That’s Right! My Type [Chapter 4]

o0IecZ100w

Voyezkaa │ Oh Sehun & Im Nayeon , Kim Jongin│ Romance , Marriage Life │PG-17

Disclaimer : Fiksi ini sepenuhnya milik Voyezkaa, kecuali cast milik Tuhan . Bila ada kesamaan itu tidak disengaja. Sorry for typo!

Story & Cover : Voyezkaa
Don’t be a silent readers

Happy Reading . . .

Chapter 1 – Chapter 2 – Chapter 3

Wanita itu merutuki kebodohannya. Kenapa ia bisa lancang seperti ini. Sedangkan mereka sedang bersama. Ia bahkan tak memikirkan bagaimana perasaan sang pria disampingnya saat ini. Sungguh ia tak mengerti dengan jalan fikiran pria ini. Apakah dia sedang cemburu? Tapi kenapa ia bisa cemburu?ah tidak mungkin juga cemburu. Itulah yang mengisi fikirannya sejak tadi.

Hawa disekitarnya saat ini masih terasa panas. Padahal pendingin ruangan sudah dinyalakan. Sungguh kejadian tadi seolah membakar hatinya seketika. Terkejut? Sudah pasti. Ini adalah yang pertama buatnya. Tapi kenapa ia tak menolak? Bahkan ia menikmatinya tadi. Terkutuk kau Im Nayeon.

Fikiran kejadian tadi seolah tak bisa ia buang begitu saja. Ia sangat tidak menyangka kejadian tadi membuatnya sukar hanya untuk memejamkan mata saja. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 22:27 KST. Sudah hampir tengah malam. Tak biasanya ia susah tidur begini. Ini semua pasti karena kejadian beberapa menit tadi.

Lengan kokoh yang sejak kejadian tadi tak beranjak dari perut Nayeon. Seolah memberi kehangatan kepada sang empunya. Sebenarnya ia sedikit risih dengan posisi seperti ini. Sangat dekat dengan Sehun. Punggungnya menyentuh dada Sehun. Dengan kepala sang pria berada di atas pundak wanitanya. Sangat nyaman bagi sang pria. Masih dengan fikiran yang tadi hingga tak menyadari pria di sampinya saat ini telah tertidur dengan hebusan nafas yang teratur tepat di dekat lehernya. Menjadikan tubuh wanita ini sedikit geli. Tapi ia menikmati? Ia tersenyum. Sejujurnya ia juga sedikitt nyaman sih dengan keadaan seperti ini. Lagi – lagi ia tak bisa berbohong dengan perasaannya.

Berbicara soal perasaan. Ia melupakan seseorang sejenak. Kim Jongin. Apakah perasaan Jongin padanya masih sama?atau sudah hilang? Bahkan perasaanya pada Jongin sedikit memudar belakangan ini. Semua ini gara – gara Oh Sehun sialan!

Flashback

Sehun membaringkan Nayeon di atas tempat tidur yang mereka akan tempati setelah ini. Sedikit membenarkan selimut yang akan digunakan Nayeon. Hati Sehun saat ini sangat senang. Bagaimana tidak wanita yang dicintainya berada di pandangan matanya. Sehun memberi perintah agar Nayeon mengistirahatkan badannya. Setelah keluar dari rumah sakit beberapa jam yang lalu Nayeon masih terlihat sedikit pucat.

“tidurlah” perintahnya. Nayeon menggeleng pelan. Ia belum ingin tidur. Ia ingin mengabari Jongin saat ini. Ia tau pasti Jongin khawatir kepadanya. Ia ingin menanyakan Sehun soal barang – barangnya saat ia tertabrak beberapa hari yang lalu. Tapi ia sedikit takut melihat wajah Sehun. Tak ada salahnya bukan menolak perintah Sehun sekali saja?

Sehun mengerutkan alisnya saat Nayeon menggeleng pelan. Ia tahu betul apa yang difikirkan Nayeon saat ini. Jongin. Sehun beranjak dari tempatnya semula menuju ke lemrinya untuk mengambil handphone Nayeon. Nayeon mengikuti kemana arah Sehun saat itu. Kenapa Sehun pergi?fikirnya.

