[FREELANCE] Oh My Pocu Pocu (chapter 2)

oh my pocu pocu

Title : Oh My Pocu Pocu  (chapter 2)

Author : haya

Main cast : Oh Sehun, Park Ji Yoon [as you], Byun Baek Hyun, Park Chanyeol, etc

Genre : comedy, romance

Rating : general

Leght : series

Desclimer :

Para readers ingat !!! para pemain cast adalah milik tuhan, saya hanya meminjam namanya untuk menjadi sebuah karya. Semoga para readers menikmati ff yang gaje ini . “warning warning warning” typo yang banyak”. Diharapkan  untuk  tidak  plagiat dengan bukti menuliskan komentar komentar dibawah ff ini. Gomawo

previous: Chapter 1

 

“ Hei lihat kali ini dia sedikit berbeda”

“ Mungkin karena dia kepanasan? ”

“Tidak tidak, lihatlah rupanya! ” kata Chanyeol

“Seperti kepiting rebus kan”

Aish kau ini benar benar, bukan Baekhyun!” bentak Chanyeol

-000-

EnJOY

Sehun dan Chanyeol memandang langit pekat yang beruntungnya disinari oleh banyak bintang dan bulan purnama sehingga membuat malam menjadi  sedikit indah. Gemerlap ribuan lampu yang di pandang dari atas kedua pemuda tak jelas itu membuat mereka sedikit menghilangkan stress yang ada. Mereka sedang duduk berdua di atas atap rumah Sehun. Kebiasaan konyol mereka memang seperti itu, hingga pekan yang lalu Sehun tertidur di atas atap dan Chanyeol meninggalkannya sendirian. Oh sungguh senang hati Chanyeol !!

“ Kau tahu, di saat itu aku merasakan kenyamanan yang sempurna”  ujar Sehun berkata kata sambil tersenyum senyum sendiri saat membayangkan kejadian itu. Namja albino itu sampai sampai menyenderkan badannya di punggung sahabat dekatnya. Hingga sandaran tubuhnya yang ternyata adalah Chanyeol risih melihat kelakuan Sehun tak seperti biasanya.

“Cih….” decih Chanyeol melirik ke arah Sehun sambil menyenggol tubuh Sehun hingga Sehun telepas dari senderan Chanyeol

“Hei kenapa kau merusak ketenanganku”  emosi Sehun berkutat sejenak hingga wajah albinonya terhiasi dengan hal merah semerah tomat

“Aku tak tahu apa yang kau katakan, katakan lah dengan jelas jika kau bermaksud curhat padaku ” umpat Chanyeol dengan keras.  Lalu Sehun pun mengkerucutkan mulutnya tanpa menanggapi perkataan Chanyeol. Sedangkan Chanyeol melirik Sehun lalu mengabaikan Sehun dengan kembali menatap taburan bintang.

“Biarkan ini menjadi teka teki” ucap Sehun selang beberapa detik kemudian yang akhirnya menanggapi Chanyeol.

“Haruskah aku menjadi tikus untuk mencari jawaban teka teki itu, kau ini! Sehun babbo katakan yang jelas padaku?” Umpat Chanyeol lalu mengeraskan suaranya.

“Sudahlah, kau ingin bermain teka teki atau ular tangga?” balas Sehun masih berteka teki.

Aniya!, lebih baik aku bermain teka teki saja” jawab Chanyeol memilih. Pertanyaan Sehun membuat topik pembicaraan berbeda.

“Benar saja, kau kan selalu kalah ketika bermain ular tangga denganku” goda Sehun membuat Chanyeol sedikit marah.

“Aku tahu itu, kau hanya memanfaatkanku agar mentraktir bubble tea kan, kau pasti menggunakan siasat curang!! Dasar Sehun babbo murahan” tanggap Chanyeol tak terima sambil menyikut tubuh Sehun. Sehun pun sedikit meringis karena kesakitan.

“Aku bukan pria murahan, kau tahu belum ada satu gadis pun yang menjadi kekasihku” ujar Sehun sembari berusaha turun dari atap.

