[Freelance] Proposal Married (Chapter 1)

proposal merried

PROPOSAL MARRIED
Chapter 1

Author             : Rhifaery

Main Cast        :  Sehun EXO  and Irene Red Velved

Genre              : Romance, Comedy and mepet yadong!^^

 Rate                : NC 17+

Warning          : Gabung di website ku dong, Rhifaeryworld.wordpress.com

Desclimer        : All of the story based on my imagine ^^

Sehun POV

“Aaahhh…!!!” Aku mendesah lega, akhirnya latihan hari ini selesai. Sebentar lagi EXO akan menghadiri acara dan aku hanya punya waktu 5 jam untuk istirahat. Saat aku berniat kembali dalam dorm, kudapati sosok wanita yang sudah berdiri di pintu keluar. Dia Irene. Wanita bernama asli Bae Joo Hyeon itu sepertinya akan mengurangi jadwal istirahatku.

“Ada apa?” Tanyaku sedikit malas.

“Ak-aku ingin membicarakan seputar pernikahan kita.” Katanya agak malu. Aku terkejut sekaligus tersenyum mendengarnya. Ini adalah pertama kalinya dia datang menemuiku dan langsung bicara gamblang perihal pernikahan.

“Apa kau memang tidak tahan ingin cepat-cepat menikah denganku?” Kataku menggoda.

Dia menatapku sebal. “Bisa kita cari tempat yang agak aman?”

Aku mengangguk. Segera ku tarik tangannya menuju ke ruang dance. Beruntungnya para Hyung-hyungku memang sudah pergi. Sekarang tinggal lah kita berdua. Irene lalu memberiku beberapa kertas dan menyuruhku segera membacanya. “Apa ini?

“Itu proposal!”

Aku menatapnya tak percaya.Apa katanya? Proposal? Mengapa dia memberiku proposal? Benar-benar seperti orang yang minta sumbangan. “Ini adalah proposal yang kubuat sebelum pernikahan kita, aku harap kau menyetujuinya!” Sambungnya kemudian.

Aku menatapnya tak yakin. Segera kubaca isi proposalnya tersebut. “PROPOSAL PRA NIKAH OH SEHUN DAN BAE JOO HYEON”

  1. Pesta pernikahan dilakukan secara sederhana. Hanya mengundang keluarga, kerabat dan teman-teman terdekat saja.

“Yah aku menyetujuinya, harapanku juga begitu. Aku tidak ingin kita menggelar pesta yang mewah yang nantinya akan menguras uangku.” Komentarku cepat.

“Kau terlalu cepat menyimpulkan, baca nomor dua!”

  1. Dalam sebulan tidak diadakannya tidur bersama. Sehun dan Irene masing-masing mempunyai kamar tersendiri!

“Apa kau serius?” Aku menatapnya tak percaya. Dalam pernikahan mengapa tidak ada tidur bersama. Bagiku itu sangat tidak asyik.

“Yah, aku tidak mau terburu-buru dalam berumah tangga, anggap hubungan kita hanya sebatas teman seperti sebelumnya!”

“Tak masalah, hanya sebulan kan? Kita bisa melakukannya di bulan ke dua?”

Dia melebarkan matanya “Hentikan pikiran kotormu itu, dasar pabo!”

  1. Tidak ada bulan madu setelah menikah, Sehun tetap menjalankan aktifitasnya sebagai personil EXO sedangkan Irene adalah personil Red Velved.

“Jangan berprasangkah dulu, aku melakukannya supaya uangmu tetap aman!” Tukasnya bahkan sebelum aku bertanya.

Kupandangi dia dengan rasa tidak percaya, “Irene-ah, ini terlalu berlebihan. Bulan madu itu sangat penting bagi pasangan pengantin baru!” Protesku.

“Bulan depan Red Velved akan come back. Tentu saja aku tidak ingin melewatkannya demi menghabiskan waktu bersama orang sepertimu?” Nada bicaranya terdengar menyebalkan. Membuatku menduga-duga apa dia memang sedang PMS?

“Tidak, aku tetap tidak menerimanya. Bulan madu itu sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan baik, Suho Hyung yang mengatakan itu padaku!”

“Apa gunanya bulan madu jika tidak ada tidur bersama? Kau sudah membaca perjanjian kedua Uppss-” Dia menutup mulutnya sendiri, terlihat malu atas apa yang dia katakan barusan. Sementara aku memasang senyum evilku “Bilang saja mau menunda Irene-ah, baiklah aku menyetujuinya!”

  1. Jangan sesekali berani menyentuhku, jika nekat kau akan sekarat!

“Aisshh, siapa yang membuat pertauran semacam ini, apa ini peraturan darimu juga?” Tanyaku sedikit frustasi.

“Nde, jangan kira aku tidak tahu keyadonganmu disana dengan para Hyung-hyungmu itu. Tak kubiarkan kau menyentuhmu walaupun cuma seujung rambut!” Irene benar-benar seperti orang yang kerasukan.

“Kalau begini apa gunanya kita menikah? Lebih baik aku menikah dengan Luhan Hyung saja!”

Dia tersenyum mendengarnya “Kau jangan lupa Sehun-ah, kita tidak saling mencintai, jadi apa gunanya kau menyentuhku?”

Jika sudah begini, aku hanya bisa terdiam menatapnya. Mencoba mencari-cari jawaban mengapa dulu dia menyetuji pernikahan ini. Sebulan yang lalu eommaku menderita penyakit jantung. Sebagai permintaannya dia menginginkan aku menikah dengan teman wanitanya. Aku benar-benar tak menyangkah bahwa anak dari teman wanitanya adalah Irene , seorang Girlband Red Velved yang memang satu agensi denganku. Tentu saja awalnya aku menolak. Disamping akan menciptakan skandal yang luar biasa, pernikahan ini juga di luar kehendakku. Namun akan rasa cintaku yang terlampau besar pada eomma aku pun terpaksa menerima pernikahan ini.

Dari awal aku memang tidak memiliki rasa apapun padanya. Tapi semenjak ku tahu bahwa wanita itu pilihan eomma, aku mulai memperhatikannya. Dia sangat cantik, walaupun tidak secantik aktris Hollywood favoriteku Miranda Kerr. Walaupun umurnya tiga tahun lebih tua dariku wajahnya terlihat cukup imut. Mungkin itulah alasan mengapa  dia dijadikan visual Red Velved. Namun satu yang tak ku ketahui darinya, mengapa dia menyetujui pernikahan. Jika memang dia tidak menyukaiku, tidak mau tidur denganku harusnya dia tidak menyetujuiku bukan (oh maaf pemikiranku terlalu yadong, tapi mungkin pria yang berusia 22 tahun akan memahami juga)

“Bagaimana Sehun-ah, apa kau setuju?” Dia mengayunkan tangan ke wajahku. Rupanya dia benar-benar menunggu jawabanku.