“aku tahu kau pasti ingin handhone mu kan?” pertanyaan Sehun sontak membuat Nayeon terkejut. Bagaimana ia bisa tahu?apa ia bisa membaca fikiran. Heol daebak! Nayeon mengambil Handphone nya setelah sehun memberi kepadanya. Sehun beranjak menuju tempat tidur di sebelah Nayeon. Posisi mereka sangat dekat. Hingga membuat debaran jantung Nayeon tak bisa lagi terkontrol. Apa yang kau fikirkan Im Nayeon? Bahkan saat ini kau ingin menghubungi kekasihmu.

Naeyon merubah posisi tidurnya menjadi poisi duduk dengan kepada menyandar di dashboard tempat tidurnya – ah! Tempat tidur Sehun maksednya. Melihat pergerakan Nayeon Sehun membuka matanya. Sesungguhnya ia belum berniat untuk tidur. Sehun semakin mendekat dengan tangan melingkar di paha Nayeon. Tentu saja Nayeon terkejut dengan sikap Sehun saat ini. Tapi Nayeon langsung menormalkan kembali raut wajahnya yang sedikit mengeluarkan rona merah saat ini. Sehun memejamkan matanya menunggu apa yang akan di lakukan wanitanya saat ini.

Nayeon melihat ponselnya. Banyak sekali pesan dan panggilan dari Jongin. Ia tersenyum melihat betapa khawatirnya Jongin. Itu berarti Jongin tak melupakannya. Nayeon berniat menghubungi Jongin tentang keadaanya saat ini. Apakah ia harus memberitahu tentang keberadaannya saat ini kepada Jongin? Tetapi jika Jongin mengetahui ia tinggal bersama pria, pasti ia akan marah besar kepadanya bukan?

‘yeoboseo Nayeon-ah” sapanya dengan semangat dan senyum yang merekah disebrang sana. Jongin sangat bahagia saat kekasihnya yang sangat ia rindukan menelfonnya. Nayeon tersenyum mendengar suara Jongin di sebrang sana.

“heumm Jongin-ah” lirihnya saat ini. Sehun menggeram mendengar Nayeon dan Jongin berbicara di telfon saat ini. Jongin mengeratkan melukan di paha Nayeon. Seketika Nayeon terkejut melihat Sehun mengeratkan pelukannya seakan mengisyaratkan untuk Nayeon menyudahi percakapannya dengan Jongin. “aku saat ini baik – baik saja. Ku harap kau juga begitu Jongin-ah. Jangan mengkhawatirkan aku saat ini dan seterusnya. Aku akan menemui mu di lain waktu” jika aku bisa. Sambungnya dalam hati.”jaga dirimu baik – baik Jongin-ah. Oh ya beri tahu ibu Han untuk saat ini aku tak bisa kembali.” Seolah tak memberi kesempatan Jongin untuk bicara. “annyeong Jongin-ah”aku mencintaimu. Sambungnya dalam hati. Ia merindukan sosok Jongin saat ini. Tapi ia seolah mengerti perasaan pria yang saat ini memeluk pahanya dengan erat. Ia tahu bahwa Sehun mungkin tak suka jika ia berhubungan dengan Jongin.

“Jangan menghubungi pria itu lagi, sampai kapan pun. disaat aku tak disampingmu sekali pun.” suara sehun membuyarkan lamunannya. Nayeon ingin sekali marah dengan pria ini. Tapi ia tak bisa. Ada ada dengannya. Lagi dan lagi Nayeon hanya menjawab “baiklah” sehun tersenyum penuh kemenangan. Mengingat wanitanya saat ini telah mulai menuruti perintahnya.

Sehun menyuruh Nayeon untuk kembali berbaring disampingnya. Nayeon menurut. Karna ia sedikit pusing memikirkan Jongin. Wajah mereka bertatapan. Nafas mereka beradu. Jarak yang sangat dekat membuat jantung Nayeon tak bisa mengontrol debaran itu. sehun membelai rambut wanita didepannya saat ini. Ia tersenyum kepada Nayeon.

“Kau milikku Im Nayeon.” Setelah Sehun mengucapkan kata terakhirnya ia menempelkan bibirnya kebibir Nayeon. Hanya menempelkan untuk beberapa detik. Nayeon membelakkan matanya terkejut. Debaran jantung itu semakin cepat. Hawa panas mulai terasa saat ini. Bahkan Sehun hanya menyentuh bibirnya saja.

