The Dark Knight ‘Chapter 4’ – End

image

Credit poster by atatakai-chan Exo Kingdom Fanfiction

Title: The Dark Knight ‘Chapter 4’

Author: Puspita.desu

Cast: Oh Sehun
          Alice Wu

Genre: Mistery, action, romance

Rating: PG17+

Length: Chapter

Close to fin, please dont be a silent readers 😄

________________
Previous story:

Bagai mendapati jantungnya yang melompat, Sehun berlari kesetanan menuju gadis yang telah memperjuangkan hidupnya, sayapkagune-nya perlahan lenyap serta darah segar yang keluar dari kepala Alice.
Sehun memangku Alice seraya terisak, memikirkan bagaimana nasibnya setelah ini dan hal yang paling dia takuti.

Tunggu dulu, jangan mati..

*******

Bak menapaki di atas awan dan tak bisa hidup dimanapun selain disana,

Bak menjangkau rasi bintang dan apapun yang tak mungkin,

Bak merajai matahari dan menyuruhnya menunduk kapanpun,

Diatas semua itu, bagaikan semua hal yang mustahil,

Kau lebih mustahil lagi bagiku.

Suara ketukan sepatu kuda menggema di seluruh kerajaan, membelah pekatnya malam dengan derungan bising dari mulut hewan-hewan itu. Saling berkejaran penuh amarah dan frustasi, diatas para penunggang kuda itu yang sarat akan keinginan.
Nafsu untuk saling memiliki, merebut gulungan kecil di dekapan penunggang kuda yang berada di garis depan.

Salah satu pengejarnya nampak bersemangat tatkala bidikan mereka sedikit lengah, memanfaatkan kesempatan itu dan menghalaunya.

Sialan,

Dua orang terdepan itu mulai mengeluarkan samurainya, pria pengejar tadi melakukan aksi menyerang dan dengan cepat di tangkis pria pemegang gulungan. Tepat saat itu, lima penunggang kuda lainnya ikut bergabung dan mengeluarkan pedang mereka, menyerang santapan mereka dari berbagai arah, tampak percaya diri. 
Pria yang menjadi korban pengeroyokan itu mengeluarkan kekuatan bertarung nya, bergerak dengan cepat selayaknya terbang dan pedang yang berayun tampak seperti kilatan cahaya. 
Suara bising pedang yang bergesekan dengan teriakan para penunggangnya tampak serasi dihiasi gelapnya malam.

Dan gulungan didekapan pria itu dirampas secara paksa, keenam pria tersebut bergerumun memastikan gulungan itu tampak seperti apa yang mereka prediksi kan.

Dan teriakan kesal menggema di luar gerbang istana, kita tahu apa yang terjadi.

Dan nampaknya pria yang melarikan diri itu lebih dari sekedar tahu.

Pria itu berjengit senang, turun dari pelananya dan duduk di serambi gubuk yang tanpa sengaja dia temui.
Mengeluarkan gulungan lain di balik jubah dan membukanya.
Tampak bayi yang baru terlahir bersembunyi didalamnya, menggeliat kecil karena merasakan pergerakan dari pelindung kainnya.

Si pria menyunggingkan senyum kemenangannya, mengusap pipi bayi itu dan mulai berbisik..

“Kau adalah kesalahan yang pernah ada di dunia Zeus, dan aku akan menghapus kesalahanmu itu..”

Pria itu tidak melanjutkan ocehannya, pikirannya melayang akan ramalan kelahiran Dewi Aprodit yang melahirkan bayi kembar. Dalam kerajaan Zeus putra kembar adalah suatu kesalahan besar, dan raja harus membuang salah satu anaknya atau jika tidak kerajaannya akan hancur.
Dan itu dengan jelas terbukti.
Maka dia dengan segala kerakusannya membawa pergi salah satu bayi Zeus.
Berniat untuk menghancurkan kerajaan ini lewat anaknya, dan kini mungkin misi nya akan berubah.
Melihat kehidupan baru itu membuatnya bahagia, kendatipun itu bukan anaknya sendiri.

Pria paruh baya itu membuka mulut sang bayi, meniupkan sesuatu didalamnya dan seketika bayi itu terbangun.
Mengerjapkan mata kecilnya kemudian menangis.

Tanpa pria itu tahu, mungkin bayi itu menangis ingin pelukan sang ibu.
Tanpa pria itu tahu, mungkin bayi itu menangis karena dirinya kini bukan lagi manusia.

Dan apapun itu, dia tak peduli.
Memeluk sang bayi dan mengecup dahinya pelan.

Kau memang terlahir sebagai Ghoul,

Namamu Alice Wu.