“Aku setuju dengan satu syarat!”

“Tidak ada syarat apapun Sehun-ah, jika kita tidak menyetujuinya kita tidak akan jadi menikah!”

“Irene-ah kenapa kau egois sekali, aku hanya menanyakan jika kau sama sekali tidak mengizinkan tubuhmu ku sentuh, semua orang akan berpikir kalau pernikahan kita hanya main-main. Setidaknya izinkan aku memegang tanganmu saat ada orang yang lewat di depan kita!” Aku berkata dengan sungguh-sungguh. Walaupun pernikahan ini pada dasarnya adalah mainan tapi aku tak mau eommaku sampai tahu jika aku dan Irene pada awalnya memang tak saling mencintai.

Sekarang dia terlihat berpikir. Sangat lama  sehingga membuatku semakin mengantuk “Jika kau memang belum bisa terima kita sambung besok saja, aku sangat lelah hari ini?”

“Baiklah, aku menyetujuinya, akan kuizinkan jika kita memang di depan orang lain!”

BINGO!

Irene POV

Akhirnya inilah hari yang ku tunggu-tunggu. Pernikahanku dengan Oh Sehun. Pada sebuah altar yang megah, Oh Sehun telah menugguku dengan setelan jas yang berwarna putih. Tak dapat dipungkiri bahwa dia memang tampan menyerupai malaikat. Tampan sekali. Sementara aku dengan balutan gaun putih yang indah, maju ke depan dengan diantar ayahku. Oh Sehun langsung menerima tanganku dan sang pendeta telah menunggu kami untuk mengucapkan ikrar.

“Bae Jeo Hyeon, bersediakah kau menjadi istri sekaligus teman yang selalu menemani suamimu dalam keadaan susah maupun senang?” Tanya sang pastor kepadaku.

“Nde, saya bersedia….” Jawabku ragu-ragu.

“Oh Sehun, bersediakah kau menjadi suamimu sekaligus teman yang selalu menemani istrimu dalam keadaan susah maupun senang?” Sekarang giliran Sehun yang ditanya.

“Nde. saya bersedia!”

“Sekarang kalian telah sah menjadi pasangan suami istri di mata tuhan ataupun negara. Silahkan mempelai pria mencium mempelai wanita!”

Apaa??? Bagaimana bisa begini? Ya tuhan, bagaimana aku bisa sebodoh ini. Ini adalah pernikahanku, sudah jadi kewajiban kalau suami mencium istrinya di depan altar. Sehun mengenggam tanganku rapat-rapat. Sejujurnya dengan seperti ini dia lebih mirip setan yang kabur dari neraka. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku lalu menempelkan bibirnya ke bibirku. Ku kira hanya sekedar ciuman biasa, tapi setan ini mengigit bibir bawahku keras-keras hingga aku sedikit membukakan bibirku. Diam-diam akupun mencakar tangannya dan diapun segera melepaskan ciumannya.

“Kau benar-benar mencuri kesempatan!” Kecamku. Dia hanya tersenyum lalu melambaikan tangan pada Chanyeol.

Kini aku tahu dari mana ia belajar.

Sehun POV

Hahaha rasanya sangat puas saat aku menciumnya tadi. Aku bisa mengetahui bahwa itu adalah ciuman pertamanya. Ya sebenarnya Irenememang belum pernah ciuman. Itulah akibatnya jika dia main-main dengan Oh Sehun. Proposal yang dibuatnya untuk pernikahan kita justru tidak ada gunanya lagi. Aku yakin cepat atau lambat dia akan bertekuk lutut dan mencintai evil magnae ini.

Tapi kemana Irene sekarang? Sedari tadi aku memang tidak melihatnya. Pesta pernikahan memang belum usai, masih ada pesta lanjutan yang hanya di khususkan kepada kerabat-kerabat terdekat saja. Pestanya memang kubuat sedemikian sederhana. Tidak ada satupun wartawan yang mengetahui tentang pernikahan kita. Bahkan Irene sendiri pun tidak mengizinkanku untuk mengundang teman-teman SMAku. Atau setidakya satu atau dua EXO-L ada disini. Pernikahan benar-benar tertutup.

Baru kusadari bahwa sekarang Irene telah berada di luar gedung mengobrol bersama seseorang. Ya tuhan, dia mengobrol dengan SongJong Ki? Bukannya aku tak tahu kalau Irene adalah fans berat SongJong Ki, ehm bukan hanya sekedar fan, tapi dia adalah fanatiknya SongJong Ki!

“Chagiyah, apa yang kau lakukan di sini?” Aku menghampirinya. Kupeluk erat pinggangnya dan itu membuatnya sedikit menegang. “Siapa namja ini, dan mengapa kau tak memperkenalkan padaku?”

“Ehm, Oh Sehun ini SongJong Ki, apa kau benar-benar tak mengenalnya?” Jawabnya dengan ekspresi kesal.

“Song Jong Ki imninida. Minhae Oh Sehun aku tidak menyapamu duluan. Namun bagaimanapun juga selamat atas pernikahanmu?” Jawabnya sopan.

“Gomawo SongJong Ki, Minhae aku tidak mengenalmu, tapi sepertinya istriku adalah penggemar beratmu, jangan sampai kau merebutnya dariku yah?” Irene langsung melotot mendengar komentarku. Sementara Jong Ki tertawa.

“Itu tidak mungkin Sehun-ah, aku dan Irene hanya berteman baik. Bahkan yang sebenarnya aku sudah memiliki kekasih!”

Dapat kulihat sedikit raut kekecewaan pada Irene. Gadis ini pasti kecewa berat menyadari seorang idolanya memiliki kekasih.

“Aku bahagia mendengarnya. Kira-kira kapan kau akan menyusul kita?” Sedikit aku menatap ke arah istriku dan melingkarkan tanganku ke pinggangnya. Ah, tak dapat kupercaya bahwa aku sukses mempermainkan gadis ini.

“Ehm… kira-kira tahun depan aku akan menyusul kalian berdua?”

