[Freelance] VRAI AMOUR (Chapter 1)

VRAI AMOUR (chapter 1)

PicsArt_06-27-01.58.25

Author                  : PutriKim

Genre                   : Action, drama, romance

Lenghth               : Chaptered

Rating                   : PG-15

Main cast             : Oh Sehun & OC

Gerbang besar nan megah terbuka secara otomatis bersamaan dengan datangnya mobil audi r8 warna hitam yang akan memasuki sebuah mansion megah. Sehun memarkir mobilnya di garasi yang terletak di besment bangunan megah tersebut, berjejer di antara deretan mobil-mobil mewah lainnya.

Langkahnya pelan namun pasti  menaiki tangga menuju lantai dasar, tempat di mana teman-teman yang sudah menjadi keluarga berkumpul. Sehun membuka pintu dengan malas, bacakpack yang di bawanya hanya menggantung di sebelah bahunya, sementara itu suara sapaan riuh menyambutnya.

“heyo! Bagaimana hari pertamamu sebagai anak kuliahan gadungan?” sapa Chanyeol si pemilik suara berat dengan nada yang ceria, sementara itu yang lainnya tertawa.

“biasa! Membosankan! Aku sama sekali tak mendapat info apapun tentang Zack!” Sehun menjawab sambil melempar backpacknya sembarang, lalu mendudukan tubuhnya di sofa bersama dengan teman-temannya.

“apa tak ada wanita yang membuat suasana lebih cerah di sana?” ucapan Kai langsung mendapat tinjuan pelan di perutnya, yang tak lain adalah tinjuan dari wanitanya Seolhyun. Seluruh ruangan langsung tertawa melihat tingkah Kai dan Seolhyun yang selalu ribut dengn topik yang sama ‘ke playboy-an Kai’ yang tak perna hilang meskipun sudah mendapat gadis paling sempurna di antara yang lainnya.

Setelah Sehun selesai bercakap-cakap dengan teman-temannnya Sehun langsung memasuki kamarnya yang tertetak di lantai paling atas bangunan megah yang di tinggalinya, yang terhubung langsung dengan ruang kerjanya. Tumpukan beerkas sudah menunngunya di meja kerjanya, Sehun harus langsung turun tangan mengenai perkembangan bisnis gelapnya, bisnis peninggalan ayahnya yang harus tetep di laksanakannya. Bisnis yang penuh dengan tindakan keji dan cucuran darah di setiap dollar yang akan di dapatkannya sebagai keuntungan. Mungkin Sehun masih terlihat sebagai lelaki tampan berumur 24 tahun biasa, namun di tangannnyalah bisnis mafia terbesar di asia Black Horse di bawah kuasanya penuh, bisnis mafia yang di tutupi dengan bisnis barang antik internasional, yang di gunakan untuk megilangkan opini publik tentang kekayaannya.

Dengan lihainya Sehun membuka file-file kertas yang menumpuk di mejanya, membaca satu persatu dengan penuh ketelitian, tiba-tiba ponselnya bergetar memperlihatkan pesan dari Yixing ada masuk ke ponselnya, sehun langsung membuka key lock ponselnya dan membaca pesan dari yixing.

‘lihat rekaman cctv gerbang depan sekarang juga!’

Sesaat setelah membaca pesan dari Yixing, Sehun langsung membuka rekaman cctv sesuai dengan petunjuk yang di berikan Yixing. Mata Sehun begitu jeli mengamati apa yang ada di rekaman cctv. Dan saat itu pula Sehun mengetahui bahwa Jade sedang mencoba melihat apa yang ada di balik gerbang dengan mencoba mengintip lewat celah-celah gerbang yang tingginya bahkan lebih dari dua setengah meter.

Sehun terus menerus mengamati tingkah Jade yang semakin aneh, Jade bahkan sampai naik ke atas kap mobilnya hanya untuk mengintip, dan tanpa Sehun sadari kekonyolan tingkah Jade membuatnya tersenyum. Tiba-tiba ponsel Sehun bergetar lagi, menandakan ada pesan baru yang masuk ke ponselnya.

‘kau tahu wanita yang di depan gerbang itu? Dia sedikit aneh untuk menjadi mata-mata yang mencoba masuk ke lingkungan kita!? Apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus mengusirnya?’—Yixing

‘dia hanya wanita idiot! Biar aku yang mengurusnya!’–Sehun

Senyuman muncul di wajah Sehun lagi, Sehun langsung bergegas meninggalkan berkas-berkasnya di atas meja, langkanya sedikit tergesa, dengan sedikit berlari Sehun menuruni anak tangga menuju lantai bawah mansion megahnya.

Jade masih mencoba melihat apa yang ada di dalam gerbang besar yang tadi di masuki Sehun dengan mobilnya, Jade sengaja mengikuti Sehun sejak kegiatan perkuliahan usai. Setelah apa yang di lakukan Seun padanya Jade berniat memberi Sehun pelajaran, setidakanya Jade ingin mengumpat di depan wajah Sehun.

Jauh di dalam pikiran Jade, Jade menyimpan banyak rasa penasaran dengan pria yang bernama Sehun yang baru datang di hidupnya hari ini. Selama di kampus Jade terus memperhatikan tingkah Sehun, mulai dari Sehun yang tidur di kursi paling belakang kelas, Sehun yang begitu fokus memperhatikan papan detail organisasi, dan rektor-rektor universitas, sampai akirnya Jade memutuskan untuk mengikuti Sehun pulang entah ke mansion mewa milik siapa. Namun ada satu al yang membuat Jade sangat penasaran, jade sempat melihat ada tato yang hanya terlihat ujung atasnya di tengkuk Sehun, tidak biasanya ada mahasiswa yang bisa masuk ke kampusnya jurusan ilmu Politik dengan tato yang menempel.