____________

Sehun mengerjapkan matanya cepat, terkejut dengan apa yang baru saja di bacanya dari selembar kertas kuning usang yang dia dapat dari pria tua yang menyebut dirinya pelayan Alice di depannya.
Betapa tidak dia harus berterimakasih karena telah menyelamatkan dirinya dan Alice dari terkaman para gangster Ghoul, dia agak merinding ketika menyebutnya.
Dan pria tua itu membawanya ketempat persembunyian dirinya dan Alice, berbicara panjang lebar mengenai ramalan Alice dan berakhir dengan dirinya yang harus membaca ramalan itu.

Dan kembali dirinya yang luar biasa terkejut, 
Alice benar-benar manusia di masa lalu. Bahkan lebih dari itu.
Dia anak dari seorang Dewa Zeus.

“Maka dari itu, siapakah saudara kembar Alice?”
Sehun bertanya dengan lirih, meremas kertas tersebut dengan dalih perihal apa yang dipikirannya tidaklah mungkin, itu sedikit mustahil.

“Dewi Athena..”

Dan sekali lagi doanya tidak terkabul.
Berharap telinganya sedang berdengung dan apa yang dia dengar tadi hanya ilusi.
Namun pernyataan berikutnya dari bibir hitam pria tua itu membuatnya kalang-kabut.

“Wujud Athena sebenarnya sangat mirip dengan Alice..”

Sehun memejamkan matanya, baginya ini sudah terlanjur. Keanehan yang dia lalui saat ini benar-benar bukan lagi kejutan. Seharusnya dia tidak bertingkah hiperbolis.
Pemuda itu kembali membuka mata lelahnya, menatap matahari yang kini tepat berada di atasnya. Ini sudah lewat dari hari liburannya, mungkin besok dia harus kembali ke negaranya. Ingin sekali kembali ke hotel menemui rekannya yang mungkin sedang kelabakan mencari dirinya, tapi entah apa yang membuatnya tidak bisa beranjak barang sesentipun.
Yang ada di pikirannya saat ini hanya Alice.
Wanita Ghoul yang ternyata saudara kembar Athena, idolanya.

Dia bisa gila.

Pergerakan kecil dari Alice membuat keduanya kembali terjaga. Terdengar lenguhan kecil dari bibir wanita itu dan pria tua yang tidak Sehun ketahui namanya beranjak tergesa menuju bingkisan yang sedari pagi dia bawa.
Sehun membantu Alice untuk duduk, menyandarkan tubuhnya pada tiang metope dan dia sudah menemukan pelayan Alice didepannya dengan membuka bingkisan aneh. Seketika bau busuk menguar dan Sehun dengan cepat berdiri hendak muntah.
Sehun beranjak cukup jauh dari sana, memperhatikan Alice yang menyantap makanannya dengan lahap.
Makanan yang serupa dengan Sehun, manusia.

Membalikkan tubuhnya dengan rasa mual luar biasa dan menutup mulutnya, seketika air matanya menetes begitu saja.

Bukan tentang makanan para ghoul yang mungkin bisa memusnahkan manusia,

Yang dia tahu dirinya prihatin dengan dua makhluk itu.

“Maafkan kami nak, tapi sungguh kami hanya bisa bertahan dengan ini..”
Terdengar racauan kakek tua dibelakangnya, Sehun menggeleng. Air matanya semakin deras, dia tak peduli dengan itu.
Sehun hanya ingin Ghoul normal, itu saja. Walaupun rasanya mustahil.

Alice yang telah selesai makan, menatap punggung Sehun yang bergetar. Merasa teramat menyesal telah melibatkan Sehun dalam kehidupan kacau nya. Namun apa boleh buat, ini sudah terlanjur.
Alice mungkin berjanji setelah ini tidak akan ada lagi makhluk bernama Ghoul, dan dia juga harus musnah.

“Tiga Ghoul itu tewas..”

Archard berbisik lirih disampingnya, menunduk dalam dan seketika Alice menatap sosok yang selama ini menjadi pelindung nya.
Gadis itu tersenyum dan dia menemukan Sehun yang berbalik dan kembali mendekat ke arah nya.

“Tinggal kita berdua..”

Archard mengangguk sedang Sehun berkerut.

“Kau satu tujuan denganku kan?”
Kembali Archard bertanya,

“Tentu saja..”

Sehun semakin penasaran tentang apa yang kedua Ghoul itu bicarakan. 
Namun matanya kian melebar melihat tiga Ghoul yang semalam, berteriak lirih pada kedua nya dan dengan cepat Alice dan Archard bangkit.
Terkejut melihat tiga Ghoul yang ternyata masih hidup.

“Kita bertemu lagi, Dewi Alice..”

“Jangan macam-macam padanya brengsek..”

“Oh ternyata kakek Archard masih hidup hemm?”

