Fantasy #1

Untitled452

 Fantasy  Chapter 1

Fluff,Friendship

 EXO’Sehun | EXO’Kai | OC’Yousi

General

 Chaptered

Claralaluchaipark aka TianiEXO

 

Fantasy  Chapter 1

 

‘I always
See you’

Seorang yeoja kecil berusia kira-kira 11 tahun, tengah mengintip atau menatap seorang namja yang seumuran dengannya atau lebih setahun itu dengan sembunyi-sembunyi.

Yeoja kecil itu menatap namja tersebut dari balik pohon besar, namja itu tengah meminum sebuah cup minuman yang yeoja itu tidak ketahui. Namja itu juga sedang membaca sebuah komik yang tidak bisa diketahui oleh yeoja kecil itu.

Tidak peduli bagaimana pandangan setiap orang yang lewat terhadap dirinya, yeoja kecil itu tetap menatap namja itu dari jauh. Wajah namja itu membuat yeoja yang menatapnya itu terpaku dan selalu ingin melihat wajahnya lagi dan lagi.

Yeoja itu bernama Park Yousi, Ia sengaja menyempatkan waktu setiap pulang sekolah untuk pergi ke taman kota. Tempat dimana banyak orang berkumpul untuk bersantai dan berekreasi, namun bukan itu tujuan Yousi datang ke taman ini. Melainkan untuk menatap seorang namja yang tidak Ia kenal bahkan yang Ia tidak tahu namanya sedikit pun. Namja itu selalu ada di taman kota ini, seragam sekolahnya berbeda dengan seragam sekolah milik Yousi.

Namun, namja itu selalu duduk di bawah pohon maple dekat sungai sambil membaca buku tidak kelupaan namja itu selalu meminum sebuah cup minuman yang tidak diketahui oleh Yousi.

Yousi tidak tahu mengapa, mengapa Ia selalu ingin melihat wajah namja itu. Setelah waktu itu, tidak sengaja saat sedang berkumpul dengan teman-temannya di taman ini, mata Yousi tidak sengaja terarah kepada namja yang sedang duduk di bawah pohon maple sambil membaca buku dan meminum sebuah cup minuman.

Rambut namja itu yang berwarna kecoklatan dan terkena sinar matahari yang menembusi daun-daun pohon maple membuat Yousi terpanah seketika.

Dan dalam pikirannya, siapakah namja itu?

Menurut Yousi Ia seorang yang sangat bodoh, kalau Ia sepeti orang lain pasti akan langsung mengajak berkenalan.

Namun Yousi, Ia takut bukan karena nantinya namja itu akan memarahinya ataukah memukulnya. Ia takut sebab, wajah namja itu mengisyaratkan kedinginan.

Dan sekarang apa yang harus Ia perbuat?

Apakah Ia hanya akan dengan setia menatap namja itu terus menerus dari balik pohon besar ini?

Mungkin, namja itu tidak akan selalu datang duduk bersantai di bawah pohon maple dekat sungai.
Yousi tersenyum seketika di dalam pikirannya muncul sebuah ide, bahwa Ia bisa mengenal namja itu tanpa perlu mengajaknya berkenalan.

Dengan mengikuti namja itu.

…..

Saat sedang terlarut dengan siasat menjadi seorang penguntit sementara, Yousi sadar bahwa namja yang Ia perhatikan itu sudah berjalan menuju ke luar taman. Dengan segera Yousi bangkit dan mengikuti namja itu dengan siaga agar namja itu tidak mengatahui bahwa Ia sedang diikuti.

Setelah keluar dari taman, namja itu menaiki bus yang langsung berhenti tepat di hadapannya. Yousi juga segera ikut menaiki bus itu tanpa pikir panjang lagi.

Sampai akhirnya, Yousi sadar bahwa di dalam bus itu hanya Ia dan namja itu beserta sopir bus yang berada di depan mengendarai bus.

Yousi memukul kepalanya sendiri karena kebodohannya, kalau begini Ia akan sulit jika ikut turun bersama namja itu. Pergerakannya akan mudah ditebak. Namja itu pasti akan curiga.

Memang sangat susah jadi penguntit.

Yousi hanya bisa menghela napas, mempasrahkan apa yang terjadi padanya nanti kalau namja ini sudah turun dari bus.

30 menit berlalu…

Bus berhenti tepat disebuah gedung besar, namja yang Yousi perhatikan itu telah turun dari bus semantara Yousi hanya bisa menatap namja itu. Seketika tanpa sadar, kaki Yousi bergerak dan mengikuti namja itu turun dari bus juga.

Namun langkah Yousi terhenti seketika ketika melihat namja itu memasukki halaman gedung tersebut.

“Gedung SM Entertaiment?” gumam Yousi sambil melihat nama Gedung yang terpampang jelas dihadapannya.

“Apakah dia seorang trainee? Ia akan menjadi artis nanti?” Tanya Yousi pada dirinya sendiri.

“Apakah aku juga harus masuk ke dalam?”

“Tapi akan mencurigakan nantinya, aku kan tidak punya urusan apa-apa di dalam sana” Yousi menundukkan kepalanya.

