Two Faced[PART.1]

image

Two Faced [PART.1]

The Mistery about that Boy.

OC; Shin Seul Mi & EXO; Oh Sehun /// EXO’s Member /// And Other’s cameo…

—o°o—

Chapterred ;Length /// Romance — Fantasy — Supranatural — Hurt/Comfort — Life; Genre /// PG- 12 Rated!!

—o°o—

Disclaimer;

FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.

Thanks For Amazing Poster, By; Aikwan Daegi @ SPZ

—o°o—

“Kenapa aku merasa lelaki itu aneh?”

Seul Mi PoV

Aku membereska segala koper dan kardus – kardus berisi pakaian dan barang – barang pribadi. Ya, tentu saja dibantu, oleh sahabatku, Je Ra namanya.

“Aiiish, kenapa kau pindah ke tempat yang jauh dari rumahku? Mau menjauh ya?”Gadis berambut panjang itu merengut. Membuatku gemas.

“Tentu tidak! Disini lebih dekat jika ingin ke Universitas!”Gadis bersurai hitam itu tersenyum kikuk.

“Hehe.. Berarti aku boleh kan menginap?”Tanyanya. Aku hanya mengangguk.

“Oia, Mi.. Apa kau punya Ramen? Aku-”

Duk.. Duk..

Belum Je Ra menyelesaikan ucapannya. Suara ketukan pintu membuatku menatapnya bingung. Tapi, gadis itu malah mengendikkan bahu, lalu meninggalkanku ke Dapur.

#KREK

Dihadapanku berdiri, sesosok lelaki pendek.
Dengan mata hampir sebesar kelereng. Dengan kedua tangan membawa piring berisi spaghetty.

“Aku adalah tetanggamu. Disebelah kiri! Ini, kubuatkan makanan!”Pria itu tersenyum lucu. Membuatku tertawa kecil.

“Ada yang salah?”Matanya menyipit, membuatku tidak sengaja memukul lengannya.

“Terima kasih! Kapan – kapan aku akan membawa piring ini yang ada isinya..”Pria itu hanya tersenyum lembut kala piring itu berpindah pada tanganku.

“Ya, boleh.. Kapanpun kau bisa! Tapi, aku hanya ada saat malam hari. Tapi tenang saja, diapartement ada adikku!”Pria itu sangat keren kuakui meski manis juga. Lihatlah,gayanya kini. Memasukkan satu tangannya pada saku.

“Ooh.. Kau tinggal bersama adikmu? Ber-2?”Tanyaku, seraya mencium aroma spaghetty yang menggoda.

“Tidak, aku ber-5 dengan Hyung dan adikku!”Pria itu memundurkan langkahnya.

“Oia, namaku Kyungsoo,Kau?”Dia bertanya. Dengan satu alis terangkat.

“Sudah berpacaran!”Aku tersenyum. Dia menatapku dengan mata memicing.

“Baiklah.. Jadi, kunci pintumu Nona Shin! Banyak penjahat malam ini!”Pria bersurai hitam legam itu menghela nafas kasar, lalu- apa? Bagaimana dia bisa tau namaku? Aku meliriknya. Pintu apartementnya tertutup. Aku tinggal diujung, jadi bisa melihat pintu apartemenntnya. Ya, aku tinggal di apartement. Yang seperti rumah ini.

Jantungku berdebar. Buluku merinding. Jadi, aku memilih masuk lalu menutup pintu dan menguncinya. Dengan susah payah.

Saat aku berbalik, sudah ada Je Ra yang menatapku bingung.

“Kau kenapa sih? Dan, oh astaga.. Spaghetty.. Enak sekali!”Gadis itu langsung membawa piring berisi makanan seperti mie itu ke meja makan.

Aku masih memikirkan,bagaimana dia bisa tau namaku? Tapi, aku langsung mengisi pikiranku dengan berbagai pikiran positive.

—o0o—

Hari menjelang pagi. Aku bangun dan menemukan Je Ra sudah lenyap. Pasti, gadis itu ada tugas. Sifat cerobohnya memang tidak pernah hilang.

Aku langsung membereskan tempat tidur. Dan mengambil handuk untuk mandi.

Aku memakai seragamku. Bingung?