Belum sempat Nayeon mengontrolkan kondisinya Sehun terlebih dahulu melumat pelan bibir itu. manis. Itulah yang ia rasakan saat melumat benda yang dari tadi sudah menggodanya. Entah kapan posisi mereka berubah saat ini. Sehun berada diatas dan Nayeon berada di bawahnya. Lumatan – lumatan kecil itu sekarang sudah semakin menuntut. Semakin membakar gairah Sehun saat tangan Nayeon menjambak rambutnya. Seakan tak mendapat masuk kedalam oleh sang empunya. Sehun menggigit bibir bawah Nayeon.”eungh” desahan menjijikkan itu keluar begitu saja tanpa sengaja. Membuat Sehun semakin leluasa untuk memasuki nya dan lidah mereka menyatu. Saling bertukar saliva. Sesekali melepaskan kontak untuk mengisi paru – paru mereka.

Nayeon semakin gila, karna tangan nakal Sehun sudah meraba bagian – bagian sensitifnya. Mengelus perut rayanya membuat ia semakin menggila. Hanya terdengar suara menjijikkan dikamar itu. tangan Sehun sudah naik ke atas dua gundukan yang sangat menggoda. Seketika itu Nayeon sadar. Sehun sudah terlalu jauh. Ia harus menghentikan nya.

Nayeon mencegah tangan Sehun yang masih asik dengan bibir manis itu. kegiatan indah Sehun berhenti detik itu juga. Sehun menatap Nayeon dengan tatapan sendu seolah mengerti apa yang ia lakukan sudah terlalu jauh.

“maafkan aku” sehun beranjak dari atas tubuh Nayeon. Kembali keposisi semula.

“aku akan melakukan lebih jauh jika kau masih berhubungan dengan pria itu” Sehun membawa Nayeon ke dalam dekapannya. Agar membuat wanitanya sedikit lebih tenang.

Kenapa Sehun yang marah? Seharusnya Nayeon kan? Karna Sehun sudah dengan lancang melakukan hal yang tidak benar itu.

Nayeon mengganggukkan kepalanya. Sehun semakin menggeratkan pelukannya pada Nayeon. Hangat. Lagi – lagi Nayeon sangat nyaman berada dipelukan Sehun. Sehun mengelus punggung Nayeon.. ia meletakkan tangannya sebagai bantal Nayeon.

“tidurlah” saat itu juga Nayeon membalas pelukan Sehun. Memang ia sudah merasa lelah saat ini. Dan keduanya terlelap dengan keadaan berpelukan. Seolah tak ingin melepas satu sama lain.

─────

Hanya beberapa menit saya ia merasakan kebahagian. Kebahagiaan itu seketika hilang. Raut wajah Jongin saat ini menjadi kecewa. Bahkan ia belum sempat bicara. Tetapi Nayeon sudah memutuskan sambungan telfon mereka.

“AARRRGHHH SIAL!!!!”Jongin berteriak. Tangannya mencengkram kuat pagar balkon kamarnya. Ia sangat emosi. Apa lagi yang bisa ia lakukan? Menunggu Nayeon? Mau sampai kapan? Jikalau Nayeon akan datang kepadanya. Itu kapan?

Igin rasanya ia melompat saat ini juga. “haruskah aku mengakhiri hidupku Nayeon-ah” ucapnya lirih dan menyedihkan. Jongin menundukkan kepalanya. Menggambil nafas dalam – dalam lalu menghembuskannya kasar. Ia harus merilekskan otaknya sejenak.

“aku harus mencari cara” Jongin beranjak dari balkon menuju ke tempat tidurnya. Saat ini biarlah semuanya seperti ini dulu. Jikalau waktu itu tiba ia berencana menggambil Nayeon kembali. Ia begitu yakin bahwa Nayeon tidak dalam keadaan baik saat ini.

─────
Hari – hari berlalu terasa begitu cepat. Meninggalkan kejadian – kejadian yang telah menjadi kenangan. Hanya bisa dikenang jekalau itu indah dan jikalau itu buruk kubur dalam – dalam,jangan sampai di ingat. Karna itu hanya akan menambah luka mu saja.

Semenjak Nayeon tinggal di mansion Sehun ia tak melakukan apa pun. karna Sehun melarangnya. Sudah tiga hari ia tinggal disini dan tiga hari pula ia tak melakukan apapun. Ia dipelakukan bak putri raja. Bahkan semua yang ia inginkan akan langsung di beri oleh Sehun. Kecuali Jongin.

Pagi ini seperti biasa. Ia menemani Sehun sarapan. Sudah seperti istri saja bukan? Sehun hendak ke kantornya. Sehun selalu saja ingin pulang kerumah dengan cepat. Karena ia selalu merindukan Nayeon.

