That’s Right! My Type [Chapter 6]

o0IecZ100w

VOYEZKAA

Oh Sehun & Im Nayeon , Kim Jongin│ Romance , Marriage Life │PG- 17

This story pure is mine! Don’t copying!!
Don’t be a silent readers and sorry for typo!

123 – 45A5B

Happy Reading . . .

Dua hari setalah mereka melakukan kegiatan ‘itu’ , hubungan keduanya semakin membaik. Nayeon sudah mulai bisa menerima sikap Sehun. Sikap Sehun yang terkadang manja, pemarah, menyebalkan, dan tukang perintah Nayeon sudah bisa menerima itu. Dan sepertinya Nayeon sudah membuka hatinya untuk Sehun.

Hubungannya dan Jongin sudah benar – benar berakhir. Nayeon sudah melepas Jongin. Perlahan namun pasti. Rasa cintanya yang besar terhadap Jongin membuatnya sangat susah –sebenarnya untuk melupakan begitu saja kenangan yang mereka buat. Dan Nayeon juga harus memastikan Jongin juga melakukan demikian. Ia tak ingin Jongin menjadi lebih terluka. Jika sajaia tak menerima tawaran Sehun kala itu. Mungkin saja saat ini Jongin sudah tak ada. Dan ia akan menjadi milik Sehun. Lebih baik beginni bukan?

Mataharai pagi bersinar cerah. Tetapi hawanya masih saja terasa dingin. Angin pagi berhembus perlahan membuat beberapa dedaunan berguguran. Ini bukan musim gugur. Dan ini sudah memasuki musim dingin. Dan sebentar lagi akan ada salju turun.

Kedua insan ini masih saling berpelukan. Membuat semuanya menjadi hangat. Tak ada yang ingin beranjak dari ranjang –yang menjadi saksi cinta mereka, apakah bisa dikatan cinta? Nayeon maupun Sehun tak terusik dengan matahari yang menyilaukan mata. Ini bukan weekend. Dan Seharusnya Sehun bekerja bukan? Sekarang sudah menunjukkan pukul delapan lebih dua puluh tujuh. Dan itu sudah melewati jam kantor.

Sehun mengeratkan pelukannya pada tubuh ramping Nayeon. Sebenarnya ia sudah terbangun, hanya saja ia tak ingin bergerak, karena Nayeon memeluknya erat. Jika Sehun bergerak, tentu saja Nayeon akan terbangun. Dan ia masih suka dengan posisi ini. Dengan Nayeon yang menenggelamkan kepalanya di dada bidang Sehun. Ia mengecup puncak kepala Nayeon pelan.

Diusapnya punggung itu pelan. Dibalik gaun tidur yang tipis ia bisa merasakan kaitan bra Nayeon. ‘ya Tuhan Sehun jauhkan fikiran mesum mu!’. Nayeon merasa geli saat telapak tangan Sehun bergerak masuk kedalam gauh tidurnya. Nayeon mengerjab kan matanya.

“AW!!” teriak Sehun. Nayeon tersenyum puas. Ia mencubit kecil pinggang Sehun. Dan membuat Sehun berteriak.

“jangan melakukan itu Oh Sehun” ucap Nayeon memperingati. Ia sedikit menjauh dari dekapan hangat Sehun. Ia menatap wajah Sehun yang tersenyum tulus padanya.

“wae? Kau tidak suka?” Sehun mengusap pipi Nayeon. Membuat sensasi berbeda. “kau bahkan mecesah ma–– YA!” sehun kembali berteriak saat Nayeon mencubit perutnya dengan wajah merona. Jika mengingat kejadian itu ia sangat malu.

“jangan membahasnya lagi Oh Sehun!!” nayeon segera bangkit dan membenarkan gaun serta rambutnya. “kau tidak bekerja?” tanya Nayeon kepada Sehun yang masih diranjang dengan menatap istrinya.

“ani” jawab Sehun enteng. Nayeon hanya mengangguk dan beranjak pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.

“kau mau kemana?” sehun mendudukkan diri diranjang. Sejujurnya ia masih enggan beranjak dari sana.

“mandi” jawabnya tanpa mengaihkan pandangan ke arah Sehun. Saat Sehun hendak menusul Nayeon –mengajak mandi bersama, tetapi pintu sudah terturup dan terkunci. Membuat Sehun menghembuskan Nafas panjang.

Sehun mengecek ponselnya –setelah beberapa hari ini ia mengabaikan panggilan masuk atau pun pesan dari siapapun. Ada beberapa panggilan masuk dan pesan. Hanya dari dua orang. Kang ahjussi dan Sena nuna.

