[Vignette] Misunderstand – Alona

wp-1472638496236.jpg
[MAIN CAST]
Sehun oH – Sienna Do
 
[GENRE]
Hurt – Sad – Romance
 
” I give you nothing but scars,”

***

Menjauh.
Itu yang ingin Sienna lakukan. Namun apa daya… Dia hanya berdiam mematung di tempatnya kini berdiri diiringi mata berkaca – kaca dengan ekspresi paling tololnya.
Air matanya kini mulai mengucur tanpa persetujuannya. Membuatnya diperhatikan beberapa pejalan kaki yang melewati trotoar dengan pandangan tak mengerti dan iba.
Didepan sana, didalam sebuah BMW R5 lebih tepatnya. Kekasihnya duduk bersama seorang wanita. Entah siapa…
Mereka nampak menikmati kebersamaan dengan baik dan bahagia. Saling tertawa, melempar senyum. Dan kecup pipi? Apa maksudnya?
Sienna sang kekasih saja tak pernah diperlakukan semanis itu,mengingat Sehun-kekasihnya-adalah pria cuek.
Mereka biasa menghabiskan waktu bersama dengan pergi makan siang, itupun kalau Sehun tak ada meeting. Berjalan – jalan ketaman bermain meski hanya dirinya yang menaiki wahana kesukaannya karna Sehun selalu menolak untuk ikut.
Sienna tak pernah berpikiran buruk tentang Sehun yang tak pernah memeluknya, mencium pipinya apalagi bibirnya. Tentang Sehun yang selalu menolak melakukan skinship didepan umum-meski jika dibelakang mereka hanya berpegangan tangan. Sienna tak pernah berpikir negative padahal prianya seperti menjauhi dirinya akhir – akhir ini.
Sienna berpikir semua baik – baik saja, mereka bukan pasangan remaja yang harus selalu bertanya kenapa saat pasangannya berubah. Sienna tak pernah komplain tentang Sehun yang tak terbuka padanya, menceritakkan segalanya seperti saat mereka pertama pacaran.
Dulu, Sehun-nya adalah pria idaman tiap wanita-meski sekarang juga. Bertambah banyak lagipula.
Sehun dulu adalah pria manja yang manis dan menggemaskan maka dari itu Sienna tak punya alasan untuk menolaknya.
Namun… Semua berubah saat mereka lulus SHS. Sehun-Nya menjadi sedikit tertutup semenjak kembali dari studynya di London. Semua nampak berbeda, Namun Sienna menganggap semua baik – baik saja. Dia melakukannya tentu karna tak mau kehilangan Sehun.
Sehun menjadi egois, emosional, sensitive, dan selalu sibuk.
Sienna bukanlah gadis berbody S-Line, Berbadan seksi bagai gitar spanyol, agresif. Dia hanyalah gadis polos nan lugu yang selalu berpikir semua baik – baik saja meski itu selalu menyakitinya. Tipe gadis tegar. Yang intinya Bukan tipe ideal para lelaki sama sekali.
Sienna terus mengerjapkan kedua bola matanya, seolah pemandangan menyayat hati itu akan segera berakhir atau tak masuk akalnya menghilang.
Sienna memang berniat untuk pergi, namun dia perlu melihat setiap pemandangan romantis itu.
Si gadis berbody S-Line. Berbibir merah terang. Rambut pirang sepingggang yang menambah pesonanya, gaun gold ketat selututnya membuatnya semakin mempesona. Berbeda jauh dengan Sienna yang hanya memakai sebuah kemeja dan celana jeans.
Sienna akhirnya membalik badannya dan melangkah pergi, meski dengan air mata mengalir.
***
Sienna menggigit bibir bawahnya gugup.
Pintu menuju ruangan Sehun memang tertutup rapat, dan dia sangat tau jika pria itu tengah mengurus beberapa dokumen perusahaan atau menandatangani file – file. Dan ini adalah waktu yang brilian karna hari ini jadwal pria itu kosong. Hanya dikantor tanpa bertemu siapapun, tentu dia tau karna dia adalah sekertaris pribadi Sehun-nya.
Sienna harus bertanya pada CEO perusahaan tempatnya bekerja itu tentang kenapa dia mencium pipi seorang gadis? Itu hal penting bukan?
Sebagai seorang gadis, siapa yang tak cemburu kekasihnya mencium gadis lain? Kecuali dia gila tentunya.
Tapi.. Dia malah hanya berdiri dengan kaki bergetar sambil meremas ujung rok berbelah hitam ketatnya erat berusaha menutupi rasa malu dam gugup berlebihannya.
“Permisi…”Sebuah suara lembut menggelitik pendengaran Sienna. Gadis blesteran itu membalik badannya dan menemukan seorang gadis berkemeja putih dengan motif garis – garis hitam, juga sebuah rok mengembang hitam sepahanya. Rambut pirangnya tergulung rapi dengan bando pita berwarna hitam yang menghiasi.