“Hei itu karena tak ada gadis yang suka dengan kau!” Chanyeol berteriak pada Sehun yang sudah turun dari atap. Sedangkan Sehun tak peduli, ia memilih untuk membeli ice cream di depan rumahnya.

-000-

Malam ini Sehun dan Chanyeol memang sedang naik atap memandang ribuan bintang di atas sana. Berbeda dengan Park Ji Yoon, ia malah kebingungan menggarap tugas sekolahnya. Sial, pertemuannya dengan Sehun kemarin membuat ia lupa mengerjakan pr, bahkan hal itu membuat Ji Yoon diberi hukuman oleh seongsanim.

“Huft ini gara gara Sehun sunbae” Jiyoon mengeluh kesal sambil menyalin angka matematika di kertas lain. Sudah ribuan kali Ji Yoon berusaha melupakan pertemuannya kemarin dengan Sehun. Namun kata “Nonna”  berhasil membuat Ji Yoon terlena. Sesekali Ji Yoon malah tersenyum senyum sendiri karena melihat pesan dari ponsel Sehun yang memanggilnya “Nonna” dengan tiba tiba. Mungkin sudah ribuan kali Ji Yoon membacanya. Tak percaya……….

Padahal itu adalah ulah kedua manusia idiot macam tikus yang mencuri mentega. Ketampanan Chanyeol dan suara indah Baekyun tak seperti kelakuannya.

-000-

“ Hei lihat kali ini dia sedikit berbeda” Chanyeol menepuk nepuk pundak kawannya, menunjuk nujuk seseorang yang ia maksud.

“ Mungkin karena dia kepanasan? ” Baekhyun memicingkan matanya, sudah mengetahui siapa yang Chanyeol maksud. Ia adalah Sehun.

“Tidak tidak, lihatlah rupanya! ” kata Chanyeol

“Seperti kepiting rebus kan” jawab Baekhyun asal

Aish kau ini benar benar, bukan Baekhyun!” bentak Chanyeol tak sabar dengan Baekhyun yang tak serius menanggapinya. Baekhyun memanyunkan mulutnya. Lalu menggaruk garuk rambutnya tak tahu apa yang teman sialannya ini maksud pada Sehun. Chanyeol menepuk pundak Baekhyun kembali.

“Hei mari kita sambangi dia” ajak Chanyeol pada Baekhyun yang masih bingung dengan apa yang terjadi. Baekhyun pun menurut karena kebingungan.

Baekhyun dan Chanyeol pun mendatangi Sehun yang sedang berada di koridor sekolah. Sehun, pria idiot ke tiga itu tengah kambuh.

“Hei kenapa kau tersenyum senyum sendiri” pukul Baekyun di pundak kawannya itu. Sehun mengubah ekspresinya.

“Pipi kau bahkan seperti memakan saus” tambah Chanyeol.

Aniyaaniya, aku hanya…” Sehun kebingungan. Matanya menatap berkelok kelok.

“Hei semuanya, sudah tak dipungkiri lagi kalau Si Putih Susu ini sedang jatuh cinta ” kelakar pemuda jakung ini dengan tiba tiba membuat semua orang di sekitar menengok. Sehun menjitak kening Chanyeol, dan menampakkan wajah sebal. Ada sedikit wajah tersipu.

“Sialan kau” bentak Sehun. Chanyeol mengulurkan lidahnya.

“Sehun ceritakan pada kami apa yang sudah terjadi, kita kan kawan” ujar Baekhyun yang di iyakan  Chanyeol.

“sudah ku bilang aku tak jatuh cinta” Sehun berseru sebal.

“Lalu kenapa muka kau bersemu?” tanya Bekhyun penuh selidik. Sehun yang mendengarnya pun memutarkan kedua orbs kembarnya. Sebal …

“Ya sudah kalu begitu ayo kita ke ruang musik, aku lapar dengan gitarku” Chanyeol berseru mengajak kedua temannya.