“Oh benarkah, kalau begitu jangan lupa untuk mengundang kita. Aku akan datang kesana dengan anak pertama kita!” Jong Ki tersenyum berbeda dengan Irene yang menatapku putus asa. Tanpa menunggu lama lagi dia pun menarik tanganku untuk segera menjauh dari aktor itu.  “Chagiyah, kau mau membawaku kemana? Kita bicara lain waktu Jong Ki-ah, sepertinya istriku sudah tak tahan!!!”

Irene POV

“Oh Sehuunnn…. Mati Kau!!!” Blukk! Blukk! Blukk! Teriakku sambil melemparinya dengan bantal. Setan ini benar-benar keterlaluan. Padahal itu adalah saat-saat romantisku bersama Song Jong Ki idolaku sepanjang masa. Betapa bahagianya aku saat mengobrol dengannya tadi. Namun tiba-tiba saja Setan Sehun itu datang dan mengacaukan semua dengan mengatakan hal-hal yang menjijikkan.

“Kau tahu, Song Jong Ki sengaja datang ke pesta kita untuk sekedar memberi ucapan padaku, harusnya kau bertingkah sopan dan tidak mempermalukan diri seperti tadi.”

“Hentikan Pabo! Kau membuatku kesakitan!!!” Sehun merebut bantal itu dan menatapku kesal.

“Apanya yang sakit? Setan sepertimu mana bisa merasakan sakit?” Kutatap balik wajahnya dengan geram. Bahkan pukulan dengan bantalpun dia katakan sakit. Ah dasar pria lemah.

“Kau  tahu betapa sulitnya aku mengundangnya untuk datang di pernikahanku, jadwalnya sangat padat jadi aku yang harus mencocokkan jadwalnya dengan tanggal pernikahan kita. Tapi mengapa kau malah mengacaukannya!!!”

“Bicaralah dengan bantal Irenne -ah, aku lelah dan ingin tidur!” Katanya singkat. Dia baru saja membaringkan tubunya di ranjang, tapi keburu ku cegah!

“Kenapa kau tidur disini, apakah kau lupa dengan proposal kita kemarin?”

“Lalu aku harus tidur dimana? Di rumah ini masih ada Appa dan Eomma, mereka akan curiga jika kita tidur dalam kamar yang berbeda.” Katanya yang membuatku berpikir sesaat. Benar juga masih ada eomma dan appa-ku dan juga Sehun dibawah. Belum lagi para kerabat yang ikut menginap di tempat ini. Ah, aku sunggu bodoh jika tidak memikirkan ini dengan panjang.

“Baiklah kalau begitu, tidurlah di bawah!”

“Bagaimana bisa begitu, ini rumahku!” Protesnya tepat di telingaku.

“Tapi setidaknya mengalahlah untuk yeoja!”

“Tidak mau, aku yang berbaring di tempat ini lebih dulu. Jadi sudah seharusnya aku tidur disini, kalau kau tidak terima, aku bisa berbaik hati mengajakmu tidur bersamaku.” Katanya sambil melayangkan senyuman evilnya.

“Aishh… kau menyebalkan sekali, minggir!” Aku mendorongnya ke samping. Ku kumpulkan semua bantal yang ada lantas kubuat garis batas dengan bantal-bantal itu.“Kau lihat, ini adalah garis batas kita, jika kau berani melewatinya, maka kau akan mati!”

Kulihat dia hanya menatapku tak percaya “Yayaya, terserah kau saja. Kau pikir apa yang bisa ku harapkan dari tubuhmu, tubuhmu itu masih kalah bagus dengan Miranda Kerr?”

“Bicaramu jorok sekali. Kau seolah-olah berkata bahwa badanmu lebih bagus dari Choi Siwon, padahal kau masih kalah jauh dengannya!”

“Kenapa kau malah membandingkanmku dengan Siwon sunbae?”

“Kau sendiri yang membandingkanku duluan?”

“Aish.. sudalah. Aku mengantuk dan ingin tidur, sementara itu pukirkan dirimu agar mempunyai tubuh sebagus Miranda Kerr!” Dia kemudian menarik selimut untuk menutupi seluruh tubunya.

Apa yang dia katakan? Miranda Kerr? Entah kenapa aku benar-benar ngeri mendengarnya. Padahal umurnya tiga tahun lebih muda dariku, tak kusangkah pikirannya se dewasa itu. Atau mungkin dari pengaruh Hyung-hyungnya itu? Aishh sudahlah untuk apa memikirkan hal yang tak penting. Hari ini aku terlalu lelah meratapi nasibku.  Dari mulai masalah pernikahan, obrolan yang gagal dengan Jong Ki mungkin sebaiknya kali ini aku menghabiskan waktuku untuk tidur.

Segera kusandarkan tubuhku pada kasur. Rasanya semua capek dan juga rasa stress hari ini seolah-olah lenyap terserap di kasur empuk ini. Maka dengan cepat aku pun segera menutup mataku.

Blukk!

Tiba-tiba sebuah suara terdengar dalam tidurku. Apa itu? Mengapa tiba-tiba tubuhku merasa berat? Kakiku juga tiba-tiba sulit untuk digerakkan. Dan mengapa aku mendengar suara orang bernafas di wajahku. Barulah saat aku membuka mata, akupun terkejut setengah mati menyadari bahwa ada seorang setan yang memeluk tubuhku. “AKKKHHH…!!!!” Gedubrakk!!

“Kau gila! Mengapa menendangku, dan kenapa berteriak-teriak seperti orang gila?” Omelnya dan langsung berdiri menghadapku.

“Kau melanggar batas!” Ucapku setengah marah. Lantas aku pun membuang beberapa bantal dan juga selimut ke lantai, “Aku tidak percaya lagi denganmu, tidurlah di bawah!”

“Hey, kau ini, bagaimana bisa kau menyuruhku tidur di bawah, ini kamarku!”

“Kalau begitu kau cari saja kamar lain, bukankah rumah ini memiliki banyak kamar?”

“Kau ini, sudah ku bilang kan, aku sama sekali tak tertarik dengan tubuhmu, harusnya kau tidak usah takut!” Dia berusaha mengembalikan bantal dan juga selimut ini ke ranjang namun keburuh ku cegah.

“Setelah apa yang kau lakukan tadi, apakah aku harus percaya begitu saja??”

Tok tok tok! Terdengar suara pintu kamar yang diketuk dari luar. “Sehun-ah, apakah semuanya baik-baik saja?” Itu adalah suara emmoanya Sehun, bagaimana ini? Apakah teriakanku memang terlalu keras?