“emm Sehunnie…” nayeon memecah keheningan. Sehun menatap Nayeon. Ia menunggu kata – kata yang akan Nayeon lanjutkan. Mereka sedikit akrab. Sehun menyuruh Nayeon memanggilnya tidak dengan embel – embel –ssi.

“Aku ingin pergi ke kampus, sudah hampir dua minggu tak masuk” ucapnya ragu – ragu. Dengan tatapan memohon. Melihat wajah memohon wanitanya ini Sehun menjadi luluh. Namun, mimik wajah sehun berubah seketika. Nayeon ke kampus? Berarti dia akan bertemu Jongin? Tenu saja Sehun tak terima jika wanitanya bertemu pria lain.

“baiklah. Aku izinkan” senyum Nayeon mengembang.”tapi kau tidak boleh pergi sendiri, Chanyeol akan mengawasimu” lanjutnya dengan suara tegas. Mendengar nama Chanyeol disebut ia tahu pasti Chanyeol akan memberi tahu yang macam – macam kepada tuannya ini. Tapi tak masalah lah. Toh ini akan lebih baik dari pada ia di sini seorang diri. Sudah seperti mafia saja.

“ne” jawabnya bersemangat. Sehun tersenyum melihat semangat Nayeon saat ini.

“setelah makan siap – siaplah, aku menunggumu dimobil. Kita berangat bersama.”

“arraseo, aku sudah selesai. Aku akan bersiap – siap.” Dengan semangat Nayeon sedikit berlari menuju lift lantai tiga. Ia segera mengganti pakaiannya. Sehun yang melihat kejadian barusan tersenyum. Nayeon terlihat sangat lucu.

─────

“let’s go” nayeon menghampiri Sehun. Mendengar suara, Sehun berbalik. Ia tersenyum melihat Nayeon juga tersenyum ceria. Memperhatikan penampilan Nayeon saat ini. Nayeon menggunakan dress bawah lutut dengan lengan setengah siku. Memperlihatkan kulit mulusnya. Dengan motif bunga kecil – kecil warna pink pastel dan sepatu sneakers putih. Tak lupa pula tas berwarna coklat muda menambah kesan cantik untuknya. Makeup sederhana dengan lips berwarna pink rosy dan rambut dibiarkan terurai setengah pinggangnya. Apakah Sehun sedang melihat bidadari saat ini?

“apa ada yang aneh dengan penampilanku? Kau menatapku tak berkedip” nayeon melihat kebagian tubuhnya. Dirasa tak ada yang aneh? Atau Sehun yang aneh?

“kau sangat cantik” sehun tersenyum. Rona merah kembali muncul di wajahnya. “ayuk berangkat, kia bisa telat” sehun mempersilahkan Nayeon masuk setelahnya baru dia. Mereka duduk bersebelahan. Dengan Chanyeol sebagai supirnya saat ini.

“kita antar dia dulu” perintah Sehun

“baiklah”

─────

Suasana kampus cukup ramai hari ini. Nayeon berjalan sendiri menuju ruang kelasnya. Tatapan mata seisi kelas tertuju padanya saat ini. Fikiran – fikiran negatif mereka muncul. Nayeon yang merasa diperhatikan merasa canggung. Ia tak suka diperhatikan lebih. Berjalan kearah tempat duduk di ujung belakang. Ia sendiri. Ia cukup sabar mendengar celotehhan teman – temannya.

Apakah ini benar dia? Bukannya dia menghilang?

Aku kira dia sudah mati

Penampilannya sungguh berbeda

Heol! Daebak! Lihatlah semua yang ia kenakan di tubuhnya bermerek

Apakah ia merayu Jongin untuk membeikannya?

Ahh! Kau tak lihat Jongin? Dia semakin terlihat gila di tinggal kekasihnya yang seperti jalang itu

Nayeon cukup sabar. Mereka berbicara seolah tak ada pihak yang tersakiti. Mendengar Jongin disebutkan. Ia merasa merindukan pria itu. hubungan mereka masih berlangsung bukan?

Jongin aku merindukanmu. Batinnya

─────

Hari ini Jongin memutuskan untuk kekampus. Ia mendapat berita dari temannya bahwa Nayeon sudah masuk. Tentu saja ia merasa senang. Akhirnya ia bisa bertemu wanita yang dirindukannya.

Dengan langkah cepat ia menuju ke kelas Nayeon. Tujuannya ke kampus bukan masuk kuliah. Tetapi bertemu pujaan hatinya.