‘Tuan, maaf menganggu anda. Saya mendapat informasi baru tentang pria yang tuan suruh kala itu. Kim Jongin’ –Kang Ahjussi

‘Oh Sehun! Aku ingin berbicara denganmu. Segera temui aku jika ‘kegiatan’ mu itu sudah kau lakukan’ –Oh Sena

Sehun membuang nafas panjang. Waktu itu Kang ahjussi memang sudah memberinya informasi. Tapi itu hanya informasi biasa saja. Dan kali ini yang terbaru? Sehun bingung. Ia ingin segera tahu. Tapi ia masih ingin menghabiskan waktu dengan istri tercintanya.

‘aku akan melihatnya besok’ –Oh Sehun. Kau memilih pilihan yang tepat Oh Sehun. Sehun mengirim pesan itu kepada Kang ahjussi. Dan segera menghapusnya. Ia tak ingin Nayeon mengetahui itu. Dan pesan dari Sena? Diabaikannya begitu saja.

─────

“Sehun” panggil Nayeon. Ia duduk bersandar di ranjangnya sembari membaca komik kesukaannya. Sehun yang sedang berpakaian hanya menggelang melihat Nayeon yang mengajaknya bicara tanpa mengalihkan pandangannya dari buku itu.

“hun!” panggilnya sekali lagi. Nayeon memang berbeda – beda saat memanggil nama Sehun. Terkadang ia memanggil ‘oppa’. Oh! Sebenarnya itu menggelikan.

Sehun berjalan kearah ranjang. Ia sudah tampan dengan kaos polos bergarisnya dan jeas pendek hitam. Ia duduk dan mengambil komik Nayeon. Dan mendapat tatapan tak suka dari Nayeon.

“kau tidak sarapan?” tanya Sehun.

“aku malas berjalan keluar” jawabnya singkat.

“kenapa aku seperti mendangar –oppa gendong aku menuju ruang makan” Sehun menggoda Nayeon. Membuat Nayeon memerah. Nayeon memukul tubuh Sehun. Sehun suka sekali melihat Nayeon yang sering merona karena godaannya.

“arraseo, kita makan diluar” Nayeon berbinar. Ia mendekat kearah Sehun.

“benarkah?” tanya Nayeon tak percaya. Ada setan apa Sehun mengajaknya makan keluar. Setelah melakukan kegiatan ‘itu’ Nayeon bahkan tak keluar kamar. Sehun mengangguk mantap.

“ganti bajumu. Jangan memakai baju sexy. Aku tak mau orang lain melihat tubuhmu nanti”

“arraseo” nayeon beranjak dari ranjang menuju lemari dan memiih baju. Ia selalu menurut apa kata Sehun.

─────

“Sehun-ah, ini enak” Nayeon berbicara saat mulutnya penuh dengan makanan yang ia pesan. Melihat dari gambar dimenu saja Nayeon sudah tergiur. Dan saat makanan itu datang dan ia memakannya, rasanya seenak gambar dimenu. Tidak mengecewakan.

“makan lah yang banyak” sehun meletakkan beberapa makanan itu kepiring Nayeon, dan Nayeon tidak menolak. Ia sangat lapar. Dan ini sudah hampir jam makan siang. Terkadang Sehun bisa saja membuatnya tersiksa –lebih tepatnya mereka.

Sehun memperhatikan Nayeon yang makan sangat lahap, ia tersenyum. Betapa bahagianya hidup Sehun saat Nayeon sudah mulai menerimanya. Sehun terasa kenyang hanya karena melihat Nayeon memakan makanannya dengan lahap. Merasa Sehun terus memperhatikannya Nayeon melirik kearah Sehun. Ia meletakkan sumpit dan matanya terarah ke piring Sehun yang masih penuh dengan makanan.

Nayeon mengambil milik Sehun dan menyuapi Sehun.

“kau harus makan Oh Sehun.” Ucap Nayeon. Sumpit berisi makanan sudah ada didepan bibir Sehun. Sehun membuka mulutnya dan memakan makanan yang diberi Nayeon. “good boy” Nayeon tersenyun. “makan sendiri, arraseo” lanjutnya.

Nayeon sudah sangat kenyang. Ia bersandar pada kursi dan memegangi perutnya –sangat keras. ‘kau seperti orang yang pernag makan Im Nayeon’ ucapnya dalam hati. Sehun terus saja memperhatikan Nayeon.