“Kau lihat, sekarang eomma terbangun karena suaramu-” Katanya berbisik ke arahku. “Ne, eomma, kami baik-baik saja!”

“Baiklah kalau begitu, selamat bersenang-senang anakku!” Suara itu datang dari appa-nya Sehun, lantas mereka berdua pun terkikik dan menjauh dari kamar. Wajahku memerah karena malu, dan kulihat Sehun hanya tersenyum datar sambil melipat kedua tangannya. Oh tuhan, aku semakin muak saja dengan orang ini.

“Tetap tidur di lantai, atau aku yang akan tidur dengan eomma- appamu!” Kataku final yang kontan membuatnya melotot tajam.

Sehun POV

Ting Tong Ting Tong Ting Tong!!! Aku memencet bel drom EXO berkali-kali, berharap ada orang yang cepat-cepat membuka. Namun tak urung Baekhyun Hyung lah, yang membukakannya duluan.

“Dimana yang lain?” Tanyaku cepat.

“Chen dan Xiumin Hyung sedang syuting iklan, Suho Hyung pulang, Kyungsoo dan Chanyeol pergi bersama dan Kai, tahu sendirilah apa yang dia lakukan selagi dia punya pasangan?”

Aku mengangguk paham. Sudah kuduga dorm ini akan sepi mengingat jadwal EXO yang akan terus menerus padat dalam tiga bulan kedepan. Kecuali aku yang sengaja diberi libur seminggu oleh Youngmin Hyung untuk cuti menikah.

“Ada kiriman paket dari Luhan Hyung dan sudah kutaruh dalam kamarmu.”

“Ya, aku sudah tahu.”

“Ngomong-ngomong kenapa kau kesini? Seharusnya kau menghabiskan waktu dengan istri barumu itu kan dan Hey…- Tatapannya berubah mencurigakan. “ Ayo ceritakan padaku.”

“Cerita apa?” Aku pura-pura tak tahu sambil menggigit sepotong apel dari kulkas.

“Your first night. Kalian menunda bulan madu bukan berarti kalian menunda malam pertama juga kan?” Sudah kuduga dia akan menayaiku begitu. Diantara semua hyungku memang Baekhyun lah yang hormon testoteronnya agak meningkat.

“Ayolah, apa salahnya berbagi denganku sedikit?” Dia lantas memberiku sekaleng minuman  mungkin sogokan supaya aku bercerita.

“Capek, dingin dan seolah-olah badanku mau runtuh!” Kataku pada akhirnya. Pada hari pernikahan itu memang membuatku sedikit capek dan lelah, dingin karena Irene sialan itu menyuruhku tidur di bawah dan seolah badanku mau remuk. Sekalipun aku berusaha memejamkan mata aku masih belum bisa tidur di lantai.

“Tentu saja kau akan capek melakukannya hingga badanmu seolah-olah mau runtuh dan dingin? Apa kau melakukannya di tempat terbuka?”

Aku tersendak minumanku sendiri. Imajinasi Baekhyun memang kadang-kadang diluar kendali.

“Katakan padaku kau pasti melakukannya di tempat terbuka, benar bukan?”

“Hyung kau kira aku…- Ucapanku melambung menyadari bahwa Chanyeol dan Kyungsoo Hyung telah kembali, “Aishh… sudalah, aku ingin bertemu Chanyeol Hyung saja.”

“Baiklah, kau memang seharusnya berkonsultasi dengan Chanyeol tentang gaya yang kau pakai nanti malam hahaha…”

Aku langsung menutup kamar tidur begitu suara Baekhyun begitu memekakan telingah. Pasti sekarang dia mengadu  atas apa yang telah aku katakan padanya tadi.

“Baiklah, ada apa kau kemari?” Chanyeol Hyug membalikkan badan dan langsung mengerti tujuanku kemari. Memang sebelumnya aku telah menjadikan Chanyeol sebagai penasehat pribadiku. Dari awal perintah pernikahan itu aku terima sampai pernikahan itu benar-benar terjadi. Dia juga yang mengumpulkan semua informasi tentang Irene sehingga aku mau menikah dengannya.

Lantas akupun menceritakan perihal semua yang terjadi kepadanya. Tentang proposal itu dan juga kejadian tadi malam. Jauh dari spekulasiku ternyata reaksi yang diberikannya jauh diluar dugaan. Chanyeol Hyung murka.

“Jinjayo, jadi kau benar-benar mendatangani proposal itu?” Dia memandangku agak kesal dan juga marah. Bahkan dia hampir memukul kepalaku tapi kuburu kucegah dengan meletakkan bantal diatasnya. “Kau benar-benar bodoh Oh Sehun. Kau bodoh karena mau menandatangani proposal yang merugikan itu. Apa kau tahu proposal itu sedikit melukai harga diri pria. Mana ada seorang pria menikah tanpa mau menyentuh istrinya.”

“Dan apa yang kau dapat tadi malam, bisa-bisanya kau kalah di tangan seorang wanita, aku benar-benar tak habis pikir.” Chanyeol Hyung menggebu-ngebu.

“Hyung kau berlebihan sekali….-

“Itu karena kau terlalu bodoh. Tidak ada pria bodoh yang tidak melakukan apa-apa pada wanitanya apalagi dia istrinya sendiri dan istrinya itu secantik Irene….” Potongnya cepat. Aku tidak menyangkah mengapa Chanyeol Oppa semarah ini denganku. Ya aku memang salah karena terlambat menceritakan soal ini tapi bisakah dia membahasnya secara biasa. Maksudku bisakah dia membahasnya tanpa mengungkit-ngungkit adegan ranjang. Aku sedikit sangsi dengan hal itu.

“Lalu aku harus bagaimana. Jika aku tidak menandatangani proposal itu dia tidak akan mau menikah denganku dan seketika itu kesehatan eommaku akan menurun.” Kataku agak merendah. Setidaknya Chanyeol Hyung harus tahu aku tipikal pria yang berbakti pada orang tua dan melakukannya semata-mata untuk kesehatan eommaku.

“Kau masih belum tahu alasan apa sehingga Irene menerimamu?”

“Molla, sebenarnya itu juga yang ingin aku tahu.”

“Dasar pabo. Bodoh-bodoh bodoh dia menerimamu karena memang dia mencintaimu.” Katanya menjitakku. Lebih tepatnya menjitak bantal yang kutaruh untuk melindungi kepalaku.

“Mana mungkin dia mencintaiku, jika dia mencintaiku harusnya dia mau menyerahkan itunya malam itu juga, aku benar bukan?”