Saat ini sedang jam istirahat. Ia melihat keseluruh penjuru kelas. Bingo! Itu yang dia cari.

“hey” ia duduk tepat disebelah wanita yang saat ini sedang melihat kearah luar jendela. Wanita itu menoleh. Apakah ia sedang bermimpi saat ini? Jongin. Pria yang ia rindukan ada disini. Ya tuhan.

Nayeon memeluk Jongin posesif. Seolah tak ingin melepaskan pria itu. Jongin membalas pelukan Nayeon. Mereka melepas rasa rindu. Sangat lama berpelukan. Situasi kelas sepi hanya ada beberapa siswa saja. Hingga mereka tak menyadari ada seseorang yang tengah mengabadikan momen mereka.

─────

Suasana canggung menghampiri mereka berdua. Ya. Jongin mengajak Nayeon untuk bicara di atap. Mereka berdua menyukai suasana di atap. Angin yang berhembus membuat suasana hati menjadi tenang. Matahari juga tidak terlalu terik. Sangat pas untuk mereka berbicara disini. Duduk bersebelahan. Tatapan lurus kedepan. Sesekali Nayeon melirik Jongin.

“Nayeon-ah” Nayeon menatap Jongin dengan cepat.

“hm”

“kau kemana saja?aku mencarimu. Ke panti, ke tempat kerjamu. Kau tak ada, kau juga tak pernah ada dikampus. Aku mengkhawatirkanmukau tahu. Aku berencana bunuh diri…” Nayeon membelakkan matanya kearah Jongin. Bunuh diri katanya? Yang benar saja. “jika saja kau tak menghubungi ku malam itu.” Jongin melanjutkan. Nayeon masih terdiam mendengar Jongin bicara. Ia tahu. Diposisi ini ia yang salah. Ia tahu itu.

“Lalu, kau mematikan telfon sepihak.” Ucapnya lirih mengalihkan pandangannya ke wanita disampingnya ini. Nayeon menangis? Ya Tuhan Jongin. Kau apakan dia!

“ya! Uljima… kenapa kau menangis.” Jongin menghapus air mata yang mengalir di pipi itu.

“mianhae..” ucapnya lirih. “mianhae Jongin-ah” ia menangis sejadinya. Ia tak peduli saat ini ia dibilang lemah. Jongin membawa Nayeon kepelukannya. Membiarkan wanitanya membasahi kemeja yang ia gunakan. Sesekali mengelus punggung mungil itu.

“ssstttt, jangan menangis Nayeon-ah” Jongin mencoba menenangkan wanitanya ini. Nayeon tak berkata apa – apa. Masih terisak dipelukan hangat Jongin. Mungkin matanya akan bengkak nanti. Dan ia tak peduli.

─────

Nayeon terdiam selama perjalanan menuju mansion Sehun. Sebenarnya ia ingin pergi kepanti. Tetapi saat ia berjalan kearah gerbang , ia melihat Chanyeol menunggu dipintu mobil, dan langsung membukakan pintu untuknya. Para siswa tentu saja merasa heran dengan keadaan ini.

Chanyeol tau apa yang sedang difikirkan nonanya ini. Ia juga melihat semua kejadian yang terjadi antara Jongin dan Nayeon. Merasa iba. Nonanya saat ini berpenamilan sedikit kacau. Mata sembab, hidung merah, rambut di kucir asal keatas. Tapi tetap cantik.

Chanyeol membawa Nayeon ke kantor Sehun. Setelah ia melaporkan kejadian itu – Nayeon dan Jongin. Sehun marah. Sangat marah!

“nona, tuan ingin bertemu nona di kantor” Chanyeol memecah keheningan

“aku lelah, bisakah kita pulang.” Ucapnya lirih.ia benar – benar lelah saat ini. Tubuh dan juga hatinya. Sedikit dengan nada memohon.

“tapi nona–“

“baiklah” nayeon pasrah. Toh mengelak juga tiak bisa kan?

─────

Pintu terbuka. Menampakkan sesosok manusia dengan wajah dinginnya. Bersandar di meja dengan tangan didadanya. Ia ingin marah kepada wanita yang saat ini menuju ke arahnya. Tapi ia urungkan niatnya itu.

Melihat keadaan Nayeon saat ini ia sedih. Bahu yang rapuh itu hampir tak bisa lagi menggagkat tubuh mungilnya. Sehun berjalan kearah Nayeon yang masih tertunduk. Di pegangnya bahu Nayeon.