“setelah ini kita pulang?” tanya Nayeon tiba – tiba. Sehun berfikir sejanak dan menganggukkan kepalannya “ya”. Jawaban Sehun membuat Nayeon mendesah panjang. Nayeon kembali teringat bahwa ia sudah tak pernah mengunjungi panti lagi. Ia merindukan bibi Han dan anak – anak lainnya.

‘apakah Sehun akan memberi ku izin, jika aku memintanya mengajak kepanti?’ batinnya. ‘aku bahkan takut berkata padanya’ lanjut Nayeon.

“wae? Kau ingin pergi ke seuatu tempat?” melihat ekspresi tak suka Nayeon saat diajak pulang membuat Sehun merasa tak enak. Mendengar itu Nayeon berbinar dan ia menganggukan kepalanya mantap, sambil tersenyum lebar.

“ingin kemana?” tanya Sehun lembut. Nayeon tampak enggan mengucapkannya. ‘iya. Tidak. Iya. Tidak. Ugh!! Aku harus menjawab apa? Aku takut Sehun marah’ batinnya.

“berbelanja?” tawar Sehun. Nayeon tampak ragu dan ia mengangguk pelan. Jawaban yang tak ingin ia beri sebenarnya. Tetapi? ‘ah sudahlah’

Sehun tersenyum puas. “baiklah, ayo sekarang kita berbelanja” sehun berdiri diikuti dengan Nayeon. Mereka membayar makanan. Nayeon mengikuti kemana Sehun pergi. Banyak orang yang menunduk hormat kepada mereka membuat Nayeon canggung. Mereka jalan beriringan saat sudah hampir keluar pintu. Chanyeol dan mobilnya sudah didepan pintu. Sehun membukakan pintu untuk Nayeon dan ia mengikuti kemudian.

─────

“oppa kau masih belum melupakannya?” tanya Dahyun sembari memberi Jongin minuman. Jongin meminum dan ia memberikan lagi kepada Dahyun.

“gomawo” ucap Jongin. Ia mengabaikan pertanyaan sang adik. Dahyun berdecak kesal.

“yak! Oppa, aku bertanya.” Dahyun memukul keras kepala Jongin, membuat Jongin meringis. Jongin berbalik dan mengabaikan adiknya yang diduduk dipinggir ranjangnya sambil sedikit merajuk.

“aku masih mencoba Dahyun sayang” Jongin melembut. Perkataan sayang membuat Dahyun tersenyum. Jarang sekali oppanya berkata manis seperti ini.

“arraseo oppa, kau memang payah” Dahyun pergi begitu saja. Mendengar pintu kamar tertup Jongin mendudukkan diri di kasurnya. Ia menghembuskan nafas panjang. Jongin masih saja kepikiran dengan Nayeon. Padahal ia mencoba melupakannya.

Dasar Jongin payah!

─────

“oppa aku lelah” ucap Nayeon lirih. Ia memberhentikan langkahnya. Sehun juga ikut berhenti. Ia menatap Nayeon sendu dan seperti merasa bersalah. Sehun merengkuh tubuh Nayeon dengan sebelah tangan kirinya. Dan tangan kanannya dipenuhi kantung belanja mereka.

Sehun mendudukkan Nayeon di salah satu bangku didalam mall ini. Sehun duduk disebalhnya dengan tangannya menggenggam erat tangan Nayeon. Jujur saja ia sangat senang dengan posisi ini. Dengan kepala Nayeon menyender di lengan kirinya. Mata Nayeon terpejam.

‘apa dia tidur?’ tanya Sehun dalam hati.

“oppa biarkan seperti ini sebentar” ucap Nayeon lemah. Sehun hanya mengangguk saja.

Cukup lama mereka dalam keheningan. Tidak ada satu pun dari mereka yang membuka suara. Sehun hanya menikmati pemandangan orang – orang yang melewatinya dan Nayeon masih pada posisinya. Sepertinya Nayeon tertidur.

─────

Hari – hari berlalu begitu cepat. Banyak kejadian yang tidak diingin terjadi, ada pula kejadian baik terjadi. Mereka yang menikmati hidup tentunya merasakan kejadian baik atau buruk.

Satu bulan sudah berlalu. Mereka menikmati peran yang Tuhan berikan dengan baik. Layaknya air yang mengalir disungai, seperti itulah kehidupan. Terkadang batu besar yang ada di sungai menghalangi untuk terus mengalir.

Selama iti pula Nayeon sudah tidak mengingat Jongin. Ia juga sudah mulai ingin membuka hatinya pada suaminya. Bagaimana pun juga mereka adalah pasangan yang sangat terkenal, tidak memungkinkan untuk Nayeon mempermalukan Sehun.