“Kau sama sekali tidak mengerti wanita Oh Sehun. Tidak ada seorang wanita yang menerima perjodohan ini dengan sukarela.”

“Dia tidak benar-benar menerimanya Hyung, makannya dia mengajukan proposal itu padaku.”

“Terserah kau sajalah.” Chanyeol Hyung terlihat frustasi. Kelihatan sekali kalau marahnya telah berkurang. Lantas dia pun menatapku dekat dengan senyum yang mengembang. “Oh Sehun, mau kuberi tahu sesuatu?”

“Apa?”

“Ada dua alasan mengapa wanita tidak mau untuk, yah… kau tahulah. Pertama karena wanita itu tidak normal dan kedua karena wanita itu memang mencintai orang lain selain dirimu tentu saja.”

“Mwo, apa maksudmu Irene termasuk salah satu diantaranya?”

“Molla.” Chanyeol Hyung menaikkan bahu. “Kudengar Changmin Hyung tidak datang di pernikanmu yah, dia memang dikabarkan dekat dengan Irene sih?”

“Apa kau sekarang mulai memanas-manasiku? Changmin Hyung tidak datang kerena ada tour di Jepang. Dia juga mengirimi kami hadiah.”

“Oh begitu… bagaimana kalo Suho Hyung?”

“Dia tidak datang karena…- Ucapanku terputus karena tak menemukan apa-apa terkait Suho Hyung. Dia memang tidak datang juga tidak memberi kami ucapan apapun. Satu hal yang kutahu adalah dia sedikit aneh belakangan ini dan menolak bicara padaku.

“Kudengar mereka sempat berkencan sebelum kalian menikah.”

“MWOO???”

“Kau belum tahu yah? Ku kira sudah?”

Aku menatap Chanyeol tak percaya. Mencari tanda-tanda kebenaran atas apa yang telah diucapkannya. Dari ekspresinya bisa kuduga bahwa dia benar-benar serius dengan ucapannya. Apalagi melihat sikap aneh Suho Hyung belakang ini aku menjadi sangat yakin bahwa itu benar.

“Kau harus waspada Sehuna.” Chanyeol Hyung menepuk pundakku lembut sebelum akhirnya keluar dari kamar.

“Tidak akan kubiarkan!”

Irene POV

            “Baiklah, kita istirahat sebentar….” Dengan cepat aku pun menyambar botol minuman dan meneguknya cepat. Latihan dance kali ini telah berhasil menguras tenagaku. Untuk album terbaru Red Velved yang tinggal beberapa bulan lagi. Tentu saja aku tak mau menyia-nyiakannya dengan menghabiskan waktu bersama Sehun sialan.

            “Kenapa kalian menatapku seperti itu?” Baru kusadari bahwa tatapan semua member telah menuju ke arahku.

            “Eonnie, kenapa kau berangkat latihan hari ini?” Yeri Si maknae Red Velved bertanya padaku.

            “Tentu saja aku akan berangkat latihan, bukankah Red Velved akan comeback sebentar lagi?”

            “Maksudku bagaimana dengan Sehun Oppa, apa dia tidak keberatan?”

            Aisshh… kenapa harus menanyakan itu sih? Kupaksakan senyum termanisku untuk menjawab Yeri, “Tentu saja tidak. Sehun sekarang sedang berada di dorm EXO, dia juga latihan untuk persiapan vidio musik terbarunya.”

            “Kalian berdua memang aneh, harusnya kalian berdua menghabiskan waktu untuk pergi bulan madu bukannya pergi ke tempat latihan.” Komentar Wendy.

            “Sayang sekali padahal aku sudah tidak sabar mendapat keponakan darimu.” Joy terkikik kecil disusul oleh Wendy, Seulgi juga Yeri. Benar-benar sial, harusnya aku tidak menjadi pusat pembullyan disini, mengingat usiaku yang paling tua diantara mereka.

            “Yaya baiklah, waktu istirahat sudah habis. Ayo kita kembali latihan!!!”

            “Eonnie, kita baru saja beristirahat 10 menit!”

            “Jika kalian punya waktu untuk membahas hal yang tidak penting, harusnya kalian juga punya waktu untuk latihan.” Semua kompak melontarkan hasil protesnya padaku. Namun aku tak peduli. Kutarik tangan mereka satu persatu untuk segera kembali ke tempat. Sampai akhirnya sebuah bel masuk mengurungkan niatku.

            Segera ku berlari ke arah pintu, siapa tau itu adalah menejer yang sengaja datang untuk memantau perkembangan kami.

            “Kau??” Mataku terbelalak lebar menyadari siapa yang datang. “Untuk apa kau kesini?”

            “Untuk apa aku ke sini? Tentu saja untuk menemui istriku!” Jawab Sehun cepat.

Aku menatapnya curiga. “Kau kan bisa menungguku di rumah?”

“Bagaimana jika aku terlalu merindukanmu dan tidak bisa menahannya sampai kau pulang?” Jawabnya tersenyum tapi nyatanya kata-kata itu terdengar menjijikan dan juga sangat menyebalkan.

            “Sehun Oppaaaa…!!!” Yeri berteriak keras dan langsung menghampiri Sehun, “Kita baru saja membicarakanmu, ayo cepat masuk!!!”

            Kulihat Sehun pun menurut saja pada Yeri. Para member lantas mempersilahkan Sehun duduk di Shofa. Benar-benar menyebalkan. Dalam situasi seperti ini kulihat para member sedang mengelilingi Sehun seolah-olah dia adalah raja. Sekalipun mereka adalah para member sendiri, mereka sama sekali tak menghargaiku sebagai istrinya.

            “Kau tahu Oppa, kedatanganmu benar-benar menyelamatkan kami?”

            “Bagaimana bisa?

            “Hanya karena kita membicarakanmu tadi, eonnie itu menyuruh kita latihan tanpa istirahat, benar-benar kejam bukan?”

Sehun hanya tersenyum mendengarnya. Sudah sepantasnya dia mengabaikan ocehan anak di bawah umur sepertinya. “Aku membawakan makan untuk kalian. Makanlah.”

“Wah… ttaeboki. Apa ini lezat?” Tanya Joy.

“Ya begitulah. Aku membuatnya sendiri sebelum berangkat disini.”

“Jinjja? Kau bisa memasak?”

“Sedikit…” Ucapannya terdengar merendah padahal di matanya tersimpan kepuasan batin.

