Two Faced[PART.2] – Alona

wp-1466832995878.jpg

Oh Sehun – Shin Seulmi – EXO Member’s – Kim JeRa

Romance – AU – Fantasy – Mistery
PG-13

Disclaimer;
FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.

A Fanfiction’s by

ALONA

Thanls for Amazing Poster,By;

Aikwan Daegi @  Story Poster Zone

Part 1

Kata – kata yang Sehun ucapkan 3 bulan lalu benar – benar seperti mantra untuk Seulmi.

Gadis itu tak pernah keluar dari Apartementnya untuk hal tak penting. Tapi, Untuk hal penting sendiri akan ada 2 orang yang akan mengawalnya bak putri.

Kyungsoo atau Joonmyeon. Mereka akan mendapatkan jadwal mengawal Seulmi di hari berbeda.
Terkadang Seulmi merasa terkekang. Dia ingin hidup bebas seperti saat – saat dia tak melihat kejadian mengerikan seperti itu. Kejadian yang membuatnya tidak bisa tidur, membuatnya takut untuk keluar karna bisa jadi diluar sana banyak makhluk seperti itu.

Seulmi pernah mencoba pergi sendiri,tapi entah kenapa entah Joonmyeon atau Kyungsoo akan menemukannya dan yeah dia akan berakhir dikawal. Lagi.

Bicara soal Sehun, Seulmi tak pernah melihat pria itu. Entahlah dia pergi kemana, yang pasti Seulmi merasa lega karna itu meski sebagian dirinya tak menyukainya.

“Kau melamun?” Suara baritone milik Joonmyeon membuat Seulmi tersentak, dan segera tersadar.

“Apa yang kau pikirkan? Kau terlihat sedang memikirkan sesuatu hingga terus melamunkannya?”Tanya Joonmyeon seraya menginjak pedal gas. Ya, mengingat Traffic light telah berubah warna. Mereka sedang melaju menuju Apartement.

“Eh? Bukan sesuatu yang penting…”Jawab Seulmi setelah mengatur suaranya. Sungguh memalukan bila seseorang tau jika dirinya tengah memikirkan pria yang membuatnya takut itu.

“Kau merindukan Sehun?”Alis Seulmi menaik tinggi. Gadis itu bingung kenapa Joonmyeon sebegitu santainya bicara begitu seolah itu benar. Meski kebenarannya benar meski sedikit.

“Aku? Sunbaenim bercanda.”Jawab Seulmi dengan wajah datarnya Seraya menunjuk dirinya.
Joonmyeon terkekeh melihatnya, Pria itu sedang memikirkan sesuatu yang akan membuat Seulmi mengakui bahwa dia merindukan Sehun.
Joonmyeon bukan seperti saudaranya yang bisa membaca pikiran, Namun dia yakin jika Seulmi tengah memikirkan Sehun, mengingat gadis itu selalu nampak antusias bila membahas dimana Sehun kini berada meski tidak terlalu ketara diwajahnya.

“Apa Sunbae tidak merasa keberatan karna harus selalu mengantarku kemana aku pergi. Mengawalku?”Tiba – tiba Seulmi bertanya dengan nada datarnya. Entahlah apa yang dipikiran gadis itu, Joonmyeon sedang tak memerhatikan.

“Awalnya…aku merasa begitu keberatan! Namun ternyata mengasikkan juga…”Jawabnya dengan riang.
Seulmi menatap pria itu tak percaya. Dia semakin yakin ada yang harus ditegaskan disini.

“Lalu?”Tanya Seulmi dengan pandangan lurus kejalanan.
Joonmyeon menatap gadis bersurai kecoklatan itu bingung. Tapi beberapa menit kemudian akhirnya mengerti.

“Aku juga hanya mematuhi perintah Sehun! Kau tau dia adalah anggota terkuat kami. Lagipula kita searah bukan?”Joonmyeon balik bertanya. Dia mengerti, Seulmi seperti ingin menanyakan sesuatu. Tapi dia tak bisa mengatakannya.

“Jika kau—“

“Bagaimana dengan Kyungsoo? Kami berbeda arah!”Potong Seulmi. Gadis yang akan menjadi dokter itu nampak tak menginginkan Joonmyeon bertanya, Dan seolah tau jika Joonmyeon akan membalas untuk membuka sesuatu yang rahasia darinya.