Begitu dengan Sehun. Ia suka perkembangan istrinya. Nayeon sangat penurut, ia tak pernah membantah Sehun. Dan Sehun melarang Nayeon keluar tanpanya, jika ingin keluar Chanyeol yang selalu menemaninya. Sehun beberapa kali juga meminta ‘hak’ nya kepada Nayeon. Dan Nayeon tidak bisa menolak bukan? Ini kewajiban seorang istri bukan?. Melayani suaminya.

Ia juga sudah tidak khawatir dengan ‘mantan’ pacar Nayeon. Setelah ia menemui Kang ahjussi di saat waktu yang tepat beberapa waktu yang lalu. Kang ahjussi sudah menceritakan semuanya. Dan itu membuatnya lega. Setidaknya ia bisa meneruskan kehidupannya yang tenang ini bersama Nayeon.

Dan ada juga hal yang membuatnya merasa sakit seperti terisis. Ia masih belum bisa menerima ini –sejujurnya. Tetapi ia akan mengurus hal ini. Tidak untuk sekarang.

Hari ini dosen yang mengajarkan Nayeon pulang lebih cepat, karena Nayeon yang memaksanya. Dan dosen itu juga tidak bisa menolak perintah Nayeon, tetapi ia hanya takut jika tuannya –Sehun akan marah.

“baiklah, kalau begitu nona, saya permisi” kata Profesor Cho itu pelan. Nayeon mengangguk dan tersenyum. Ia berjalan mengantarkan sampai depan pintu. Dikira dosen itu sudah pergi Nayeon segera bergegas. Ia ingin memberi kejutan untuk suaminya.

Nayeon berjalan ke dapur. Di sana ia melihat dua ahjumma sedang membersihkan dapur. Melihat Nayeon berjalan kearah mereka dua ahjumma itu menghentikan kegiatannya dan menunduk kepada Nayeon.

“ada yang bisa saya bantu nona?” tanya salah satu ahjumma tersebut, yang Nayeon tidak tahu namanya.

“ya, aku ingin membuat makan siang untuk suamiku, maukah kalian membantuku?” ucap Nayeon memohon. Dua ahjumma itu tersenyum.

“tentu saja nona”

Mereka mulai membuat beberapa makanan yang Nayeon perintahkan. Semua bahan makanan sudah tersedia di kulkas, jadi mereka tidak lagi pergi untuk membelinya. Sebenarnya ahjumma menyuruh Nayeon untuk duduk saja biar mereka yang membuat, tetapi Nayeon menolak. Ia bilang agar Sehun mencicipi makanan buatannya. Jawaban itu membuat dua ahjumma tersebut senang.

Nayeon ingin membuatkan Jjukumi dan Kimchi untuk Sehun. Karena menurutnya itu sangat lezat. Entah kenapa Nayeon sedang ingin makan gurita.

Setelah jadi ahjumma tersebut meletakkannya di dalam kotak bekal. Dan Nayeon akan bersiap. Karena sekitar satu jam lagi sudah jam makan siang. Ia menyuruh Chanyeol untuk menemaninya.

Nayeon sudah siap dengan blouse putih lengan panjangnya dengan celana coklat muda setengah paha dan tak lupa tas yang menggantung dengan warna senada, serta rambunya ia biarkan terurai. Sangat cantik dengan style sederhananya ini.

“Chanyeol-ah, antarkan aku ke kantor Sehun”

“baik nona”

─────

Wanita cantik ini turun dari mobil mewah yang dikendarai Chanyeol. Dengan paper bag yang ia bawa, yang berisikan kotak bekal. Para satpan dan beberapa karyawan yang melewatinya menunduk hormat dengannya, wanita itu tampak canggung dan hanya dibalasnya dengan senyuman. Para karyawan wanita banyak yang berbisik tentangnya. Mengagumi kecantikan istri CEO mereka.

‘lihatlah, baju yang ia pakai sederhana, tetapi sangat mewah jika ia yang memakai’

‘kulitnya sangat cerah’

‘itu tas yang sedang dibicarakan di media, jumlahnya sangat langka, hanya ada lima di dunia dan istri CEO kita mempunyainya’

‘Wah!! Daebak’

‘apa itu hadiah dari sajangnim kita?’

‘benar – benar romantis’

‘aku sangat iri dengannya’

Dan masih banyak lagi ucapan dari karyawan – karyawan itu. Tetapi Nayeon hanya diam saja. Ia bahkan tidak tahu jika tas itu hanya ada lima didunia. Dan tas itu Sehun yang memberinya dua hari yang lalu. Jika itu benar, ia tidak bisa membayangkan berapa uang yang di keluarkan Sehun hanya untuk tas saja.

