tak bisa mengedipkan mata. Dan Luhan menanggapinya dengan mengangguk.

“Dan kau tahu bahwa dia kekasihku?” tanya Sehun masih terhenyak.

“Ya, Xi Hanna sangat suka memanggilmu Tuan Oh dan kau menyuruhnya untuk memanggil oppa tetapi ia selalu tak mau” ujar Luhan lalu tersenyum hambar. Mata Sehun terkesiap sekaligus terkejut.

“ Kau tahu itu?” Sehun membelalakkan matanya. Ekspresi Sehun sangatlah berlebihan, maka dari itu ia sangat pintar ber aegyo. Bahkan ketika ia hanya membelalakan matanya saja, itu terlihat seperti ia sedang melakukan aegyo. Luhan lalu tertawa lepas melihat ekspresi Sehun dilanjut menjitak kepala Sehun.

“ Aaw..” Sehun mengerang kesakitan sambil memegangi kepalanya

“Kau masih saja seperti dulu” Sahut Luhan di ikuti senyum Sehun dan Luhan yang terus mengembang hingga berhasil menampakkan gigi mereka, dan mereka pun berhasil membuat tawa lepas.

“Kau juga masih kejam seperti dulu” gerutu Sehun membalas Luhan. Akhirnya mereka tertawa bersama, walau Sehun belum juga menerima maaf Luhan hingga saat ini.

“Hei kau belum jawab pertanyaanku,bagimana kau tahu jika aku dan Hanna berpacaran?” celoteh Sehun sambil berjalan menuruni tangga apartemen mewah tersebut.

“Kau pasti menyimpan sesuatu untuk kau berikan pada Hanna, bolehkah kau memberikannya padaku?” goda Luhan menadahkan tangannya bermaksud mengalihkan pembicaraan di ikuti sikutan maut dari Sehun hingga badan Luhan menghapar pegangan tangga.

“Hei jangan coba coba kau mengalihkan pembicaraanku ya” ucap Sehun bergerutu

“Dia adalah sepupuku, dia tak bisa datang padaku karena eommanya tadi terpeleset di kamar mandi, makanya dia sekarang sedang menemani ahjuma di rumah sakit” jelas Luhan sambil berjalan menuju kamar yang mereka tuju

“Oh Tidak! ibu mertuaku pasti sangat kesakitan, tapi jika kau tau aku akan lebih sakit jika kekasihku tak datang di acara ulang tahunku besok ’’ Celoteh Sehun sambil memutar kunci kamarnya. Dan Luhan pun lalu memutar knop pintunya. Luhan lalu merebahkan badannya ke kamar milik Sehun itu, di ikuti Sehun yang juga melakukan kegiatan yang sama.

“ Kau yakin tak memaafkanku sebelum umurmu bertambah besok?” tanya Luhan sangat berharap pada Sehun.

“Sudahlah lupakan saja, yang penting kau harus memberikan kado spesial untukku” tumpal Sehun meminta imbalan.

“kau masih benci padaku?” tanya Luhan dengan tiba tiba. Sehun lalu tercengang. Ia diam sejenak.

“eumm tentu saja masih, lagi pula kau belum memberiku sesuatu yang berharga untukku ” jawab Sehun kebingungan. Luhan lalu tersenyum simpul dan sedikit memejamkan matanya. Ia baru ingat, bahwa Sehun tak menyukai hal yang serius. Tetapi ia sudah tau, ketika ia tadinya menjitak kepala Sehun, pasti Sehun telah memaafkannya. Karena di saat itu suasana menjadi berbeda, dan Sehun menjadi tertawa.

“Luhan hyung!” panggil Sehun menoleh ke arah Luhan.

“hmm” tanggap Luhan yang lalu mengubah posisi kepalanya menengok ke arah Sehun

“aku sudah berumur 22 tahun, apakah aku boleh menonoton film itu?” tanya Sehun di ikuti tawa Luhan hingga membuat Luhan terperanjat bangun dari tidurnya.

“Hahaha…. kau ini benar benar”

Aish biarlah lagi pula aku bukan anak anak lagi”

-000-

12 April at Seoul

Sungguh udara dingin itu menguak mata kedua namja berwajah mirip yang tidur bersama. Namun, angin tersebut tak berhasil membuat satu manusia dari mereka bangun. Hanya Luhan saja yang berhasil bangun. Dasar Sehun, namja tak jelas. Luhan lalu memeranjakkan tubuh simetrisnya dan pergi ke kamar mandi guna membersihkan mukanya dengan percikan air. Ia lalu menghembuskan nafasnya keras sambil mengusap usap rambutnya menghadap ke cermin. Di tengah tengah kegiatan Luhan, ponselnya pun berdering. Ternyata pesan.