“Aku tidak tau. Kau bisa tanyakan pada orangnya nanti…”Seru Joonmyeon dengan bahu mengendik. Pria itu memutar stirnya menuju kanan. Tempat dimana gerbang menuju gedung Apartement dimana mereka tinggal.

“Kau ingin tau soal Sehun?”Tanya Joonmyeon memecah keheningan.

Seulmi tersenyum ramah meski terkesan dipaksakan, Lalu menggeleng tegas. Gadis itu nampak tak nyaman saat Joonmyeon bertanya soal Sehun.

“Kenapa Sehun memerintahkan Sunbaenim juga Kyungsoo untuk menemaniku?”Tanya Seulmi. Gadis bersurai hitam kecoklatan itu nampak begitu ingin tau meski wajahnya berskpresi cuek.

“Karna dia menyukaimu…”Jawab Joonmyeon sepontan namun pria yang lebih tua itu tak nampak menyesal setelah mengatakannya. Pria yang memiliki kepintaran diatas rata – rata itu malah tersenyum miring saat melihat ekspresi Seulmi yang melihatnya tak percaya.

“Katakan yang sebenarnya!”Ketus Seulmi. Gadis itu mendengus sebal.

“Itu adalah kenyataan ya. Astaga—kau menyuruhku berbohong,Hobbae? Kau tak percaya dengan ucapanku?”Kini giliran Joonmyeon yang tak percaya saat Seulmi dengan santainya menggeleng tegas.

“Arraseo. Dengar, Sehun menyuruhku dan Kyungsoo menemanimu agar kau tak membeberkan soal rahasia itu kepada siapapun. Kecuali temanmu yang kini berambut seperti kue pandan itu. Puas? Ini adalah kebohongan yang kumiliki…”Jelas Joonmyeon akhirnya, tak tahan melihat tatapan dingin Seulmi yang mengganggunya sebenarnya bukan takut. Pria itu mendengus kesal dengan sudut mata melirik Seulmi beberapa kali karna harus fokus pada jalan.

Seulmi membuat tubuhnya menghadap Joonmyeon lalu menatap pria bersurai pirang itu serius yang sungguh, membuat Joonmyeon tersenyum geli.

“Sunbae adalah sekian dari orang jahat yang ada disekitarku. Lagipula kita baru kenal 3 bulan ini bukan? Wajar saja aku tidak percaya!”Beo Seulmi dengan kedua tangan bersedekap didada.
Mobil Swift berwarna orange itu terparkir sempurna di depan lobby Apartement.

“Terima kasih atas tumpangannya Sunbaenim!”Ucap Seulmi saat mobil telah benar – benar berhenti.

“Kau benar – benar tak mau kuantar?”Tanya Joonmyeon khawatir.

“Kita sudah sampai dan aku tinggal berjalan kearah lift, menaiki lift lalu berjalan lagi dan sampai, Sunbae!”Sahut Seulmi dengan nada begitu jengkel diikuti kedua matanya yang berputar dengan malas.
Joonmyeon sendiri terkekeh melihatnya tapi tawanya segera berubah menjadi lirihan frustasi saat Seulmi sudah memasuki lobby.

“Kau harus mengatakannya sendiri,Sehun! Ini akan semakin sulit…”

.

Seulmi mendengus dengan kasar.

Dia menyesal karna tak menyetujui rencana JeRa untuk berbelanja di Mall. Dia tak punya kesibukan apapun,Sungguh.
Gadis bersurai kecoklatan itu kini tengah duduk dengan manis di sofa putih kesayangannya ditemani beberapa snack dan televisi yang menayangkan film keluarga. Home Alone. Membosankan sebenarnya.

Tak ada saluran televisi yang menampilkan acara atau film menyenangkan. Hanya acara gossip, berita terkini, atau Drama percintaan yang membuat Seulmi malu sendiri.

Tak ada suara tawa yang dibuatnya saat melihat adegan komedi. Dimana saat para penjahatnya terjatuh, terkena senapannya sendiri, kesetrum dll. Dia menonton setiap adegan dengan wajah datarnya, Seolah setiap adegan tak menampilkan scene yang menakjubkan atau mengangagumkan.

Sampai dia mendengar sebuah suara teriakkan yang begitu memekikkan telinga dan pikirannya.
Suaranya begitu keras hingga membuat telinganya berdengung dan sakit. Tapi anehnya lehernya juga terasa perih bukan main.