Nayeon menggelengkan kepalanya pelan.

“tidak usah didengarkan mereka nona, mereka memang sangat sering bergosip” Chanyeol berjalan mengikuti Nayeon. Nayeon hanya mengangguk membenarkan ucapan Chanyeol.

Nayeon berhenti dan ia berbalik kearah Chanyeol. Hampir saja Chanyeol menabraknya.

“Chanyeol-ah aku akan kesana sendiri, kau boleh pergi” ucap Nayeon

“baik nona”

Nayeon berjalan menaiki lift khusus CEO yang langsung membawanya ke ruangan Sehun tanpa menunggu antrian lagi. Nayeon berjalan melewati lorong. Ia berhenti di meja sekertaris Sehun. Melihat ada Nayeon berdiri disana Hyeri sekertaris Sehun langsung menunduk hormat.

“apakah Oh Sehun ada?” tanya Nayeon.

“ne, sajangnim ada didalam nona, silahkan masuk” Hyeri menuntun Nayeon mendekati pintu. Setelahnya ia permisi dan menunduk hormat.

Nayeon membuka pintu, dan ia tersenyum cerah saat melihat seorang pria dengan jas hitamnya sedang menelfon seseorang. Ia memasuki ruangan diam – diam. Posisi Sehun membelakanginya. Sehingga Sehun tidak melihat keberadaannya.

“apakah saya menganggu sajangnim” ucap Nayeon dan ia berdiri tepat di samping Sehun. Mendengar suara itu Sehun menoleh dan mendapatkan seorang wanita cantik sedang tersenyum. Sehun langsung memutuskan panggilannya sepihak. Meletakkan ponselnya di mejanya dan tidak memperdulikan itu lagi.

“kenapa kau kesini?” tanya Sehun sambil menuntun Nayeon untuk duduk di salah satu sofa. Nayeon berdecak. “apakah aku tidak boleh mengunjungi suamiku?” tanyanya menggoda.

Sehun tersenyum dan mengacak rambut Nayeon.

“tidak ada yang melarang sayang” sehun mengecup pipi Nayeon dengan sayang. Membuat Nayeon merona. Walaupun sudah sering ia di perlakukan seperti ini, tetap saja ia tak bisa menkondisikan wajahnya.

Sehun beralih melihat paperbag yang dibawa letakkan di atas meja. Lalu mengalihkan lagi wajahnya ke arah Nayeon. Seolah mengerti Nayeon membuka isi yang ada didalamnya.

“aku membawamu makan siang.” Nayeon menata dan membuka tutupnya. Aroma lezat makanan langsung memenuhi ruangan. Tak hanya makanan yang dibuat tadi Nayeon juga membawa beberapa buah.

“cha, ayo kita makan” nayeon memberi sumpit kepada Sehun. Ia melahap makannya dengan cepat, karena jujur ia juga lapar. Tetapi Sehun tak kunjung menyentuh makanannya.

“wae?” tanya Nayeon heran. Karena sedari ia makan Sehun hanya menatapnya saja, seolah ia adalah makanan yang enak untuk di santap, dan tak lupa pula keningnya berkerut.

“kenapa tiba – tiba gurita?”

“aku tiba – tiba ingin gurita, sepertinya lezat, jadi para ahjumma membantuku memasak tadi” Nayeon memasukkan gutita itu kemulutnya, dan benar ini sangat lezat. Sehun hanya menganggukan kepalanya sembari menyumpit gurita itu.

Mereka makan dengan lahap, sampai mereka tak tahu jika sekertarisnya masuk. Dan melihat kedua pasangan itu sedang makan sembari saling menyuapi membuat Hyeri mengurungkan niatnya untuk memberi beberapa dokumen dan jadwal Sehun.

“oppa buka mulutmu, aaaa” Nayeon menyuapi Sehun dengan bersemangat, hal itu membuat Sehun terkekeh. Ia juga bingung tak biasanya Nayeon seperti ini. Sangat manja. Tetapi Sehun mengitu saja, dan alhasil Sehun membuka mulutnya dan memakan makanan yang Nayeon suapi tadi.

Makan siang sederhana dan romantis sudah selesai. Nayeon tak ada niatan untuk membereskan bekas makan mereka. Ia sudah terlalu kenyang, bahkan hanya berdiri saja ia tak sanggup. Tapi tidak dengan Sehun, ia makan tidak banyak, dan Nayeon yang menghabiskan sisanya.