Kulitnya putih mulus, berwajah cantik. Dan dia gadis kemarin.
Sienna sudah mengontrol wajah kagetnya menjadi sebuah tatapan datarnya yang pertama kali dibuatnya.
“Sehun ada didalam?”Tanyanya dengan senyum ramah yang hanya dibalas wajah cuek Sienna.
Gadis itu sempurna. Dan Sienna merasa kalah.
“Maksudku, Sehun-Ssi ada didalam?”Gadis berwajah anggun itu bertanya sekali lagi dengan senyum hangatnya yang membuat Sienna berpikir,, Mungkin Sehun menyukai senyum gadis itu hingga berpaling.
“Anda siapa?”Suara serak milil Sienna keluar dengan sengaja.
Jung Soojung! Soojung.. Katakan saja begitu dia pasti tau..”
Kalimat itu tentu menunjukkan seberapa dekatnya hubungan mereka bukan?
Jadi Sienna hanya mengangguk dengan dagu terangkat tinggi dan wajah berpaling. Tak mau semakin sakit melihat gadis yang dekat dengan Sehun-nya.
Gadis yang ternyata bernama Soojung itu mengangguk dan berjalan dengan santai menuju pintu ruangan Sehun tanpa mengindahkan tatapan sendu milik Sienna yang begitu menyedihkan. Tentu saja tak diindahkan, Sehun tak berbalik badan.
“Lihatlah betapa menyedihkannya dirimu… Sie!”Sienna merasakan sebuah tepukan hangat di bahu sempitnya.
Jiwon tersenyum dengan kesan terpaksa sekali. Dirinya sedih melihat sahabatnya yang seperti tengah dipermainkan. Tentu Jiwon tau siapa Sienna. Si kekasih Sehun, CEO perusahaan Haekyo Corp. Si pria seksi dan dingin.
Melihat seorang gadis cantik lain memasuki ruangan Sehun, diiringi tatapan sendu Sienna. Bukannya ada sesuatu?
Sienna-nya cemburu.
“Kenapa kau tidak pura – pura masuk kedalam sana?”Tanya Jiwon dengan senyum bangganya akan ide gilanya. “Pura – pura memberi sebuah file? Kau bisa pakai file yang akan kuberi untuknya nanti!? Bagaimana?”Jiwon kembali berucap setelah melihat wajah bingung dan blank milik Sienna.
Sienna hanya tersenyum tipis dengan wajah ragu. Jiwon sangat tau, Sienna bukanlah tipe gadis seperti itu. Terlebih gadis bermarga Do itu tak mau kehilangan Sehun-nya yang akhir – akhir ini sensitive saat ditanya.
“Maaf ya Jiwon…”
***
Sienna membuka pintu menuju ruangan Sehun dengan tangan penuh keringat dingin.
Sehun sendiri terlihat nampak lesuh dengan kemeja putih yang kusut, jas biru dongker yang tersampir di senderan kursinya. Dasi yang berada di atas meja kerjanya.
Sienna mencium bau keanehan didalam ruangan itu.
Bau parfume wanita tersebar didalam ruangan itu meski bau khas milik Sehun tercium juga. Namun tetap saja… Itu menyakitkan.
Sehun mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang berani menganggu fokusnya.
“Kau harus menandatangani surat ini…”Suara serak sehabis menangis Sienna terdengar aneh di telinga Sehun. Pria itu mengerngit namun tak bertanya.
“Kau bisa tandatangan di—“
Ucapan Sienna tertahan saat pergelangan tangannya digenggam erat oleh pria jangkung yang masih berstatus sebagai kekasihnya itu.
Pria itu kini mencengkramnya begitu erat seolah tak ingin Sienna pergi barang semenit.
Sehun sengaja melakukannya saat melihat tangan bergetar Sienna saat gadis itu akan memberinya sebuah kertas.
“Kau kenapa?”Sehun bertanya dengan suara husky yang menjadi ciri khasnya. Pria Oh itu merasa aneh dengan pertanyaannya yang baru kembali keluar setelah hampir 2 tahun ini.
Sienna terlihat kaget namun gadis itu hanya menggeleng dengan senyum tipisnya. Tak mau terlihat begitu menyedihkan dan exited disaat bersamaan saat mendengar Sehun bertanya soal dirinya. Ini perkembangan baik bukan?
Baru saja Sienna ingin membuka mulut, namun pintu kembali terbuka dan menampilkan Soojung. Si gadis kemarin dan tadi.
“Hun, Ayah ingin bicara pada Pria kesayangannya…”Soojung berucap dengan nada riangnya dan terkaget saat melihat wajah blank Sienna.
“Ah.. Maaf! Aku mengganggu…”Gadis bersurai pirang itu membungkukkan badannya dengan rasa malu dan kagetnya.
“Eh? Tidak kok! Ini sudah selsai…”Sienna melangkah dengan cepat setelah mengambil file yang sebenarnya belum Sehun tanda tangani sama satupun. Seolah takut akan pertanyaan atau panggilan Sehun.