Seulmi menjatuhkan dirinya ke sofa dengan posisi telungkup dengan kedua tangan menekan lehernya sendiri yang kini terasa begitu sakit, seolah ada darah yang keluar dari sana.
Suaranya tak keluar sama sekali meski beberapa kali dia membuka mulutnya untuk berteriak.

Sakit ditelinganya tak sebanding dengan perih di lehernya.
Ingin rasanya dia berjalan menuju pintu dan meminta tolong. Namun dia mengurungkan niatnya mengingat untuk membuka mata saja sulit apalagi berdiri?

“Seulmi-Ah? Eoddiga?”Suara khas seorang perempuan terdengar di telinga Seulmi. JeRa. Itu suara JeRa.
Gadis dengan rambut hijau kehitaman itu berjalan mendekati sofa saat mendengar suara isak tangis.
Disana dia menemukan Seulmi yang terbaring tengkurap dan berteriak tak jelas. Tentu dia panik bukan main.

“OMO! Kau kenapa? Tunggu disini… aku akan meminta bantuan…”
Ingin rasanya Seulmi melarang JeRa. Namun apa daya? Tubuhnya lemas dan sakit. Jadi dia membiarkan rasa gengsinya hilang bersamaan dengan matanya yang menutup.

⇨⇨⇨

Ini sudah yang kesekian kalinya JeRa mengetuk pintu jati dihadaannya, namun tak membuahkan hasil sekalipun. Memencet bel pun sudah dia lakukan dan hasilnya sama.
Berkali – kali kata umpatanpun dia keluarkan. Tak perduli soal kesopanan, Seulmi tengah kesakitan yang entah apa yang terjadi. Dia takut kehilangan sahabatnya itu.

Aroma maskulin tercampur sabun mandi membuatnya tersentak dari lamunan dan sedikit terhuyung.

Dihadapannya telah berdiri seorang pemuda dengan kaus putih juga celana training panjang berwarna hitam. Rambutnya basah, dia benar benar terlihat baru selsai mandi.

Pemuda itu menatapnya begitu intens.

“Ah,Maaf! Aku ingin meminta bantuanmu. Teman—“

“Jadi caramu meminta bantuan dengan menggedor pintuku dengan membabi buta? Begitu?”Ketus Pria itu. Menyebalkan sebenarnya namun Seulmi sedang membutuhkan bantuannya.
JeRa menggaruk kepalanya beberapa kali. Sedikit malu dan jengkel. Tapi pada akhirnya dia melangkah mendekati pintu Apartement Seulmi diikuti pemuda itu.

Pintunya tiba – tiba terkunci rapat. Seulmi tengah kesakitan, dan bagaimana caranya pintu itu bisa terkunci?

“Memangnya Seulmi-Ssi kenapa?”JeRa menengok. Memandang pemuda itu bingung namun beberapa menit kemudian dia mengerti.

“Entahlah, dia berteriak tidak jelas dan menangis. Aku takut dia kenapa – kenapa…”Jawabnya dengan tanpa sadar mengeluarkan nada sendunya.

Pemuda itu mendengus sebal,entah kenapa. Tapi JeRa tak memperdulikan itu. Dia tetap mencoba membuka pintu sekuat tenaganya.

“Kau tak akan bisa membuka pintunya. Mau kau dobrak atau kudobrak sekalipun…”Ucap Pemuda itu santai. Kelewat santai malah. Pemuda yang ternyata berkulit tan itu menyenderkan bahunya pada tembok tepat disebelah pintu.
JeRa mengerngit tak suka.

“Bagaimana bisa kau memprediksi suatu hal yang tak kau ketahui? Pasti bisa terbuka jika berusaha. Makanya bantu aku..”Sahut JeRa dengan kedua tangan mendorong pintu. Sebenarnya dia tau ini tak akan terbuka, mengingat betapa kuatnya pintu itu tertutup. Seolah terlem kuat.

“Ish.. Jangan diam saja. Bantu aku! Kita pasti bisa membukanya!?”Beo Seulmi seraya mendorong pintu itu dengan bahunya.

“Kita? Memangnya aku mau?”Tanya pemuda itu masih dengan posisi santainya. Senyuman menggoda terlukis dibibir tebalnya.
JeRa menghentikan aksinya. Gadis itu menggerakkan tubuhnya agar menghadap pemuda bersurai blonde itu. Lalu menatapnya tajam.