Sehun tak tahu persis kronologis mereka, yang dia lihat sekarang dirinya yang kembali bersembunyi dan melihat pertarungan luar biasa antar Ghoul yang kedua kalinya.

Batinnya berputar-putar,
Bagaimana jika Alice kalah?
Bagaimana jika dia menjadi santapan Ghoul itu?

Dan mengapa Sehun tidak kabur saja?

Bukankah Sehun teramat idiot?

Ya, dia idiot.

Tetap saja mengkhawatirkan Alice walaupun itu sama sekali bukan urusannya.

Dia tak tahu dan tak mengerti apa yang dia rasakan saat ini.

Satu persatu Ghoul itu kalah dan lenyap, hanya tinggal Alice, kakek Archard dan pemimpin Ghoul yang masih bertarung.

Sehun menegang tatkala kakek Archard tumbang dan perlahan tubuhnya menghilang, membuat Alice mengamuk dan mengeluarkan sayapkagune yang lebih besar.

Sehun tak berkedip sedikitpun, baginya mungkin ini akan menjadi sejarah. Ingin sekali membantu Alice namun apa boleh buat dirinya hanyalah makhluk lemah.

Dan hembusan nafasnya yang sekarang, Sehun merasa sesak. Merasade javu pria itu berlari kearah Alice yang tengah berbaring sedang Ghoul yang satunya telah musnah. 
Alice menang,
Namun melihat keadaannya sekarang membuat Sehun ketakutan.

“Ma.. af.”

Nafas Alice tersendat, darah merah terus meluncur dari hidung dan mulutnya.
Sehun menggeleng, mengusap kepala Alice di pangkuannya. Air matanya kembali merebak deras.

“Jangan bicara, aku akan menyelamatkanmu..”
Sehun berteriak lirih, memaksa tubuh Alice untuk berada dalam gendongannya, namun tangan lemah gadis itu menahan pergerakan Sehun.

“Aku punya permintaan..”

“Apapun itu..”

“Cium aku..”

Sehun terkejut, namun dengan perlahan mendekatkan wajahnya dan dia kian merasakan bibir Alice yang dingin. Memejamkan matanya dan air matanya kembali menetes.

Dan Sehun merasa hampa, tubuh Alice kini tergantikan oleh angin semilir di bawah terik matahari. Merasa menyesal karena tidak sempat menyatakan perasaannya.
Meskipun itu tak ada gunanya.

Sehun tetap memejamkan matanya, hati dan pikirannya berteriak lirih. Ingin sekali dia mengeluarkan itu semua, tapi…

Aku mencintaimu.

“Sehun-ah..”

Dan beberapa teriakan menyadarkan pria itu, dengan cepat mendongak ke sumber suara dan dia menemukan lima wajah lusuh dari temannya.

Sehun bangkit dari posisinya dan salah satu pria didepannya mendekat, menghadiahi pukulan di kepala Sehun.
Dan yang lainnya ikut mendekat, sebagian mencubiti adik bungsu mereka.

“Kau mau mati, hah?”

______________

Suho bangkit dari berbaringnya tatkala melihat Sehun yang baru selesai dari mandi, pria itu mendekati Sehun dan dibalas dengan sinis oleh pria itu.

“Kau harus menjelaskan semuanya padaku bodoh, kau bahkan hampir membuat anemiaku kambuh karena begadang semalaman..”

Sehun mengangkat bahunya tak peduli, mengeringkan rambut basah nya dengan handuk dan duduk di bangku rias.

“Aku tidak menyuruhmu begadang..”

Sehun menatap Suho yang kini  duduk diranjangnya dari cermin, pria itu menghela nafasnya kesal.

“Dasar anak kurang ajar, aku ini mengkhawatirkan mu bodoh..”

Sungut Suho frustasi.

“Terimakasih kalau begitu..”

Sehun berniat menutup pembicaraan mereka, namun seketika teringat sesuatu.

“Hyung pernah merasakan cinta pertama kan?

“Tentu saja pernah..”
Aku juga.

“Apa dia cantik?”

“Ya, dia cantik seperti Song Hye Gyo..”
Dia cantik seperti Athena.

“Apa Hyung pernah memilikinya?”

“Aku menjalani hubungan dengannya selama beberapa bulan..”
Dan bagiku itu sungguh mustahil.

Suho mengernyit aneh lalu tersenyum jahil.

“Kau jatuh cinta..?”

-fin.

Advertisements

2 thoughts on “The Dark Knight ‘Chapter 4’ – End”

  1. yah…koq udh end?
    butuh sequel nih kak, bikin alice wu nya hidup lagi dong…
    reinkarnasi jadi manusia gitu misalnya 🙂
    biar sehun jg bisa bahagia mnikmati indahnya kasih bersama cinta pertamanya,hehe…

    Like

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s