Ya, di Universitasku tidak membolehkan memakai pakaian bebas.

Aku menggulung rambutku, itu sedikit memudahkan pekerjaanku. Jam menunjukan pukul 6.45 AM.

Dengan langkah cepat, aku keluar dan menutup pintu lalu menguncinya.

Saat aku berbalik. Jantungku berdegup kencang. Bagaimana tidak?

Dihadapabku berdiri sesosok pria berwajah malaikat yang tersenyum.

“Aah.. Kau tetangga baruku?”Alisku menaut. Tapi, pria itu tersenyum maklum.

“Aku adalah Hyung Kyungsoo..”Jelasnya. Membuatku hanya mengangguk paham.

“Mau berangkat bersama?”Lamunanku membuyar kala pria yang pendek, tapi lebih tinggi dari Kyungsoo menanyakan pertanyaan yang membuatku makin merasa aneh.

“Kau pasti berpikir, aku membuatku terkejut? Seragammu sama dengan punyaku!”Mataku melirik pakaian pria itu. Sama? Bagaimana bisa…

“Jadi sebenarnya kau Sunbaeku? Kenapa aku tidak pernah melihatmu?”Berbagai pertanyaan langsung terlontar saat tiba – tiba pria itu menarik lenganku.

“Namaku Junmyeon!” Ucapnya saat pintu lift tertutup.

“Aku berada di jurusan dokter bedah!”Aah… Pantas aku tidak menemukannya.

“Kau sangat berbeda saat bersama Kyungsoo tadi malam! Kini, lebih pendiam!”Lontaran pernyataan dari Jumnyeon Sunbae membuatku menengok lalu tersenyum kikuk.

“A-Ah.. Aku masih bingung, kau tau? Masih aneh bagiku, karna tiba – tiba seorang pria yang baru kukenal mengajakku bersama,Maaf Sunbae!”Ucapku canggung. Tapi, sebuah senyuman terlukis. Senyum manis.

“Gwenchanha! Maaf ya.. Aku terlalu bersemangat!”Pria itu mengusap tengkuknya. Membuatku tersenyum.

“Senang bisa mengenalmu,Sunbae!”Aku melangkah meninggalkannya saat pintu lift terbuka.

—0o0—

Author Eyes

Hari semakin malam. Angin berhembus kuat.

Seul Mi makin mengeratkan jaketnya. Gadis itu sedikit merutuk kala, lupa membawa jaket atau pakaian yang lebih tebal.

Banyak mahasiswa yang menyapanya saat lewat menggunakan mobil. Dia makin mengutuk saat tadi menolak beberapa yang memintanya menumpang. Dia tidak enak, karna orang – orang itu tidak begitu dekat dengan dirinya.

“Aigoo.. Seul Mi-Ah.. Kau belum pulang? Ini sudah gerimis?”Seul Mi menengok, memandang sahabatnya,Je Ra bingung.

“Kajja, ikut denganku!”Gadis bernama Je Ra itu tersenyum hangat. Tapi, Seul Mi menjawabnya dengan sebuah gelengan cepat.

“Kau itu akan menjemput dan menemani Oppamu! Cepat pergi, tidak baik membuat orang lain menunggu!”Sahut gadis berambut coklat itu dengan nada mengusir.

“Aish, Gwenchanha… Oppa pasti senang jika aku datang bersamamu!” Jawab Je Ra cepat. Tapi, Seul Mi menggeleng tegas.

“Apa tidak apa – apa? Kau pulang menggunakan apa?”Je Ra memang mengendarai mobil. Sungguh, Seul Mi sangat ingin menumpang, tapi meningat gadid berambut hitam legam itu harus menjemput Oppanya, Dia bisa apa? Bukankah ddia malah akan mempersulit?

“Aah, itu gampang!”Lagi – lagi Seul Mi menjawab. Membuat guratan rasa bersalah makin ketara di wajah sempurna Je Ra.

“Arraseo, Hati – hati ya!”Sebuah senyum manis Seul Mi pilih sebagai jawaban.

Sungguh, Seul Mi sangat ingin menangis kala mobil Swift Je Ra melaju membelah kota Gangnam.

8PM.

Gadis mana yang tidak takut, berdiri di halte di depan Universitas sendirian pada pukul itu? Terlebih cuaca dingin dan gerimis.

