[Freelance] 어린왕자 (THE LITTLE PRINCE) – Chapter 1

13381363_1068025756568615_628603_n

Author        : Nurul Margaritha Aulia

Genre          : Romance,Action Angst, Sad

Rating         : PG 15+

Length        : Multi Chapter

Main cast    :

                   Cho Hyun Ah (OC)

                   Oh Sehun (EXO)

Support cast        :

                   Park Chan Yeol (EXO)

                   Cho Kyu Hyun (Super Junior)

Im Yoona (SNSD)

                   Choi Siwon (Super Junior)

                   U-know Yunho (TVXQ)

                   Lay (EXO)

                   Cho Jo Kwon (OC)

                   Kim Wo Bin (Actor)

                   Oh In Sung (OC)

                   Other Cast

Note            : Just enjoy read my Fanfic, I hope you like it. Honestly, I like writing and reading but to explain what I feel its so hard so Hope you like it and I need your (Readers) comment or some advice to correct my fanfic (Author)

Cho Hyun Ah

“ Hidup seperti air yang mengalir, walaupun ada penghalang tak menutup kemungkinan air itu akan tetap mengalir sampai menemukan tempat dan membentuk sebuah kubangan, danau, sungai lalu mengalir ke laut, itulah aku ”

Oh Sehun

“ Walaupun berlian tergeletak di tempat sampah, tetap akan menjadi berlian yang sangat indah karena dimanapun dia berada dia tidak akan kehilangan nilai yang ia miliki ”

Story begin

Author Pov

            Alam begitu cantik dengan hiasan salju yang hampir menutupi ibu kota Korea Selatan ini, sangat indah ciptaan Tuhan. Begitu pas dengan indahnya, Tuhan membuat alam ini seimbang tak lebih dan tak kurang. Hawa dingin langsung menusuk tulang saat langkah kaki jenjang seorang gadis dengan scarf berwarna senada dengan outfit yang ia kenakan itu, sungguh manis. Kepulan uap keluar dari bibir tipisnya itu menandakan bahwa saat ini dia cukup kedinginan dengan cuaca sore ini. Sepatu boots berwarna coklat muda dengan rok mini sekitar 15 cm dari atas lututnya, dengan mantel yang panjang hingga menutupi kaki yang tak tertutup bahan tersebut tak lupa scarf yang berwarna senada dengan baju dan mantel gadis itu menunjukan kelas sosialnya.

            Dia adalah Cho Hyun Ah, seorang gadis dari pasangan yang cukup sukses dan bisa dibilang berpengaruh besar di Korea Selatan, Cho Jo Kwon dan Cho Ji Eun. Seorang pengusaha yang sudah memiliki saham di beberapa Negara Asia dan mempunyai lebih dari 4 hotel berbintang 5 di setiap sudut Korea maupun Asia bahkan memproduksi kelengkapan militer yang terdapat di setiap asia. Cho Jo Kwon adalah mantan seorang anggota militer terbaik yang dipunyai Korea Selatan saat itu dengan kemampuan dalam bidang IT serta dapat merakitan senjata dengan cepat, kemampuan analisanya juga tidak diragukan ia bahkan bisa menyimpulkan sesuatu yang baru dibacanya  beberapa detik lalu dengan cepat dan tepat bahkan naluri seorang penyerangnya pun tak dapat diragukan lagi saat dimedan perang. Kemampuannya saat itu tidak dapat diragukan lagi, dia bahkan menjaring  gangster terbesar di Asia yang saat itu menjadi buronan para CIA hanya dengan meretas jaringana komplotan mereka dengan menggunakan barang yang hanya sebesar biji jagung dan BAM alat itu mampu meledakkan satu gedung penuh tak bersisa, sama dengan C4 yang dapat meluluhlantakan suatu bangunan tapi ini hanya dengan sebiji jagung tapi mampu membuat jaringan mereka lumpuh dan anggotanya lebur dengan tanah bangunan. Ia bahkan dijuluki sebagai dark horse, karena kemampuannya yang sangat luar biasa itu. Namun kini ia melepas jabatan menjadi kepala Militer Korea Selatan dan memilih hidup yang sangat bertolak belakang dengan apa yang ia geluti sewaktu dulu, yakni ia menjadi pengusaha dibidang hotel, pemegang saham dan memproduksi serta mendistribusikan kelengkapan militer yang diperuntukan untuk seluruh anggota Militer di Asia khususnya Korea Selatan, ia tidak menjual sembarangan kelengkapan militer yang ia produksi.  Hidup mereka sudah bisa dibilang sempurna, apa yang tidak punya dari mereka? Harta? Tahta? Reputasi? Kehormatan? Mereka mempunyai semua. Hyun Ah bukan satu-satunya anak dari pasangan ini, Cho Kyu Hyun adalah anak pertama pasangan ini yang umurnya hanya terpaut 5 tahun dengan adiknya, Hyun Ah. Sekarang Kyu Hyun masih kuliah tapi dia sudah memgang jabatan General Manager di salah satu Hotel bintang 5 di jantung Ibu Kota Korea Selatan, Seoul.