“Daebak, bahkan Irene eonnie saja hanya bisa memasakkan ramen untukku.” Ujar Yeri. Entah mengapa dia selalu membuatku rendah dimata Oh Sehun.

“Ya, tapi ramen yang dibuatnya sangat enak.” Sambung Sehun dua kali lipat lebih menyebalkan. Memangnya kapan dia mencicipi ramen buatanku. Tidak pernah!

“Iya sih…?” Yeri malah kelihatan kecewa dengan jawaban yang disampaikan Sehun. Lantas dia pun mengalihkan perhatiannya padaku. “Eonnie kau tidak makan?”

“Tidak. Aku tidak lapar!”

“Seharusnya kau makan, ini kan buatan suamimu?” Komentar Wendy yang langsung disambut anggukan setuju. Aku tahu diantara mereka semua memang sikap Wendy yang ku kenal sebagai pribadi dewasa dan bisa dipercaya. Tapi entah kenapa sikapnya akhir-akhir ini juga membuatku sebal.

“Dia memang sudah makan tadi pagi, mungkin siang ini dia belum begitu lapar.”  Sehun menatapku dengan ekspresi sedikit kesal yang disembunyikan. Tahukah dia bahwa sikapnya itu lebih menyebalkan dari yang lain. Dia berpura-pura baik dengan membelaku padahal sebenarnya dia ingin mencemoohku. Atau lebih tepatnya dia memang berusaha tebar pesona di depan para member.

“Oh Oppa… kau memang suami yang perhatian. Seharusnya kau menikah saja denganku….” Timpal Yeri spontanitas. Sepertinya dia menyadari bahwa ucapannya tadi memang tergolong kurang sopan. Sehingga lantas dia menutup mulutnya sebelum tatapan mata semuanya tertuju padanya.

Tak tahan dengan situasi yang terus menerus mengungkungku aku pun segera pergi dari ruangan ini. Kubanting pintu ruangan dengan sedikit keras dan samar-samar aku mendengar suara penyesalan Yeri dan juga semuanya.”

“Harusnya kau bisa menjaga mulutmu Yeri-ah, kau kan tahu dia sensitif sekali hari ini.”

“Oppa, aku benar-benar menyesal, bagaimana ini?”

“Tidak apa-apa, aku akan membujuknya.”

Suara terakhir Sehun terdengar lebih jelas sebelum aku meninggalkannya dan menuju ke balkon atas. Sial! Memangnya apa yang sudah kulakukan saat ini? Aku menyadari bahwa sikapku kali ini sangat berlebihan. Meninggalkan ruangan hanya karena masalah sepele dan itu terlihat bahwa aku sedang cemburu.

APA CEMBURU???

Tidak! Ini tidak mungkin. Memangnya siapa dia dan untuk apa aku harus cemburu pada Oh Sehun. Ya aku memang istrinya. Hanya istri resminya sehingga tak memungkinkan aku untuk cemburu.

“Mengapa kau langsung pergi tadi, heh?” Terdengar suara dari belakangku. Aku langsung terlonjak menyadari bahwa Oh Sehun sudah dibelakang sambil melipat kedua tangan. Bibirnya tersenyum yang tak kuketahui dia sedang menertawakan apa, “Cemburu??”

“Tidak!!!” Tukasku cepat. “Aku tidak cemburu.”

“Tapi sikapmu tadi mengatakan bahwa kau sedang cemburu.”

“Memangnya untuk apa aku harus cemburu, tidak ada apa-apa diantara kita bukan?” Sebisa mungkin aku berusaha untuk menghilangkan perasaan aneh ini. Ya, aku tidak cemburu, aku hanya tidak suka Sehun tebar pesona di depan para memberku hingga mengaganggu jalannya latihan.

“Ya kau benar, tidak ada apa-apa antara kita sampai ku tahu bahwa Suho Hyung sendiri yang menjadi apa-apa untuk kita.”

“Wa-wa-waeyo… kenapa mengungkit-ngungkit Suho segala.” Tanyaku bergetar. Jangan bilang jika Sehun sudah mengetahuinya. Ah itu tidak mungkin.

“Jangan kira aku tidak tahu soal itu.” Katanya bernada mengancam dan juga mendekatkan diri ke arahku.

“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya, semuanya sudah berakhir.!”

“Jinja, jadi benar kau memang pernah menjalin hubungan dengannya?”

Aisshh… aku terlihat frustasi berbicara dengan orang ini.Jadi dia benar-benar menjebakku untuk mengetahui kebenaran dari mulutku sendiri.

“Kau ini, semuanya tidak seperti yang kau kira. Dia hanya bilang kalau dia menyukaiku dan semuanya sudah berakhir jauh sebelum kita akhirnya menikah.” Jawabku berusaha jujur.

“Jadi kau menjadikan pernikahan kita sebagai pelarian, begitu?” Aku terbelalak, mengapa pikirannya sejauh ini sih? Mana mungkin aku menjadikannya pelariannya sedangkan aku sendiri yang memutuskan hubungan itu.

“Katakan padaku apa yang kalian sudah pernah lakukan berdua.”

“Tidak ada, kami hanya pernah berjalan-jalan dua kali.”

“KENCAN? JADI KALIAN PERNAH BERKENCAN???”  Ucapannya sedikit meninggi dengan mata yang terbelalak lebar.

“Hey, kenapa reaksimu begitu dan kenapa juga kau harus semarah ini padaku? Apa kau sedang…- Sengaja ucapanku kubiarkan menggantung supaya dia bisa menebak sendiri maksudku.

“Tidak aku tidak cemburu!” Tukasnya seketika. Hebat bukan, dia bahkan sudah menjawab sebelum aku sempat bertanya.

“Aku bahkan belum bertanya tapi kau langsung menjawabnya begitu.” Kataku dengan senyum yang kubuat-buat.

“Itu karena reaksimu mengirah aku begitu?”

“Tidak, aku tidak mengira begitu.”

“Awas saja jika kau berani berkencan sekali lagi.”

“Ya, sebentar lagi aku akan berkencan dengan Luhan Hyungmu itu kau puas??”

“KYAA!!!!”

Bluukk!!! Aku melempar selimut dan juga bantal ke arahnya, “Malam ini kau tidur di luar, dan jangan berani-berani mendekat ke arahku lagi, arraseo?”

“Hyaakk, gadis iblis! Aku sudah tidur di luar semalaman kemarin, seharusnya ini adalah giliranmu!” Protesenya melebihi suaraku.

“Itu adalah deritamu. Aku sudah menyuruhmu untuk membeli apartemen yang mempunyai dua kamar, tapi kau malah membelikanku apartemen sempit seperti ini?”