Gadis bersurai coklat itu menelan salivanya gugup. Sampai dia berjingkrak kala suara klakson terdengar.

Sebuah mobil mewah dan mengkilap membuat dirinya semakin kalut dalam ketakutan. Bagaimana jika mereka ingin menculik? Atau mereka-

“Kau tetangga kami bukan?”Suara yang familiar membuat Seul Mi mendongak. Dan bersarang pada mata bulat yang hampir sebesar kelereng itu. Bukankah dia…

“Ya,Aku Kyungsoo! Ingat?”Seul Mi tersentak. Bagaimana pria itu tau pikirannya?

“Hanya menebak, Lagipula, wajahmu sangat ketara mengatakan itu!”Seul Mi dapat melihat pria itu mengendikkan bahu.

“Mau menumpang? Aku sekalian menjemput Joonmyeon Hyung!”Jujur, penampilan pria itu membuat Seul Mi bergidik. Sebuah kemeja hitam, Dan topi hitam.

“Aku tidak menerima penolakan! Kajja, hujan akan deras.”Seruan pria itu lagi – lagi membuat lamunan Seul Mi membuyar.

“Aku-”

“Hei,Kyung, Kenapa kau- Seul Mi?”Seul Mi menengok dan tidak mengerjap. Kala melihat sesosok pria yang masih mengenakan pakaian dokter kini tersenyum manis padanya.

“Su-Sunbae?”Pria itu tersenyum.

“Kita bertemu lagi… Kajja, Hujan akan deras!”Pria itu menarik lengan Seul Mi untuk yang kedua kali.

Bahkan gadis itu tak tau. Bahwa dia sudah duduk di bangku sebelah pengemudi.

“Kita akan menjemput Sehun Kyung?”Tanya Joonmyeon yang dijawan anggukan oleh pria yang lebih pendek.

“Kau ingat? Aku punya adik?”Sahut Kyungsoo, menjawab seluruh pertanyaan yang bersarang di pikiran Seul Mi. Membuat gadis itu mengangguk paham.

—o0o—

Ini sungguh memalukan. Bagaimana tidak? Dia tertidur di mobil orang yang baru saja dikenalnya.

“Ma-Maafkan aku,Sunbae!”Lagi – lagi gadis bersurai coklat itu membungkuk. Membuat rambut terurainya berantakan. Sampai, sebuah decakan sebal membuat dirinya mendongak.

“Aku lelah melihatmu begitu! Bisakah kau cepat pergi?”Ketus pria yang cukup tinggi dan berkulit putih pucat. Membuat dirinya mengerjap dan sedikit tersinggung.

“Sudah menumpang,tidur,lalu kini mengumpat?”Seul Mi tersentak. Bagaimana bisa-

“Wajahmu mengatakan itu,Nona Shin! Aku muak!”Lagi – lagi ucapan tajam pria itu menusuk hati Seul Mi.

“Gomawoyo Sunbaenim!”Setelah mengatakan kata – kata itu, gadis berusia 20 tahun itu Melangkah cepat menuju pintu Apartementnya. Dia akui, Pria bernama sehun itu memang terlihat tak menyukai keberadaannyan. Sampai dia mendengar sebuah kalimat.

“Kau membuat gadis itu tersinggung,Hun!”

“Diamlah,Suho! Aku tau apa yang kulakukan!”

Seul Mi PoV

Hari ke hari, setelah kejadian menumpang itu, aku semakin penasaran pada tetanggaku itu. Pasalnya kini, mereka jarang dirumah. Itu bukan urusanku sih, hanya saja.. Kenapa terasa aneh?

Aku tertegun kala mendengar suara gereman dan bantingan. Kenapa bisa sekeras itu? Padahal apartement itu kedap suara?

Apa itu sangat keras?

Aku mengangkat tongkat baseball milikku dulu saat SMA. Dan melangkah perlahan menuju pintu Apartementku. Membukanya dan melangkah pelan menuju pintu apartement tetanggaku itu.

Suara itu semakin keras. Membuatku membuka knop pintu. Dan seluruh rruangan itu gelap. Dapat kulihat beberapa pecahan kaca. Dan sangat berantakan. Kemana yang lain?