Nayeon menyenderkan kepalanya di pundak Sehun dengan mata terpejam. Sehun yang ingin membereskan kotak makan pun mengurungkan niatnya.

“oppa, aku sa –ngat kenyang” ucap Nayeon pelan. Ia menarik nafas lalu mengembuskannya pelan.

“tentu saja, kau menghabiskan semuanya” jawab Sehun ketus, ia tidak marah, hanya saja istrinya ini sangat banyak makan siangnya, padahal yang ia tahu tadi pagi Nayeon juga ikut saapan bersamanya saat sebelum ia berangkat. Ini aneh.

“itu karena aku sangat lapar” sehun berdecak mendengar pembelaan dari mulut Nayeon. Sehun tak menjawab. Ia menggenggam tangan Nayeon tulus, ia juga ikut meletakkan kepalanya di atas kepala Nayeon.

“kenapa kau memakai celan sependek ini kekantor?” tanya Sehun serasa melepaskan diri dari Nayeon, hal itu membuat Nayeon hampir saja jatuh.

“ini sangat nyaman dipakai”

Oh baiklah, Sehun hanya menghela napas berat. Ia membereskan bekal makanan mereka dan memasukkan kembali ke dalam paper bag. Nayeon yang melihat itu hanya mengikuti arah pandang kemana Sehun bergerak. Ia tak ada niatan untuk membantu sedikitpun.

Sehun kembali duduk di kursi kebesarannya dan meninggalkan Nayeon di sofa sendiri dengan wajah cemberut. Sehun memain kan ponselnya, ia melihat ada satu email dari orang kepercayaannya. Tapi ia hanya elihat saja, dan tak ingin membukanya, karena ia tahu saat ini ada istrinya disini. Dan ia tak bisa lakukan itu.

Nayeon berjalan kearah kursi Sehun. Ia sudah berdiri tepat di samping Sehun. Sehun tak menyadari itu, ia masih dengan Ponsel pintarnya.

Dan secara tiba – tiba Nayeon menaiki Sehun, ia duduk di pangkuan Sehun dengan arah menyamping. Sehun tentu saja terkejut, tetapi ia kembali bersikap normal. Ia meletakkan ponselnya dan merengkuh tubuh istrinya yang sedang memeluknya dan meletakkan wajahnya di lekukan lehernya.

“wae?” tanya Sehun heran. Nayeon tidak ,menjawab ia semakin mengeratkan pelukannya. Ia merasa sangat nyaman. Dan ia juga merasa mengantuk. Sesekali Nayeon mengecup leher Sehun.

‘sial’ umapat Sehun dalam hati. Apa istrinya ini sedang menggodanya? Nayeon tidak tahu bagaimana perasaan Sehun untuk menahan hasrat yang sudah menggebu ini.

“oppa..” panggilnya manja dan menggoda. Sehun hanya mengumam sebagai jawabannya.

“aku merindukan panti” ucapnya kemudian sambil memejamkan matanya. “bolehkah aku mengunjungi panti?” tanya Nayeon pelan, ia takut Sehun tak menizinkannya. Ia juga sudah menyiapkan hal ini untuk mengatakannya kepada Sehun.

“tidak ada yang melarang sayang” jawaban Sehun membuat Nayeon melepas pelukannya dileher Sehun. Ia sontak menatap Sehun dengan raut tidak percaya dan mata yang berbinar. Sehun tersenyum tulus dan ia sesekali merubah posisi agar nyaman.

“benarkan?” tanyanya antusias, Nayeon tak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Jujur saja ia masih ingat dengan janji untuk pergi makan bersama anak panti dan juga soal ulang tahun Minri. Terlebih ulang tahun Mini sudah lewat lima hari yang lalu. Ia merasa bersalah. Andai saja jika semudah ini meminta izin dengan Sehun, ia sudah memintanya lima hari yang lalu.

“ya, tetapi harus pergi bersama ku” ucapnya dengan nada lembut, membuat Nayeon terbuai. Nayeon segera mengangguk cepat. Dan sontak ia mengecup bibir Sehun sekilas. Lalu ia menarik kembali wajahnya yang memerah. Ia malu. Ia kembali meletakkan wajahnya di lekukan leher Sehun.

“gomawo” ucapnya pelan. Sehun tak menjawab, ia mengelus rambut Nayeon lembut dengan kasih sayang.

“anything for you”

─────

Nayeon mengeliat dalam tidurnya dirasa ada suara berisik. Ia mengerjabkan matanya perlahan. Dan betapa terkejutnya ia masih dengan posisinya yang masih di pangkuan Sehun, hanya saja saat ini ia sepenuhnya menghadap ke belekang dengan kaki berada dikedua sisi badan Sehun.