Sehun sendiri hanya duduk dengan wajah penuh rasa bersalah. Dia tentu tau Siennanya cemburu dan sakit hati saat melihat Soojung dengan bodohnya datang begitu saja.
“Jadi.. Dia Sienna?”
Sehun sama sekali tak menjawab pertanyaan milik Soojung yang kini berwajah penuh binar.
“Pantas kau menyukainya…”
***
Sienna mengusap kepulan asap kopi yang mengembun di kacamata tak berminus miliknya saat akan menyesap zat air berwarna coklat itu.
Jiwon telah pergi untuk membuat laporan bersama kekasihnya, sungguh. Sienna iri melihat betapa bahagia moment kebersamaan mereka.
Senyum miris terlukis di bibir ranumnya.
Semua kejadian yang menyakitkan tengah berputar di benaknya. Terkadang Sienna berpikir, apa tak sebaiknya dia memutuskan hubungannya dengan Sehun. Apa yang dia butuhkan lagi?
Sehun sudah tak terlihat memiliki rasa yang sama. Sehun berubah. Tak ada kehangatan lagi saat mereka bersama. Semua terasa asing, seolah sehun telah membuat sebuah tembok besar yang Sienna sendiri sulit daki.
Sienna terus berpikir kenapa dia masih terus mempertahankan hubungan yang terjalin itu. Apa karna disayangkan karena itu telah terjalin lama sekali, membuat mereka sudah bisa mengenal satu sama lain.
Penyesalan menghantam perasaan Sienna.
Gadis itu mengutuk dirinya yang dulu sempat menolak lamaran sehun. Bukankah tak baik pacaran terlalu lama? Itu akan menimbulkan kebosanan pada suatu hari, tapi kini masalahnya… Sehunnya bosan.
Apa Sienna perlu merubah dirinya menjadi gadis yang ada diluar sana atau.. Seperti Soojung?
Sehun pernah bilang dia suka jika Sienna menjadi dirinya. Lantas, apa perkataan itu masih berlaku? Sehun kini tampak tak menaruh minat lagi padanya. Sienna begitu burukkah? Kurang seksi? Cantik? Lugu?
“Kau melamunkan apa?”Sebuah suara membuat Sienna terperanjat.
Gadis itu semakin terkaget saat melihat soojung telah duduk di sampingnya dengan cara duduk yang anggun dan juga sopan.
“Duduk sendirian di kantin. Lalu melamun, kau stres?”Lihatlah betapa perhatian dan lembutnya Soojunh. Bagaimana sehun tak dekat dengannya?
Kau kalah Sienna. Kau jauh sekali.
“Temanku baru pergi.”Jawab Sienna. Tentu dia merasa tak enak jika tak menyahuti pertanyaan sopan milik  Soojung. Dia hanyalah pekerja kantoran tak seperti Soojung. terlihat berkelas. Wanita kaya.
“Sehun menyuruhku menyampaikan pesan untukmu…”Sienna memalingkan wajahnya menuju wajah anggun Taeyeon yang kini tengah tersenyum hangat.
“Dia ingin mengatakannya sendiri. Namun,, melihat kalian seperti bermasalah… Nanti malam ada sebuah acara… Sehun akan menegaskan sesuatu. Jadi Pria itu menyuruhmu untuk datang ke acara pesta pernikahan—“
“Aku tak bisa…”Wajah Soojung mengerut tak suka. Gadis bermarga Jung itu terlihat ingin berkata sebelum Sienna memotong lagi.
“Aku ada acara keluarga yang teramat penting! Aku sudah berjanji…”Sienna berucap dengan kepala tertunduk. Tak ingin terlihat tolol karna telah berbohong.
“Ya.. Padahal kami berharap kau datang… Kau harus mengetahuinya…”Lanju Soojung. Kedua tangan mulus gadis Jung itu terangkat untuk meremas kedua tangan Sienna yang terkepal.
“Kau—“
“Kau bisa mengatakannya sekarang jika itu hal penting yang harus kuketahui..”Soojung  melihatnya. Tatapan terluka Sienna. Semuanya tak berjalan sesuai rencana dan Soojung menyesalinya.
Tapi Soojung hanya diam. Dia tak punya hak untuk bicara. Itu adalah masalah Sehun dan Sienna. Dia tak berhak ikut campur.
Suara menggelegar milik Jiwon terdengar, membuat keduanya menengok.
Sienna segera berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan Soojung setelah menggumamkan kata maaf dan selamat tinggal.
“Padahal pria gila itu akan langsung menikahimu setelah pernikahanku berlangsung…”
.
.
.
.
.
.
END
Ok. Ini End teraneh ya gak? Gantung banget!?
Sebenarnya Endingnya gak gt sih, masih lumayan panjang dan melibet kayak tali rafia kusut(?) Jadi aku endingin kayak gini… Semoga suka ya…
Baper gak?
Suka gak?
Berniat like, bahkan sampai komen
Advertisements

One thought on “[Vignette] Misunderstand – Alona”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s