Reset [1]

image

Parkhyunraa story
.
“I wanna reset”
.
Oh sehun || byun baekhyun || park chanyeol || OC || support cast

.
Romance | school life
.
G
.
Happy reading^^

Awas typo!

Gadis berseragam kuning itu bejalan dengan lesu. Kaki panjang nya ia langkahkan lurus dengan jalan setapak yang akan mengantarkanya ke taman belakang sekolah.
Entah apa yang akan dilakukan gadis itu di sana. ia hanya duduk di bangku taman, bertopang dagu, sambil melamun. Bahkan ia tak memperdulikan rambut panjang nya yang mulai ribut tertiup angin.
“Ottokhe..”
Suara gadis itu lirih. Mulutnya bahkan seperti tidak terbuka.
“HAA, OTTOKHE!!”
Berbeda dengan gumaman yang tadi, sekarang gadis itu malah berteriak. Bahkan tangannya sudah turut membantu angin untuk mengacaukan rambutnya. Kaki nya ia gerak gerakan secara kasar di atas rumput.

KLATAK

“Mwoya?”
Suara aneh itu berhasil menghentikan aksi brutal kakinya itu.
Gadis itu sedikit menundukkan badanya untuk melihat benda apa yang tidak sengaja ia tendang tadi.
Dia menundukkan badanya sambil memegangi rambut nya agar tidak menghalangi pandangannya.
Dan.. watta!
Sebuah smartphone canggih teronggok di dekat Sneakers putihnya!
Demi dewa! Mimpi apa dia semalam sampai dia menemukan handphone yang jelas masih sangat berguna itu?!
Tanpa pikir panjang, gadis itu langsung mengambilnya dan membersihkan smartphone itu dari pasir yang menempel. Bahkan ia sampai mengelapkan smartphone itu ke seragamnya.
Dia terlalu bersemangat saat menggosokan benda itu pada seragamnya. Dia bahkan lupa pada name tag yang sekarang menggores layar handphone itu.

“Ck! Goresannya lumayan panjang. Tapi tak apa lah. Handphone ini tetap Bagus”

Gadis itu sedikit mendecak saat tau kalau garis yang dibuat oleh name tag yang bertuliskan lee haerin itu lumayan panjang. Tapi itu tidak masalah bagi dia. Karena handphone itu tetap Bagus baginya.

“Kurasa ini sangat mahal! Ini bahkan lebih Bagus dari handphone ku”

Matanya berbinar saat membandingkan handphone putih itu dengan handphone pink miliknya.
Uuh.. handphone putih ini lebih tipis dari miliknya, dan layarnya juga lebih lebar dari miliknya. Handphone itu juga lebih ringan.
sekarang yang ada di pikirannya adalah ‘berapa harga handphone ini kalau dijual?’ ‘Apa uang nya cukup untuk membeli album baru milik BLOCK B oppa?’  ‘Atau handphone ini ku gunakan saja ya? Pasti kamera nya lebih Bagus untuk memotret BLOCK B oppa saat keluar gedung entertainment’
Dan pertanyaan lain seputar handphone itu.
Dan gadis itu langsung berlari pulang setelah memasukkan handphone nya ke dalam saku blazer nya. melupakan masalah yang tadi sempat ia pikirkan di Taman ini.




Masih dengan rambut basahnya serta handuk kimono yang melekat pada tubuhnya, gadis itu berlari kecil ke nakas sebelah kasurnya, di mana terdapat handphone putih itu yang sedang mengisi baterai nya.
Kabel putih itu menyalurkan aliran listrik yang kemudian diubah menjadi energi untuk handphone itu.
Haerin benar benar senang menemukan handphone ini. Dia sangat bahagia. Bahkan dia tidak tertarik untuk mengganti bajunya hanya untuk mengamati handphone itu untuk yang ke beberapa kalinya.
Haerin yang bersemangat langsung mencari tombol power untuk menghidupkan handphone yang dari tadi mati karena kehabisan baterai.
Ia menunggu dengan sabar saat handphone itu mulai aktif kembali. Dan tanpa permisi dia langsung mengotak atik handphone itu. Jari lentiknya menari cepat di atas layar handphone untuk mencari tau apa saja isi handphone tersebut.

“Myowaa? Ini tidak ada apa apanya!”

Haerin harus menelan bulat-bulat kekecewaannya saat tahu kalau handphone itu tidak ada apa apanya.
Tidak ada pesan terakhir atau panggilan terakhir, kontaknya saja kosong, begitu juga dengan Galerinya. Tak ada satupun foto atau video di sana.

“Apa handphone ini benar-benar tidak digunakan?”

Haerin bingung dengan pemilik handphone ini. Apa pemiliknya tidak bisa menggunakan handphone?