“Irene-ah, aku sedang tidak enak badan, setidaknya izinkan aku tidur di bawah kasurmu, di luar sangat dingin?”

“TIDAAAKKK! Cepatlah keluar Oh Sehun, sebelum aku yang akan menyuruhmu keluar!”

Dia pun lalu mengambil bantal dan selimutnya dan menuju keluar. Syukurlah kalau dia langsung menurut. Seharusnya aku memang hati-hati dengan namja itu. Dia itu seperti setan yang bisa menyerangku kapan saja. Sekalipun begitu, aku tidak akan menyerahkan hartaku yang paling berharga padanya. Bahkan sekarang inipun dia belum mengatakan cinta padaku, jadi bagaimana mungkin namja seperti itu yang akan menjadi suamiku?

Tanpa kusadari, sebuah tangan tiba-tiba terulur memeluk pinggangku. Tangan itu terasa sangat panas, dan desah napasnya telah menyapu tengkukku sedikit membuatku geli.

“Oh Sehun, jika dalam hitungan ketiga kau tidak melepaskan tanganmu aku akan menghajarmu!” Ujarku perlahan. Sial tampaknya ancamanku tidak membuatnya takut. Tangannya malah semakin erat memeluk pinggangku.

“Irene-ah, aku sedang kedinginan sekarang, bisakah kau memelukku sebent…-“

Bruggkk! Entah mengapa aku benar-benar ingin membuang makhluk itu. Dia terjatuh tengkurap tepat di kolong tempat tidur. Biasanya setelah ini dia akan membalasku atau setidaknya mengomel tentang perlakuanku, tapi sekarang ini dia hanya diam dan mengginggil.

“Sehun-ah, apa kau baik-baik saja?” Dia masih tak menjawab menyerupai orang mati, “Sehun-ah bicaralah kepadaku, apa kau baik-baik saja?”

“Aisshh, mengapa kau berisik sekali, aku ini sedang sakit, tapi kau malah membuatku semakin sakit!” Jawabnya.

“Kau sakit?” Aku beranjak turun untuk memeriksa keadaannya. Astaga ternyata dia benar-benar sakit. Badannya panas sekali dan kulihat tubuhnya juga basah karena keringat. “Tidurlah di atas Sehun-ah, apa perlu ku panggilkan dokter, aku sama sekali tak tahu cara merawat orang sakit?” Kataku panik.

“Tidak perlu, peluk saja aku, aku sudah sangat kedinginan.” Sebisa mungkin aku berusaha tidak kaget dengan permintaannya. Antara kasihan dan tidak, aku tetap saja tidak tega melihatnya seperti ini. Segera ku naik ke tempat tidur dan beringsut memeluknya. Tangannya mengginggil ketika ku pegang. Dan badannya masih sangat panas. “Tak kusangkah setan sepertimu bisa sakit?” Desisku.

“Aku manusia, bukan setan!” Jawabnya cepat. Oh ternyata dia mendengar apa yang barusan aku katakan. “Ya … lebih tepatnya manusia yang seperti setan!”

“Dan kau juga di sebut setan karena menikah dengan setan!”

“Sudah diamlah, kau akan semakin sakit jika bicara terus!” Balasku cepat. Dia pun kemudian menarik tanganku agar lebih memeluknya. Baru kusadari melihatnya seperti ini, bagaikan melihat anak kecil yang tanpa dosa. Begitu polos tanpa perlu ku ketahui bahwa sebenarnya dia adalah setan!

Sehun POV

Sekarang aku benar-benar merasa baik. Seolah-olah mendapat keajaiban, pagi ini aku bisa bangun dengan selamat dengan mendapati pemandangan paling indah di sisiku. Ya istriku. Ini adalah pertama kalinya aku melihatnya tertidur seperti ini. Kuperhatikan lekuk-lekuk di wajahnya, dia tampak lebih cantik dengan posisi tertidur begini. Ah tidak, sebenarnya dia sudah cantik setiap hari, setiap jam, menit detik dan waktu.

Memandangnya begini membuatku ingin memberikan morning kiss untuknya. Tapi belum sempat aku melakukannya, kedua mata itu langsung terbuka sempurna mendapati diriku yang kurang satu inci darinya. “Apa yang kau lakukan?”

Plakk!! Tanganku respek menampar bibirnya, dan itu membuatnya sedikit murka. “Oh Sehun, mengapa menamparku?”

“Ada lebah di bibirmu, jadi harus kutampar agar tidak menyababkan infeksi!”Jawabku asal.

“Kau bohong, jika memang benar ada lebah, mengapa aku tidak merasakannya?”

“Itulah masalahnya, kau terlalu tidak peka!” Kataku dengan nada menyindir. Dia menunduk salah tingkah. Entah apa yang dipikirkannya kali ini. “Oh Sehun jam berapa sekarang?”

“Jam delapan!”

“MWO???” Dia terkejut bukan main. Segera dia meloncat dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi. Tak selang beberapa menit diapun keluar dengan pakaian yang sudah berbeda, “Kau mau kemana pagi-pagi begini?”Tanyaku.

“Hari ini aku sedang ada syuting pratcice dari Red Velved.”

“MWO? Istri macam apa kau, suamimu di sini sedang sakit tak bisakah kau menjaganya dan tidak meninggalkannya?”

Dia menengok dan berjalan mendekatiku, “ Apa kau baik-baik saja, panasmu terlihat turun!”

“Tentu saja aku tidak baik-baik saja. Panas yang ku derita bukan hanya bukannya di luar melainkan di dalam!”Irene memandangku dengan malang.

Cup…  :-*

Apa? Apa yang barusan dia lakukan? Dia menciumku? Dia benar-benar menciumku. Walaupun cuma di pipi tapi ciuman itu sangat berkesan untukku. Aku baru saja ingin membalas, namun dia terlebih dulu kabur di ujubg pintu. “Aku pergi, jaga dirimu baik-baik!” Ucapnya.

Baiklah, aku mengerti. Tunggu saja tanggal mainya, aku akan membalas.

***

Irene POV

“Apa? Comeback Red Velved ditunda??” Ucapku tak percaya. Semua member kompak mengangguk tegas. Tapi aku masih tidak terima. “Kita sudah latihan keras, bagaimana bisa come back kita ditunda?” Tanyaku pada Wendy yang selaku pemberi berita buruk tersebut.