“gwaenchana?” tanyanya panik. Nayeon menggeleng lemah. di rengkuhnya tubuh mungil itu kedalam dekapannya. Nayeon menangis – lagi. Sehun bertambah binggung. Tadi Chanyeol hanya mengirim foto ia berpelukan dikelas dan di atap dengan Jongin. Dan juga – huh mengingat ini membuatnya ingin marah sekali. Sehun juga tak mengerti dengan pemasalahan wanitanya ini. Nayeon membalas pelukan Sehun. Ia telah membasahi dua baju pria satu hari ini. Juga menangis didepan pria. Ia benci menangis. Pelukan Nayeon sangat erat. Meremas kemeja Sehun erat. Membuat kemeja itu kusut dibagian yang ia remas.

Sehun membawa Nayeon ke arah sofa di ruangannya. Ia mendudukkan Nayeon diatas pangkuannya. Dengan arah menyamping. Tak ada penolakan dari Nayeon. Ia benar – benar lelah. Lagi. Sehun memeluk tubuh itu. Nayeon mengalungkan tangannya di leher Sehun, ia bahkan tak sadar dengan posisi ini. Menenggelamkan wajah sembabnya di lekukan leher Sehun. Ia tak menangis lagi. Nayeon merasa nyaman berada di posisi saat ini.

Dua puluh menit berlalu. Nayeon sudah sangat tenang. Nafasnya teratur. Sehun tahu. Wanita ini sedang tertidur. Ia membiarkan Nayeon tidur di posisi seperti ini. Setelah Nayeon terbangun nanti ia akan langsung membawa wanita ini pulang.

Empat jam berlalu Nayeon tak kunjung terbangun. Sehun heran. Apa ia benar – benar kelelahan? Entahlah ia juga merasa nyaman dengan posisi ini. Tetapi itu membuat lehernya sedikit lelah, hanya sedikit.

Nayeon bergerak. Ia melepaskan rangkulan pada leher Sehun. Wajahnya tampak seperti orang bodoh saat ini. Ia bahkan tak sadar tertidur dipangkuan Sehun. Wajahnya merona. Sehun memperhatikan wanitanya ini. Sangat lucu. Fikirnya.Nayeon hendak turun dari posisi ini. Tapi Sehun menahannya dengan cepat.

“biarkan seperti ini, sebentar saja” Sehun tersenyum. Nayeon mengangguk malu. Posisi yang sangat intim. Dan sejujurnya Sehun sudah tak tahan. Ia pria normal bukan?

─────

Dua hari setelahnya Nayeon kembali ceria. Ia tak lagi sedih – jarang. Semenjak kejadia dua hari lalu, Sehun melarang Nayeon untuk kekampus. Sehun bahkan mendatangkan dosen hanya untuk mengajar Nayeon. Nayeon juga tak diperbolehkan keluar rumah tanpa seizin Sehun. Apakah ia tahanan sekarang? Mau kabur juga ia tak bisa. Kabur? Ia ingin pergi kemana? Siapa lagi yang menunggunya? Menyayanginya? Jongin? Ah berbicara Jongin membuatnya sedih kembali.

Kalian tentu belum tahu kan? Jongin dan Nayeon sudah berakhir. Siapa yang memutuskan? Tentu saja Nayeon. Ia hanya berfikir ini jalan yang terbaik. Tapi ia tak berfikir ada pihak yang bahkan ingin bunuh diri saat itu juga. – Kim Jongin.

TBC

Haaai^^ aku kembali nih^^ lama ya? Maaf sibuk. Lagian kan sekarang masih suasana lebaran. Gimana nih pendapat kalian? Makin gaje nih ya kan? Ga tau deh. Ini yan ada difikiranku saat ini. Suka ga suka komenya *maksanih! . maaf juga ini ga panjang.

Nayeon udah putus tuh ma Jongin. Kayanya pada ga rela Jongin ma nayeon kkkkk~ ditunggu nextnya ya? Bingung ya kenapa Jongin putus ma Nayeon? Di chapt selanjutnya deh.

kunjungi my Blog >> Voyezkaaa Fanfictions <<

Bhay!! Dapet CHU~ untuk good reader’s dari istri Jongin

Advertisements

61 thoughts on “That’s Right! My Type [Chapter 4]”

  1. ohh ya tuhan so sweet banget sehun ama nayeon jadi baper kak #mualigesrek, sayang yaa nayeon putus sama jing in tp ga papa kan masih ada sehun wkwk

    Like

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s