In ponsel Luhan

Xi Hanna : “Oppa jangan katakan pada Tuan Oh bahwa aku akan mengunjunginya saat ini”

Luhan lalu menarik kedua sudut bibirnya bak senyum mungil saat melihat pesan dari sepupunya itu.

Luhan : “Kau masih saja memanggilnya dengan Tuan Oh? Memangnya apa yang spesial darinya?”

Xi Hanna : “ Itu akan menjadi kejutan manis untuknya, jangan lupa untuk tak memebeberkan kedatangnku hari ini”

Luhan lalu membangunkan Sehun usai dirinya membersihkan tubuhnya. Lalu menginterupsikan Sehun unntuk mandi. Setelah semuanya telah siap, Luhan tak lupa menyisir rambutnya agar terlihat tampan. Sehun pun tak kalah, ia tak segan segan mengoleskan rambutnya dengan minyak rambut. Luhan pun menjadi tak sabar ingin berjumpa dengan kawan kawan lamanya. Sebut saja ini adalah reuni. Dan bukannya ini adalah peristiwa Oh Sehun sepanjang massa ? yang pasti tak akan Luhan lewatkan.

Luhan lalu melirik ke arah Sehun ketika mereka mulai berjalan menuju tempat perkumpulan manusia sebangsa mereka.

“Kenapa kau melihatku seperti itu? Kau iri padaku” sahut Sehun terherap pada tatapan Luhan.

“Aku hanya suka dengan penampilanmu” sahut Luhan, netranya seperti menganalisa apa semua yang di pakai oleh Sehun

“Kau ini tak jelas” gerutu Sehun

“Hei mana kado spesial untukku?” bujuk Sehun pada Luhan sambil menggeledah seluruh pakaian Luhan. Ia merogoh saku Luhan. Luhan pu mengelak

“Hei kupikir aku kan memberikannya untukmu, berikan dulu sesuatu untuk kekasihmu kemarin itu padaku”

“Untukmu” Sehun lalu memberikan sebuah gambar Sehun yang sedang ber aegyo. Luhan lalu mengeja tulisan yang terpampang di atas wajah Sehun pada gambar tersebut. Luhan mengejanya dengan menahan tawanya.

HI-DUP ADA-LAH MELA-KUKAN HAL YANG KA-MU SU-KAI

“ Pikiran kau hanya selalu bersenang senang saja Oh Sehun, kau ingin memberi motivasi pada sepupu cantikku itu ? sepupuku tipe orang yang bekerja keras karena ia seorang dokter bukan seperti kau ” jelas Luhan panjang lebar sambil terus memandang gambar Sehun

“Aku tahu itu! Karena itu kita bisa saling melengkapi” Sehun membela dirinya.

“Sekarang mana kado untukku” celetuk Sehun sambil berkacak pinggang

“Ah nantilah” ujar Luhan menolak

-000-

“Luhan – ya” teriak manusia di ruangan tersebut. Mereka pun memeluk Luhan. Melepas rindu hingga satu orang yang memiliki moment paling penting ini dilupakan. Sehun mengembangkan mulutnya, pertanda cemberut yang mengungkapkan bahwa isi hatinya sangat kecewa. Tapi- itu sungguh tindakan konyolnya. Tak apa hanya Sehun saja.

“ Kalian melupakanku?” teriak Sehun bertanya hingga membuat suasana hiruk tadi sontak menjadi hening seketika. Semuanya menghadap ke Sehun- tanpa terkecuali. Tak ada ucapan kata. Kecuali pria tinggi yang menahan tawanya melihat ekspresi Sehun yang sungguh lucu.

“ Sehun ubahlah ekspresimu itu, aku punya sesuatu untukmu” teriak Jong In mengnterupsikan agar Sehun mengubah ekspresi berlebihannya itu. Sehun lalu mengubah ekspresinya menjadi datar. Jong In lalu memberikan sebuah kado tipis bak map sehingga berhasil membuat Sehun penasaran.

“Ayo buka kado spesial dari Jong In” kata Chanyeol sangat minat sambil menyambang posisi.

“Apa ini?” tanya Sehun kebingungan ketika ia hanya menemukan kertas putih di dalam bungkus kado. Lalu Sehun membalik kertas tersebut.

“Jinjaa……Oh Tidak!”