Aksi menguntitnya akan segera berakhir tanpa sebuah informasi sedikit pun mengenai namja itu.

Yousi menghela napas panjang. Ia melihat kembali ke arah gedung di depannya ini.

“Bagaimana ya?”

“Aku harus berani, meskipun ketahuan nantinya, aku hanya tinggal lari dan tidak akan pernah kembali. Tapi, aku tidak akan menyerah sebelum mendapatkan satu informasi sedikit pun dari namja itu!” semngat Yousi kemudian dengan langkah waspada berjalan masuk ke halaman gedung itu.

“Besar sekali gedungnya” gumam Yousi sambil melihat-lihat setelah sedikit dekat dengan gedung, Yousi dapat melihat namja yang ia ikuti itu sedang berbicara sambil tertawa dengan seorang temannya.

“Sepertinya aku harus lebih dekat” Yousi mendekati gedung itu, untung di dekat gedung itu terparkir sebuah mobil sehingga Yousi dapat bersembunyi di balik mobil itu.

“Pertajam pendengaranmu seperti kelinci” ucap Yousi pada dirinya sendiri.

“Sehun, jadi betulkah kau sudah beli terbitan terbarunya?”

“Aku sudah membelinya dari awal terbitannya, Kai”

“Panggil aku hyung, Oh Sehun”

“Kau hanya lebih tua dariku beberapa bulan”

“Ya tetap saja aku ini hyungmu”
Yousi terus mendengar percakapan namja yang diikutinya itu dengan temannya.

“Ternyata namja itu namanya Oh Sehun, terus namja yang berbicara dengannya itu adalah Kai. Sepertinya mereka berdua berteman akrab” ucap Yousi yang kemudian sadar bahwa Ia sudah terlalu lama menguping.
Yousi sedikit menaikkan wajahnya agar dapat melihat percakapan namja yang diikutinya itu yang ternyata bernama Oh Sehun.

“Hah? Dia tidak ada lagi?” kaget Yousi.

“Sepertinya aku harus cepat pergi” Yousi segera berlari cepat ke luar halaman gedung.

BRUUUKKKK!!!!

Yousi bertabrakan dengan seorang namja secara tiba-tiba, dan otomatis membuat Yousi terjatuh.

“Mohon maafkan saya” Yousi bangkit kemudian menunduk meminta maaf.

“Tidak apa – ap-“ sebelum namja itu menyelesaikan kalimatnya, Yousi segera berlari secepatnya.

^^^^^^^^^^^

“Luhan hyung!” teriak Sehun sambil berlari ke arah Luhan.

“Ada apa denganmu Luhan hyung, kau tampaknya sedang memperhatikan sesuatu” Tanya Kai kepada Luhan yang masih mematung melihat ke arah jalan.

“Tidak tapi tadi aku bertabrakan dengan seorang yeoja” ucap Luhan.

“Yeoja? Perasaan ini gedung trainee khusus laki-laki” ucap Sehun.

“Iya aku juga bingung, dia seumuran dengan kalian”

“Yeoja itu?” Tanya Kai

“Ia, dia memakai seragam kotak-kotak biru” jelas Luhan

“Mungkin dia sedang menyusup atau memata-matai” tebak Kai

“Kau mulai berpikiran aneh lagi, untuk apa dia datang memata-matai?” ucap Sehun

“Dia pasti memata-mataimu” balas Kai

“Hah? Untuk apa?” Sehun kaget

“kau lupa dengan yeoja bernama Chaeran yang menjadi stalker-mu itu. Untuk aku menangkap basah dirinya sebelum membobol pintu kamarmu di asrama” ucap Kai panjang lebar.

“Kalau begini Sehun dalam bahaya sekarang” ucap Luhan.

“Kita harus menangkapnya hyung” usul Kai.

“Aku setuju” ucap Luhan.

“Aku megikuti kalian berdua saja, asalkan jangan merepotkanku” ucap Sehun.

“Baiklah kita mulai rencananya dari besok” Kai tampak bersemangat.

“Kena kau, gadis penguntit!”

^^^^^^^^^^^^^^^^

“Haaah, gila. Kenapa aku ini?” Yousi mengacak rambutnya.

“Bagaimana kalau aku ketahuan?”

“Apakah aku masih bisa memperhatikannya lagi?”

“Haissshhhh” Yousi tidak karuan diatas ranjangnya.

“Bagaimana ini?”

“Anggap saja ini tidak pernah terjadi”

Yousi menutup matanya kemudian terlelap dalam tidurnya.

Entah apa yang terjadi pada esok hari.

Yang jelas, Kai telah menyusun rencana untuk menyergap yeoja yang mengikuti Sehun.

Sedangkan Yousi memutuskan untuk tetap memperhatikan Sehun.

Apa yang akan terjadi?

^^^^^^^^^^^^^

Silahkan ikuti chapter selanjutnya

Terima kasih sudah mau membaca

Dan

Jangan lupa tinggalkan comment ^_^

^^^^^^^^^^^^^

Advertisements

4 thoughts on “Fantasy #1”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s