Cuaca panas membuat Jade menghapus peluh di dahinya dengan punggung tangannya, posisinya berdiri di atas kap mobilnya, berharap bisa sedikit mengintip apa isi bangunan yang tertutup gerbang besar bak di cerita kerajaan. Kakinya berjinjit-jinjit berulang kali mencoba mendapatkan sedikit gambaran tentang tempat yang di tinggali seorang Oh Sehun. Namun tiba-tiba…

“apa yang kau lakukan?” suara dingin dengan aura mengintimidasi yang sangat familiar di telinga Jade seketika membuat Jade terkejut dan terjatuh dari atas kap mobilnya. Jade terjatuh dengan posisi punggungnya yang mencium aspal terlebih dahulu, sehingga membuat Jade mengerang kesakitan. Sementara itu Sehun masih berdiri dengan tatapan dinginnya.

“dasar gila! Kau mau membunuhku?! Dasar lelaki kurangajar, kau harusnya tidak membuat orang lain kaget dengan perkataanmu! cepat tolong aku! Dasar tidak tau sopan santun! Kau harusnya menolong wanita yang kesakitan bodoh!” umpatan demi umpatn keluar dari mulut Jade dengan lancarnya, namun samasekali tidak berpengaruh untuk sehun.

“kau harusnya yang belajar sopan santun! Tidak seharusnya mengikuti orang tanpa izin! Dasar gadis idiot!” Sehun menekan nada suaranya pada dua kata terakhir di perkataannnya. Sehun melangkahkan kakinya pelan menuju tempat Jade masih terduduk di atas aspal. Jade sibuk memengangi pantat dan punggungnya yang luarbiasa sakit gara-gara terjatuh dari atas kap mobil, tanpa Jade sadari Sehun menarik Jade dengan sedikit kasar, membuat Jade langsung berdiri tepat di hadapan Sehun yang menatapnya dengan sangat intens, tepat di kedua mata Jade.

Sunyi dalam beberapa detik menjadi pelengkap antara Sehun dan Jade yang masih terus saling pandang, tanpa Jade sadari, Sehun mendorong tubuhnya pelan sehingga terhimpit di antara mobilnya dan tubuh tinggi Sehun. Dalam seketika, otak Jade langsung memutar kejadian saat Sehun mendadak menciumnya di koridor. Degup jantung Jade semakin cepat saat Jade mendaratkan tatapannya pada bibir Sehun, memorinya tentang ciuman Sehun terus berputar tanpa henti di otaknya, membuat wajahnya memerah tanpa Jade sadari.

“a-apa yang akan kau lakukan?! Jangan coba-coba menciumku lagi! Dasar lelaki cabul!” dengan tergagap Jade berkata sambil mengalihkan pandangannya, kebiasaannya menggigit bibir pun kembali di ulanginya, tanpa jade sadari Sehun melihat setiap gerakan kecil yang ada di mulut Jade, termasuk saat Jade menggigit bibir bawahnya. Sehun mengacak rambutnya gusar dan selangkah mundur menjauhi Jade yang masi terus menggigit bibir bawahnya.

“hentikan menggigit bibirmu! bukankah aku sudah mengatakannya?! Kau mau aku menciummu lagi? Kau mau aku mengulagi kejadian pagi tadi!?” suara desisisan yang Sehun keluarkan di setiap perkatannnya membuat Jade merasa sedikit getaran ketakutan di fikirannnya, namun di sisi lain degupan Jantung Jade semakin menjadi mendegar pertanyaan sarkatis Sehun.

“tidak!”

Sehun melangkahkan kakinya mendekati Jade, sehingga tubuhnya menghimpit Jade. Matanya dengan intens menatap Jade yang menundukkan kepalanya. Tangan Sehun meraih rambut yang menutupi telinga kiri Jade, dan menyelipkannya di belakang telinga Jade. Sentuhan yang tiiba-tiba Sehun lakukan sontak membuat Jade mengangkat kepalanya, dan saat itu pula Sehun mendekatkan wajahnya.

“buakankah sudah aku katakan, menjauh dariku! Kau tak tahu seperti apa diriku dan seberapa besar bahaya yang ada di sekelilingmu jika mendekat padaku! Dan ku peringatkan jangan pernah jatuh cinta padaku!” Sehun membisikkan kata-katanya di telinga kiri Jade, dengan jarak yang sangat dekat, samapai-sampai beberapa kali bibir Sehun menyentuh daun telinga Jade. Hanya sentuhan kecil yang membuat jantun Jade berdegup tak beraturan.

“jantungku terus berdegup kencang! Tapi tidak mungkin aku jatuh cinta padamu! Dan aku tak berniat  mendekatimu, hanya atitudemu yang membuatku entah kenapa tertarik!” sesaat setelah Jade menyelesaikan perkataannnya, Jade langsung memasuki mobilnya dan meninggalkan Sehun yang masih berdiri dengan ekspresi yang tak terbaca.

TBC

 

Advertisements

One thought on “[Freelance] VRAI AMOUR (Chapter 1)”

  1. akhirnya chapter 1 dipublish 🙂
    seneng bgt aq…
    jadi sehun ini bos mafia ya? heeemmm….keren bgt deh ^__^

    suka bgt sama interaksi antara sehun dan jade, sweet dan mendebarkan 🙂

    aq tunggu next nya kak…
    ini cerita keren bgt, jangan lama” ya update nya…
    semangat!!!!

    Like

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s