“Padahal handphone ini sangat canggih”

Lirih haerin masih sambil menarikan jarinya di atas layar.
Dia terus mencari keberadaan pemiliknya di dalan handphone ini. Tapi tetap tidak ada apa apa.

” mungkin handphone ini memang sengaja diberikan tuhan untukku”

Haerin terkikik pelan karena ucapanya sendiri. Ia lalu membantingkan dirinya ke atas kasur. Membuat kasur itu sedikit berguncang karena ulahnya.

“Omo! Kameranya sangat jernih! uu.. aku tampak lebih cantik dengan kamera ini”

Masih dengan kimono dan rambut basah nya, ia memposisikan dirirnya di atas kasur lalu berpose imut kemudian menjepret fotonya dengan handphone putih itu.
lalu mencoba beberapa pose dan kembali menjepret nya.




“Ck! Bagaimana kau bisa menjatuhkannya hah?! Apa ponselmu itu sudah sangat tidak berguna hingga kau menyia nyiakannya?”

Seorang pemuda hanya berdiri sambil mengomel di dekat kursi Taman.
Dia hanya mengomel sambil menatap kedua pemuda lain yang sedang celingukan mencari sesuatu.

“Lihatlah, ini sudah hampir malam. Apa kita akan tetap di sini? Mungkin saja ponselmu jatuh di tempat lain” 

Lagi lagi ia mengomel. Kali ini omelannya ia tujukan pada lelaki jangkung berkulit putih yang sedang berjongkok di dekat rerumputan Taman.
Mencari sesuatu di bawah kursi taman.

“Hentikan omelanmu, baek. Dan bantulah kami kalau kau ingin cepat pulang”

Kali ini suara berat pemuda yang lain yang menyahut. Menimpali omelan lelaki tadi.

“Lagipula, bagaimana caranya kau bisa sampai ke taman belakang sekolah, hun? Apa kau menyelinap kemari?”

Suara berat lelaki itu kembali terdengar. Kali ini ia tujukan pada pemuda putih itu juga.

“Kau juga mengomel, chan”

Lelaki yang hanya berdiri tadi menimpali dengan wajah jengah.

“Sudahlah, lebih baik kalian membantuku. Ini juga salah baekhyun karena menyuruh ku berkeliling sekolah hari ini”

Lelaki yang dari tadi menjadi sasaran kemarahan teman temannya itu kini membuka suara. Memberi tahu kenapa ia tadi siang bisa sampai ke taman belakang sekolah padahal dia bukan siswa di sekolah itu, um.. belum lebih tepatnya.
Dia hanya berkeliling sekolah dan duduk di kursi taman karena lelah. Lalu ia pulang dan baru menyadari kalau ponselnya sudah tidak ada di dalam saku celananya.

“Baekhyun menyuruh mu berkeliling?”

Lelaki jangkung yang memiliki suara berat itu bertanya sambil memandang si tersangka yang tadi di ungkapkan oleh lelaki putih tadi.
Dan yang di tatap hanya pura pura tidak tahu apa apa.

“Ya, dia menyuruhku berkeliling sekolah agar besok aku sudah tahu letak semua ruangan”

Balas pemuda berkulit putih itu sambil masih mencari di mana ponselnya berada.

“Dan ponselmu hilang karena berkeliling sekolah. Dan tentusaja yang bersalah adalah yang menyuruhmu berkeliling sekolah”

Lelaki bersuara berat itu mulai berjalan mendekati tersangka atas hilangnya ponsel sehun.

“Dan kita tahu siapa tersangkanya”

Lelaki jangkung bersuara berat itu memandang tajam teman di depannya.

“Mwo? Ini salah sehun karena tidak menjaga ponselnya!”

Suara lelaki itu melengking memberikan pembelaan untuk dirinya. Bahkan urat urat di lehernya nampak mengencang akibat suaranya yang melengking itu.

“Kalau begitu bantulah kami, baekhyun”

Lelaki bersuara berat itu nampak sedikit terkejut karena pembelaan pemuda bernama baekhyun tadi.
Dia pun juga setengah mati menahan amarah agar tidak menelan baekhyun sekarang.

“Kenapa tidak ditelfon saja?”

Baekhyun yang kembali tenang dengan gaya coolnya memberikan saran.

“Bukanya sehun sudah bilang kalau baterai ponselnya habis”

Chanyeol benar benar akan menelan mahluk berisik ini.
Mahluk ini hanya mengomel dan mengomel.
.
Baekhyun langsung mengambil ponselnya dari dalam saku celana. Lalu jarinya langsung menari lincah di sana. Setelahnya, ponsel itu pun bertemu dengan telinga baekhyun.