-000-

Ketiga pemuda pun menyambangi posisi masing masing. Pemuda bertubuh tinggi itu mengambil gitar putih miliknya, gitarnya memang ia simpan di ruang musik untuk kepentingan ia dan seluruh warga sekolah. Baekyun dan Sehun memilih duduk diatas sofa,Baekyun bernyanyi nyanyi tak jelas sembari melatih vokalnya, suaranya terlihat banyak yang fals. Tapi pemuda albino itu, lebih fals ketika ia menirukan lagu Baekhyun.

“Hei suara kau merusak aransemen yang kita buat!” kelakar Baekhyun, pria tak jelas itu. Chanyeol menghentikan permainan gitarnya. Sehun berdecak sebal.

“Lalu apa yang harus kulakukan?, apa aku harus menangis agar aransemen kalian lebih berantakan” Sehun membalas

“Bagaimana jika kau berguling guling agar feel dari lagu ini lebih terlihat!” saran Chanyeol sambil tertawa terbahak bahak. Sehun pun cemberut, bagaimana hal itu harus ia lakukan. Kedua temannya ini memang sialan. Baekhyun terkikik melihat ekspresi Sehun.

“Benar benar, ayo Hunnie berguling guling” Baekhyun terbahak sambil menepuk nepukkan kedua tangannya menginterupsikan apa yang harus Sehun lakukan. Sehun mengembungkan mulutnya, menyebalkan.

“Ya sudah aku pergi saja, kalian benar benar tega membulyku seperti ini” Sehun beranjak dari sofa dan berjalan keluar ruangan musik. Sedangkan Baekyun dan Chanyeol masih menahan perutnya yang sakit karena tertawa berlebihan. Bahkan kedua pemuda itu terbahak hingga menangis.

“Pergilah temui hoobae itu, ajaklah dia ke kedai lagi!” Chanyeol berseru belum menghentikan tawanya.

Sehun tercelos, reflek. Bagaimana Chanyeol bisa tahu kalau ia kemarin mengajak gadis ke kedai. Sehun menghentikan langkahnya dan terbelalak. Ia sudah berjalan sampai dekat pintu, bahkan Sehun sedang menmutar kenop pada daun pintu. Ia mengentikan aktivitasnya itu.

“Apa kau bilang! jangan sok tahu ya” Sehun memutarkan badannya dan berusaha berekspresi kesal dan marah.

“Sudahlah Sehun gadis itu memang tepat untukmu”sanggah Baekhyun sembari menepuk pundak Sehun. Sehun menepis tangan Baekhyun. Sehun mendengus kesal, melirik kedua temannya itu bergantian. Ia harus bisa berekspresi dengan muka menandakan “tidak tahu apa apa” dan “marah”.

“Lihatlah gadis itu Sehun, ia manis, lucu, cantik, imut, pintar lagi. kau tahu ketika ia sedang memakai kacamata bulatnya, wajahnya menggemaskan sekali, dan aku serasa ingin mencubit pipinya” Chanyeol berjalan memutari Sehun-berusaha mengimig- iminginya. Sehun tetap cemberut, menggembungkan mulutnya. Hal itu ia gunakan agar ia terlihat sangat kesal.

“Lalu mengapa tidak kau saja yang mendekatinya”

Aniyaaniya, aku kan setia kawan” Chanyeol menaikkan kedua sudut bibirnya sambil mendekatkan mukanya ke muka Sehun dan meliriknya.

“Hei lihatlah wajahmu, seperti ber akting” sehun tercelos, sialan Baekyun, ia menunjuk nunjuk muka Sehun hingga meletuskan pipi balon sehun. Pipi Sehun kembali seperti semula. Ia kebingungan, wajahnya seperti bertanya “Benarkah!”

“Kau sudah tak bisa bohong lagi Sehun, kami bisa lihat kau dari ekspresimu dari tadi, kau sangat berbeda, bahkan wajahmu menjadi merah ketika kau di koridor tadi, kau menemui gadis itu kan”

Chanyeol menggoda Sehun. Sehun menahan tawanya- tersipu malu. Benteng pertahanannya hampir runtuh. Sehun diam seribu bahasa. Kedua temannya itu menyenggol pundak Sehun

“Iya kan Sehun” tambah Baekyun membuat Sehun sukses membuka mulutnya dan menampakkan gigi- gigi putihnya. Benteng pertahanannya roboh total, ia sangat malu sekali.