“Eonnie, kita sudah bekerja keras terlalu lama, harusnya kita bisa berlibur sedikit.” Tukasnya cepat lantas dia pun menatapku penuh selidik. “Dan kau bisa menggunakan hadiah dari kami untuk bersenang-senang.”

“Hadiah? Hadiah apa maksudmu?” Tanyaku tak mengerti.

“Aishh… apa Sehun belum juga memberitahumu?” Sekarang dia malah bertanya mengenai Sehun. Aku benar-benar tak mengerti dengannya.

“Sudahlah lupakan, sekarang juga temani aku menemui PD nim. Ada hal yang perlu diperjelas di sini…” Seolah tak peduli dengan ucapannya, akupun menarik tangannya supaya mengikutiku.

“Eonnie, aku tidak mau….” Dia menarik tangannya kembali.

“Kau ini member Red Velved bukan sih?” Kataku mulai kesal. Sementara itu dia tersenyum penuh selidik. Ada apa dengan orang ini. Lama-lama aku bisa gila  jika harus mengurus member yang satu ini.

“Lima menit lagi, Seulgi, Yeri dan Joy akan menjemputku. Ah… itu dia mereka sudah datang.” Sebuah mobil baru saja berhenti tepat dihadapan kami berdua. Kaca mobil itu terbuka dan memperlihatkan para member lain, Seulgi, Joy dan juga Yeri di dalamnya.

“Eonnie cepatlah masuk, converence Bangtan Boys akan dimulai sebentar lagi, aku benar-benar tak sabar melihat Jungkook Oppa…” Ujar Yeri dari dalam.

“Nde… baiklah aku juga tak sabar.” Wendy lalu berlari dan segera masuk ke dalam mobil itu.

“Ada apa ini, mengapa kalian malah sibuk bersenang-senang dan tak mengajakku??” Aku merasa kesal, karena di saat-saat yang seperti ini mereka tidak memberitahukan atau bahkan mengajakku turut serta.

“Ayolah eonnie, kau yang lebih bersenang-senang setiap malam bukan?” Seulgi menimpali. Ketiga member yang lain kompak cekikikan.

“Baiklah eonnie, kita berangkat dulu. Selamat bersenang-senang.” Deru mesin mobil kembali dihidupkan. Dan mereka benar-benar meninggalkanku begitu saja disini. Benar-benar seperti kaum yang terbuang bukan?

Sejujurnya aku tak begitu mengerti akan maksud pembicaraan ini. Yang aku tahu adalah perlakuan para member ini berubah semenjak aku menikah dengan Sehun. Apa yang salah denganku. Sekalipun aku sudah menikah aku tetaplah Irene yang dulu. Aishhh… mereka benar-benar menyebalkan.

“Kau, mengapa kau disini?” Kataku terkejut menyadari sosok Sehun yang datang membawa mobil pribadinya tak lama setelah mobil mereka itu pergi.

“Kau selalu saja bertanya. Aku kan suamimu, tentu saja aku di sini untuk menjemputmu.”

“Kan sudah ku bilang, aku bisa pulang sendiri.”

“Jika aku bisa menjemputmu untuk apa kau bisa pulang sendiri?” Ucapnya tak mau kalah. Dia lantas menarikku untuk segera masuk ke mobilnya. Dengan perlahan dia pun mulai melajukan mobilnya dan menuju ke jalanan.

“Aku sudah dengar semuanya. Kau pasti sangat kecewa karena penundaan comeback Red Velved.” Ungkapnya tanpa menatapku. Tentu saja karena dia harus berkonsentrasi dalam mengemudi. “Untuk itulah aku ingin menghiburmu.” Sambungnya.

“Diammu itu sudah menjadi penghibur untukku… hey kau mau kemana…???” Aku mendadak panik ketika Sehun tidak melewati jalanan arah rumah. Ya, dia melewati jalan lain lebih tepatnya jalan menuju bandara internasional Incheon.

“Hari ini aku mau mengajakmu pergi. Eomma sudah menyiapkan koper kita sehingga hari ini kita akan langsung berangkat?”

“Wa-wa-wae…?” Ucapku terputus-putus. Dan seketika akupun berekasi hebat, “ OH SEHUUUNNN CEPAT TURUNKAN AKU DISINI… AKU TIDAK MAU PERGI CEPAT TURUNKAN AKU DISINI!!!”

Sebisa mungkin aku memegang gagang pintu kuat-kuat. Berharap bisa langsung membukanya begitu Sehun menghentikan mobilnya. Tapi nyatanya pria itu tidak bereaksi apapun. Dia malah semakin melajukan mobilkan.

“SEHUN PABO… CEPAT TURUNKAN AKU DISINI. AKU BENAR-BENAR TIDAK INGIN PERGI DENGANMU.!”

“Aisshh… kenapa reaksimu berlebihan sekali sih, kita kan tidak pergi jauh-jauh. Lagi pula ini gratis!”

“Gratis?” Aku terngangah menatapnya.

“Nde, kau tahu member-member malaikat itu menghadiahkan ini pada kita.”

“Member-member? Seperti malaikat?” Kataku memikirkan apa maksudnya.

“Aishh kau ini. Cepat kau buka ponselmu dan baca pesan dari mereka!”

Aku menuruti instruksi Sehun. Memang sejauh ini aku belum pernah mengecek ponselku. Dan sebuah pesan dari Wendy Son ada di urutan pertama kotak masuk.

Eonnie minhae, kami memang sengaja menyuruh PD Nim agar menunda comeback kita. Sebagai gantinya, kami memberimu paket bulan madu ke Jepang agar bisa kau gunakan bersama Sehun. Kau tidak marah kan? Selamat bersenang-senang.

Ps. Kami siap menerima hukumanmu saat kau kembali

Ps dari Joy. Dan pastikan perutmu itu segera berisi J

“TIDAAAAKKKKK…!!!!!!” Teriakku sekeras mungkin.

Anneyong, aku reader baru disini yang sebetulnya pengen eksis juga dgn mengirim FF geje ini. Sebenarnya aku sedikit malu dgn ceritanya, ya seperti yg kalian lihat sendiri ceritanya agak gimana2 gitu. Tapi dari pada gak berguna masuk laptop, ya lebih baik aja aku posting. Bener kan? Untuk lanjutannya akan aku usahain seminggu sekali. Soalnya aku juga sedang ngelanjutin ff di exo fanfiction. Bagaimanapun juga terima kasih udah nyempetin baca.

Advertisements

4 thoughts on “[Freelance] Proposal Married (Chapter 1)”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s