“Tapi ini tersambung”

Baekhyun dengan wajah datarnya langsung menjauhkan ponselnya dari telinga dan langsung me-loud speaker panggilannya. Dan dalam sekejap nada sambung itu langsung terdengar keras.
Mereka berdua—sehun dan chanyeol—yang mendengar hal itu langsung mendekat pada baekhyun. Bagaimana bisa panggilannya tersambung? Padahal ponsel sehun mati karena kehabisan baterai.
Nada sambung itu terus mengalun.
Sedikit lama.
Hingga..

“Yeoboseyo”

Ini suara seorang gadis!



Suara nada dering dari ponselnya di nakas itu mengganggu tidur cantik seorang gadis di atas kasur.
Pertama ia hanya menggeliat. Tapi ponsel itu terus meraung hingga akhirnya gadis itu terpaksa bangun dari tidurnya yang baru beberapa menit.
Ia langsung menyambar ponsel itu dan menempelkannya ke telinga.

“Yeoboseyo”

Dengan suara parau khas bangun tidurnya, gadis itu menjawab panggilan yang anehnya tidak ada jawaban dari seberang sana.
Tetap tidak ada jawaban meski sudah hampir semenit mereka terhubung.

“Yeoboseyo”

Hening..

“Yeoboseyo, Yeoboseyo, Yeoboseyo, yeobose—”

” kembalikan ponselku!”

Mata gadis itu yang tadinya masih terbuka setengah, sekarang sukses terbuka sempurna akibat suara nyalang dari sebrang sana.
Dan tunggu dulu. Apa dia bilang? Ponselnya?
Gadis itu langsung menjauhkan ponsel itu dari telinganya dan.. watta!
Ini adalah ponsel berwarna putih tadi.
Matilah kau.

“Yak! Kau di sana? Katakan siapa namamu! Dan di mana rumah mu! Kembalikan ponselku sekarang juga!! “

Suara dari sebrang sana terdengar mengancam. Dan itu sukses membuat gadis itu keringat dingin.
Dengan mulut yang masih rapat, ia tidak menjawab panggilan itu. Dia berpikir dalam diam.
‘Baiklah, jangan bersuara lagi. Dan matikan panggilannya. Setidaknya dia tidak tau siapa aku dan dia baru sebentar mendengar suara ku’
Dan dengan perlahan ia menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Dan tangannya hendak mematikan panggilan.

“HAERIIIIN!! CEPAT KELUAR KAMAR DAN BANTU IBU!”

Matilah dia! Dengan suara supernya, ibu haerin menggedor pintu kamar sambil menyerukan namanya.
Dengan secepat kilat ia mematikan panggilannya. Takut takut suara ibunya terdengar oleh orang di sebrang sana.

“NEE!!”

Haerin langsung turun dari kasur.

“Menggangu saja. Baru juga tidur berapa menit”

haerin menggerutu. Sambil meratapi nasib tidur sore nya. Baru saja ia tidur setelah berganti baju. Dan sekarang ia harus membantu ibunya menyiapkan makan malam.




“Yak! Kau di sana? Katakan siapa namamu! Dan di mana rumah mu! Kembalikan ponselku sekarang juga!!”

Sehun nampak kesal. Urat di lehernya sampai terlihat ketika ia berteriak meminta ponselnya kembali.
Namun yang diteriaki hanya diam saja di sebrang sana.
Mereka menunggu suara si penemu ponsel sehun yang diketahui adalah wanita.
Sangat lama hingga sehun ingin beteriak lagi.
Tapi belum sempat karena

“HAERIIIIN!! CEPAT KELUAR KAMAR DAN BANTU IBU!”

Suara nyaring khas ibu ibu itu terdengar pecah di ponsel baekhyun. Sontak mereka terkejut. Bahkan baekhyun sampai menjauhkan kepalanya. Dan panggilan pun terputus.
Mereka nampak diam sejenak. Blank.

“Haerin?”

Baekhyun mencicit pelan.

“Sepertinya aku pernah dengar nama itu”

Sambung baekhyun Dan disambut oleh tatapan bingung dari kedua temannya-sehun dan chanyeol-
Baekhyun tersenyum kikuk

Dan matilah kau lee haerin. Byun baekhyun mengenalmu!
.
.
.
TBC
Haii~
Aku kembali setelah menghilang dari peradaban:v
akhirnya aku kelar UN!! dengan hasil yang.. yah lumayan.
Mm.. dan ff ini.. aku nggak tau apa ini. Aku juga nggak yakin kalo ff ini berchapter karena aku masih punya banyak ff chapter yang belum kelar *curcol*
Apalah ini yang penting nikmatin aja. Kalo ngga nikmat ya maap:v
Komen juseyo~

Advertisements

2 thoughts on “Reset [1]”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s