Aku memasuki apartement itu semakin dalam. Dan berhenti di ruang tamu, saat melihat dengan jelas sesosok pria yang kini menatapku dengan mata segelap malam ini.

Pria itu mengenakkan pakaian serba hitam. Celana katun,kemeja,dan Jaz. Bahkan sepatu.

Dengan rambut yang kini berdiri menambah kesan dingin dan keren. Sebuah smirk tercetak jelas di bibir tipis dan merah pria itu. Aku dapat melihat sebuah gambar seperti akar yang merambat dari dada pria itu sampai ke leher dan wajah. Itu seperti tatto. Siapa ddia?

“Kau melupakanku? Oh Sehun!” Aku membulatkan mataku, kala benda disekitarku melayang. Apalagi pria itu mendekat. Aku makin mengacungkan tongkat baseball ku. Tapi, yang ada tongkat itu malah ikut melayang.

“MAU APA KAU?”Tanyaku nyalang. Lalu menatap pria itu marah dan… Takut.

“Menurutmu apa?”Tanyanya semakin mendekat.

Tubuhku terangkat kala aku mencoba lari, pria itu menatapku dengan senyuman sadis.

“ARRGH.. Lepaskan aku!!”Teriakku. Meski tidak ada yang akan menolong.

#BRUK

Tubuhku menabrak tembok. Dan sedikit terangkat.

“JANGAN Mendekat!”Cicitku. Membuat seringaiannya melebar.

“Akh..”Aku merintih, kala darah mengalir dari leherku. Tunggu; apa ini?

“Bagaimana dengan mencicipi darahmu?”Tanyanya yang kini berada di hadapanku.

“A-Apa?”Aku makin merintih kala jemari dingin pria itu menyentuh leherku.

Sungguh, Ketakutan berada diujung kepalaku. Aku menangis, kala pria itu mendekatkan wajahnya menuju ceruk leherku. Menghebuskan nafas beray nan hangat disana.

“Akh..”Lagi – lagi aku merintih kala pria itu menempelkan bibirnya di leherku yang masih mengeluarkan darah lalu menghisap dan melumatnya. Membuatku merasakan sakit yang teramat.

“Bukankah aku baik?”Aku menatap sesosok pria dihadapanku bingung. Dia adalah Sehun. Jadi-

“Aku membuat lukamu hilang…”Lirihnya. Lalu menghapus air mataku. Tunggu, apa yang terjadi? Kenapa tatapan tajam dan dingin tidak lagi ada di mata sipit itu? Kenapa malah ada tatapan teduh dan sedih?

“Maafkan aku.. Aku membuatku terluka… Lagi!” Pria itu mengecup keningku. Meninggalkan kehangatan disana.

“T-Tunggu.. Apa maksudmu? Apa yang-”

“Pulanglah.. Kunci pintumu,dan jangan keluar kecuali sangat penting,seperti sekolah dan aku yang menjemputmu!”Pria itu mendekapku erat. Membuat rasa bingung lebih menguasai diriku dibanding takut.

Tapi, kakiku tetap melangkah menjauh kala pria itu melepas dekapannnya.

Kenapa dia bisa memiliki 2 kepribadian berbeda dalam sewaktu?

TBC

HALOHAAA…. OMG… Siapa sangka… Abang Sehun udah mau tua?*Makkud Lo ALONA?

Gak deng.. Dia udh dewasa ya? Ada yg tau knp dia makin cakep?

Advertisements

5 thoughts on “Two Faced[PART.1]”

  1. tips cakep dr sehun itu, setiap pagi harus bnyak minum air putih, hehehe…
    #sehun mah udh dr lahir cakep 🙂
    eh itu si sehun makhluk apa sih, vampir ataukah demon???
    dia udh kenal seul mi sejak dlu ya? atau mreka sbnernya prnh pnya hubungan di masa lalu????
    knp sehun bilang diambuat seulmi terluka lagi??? brarti dlu jg pernah melukai kan….
    apa sehun sbenernya gk sadar wktu dia melukai seulmi, krna pengaruh tatto itu????
    ah…banyak bgt pertanyaan yg blum terjawab 🙂
    makin penasaran sama nie cerita…
    ditunggu next chapternya ya 🙂
    semangat ^__^

    Liked by 1 person

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s