“Huuft! Maka dari itu aku meminta pertolonganmu. Seulmi,Tetanggamu. Dia sakit didalam sana. Tidakkah kau merasa empati? Maaf soal pintunya. Tapi kumohon…”JeRa mengatupkan kedua tangannya. Memasang eskpresi memohonnya.

“Empati? Kau tau makhluk sepertiku tak mempunyai rasa simpati bukan?”Kai bertanya masih dengan wajah santainya.

“Maksudmu?”

“Aku tau. Kau sudah pernah mendengar suara geraman dari arah Apartement kami kan?”Tanya Kai dengan wajah datarnya. Tak ada senyuman menggoda lagi. Yang ada hanyalah mimik tak bereskpresinya.

“Kau tak usah takut! Cepat atau lambat Seulmi juga akan tau… kau juga!”Lanjut Kai. Pria itu dengan tiba – tiba tersenyum jenaka. JeRa bingung, bagaimana bisa pria itu mengubah mimik wajahnya dengan begitu cepat. Apa dia berpribadian ganda?

KLEK.

Pintu apartement Seulmi dengan tiba – tiba terbuka.

“Ini perintah Sehun! Jaga Seulmi!”

⇨⇨⇨

JeRa sudah mengompres kening Seulmi dengan air dingin yang telah dia siapkan.
Berbagai pertanyaan terus bergentangan di benaknya.

Apa yang terjadi sebenarnya?

Dia sebenarnya cukup mendengar apa yang pria berkulit Tan tadi katakan sebelum dia benar – benar menutup pintu Apartement Seulmi sampai rapat.

“Dia sudah didalam!”

“Apa kau gila hah? Kau menunjukkan kekuatanmu pada gadis itu?”

“Dia juga akan tau nanti bukan? Lagipula ini salah Sehun! Kenapa dia harus menemui gadisnya? Disaat temannya datang? Kan aku yang sial!?”

JeRa pusing memikirkan semuanya. Tak mengerti dengan segala ucapan pria berkulit tan itu dengan seseorang yang diyakininya seorang lelaki.

Namun suatu kenyataan kembali menamparnya. Dia melirik Seulmi sedih. Dia sempat mendengar suatu kalimat dari seorang pria diluar sana.

“Aku akan menjaganya. Sekalipun dengan mengurungnya!”

“Lalu, bagaimana dengan temannya?”

“Tentu saja temannya ikut terkurung!”

TBC

Hai… maaf y lama ngepost.
Aku sedih banget, Semua FF

aku keapus. Akhirnya aku tau gimana rasanya. Kecewa.
Semuanya berantakan. Aku udah bikin beberapa FF termasuk yang ini sejak liburan kemarin. Udah aku jadwalin juga. Tapi ternyata… takdir berkata lain.

Semuanya keapus dan artinya aku mesti bikin lagi semuanya dari awal.
Ini buatnya lama banget ya? Sebulan. Selain karna faktor bad mood. Aku juga panik karna belum jadi. Yaa curhat deh jadinya…

Ok, Semoga Part ini gak begitu ngebosenin—meskipun sebenarnya bosen.
Meskipun gt, Aku meminta kritik dan sarannya.
Gomawo sudah mau membaca… ❤

Advertisements

8 thoughts on “Two Faced[PART.2] – Alona”

  1. masih bingung sbenernya mereka makhluk apa sih???
    itu dikalimat terakhir siapa sih yg ngomong? sehun, kai atau yg lain?
    dia bilang harus mnjaganya,sekalipun dengan mengurungnya…..
    sehun kmn sih? jd wktu seulmi kesakitan td itu, artinya sehun datang begitu???
    yg nunjukin kekuatannya itu kai kah? dia nunjukin kekuatannya pada jeRa?
    aq sdikit bingung di chapter ini 🙂
    ditunggu next nya kak ^__^
    moga dichapter depan ada moment sehun-seulmi 🙂

    Liked by 1 person

  2. ya ampun sumvehh aku bingung sebingung bingungnya. sehun itu sebenrnya apa? seulmi knapa? mereka itu bukan manusia ya? ya ampunn authornya sukses bikin bingung ihh >,< ditunggu next yaa segera. aku suka banget dan penasarn banget. gomawo 😀

    Liked by 1 person

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s