Sehun berteriak melempar kertasnya. Seperti pria tak jentle man. Ternyata dibalik kertas putih itu ada kertas rontgen milik Jong In yang membuktikan bahwa kakinya patah tulang. Sehun menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sehun ternyata takut dengan kertas rontgen

“Kau kenapa Sehun?” tanya Luhan sambil terkekeh mendekati Sehun

“Aku takut tulang seram milik Kkamjong, itu seperti tengkorak di rumah sakit dan film hororr, apa dia patah tulang?” ujar Sehun mulai membuka tangan yang menutupi wajahnya. Ternyata Sehun sangat takut dengan tulang. Semua manusia yang ternyata personel EXO di ruangan tersebut tertawa. Lalu Jong In berjalan terpicang pincang mendekati Sehun.

“Bagaimana jika kau menggantikanku menjadi lead dancer?” tanya Jong In yang bermaksud memberi kado ultah Sehun dengan kertas rontgen agar menggantikannya sebagai lead dancer sementara.

Mwo?”

“Jadi itu kado Kkamjong untukku?-”

“Oh tidak!” Sehun memukul keningnya sendiri. Semua pun tertawa. Semua memeluk Sehun

“Oh Sehun kami menyayangimu, selamat ulang tahun ” Ujar semua sembari memeluk Sehun.

“hana, dul ,shit” seru semua berbisik menginterupsikan yang seolah menjadi misteri singkat bagi Sehun karena ia sangat bingung.

‘KATA OH UNTUK MENGUNGKAPKAN RASA CINTAKU PADAMU TUAN OH’

‘SARANGHAMNIDA OH SEHUN’

Sehun tercengang dan berdecak kagum ketika layar putih bertuliskan ungkapan cinta yang ia yakin itu dari kekasihnya itu berada di depan matanya. Dihiasi dengan balon nitrogen yang bewarna warni yang mengangkat layaritu hingga ke atas balkon gedung. Xi Hanna pun tiba tiba datang dengan tersenyum sambil melipat kedua lengannya di depan dadanya. Kejutan dari Xi Hanna untuk Sehun.

Sehun lalu memeluk Hanna dengan penuh cinta. Melepaskannya dan lalu Sehun memegang kedua tangan Hanna. Tatapan mereka beradu, seolah hanya mereka berdua saja yang berada di moment itu. Sehun lalu memeluk Hanna lagi.

“Saranghamnida oh Xi Hanna” bisik Sehun di tengah pelukan romantis mereka

“Selamat ulang tahun Tuan Oh Oppa, semua ini untuk kau” balas Hanna sambil menyunggingkan mulutnya. Mereka berdua menampakkan senyum bak bulan sabit yang berotasi, buktinya kedua sudut bibirnya- tepatnya kempat sudut bibirnya berhasil terngkat. Dua sejoli dengan si bodoh pada lelaki tetapi bak peterpan itu sangat gembira dan tak bisa berkedip sekalipun. Senyum mereka seakan permanen, ketika satu potretan Chanyeol yang membuat satu kenangan indah.

“Ehm ehm….” Deheman Xiumin, Chen dan D.o yang membuat kedua sejoli itu tersadar lalu terkekeh.

“Hei apakah aku boleh memeluk Hanna?” goda Jong In, pria sempurna itu.

“Jangan ……dia hanya milikku, kau pikir dia juga akan luluh denganmu?” tumpal Sehun sambil merangkul Hanna.

Mereka pun lalu tertawa bergembira bersama. Ditemani pesta bubble tea yang sudah disiapkan Luhan untuk moment penting Sehun. Jadi, artinya, Sehun sudah memaafkan Luhan karena Luhan telah memberikan sesuatu untuknya.

“Ah serasa hidup kembali” teriak Sehun berlebihan menikmati pesta bubble tea itu. Sehun adalah penggemar gila bubble tea.

Banyak sekali mulut yang mengatakan kata dengan spontan. Dan banyak sekali mereka menyebut kata Oh, bahkan berkali kali. Kata itu seperti mengungkapkan perasaan dalam hati, sepeti kagum, sedih, terkaget, dan senang. Betapa beruntungnya Oh sehun!!

Dan ungkapan suka bisa di katakan dengan kata Oh pertanda kagum.

-000-

Huft !!! bagaimana para readers, ff gaje ini pasti tak luput dari typo yang berlebihan. Maafkan author ya.

Sebutkan komentarmu sebanyak banyaknya! Dan mulailah gunakan kata Oh untuk mengungkapkan perasaanmu itu. Oh Sehun, untukmu !

Advertisements

One thought on “[Freelance] Oh, tidak!”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s