“Ku bilang aku tak menyukainya”

Sudah tak bisa dibohongi lagi. Tak ada gunanya Sehun mengeluarkan kata kata alasan. Bahkan jika Sehun mengeluarkan aegyo ekspresi datar, itu malah membuat Sehun terlihat sangat berbohong.

“Sehun berbagilah cerita kepada kami, kita kan chingu” Baekhyun mengangkat kedua alisnya dan menengok pada Chanyeol memberikan kode, Chanyeol pun mengangguk mengiyakan. Sehun terdiam dengan tatapan malas, ia meniup rambut pirang di keningnya. Kedua temannya ini memang sialan, sialan sekali.

Chanyeol pun mengambil posisi duduk di sofa empuk bewarna putih sambil memainkan gitarnya. Baekhyun lalu mengikuti posisinya. Sedangkan Sehun masih menatap kosong sambil melipat kedua tangannya di depan dada, tak berniat menjajari kedua temannya.

“Sehun sebenarnya aku yang membalas pesan gadis itu kemarin ketika kami menjaga rumahmu, maka dari itu kami tahu semuanya” Ujar Chanyeol terkikik sembari memetik gitarnya. Sehun terkaget. Ia menelan salivanya mentah mentah.

“Sialan kau, lalu kau bilang apa padanya!” Sehun melototkan kedua orbs kembarnya dan mendekatkan mukanya pada Chanyeol.

“Aku hanya mengetik kata Nonna seperti kekasih mesra” goda Chanyeol sambil mengagkat tinggi tinggi gagang gitarnya. Baekhyun yang sedari tadi memilih memainkan ponselnya pun, ikut mengangkat kedua tangannya.

“Dan aku tak mengetik apapun” tambah Baekhyun mengangkat kedua tangannya bak pencuri yang tertangkap polisi. Sehun memalingkan wajahnya, menyernyit bingung sambil mengerjapkan netra yang sesekali membuat pupilnya tertutup. Seperti ada sesuatu yang ia pikirkan.

‘Pantas saja ada sesuatu yang aneh dari Ji Yoon tadi, bukan aku saja yang gugup tapi aku bisa merasakan bahwa senyumnya cukup bergetar’

Batin Sehun membuat ia melamun sedikit lama

‘Ia juga bertanya padaku sesuatu hal yang misteriusdan aneh sekali’

‘Ia mengatakan, Sehun sunbae mengapa suatu hal yang kau katakan tidak kau katakan saja langsung ketika aku berada didepan matamu?’

‘kau tahu, semuanya membuatku bingung hingga tingkat kegugupanku menjadi berkurang ketika pertanyaan itu membuatku berpikir keras menjadi sebuah teka teki, saat itu bukan aku saja yang dingin tapi kau juga, aku hampir salah faham, ternyata Chanyeol mengetikkan kata Nonna, kekonyolannya sangat sialan sekali, mungkin ia saat ini menang dalam hal memberikan teka teki’

“Sehun” suara pekikan itu membuat Sehun tersadar dari lamunannya.

“Kau memikirkan hoobae itu, kubilang dekatilah ia hingga kau mendapatkannya” Baekhyun mengujar bijak bermaksud memberikan motivasi.

“Tapi ingat aku bukan pria murahan ya” Sehun menunjuk bergantian kedua temannya yang konyol itu

-000-

Flasback

-000-

TBC

Bagaimana para readers, ff chapter yang udah lama banget gk di posting posting, sulit buat dapet feel seruya, mungkin ff ini agak aneh ya sekaligus gaje lagi. Yang bingung sama ceritanya, baca chapter 1 nya dulu [Oh My Pocu Pocu chapter 1]<  Copas tulisan ini atau  tulis ya di search.  Masih penasaran sama artinya Pocu Pocu, tunggu kelanjutannya, atau mau nebak nebak nih, Ungkapkan coment kalian dari hati yang paling dalam, makasih banget udah baca

 

Advertisements

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s