Cho Hyun Ah Pov

            Kenapa cuaca sekarang sangat tidak mendukung? Padahal aku hanya ingin menghilangkan penat ku. Penat? Yah aku baru saja pulang dari kelas piano ku, sungguh membosankan. Bahkan aku hanya duduk dan mendengarkan apa yang instruktur katakan, itu hanya keinginan ibu ku saja. Yah aku ini seperti manekin hidup, hidup sepenuhnya diatur kedua orang tua ku. Tak ada yang bisa aku lakukan selain hanya mengikuti apa yang mereka ingin kan selama mereka senang aku akan ikhlas melakukanya biar saja hidup ku seperti ini, mungkin sudah takdir Tuhan.

“ Kenapa sangat dingin? Aish ige mwoya ” Aku terus menggerutu sambil berjalan, entahlah aku tak tahu mau kemana. Aku hanya ingin lari dari penjagaan kedua orang tua ku, harusnya aku sudah berada di istana dengan dayang-dayang yang selalu melakukan apa yang aku ingin kan tapi aku kabur saat kelas berakhir aku langsung pergi lewat pintu belakang karena di pintu depan ada penjaga ku. Langkah ku terhenti saat aku melihat ada kedai kopi, haruskah aku kesitu? Kurasa harus. Aku sudah cukup kedinginan dengan benda berwarna putih yang sangat dingin itu.

“ Selamat sore ” Sapa pelayan wanita sambil membukakan pintu untuk ku, ku balas dengan membungkuk dan tersenyum hangat padanya

“ Kenapa begitu sepi disini? ” Kududukan pantat ku disalah satu kursi yang dekat jendela dan langsung menghadap jalanan Seoul

Drtt…drrtt… Ponsel ku bordering, ku lihat dilayar ponsel ku

“ Oppa? Kenapa menelfon ku? Apa jangan-jangan…” langsung ku geser tombol berwarna hijau tersebut dan terdengar teriakan lelaki dari seberang sana

“ Ya… Neo Eoddiseo??!!! ” Ishhh aku bahkan tidak tuli kenapa harus berteriak

“ Wae? ” Jawab ku santai sembari memesan satu coffee latte lalu ku alihkan pandangan ku pada jalanan

“ Ya, Eomma mencari mu! ” Dengusnya

“ Aku bukan anak kecil lagi Oppa, aku bahkan sudah masuk Seoul senior high school ” Jawab ku kesal, aish kenapa orang-orang tak pernah menghiraukan dinginnya benda putih yang menggumpal di setiap sisi jalanan tersebut. Masih saja terlihat banyak orang berlalu lalang

“ Apa sekarang penting membahas itu. Cepat pulang!! ”

“ Arraseo… ” Langsung ku tutup sambungannya, tak peduli disuruh pulang aku sedang ingin menyendiri dengan kehidupan ku dulu. Coffee ku sudah ada didepan mata langsung ke minum saja. Ahh hangatnya

            Ini yang aku inginkan bebas dari istana emas itu dan hidup seperti orang biasa, kadang aku merasa tak pernah bersyukur dengan apa yang menimpa diriku, menjadi gadis muda berbakat dengan IT dan juga kaya raya, ralat yang kaya raya itu kedua orang tua ku bukan aku. Aku belum punya apa-apa. Bahkan aku masih menumpang hidup dengan kedua orang tua ku, tak ada yang pantas aku banggakan. Saat aku sedang bergelut dengan otak ku terdengar suara alunan gitar yang cukup merusak pemikiran ku tapi kuakui ini sangat nyaman dan bisa membuat ku mengalihkan perhatian ku pada  pria yang sedang memainkan gitar di panggung kecil yang terdapat di café yang sedang aku duduki ini. Kulihat dia tinggi dan manis, itu yang aku bisa jelaskan. Hanya sebentar aku memperhatikannya karena aku tidak terlalu peduli dengan orang lain, belum tentu orang lain akan peduli padaku. Itu patokan hidup ku. Pandangan ku beralih pada jalanan Seoul yang cukup padat dengan banyak orang berlalu lalang tanpa memperdulikan dingin yang menusuk tulang itu. Apa yang ada difikiran orang-orang itu, batin ku berbicara