Nayeon belum bergerak ataupun mendongkak melihat Sehun. Ia hanya mengeliat kecil dan sedikit merubah posisi.

“siapkan rapat untuk besok, dan semua ketua perusahaan dibawah Oh’s Corp diwajibkan hadir” ucap Sehun tegas. Si pria menganggk mantap dan ia sedikit melirik ke arah wanita yang ada di pangkuan Sehun. ‘istrinya sangat manja sekali’ batin pria itu.

“baik sajangnim, saya permisi” pria itu meninggalkan ruangan dengan wajah sedikit tersenyum.

Mendengar pintu tertutup Nayeon mendongkakkan wajahnya melihat Sehun. Sehun hanya tersenyum. Sehun tak keberatan dengan posisi ini. Walaupun sudah hampir tiga jam ia tak beranjak sedikitpun. Dan juga banyak sekali yang keluar masuk ruangannya dan melihat posisi intim mereka.

“sangat nyenyak tidurnya sayang” tanya Sehun menggoda.

“kenapa tak membangunkan ku” ucapnya penuh penyesalan “aku pasti berat” Lanjut Nayeon.

“kau terlihat sangat lelah” Sehun mengecup bibir Nayeon singkat dan tersenyum. “tidak, kau sama sekali tidak berat, dan aku suka posisi ini.” Mendengar itu Nayeon mencibir. Otak mesum Sehun sudah keluar kembali.

Nayeon beranjak dari pangkuan Sehun. Karena Sehun mengajaknya pulang. Dan jujur ia suka sekali posisi seperti tadi. Sangat nyaman. Tetapi karena hari sudah mulai sore jadi Sehun mengejak pulang.

“kajja”

Sehun mengandeng tangan Nayeon dan berjalan keluar ruangannya dengan perasaan bahagia. Banyak pasang mata iri melihat mereka bedua. Terlebih saat Nayeon bergelanyut manja di lengan kiri Sehun.

─────

“oppa kapan kita kepanti?” sesungguhnya ini adalah pertanyaan yang sedari tadi ingin ia lontarkan. Sehun mengizinkan, tetapi ia bahkan tak membicarakan kapan waktunya itu. Membuat Nayeon berfikir keras lagi untuk bertanya.

“weekend nanti, sekalian kita tidur di rumah appa” jawab Sehun santai. Nayeon hanya mengangguk saja. Ia kembali membenamkan wajahnya di dada bidang Sehun dengan Sehun yang mejadi gulingnya.

Setelah menunggu Sehun membuat pemahasan untuk rapat besok ia mengajak Sehun tidur, Nayeon bilang ia akan tidur jika ia memeluk Sehun. Ck, menja sekali Nayeon.

Sehun tidak membalas peukan Nayeon, karena tangannya sedang memegang kertas, ia sedang membaca dan meneliti materi untuk besok. Ia belum ngantuk dan belum selesai dengan dokumen – dokumennya. Tetapi Nayeon memaksanya, dan ia juga tidak bisa menolak.

Merasakan deru nafas Nayeon mulai teratur yang pertanda ia sudah tertidur, membuat Sehun juag ingin tertidur. Rasa kantuk itu sudah sedari tadi muncul. Hanya saja ia memaksa agar melanjutkan kegiatannya.

‘aku selalu mencintaimu Nayeonah, aku tak akan membiarkan siapapun menyentuhmu, aku selalu menjagamu. Kumuhon jangan pergi, dan aku tak ingin kehilanganmu untuk yang kedua kalinya.’

Setelah mengucapkan permohonannya Sehun terpejam dan ia tertidur.

TBC

Gimana nih chapter 6 nya? Gaje yakan? hhHhhh aku udah ga tau mau gimana lagi nih, sebenernya belum ada inspirasi mau buat gimana? Yang keluar begini, yasudah.
Aku sebenernya ga pingin buat konflik ribet gitu, aku Cuma suka romatisan aja kkkkk~ nih contohnya banyak adegan romantis kan?
Dan Jangan lupa meninggalkan jejak, karena banyak sekali siders di ff ku ini. Dan aku benci itu. Buat yang mau baca ff ku yang lain bisa mengunjungi blog aku. Caranya tinggal klik aja nama author di yang paling atas.