Park Chan Yeol Pov

            Hari ini aku harus kembali untuk menunjukan keahlian bermain gitar ku pada pengunjung café berbintang ini. Inilah pekerjaan ku saat aku tak ada kegiatan di sekolah, part time bisa dibilang. Hanya ini yang bisa ku lakukan untuk menyambung sekolah ku, aku hidup sendiri. Kedua orang tua ku telah meninggal dalam kecelakaan pesawat yang menimpanya saat umur ku 15 tahun, aku tinggal bersama paman ku. Untung dia sangat baik pada ku meskipun begitu aku harus belajar untuk mencari uang sendiri dengan keringat ku, aku tak mau menyusahkan paman ku. Paman termasuk orang yang mampu tapi aku tak mau jadi beban hidup beliau, walau beliau sudah menganggap aku anak kandungnya. Paman tak mempunyai anak, dan istrinya meninggal 7 tahun lalu. Kini paman hidup seorang diri sama dengan ku sama-sama kesepian tapi karena kesepian itu kami menjadi sangat dekat dengan saling menutupi kesepian kita masing-masing.

            Nama ku Park Chanyeol, 20 tahun. Saat ini aku masih menjadi pelajar disalah satu Senior High School terbaik di kota ini yakni Seoul Senior High School, aku bersyukur bisa bersekolah disitu dan itu semua berkat paman ku. Kini aku masuk tingkat akhir, walaupun tingkat akhir yang disibukkan dengan materi ujian Negara aku tetap meluangkan waktu untuk mencari uang saku ku sendiri dan inilah pekerjaan ku, menjadi penyanyi café yang cukup terkenal di kota ini.

“ Chanyeol~ah ” seseorang memanggil ku

“ Oh hyung ” Dia adalah pemilik café ini dan dia juga yang mempekerjakan diriku di cafenya. Suho Hyung dia adalah orang yang sangat baik dan sudah ku anggap sebagai kakak ku sendiri

“ Cepatlah naik, hibur mereka semua dengan charisma mu itu ” Kata Suho Hyung dengan nada seperti menggoda. Aish ada-ada saja

“ Arraseo ” ku langkahkan kaki ku menuju panggung kecil yang menjadi saksi dimana aku mendapatkan uang ku sendiri dengan membawa gitar pemberian ayah saat aku masih berumur 7 tahun, aku sangat menyukai gitar ini. Gitar ini mempunyai banyak kenangan dengan ayahku, ayah ku dulunya seorang gitaris terkenal di Korea tapi popularitasnya jatuh saat ayah mengalami kecelakaan saat ingin pulang ke Korea dari Jepang. Entahlah Pesawat yang mereka tunggangi tiba-tiba lost contact dan jatuh tepat di laut. Anehnya itu pesawat pribadi keluarga ku dan kenapa bisa tiba-tiba lost contact seperti itu, entahlah itu masih menjadi misteri dan membuat ku tak ingin membahasnya. Ku edarkan pandangan ku untuk menyapa dan sekedar melempar senyum sebagai salam kepada pengunjung café, tiba-tiba ku lihat seorang wanita yang sedang asik melihat jalanan Seoul, dia terlihat begitu cantik dengan apa yang dia pakai. Entahlah tiba-tiba bibir ku tertarik membentuk sebuah senyuman saat melihat gadis itu

Authour Pov

            Terlihat Hyun Ah sangat menikmati permainan Chanyeol yang tanpa Hyun Ah sadari pun Chanyeol mencuri pandang padanya, keduanya larut dalam kenikmatan masing-masing. Sampai tak terasa lagu yang berjudul Hello dari Adele, seorang penyanyi wanita yang menyabet pengahargaan bergengsi Grammy Awward telah berakhir. Hyun Ah pun baru sadar kalau dirinya harus segera pulang kalau tidak mau telinganya panas mendengarkan ceramah berjamaah dari kedua orang tuanya sekaligus kakaknya, setelah menyesap cofffe latte untuk yang terakhir sebelumya membayar tagihan coffe tersebut dan langsung keluar café tersebut. Chanyeol yang melihat gadis itu keluar café dengan terburu-buru heran dan ada sedikit penyesalan diwajah tampanya saat gadis itu keluar. Entahlah menyesal karena apa Chanyeol pun tak tahu itu yang jelas hatinya merasa nyaman dan damai saat melihat wajahnya.

“ Kuharap takdir mempertemukan kita lagi ”

To Be Continue…

 

Advertisements

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s