Dapet CHU untuk good reader’s

Advertisements

33 thoughts on “That’s Right! My Type [Chapter 6]”

  1. Ahhh aku iri sama nayeon,, aku juga mau meluk thehun oppa /ditendang kelaut/

    Bener deh aku bacanya sambil senyum senyum sendiri,, ini so swettt banget. Udah aku bacanya pas baru bangun tidur jadi mood aku udah bagus deh pagi pagi

    Ditunggu lanjutannya ya ^^

    Liked by 1 person

  2. sehun romantis bangeeeett duh aku jd meleleh😂tukan pipiku meraah😊😊wkwk
    waduuuh kyknya nayeon hamil nih,wuhuu cepet ya😂
    iya aku suka yg romantis2an ginii,tp lebih bagus lg kl dikasih konflik😉
    kasian tuh jongin dikemanain dong kl cuma ada sehun-nayeon mesra2an😂
    td aku kira pas nayeon ke kantor bakal ada ‘sesuatu’ ee taunya adegan mesra lagi😂😂tp seneng juga siih wkwk
    Next kak neeeext gpl ya😅FIGHTING!!💪💪
    dpt ketjup jg utk authornya biar semangat nulis dan cpt apdet😘😘😘😘😂

    Liked by 1 person

  3. Yeyy akhirnya dilanjutinn😍😂
    Aku selalu menunggu tau kapan next chapter soalnya ff nya seruu👀
    Tiap hari aku cek eh tadi iseng iseng nge cek taunya udah ada chapter 6😁
    Aku langsung kegirangan tau loncat loncat😁
    Nayeon jadi manja gitu aww. Tapi kata aku nayeon cocoknya jutek jutek romantis:v
    Tapi gapapa nayeon manja juga lucuu.
    Next chapter jangan lama lama yahhh kutungguuuuu

    Liked by 1 person

  4. Dipangku suami waktu kerja? Uiiihhh, i can’t imagine it. Bener” ga pernah kepikiran sampai kesana >\\\<
    Aku jg kurang suka konflik, tapi apapun ditulis ya patut di hargai, ide itu mahal
    Keep writing ^.^

    Liked by 1 person

  5. aq gk suka baca cerita yg bnyak konflik kak, bikin nyesek 😥 dan kepikiran terus soalnya….

    jadi aq sukanya baca cerita yg romantis” dan sweet gini 🙂
    biasanya kalau udh masuk konflik berat, aq cuma baca komentarnya aja cz gk berani baca ceritanya, takut sakit hati hehehe….

    mending jongin dan sehun dbikin sama” tau aja deh, kalau sbenernya mereka itu brsaudara 🙂
    dan juga kirimin soojung buat jongin, biar dia gk kesepian nantinya 🙂

    Liked by 1 person

  6. ‘ aku tidak ingin kehilanganmu untuk yg kedua kalinya” ?? Yg pertama kapan?? Kkk apa aku yg gk ngeh?..

    Yahh..aku belom baca chapter 5b nya,di privat ya?? Jadi deh aku longkap,dah minta password,tapi blm ada tanggapan,gk papa lah..ini pun sudah cukup..
    Walopun berharap banget pengen baca..😊

    Liked by 1 person

  7. Ya ampun jariku keriting…. manja banget nayeonnya, paling suka pas bagian nayeon tidur dipangkuan sehun pas dikantor, astaga can’t imangine ^^
    Ijin baca thor, maaf langsung komen disini hehehe

    Liked by 1 person

  8. Kakkk gak usah ada konflik yg berat dong.. Bikin aja salah satu dari mereka sakit trus yg satunya lagi ngerawat. Aku senyum2 sendiri soalnya liat keromantisan sehun sama nayeonnn

    Liked by 1 person

  9. Nayeon udah mulai cinta sama sehun…skrg tggal jongin yg msih nelangsa…apa sehun dulu pernah kenal sama nayeon?secara ada kta2 sehun gak mo keilangan nayeon yg kedua klinya…

    Like

  10. Aaah di chapter ini nayeon sama sehun bener2 romantis banget,nayeon jadi manja banget.tapi jongin kasihan padahal nayeon sdb bisa melupakan perasaannya ke jongin tapi jong in blm bisa,atau sama aku aja oppa,wkwkwkwk
    Ditunggu chapter selanjutnga,hwaiting!!

    Like

  11. Ouhh… romantisny pasngan couple satu ini .jadi iri… aduhh sehunnie aku jg mw dmanjain hihihi
    Ahh ku kira sprtx naeyong isi deh..

    Like

  12. nggak ada yg nggak suka romantis kkk~ duhh… totwit aneudh cihh /gaje/abaikan/ nsyeon manja pisan ahelah… gue juga mau kaleee..

    Like

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s