That’s Right! My Type [Chapter 7]

o0IecZ100w

Voyezkaa

Oh Sehun & Im Nayeon , Kim Jongin│ Romance , Marriage Life │PG- 17

This story pure is mine! Don’t copying!!
Don’t be a silent readers and sorry for typo!

12 – 345A5B6

Happy Reading . . .

Inilah hari yang sangat di nantikan Nayeon. Sehun berjanji akan membawanya kepanti saat weekend, dan ini yang ia harapkan Sehun tidak berbohong kepadanya. Ia menepati janjinya. Ia sudah sangat merindukan suasa panti. Rasanya ia ingin sekali menginap, tapi ini tidak mungkin. Mengingat ia sudah bersuami.

Rasanya sudah diizinkan oleh Sehun saja membuatnya senang, dan ia tidak bisa mengharap lebih. Ia akan gunakan waktu ini dengan sebaiknya.

“kau sudah siapkan pakaian kita?” suara Sehun menghentikan kegiatannya membereskan baju. Yap. Mereka akan menginap dirumah orang tua Sehun.

“sudah. Cha. Saatnya kita berangkat” nayeon berdiri dan menghampiri Sehun yang sedang tersenyum kepadanya.

“kau sudah sangat tidak sabar” ucpanya sembari merengkuh tubuh Nayeon dan berjalan keluar kamar. Sementara Chanyeol mengerti suasana ini ia mengambil tas yang berisikan pakaian mereka dan membawannya ke mobil.

Sehun berencana menginap dua hari saja, karena itu permintaan appanya. Dan ia menyetujui itu. Tapi tidak dengan Sena, Sena menyuruhnya menginap beberapa minggu. Sehun berfikir apakah Sena gila? Ia tidak tahu seberapa jauh jarak rumah appanya dengan kantornya?

Saat dimobil Nayeon tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Sedari tadi ia tersenyum bak orang gila? Dan itu membuat Sehun mengerutkan keningnya heran.

Apakah ia sebahagia ini? Batinnya.

Hari – hari sebelum mereka akan pergi, sikap Nayeon berubah sekali. Ia menjadi lebih semangat untuk mengerjakan sesuatu. Tapi terkadang sikap malasnya muncul, dan yang ini lebih parah.

Dua hari yang lalu sebelum mereka pergi, Nayeon tak berniat untuk melakukan kegiatan apapun jika tidak Sehun yang mengerjakannya. Ia juga tidak keluar kamar selama dua hari. Begitu juga dengan Sehun. Entah karena apa sikap manja ini terlalu berlebihan.

Nayeon seperti ingin bersama Sehun untuk waktu yang lama. Selalu berada di samping Sehun. Maka dari itu ia tidak membiarkan Sehun pergi bekerja. Padahal saat itu Sehun ada rapat penting yang harus ia hadiri. Tetapi Nayeon menahannya. Bahkan Nayeon sudah mengeluarkan airmatanya hanya karena Sehun ingin pergi bekerja.

Dan melihat Nayeon sudah seperti itu membuat Sehun seperti merasa bersalah. Dan alhasil ia menuruti keinginan Nayeon. Mendengar itu membuat Nayeon menghentikan tangisnya dan ia tersenyum lebar.

Mengingat kejadian itu membuat Sehun tak bisa menahan senyumnya. Ia senang sekali jika Nayeon sudah sangat manja dengannya. Ya. Inilah yang ia harapkan selama ini.

Mobil mewah berhenti tepat di halaman panti yang ukurannya cukup besar, mengingat ini panti yang sangat terkenal di Korea. Dengan tidak sabaran Nayeon keluar dari mobil dan meninggalkan Sehun yang sedang menggelengkan kepalanya. Merasa sikap kekanakan Nayeon mulai muncul.

Nayeon sudah berdiri di pintu mobil, ia menunggu Sehun keluar. Karena tidak mungkin dia berjalan masuk sendiri ke panti. Bisa – bisa Sehun marah kepadanya. Melihat Sehun tak kunjung keluar membuat Nayeon merasa sedikit sebal.

“oppa kena–“ Nayeon mengentikan kalimatnya saat melihat Sehun sedang seperti menelfon orang penting. Dan hal itu memuat Nayeon mencibir tak jelas. Ia tidak suka jika Sehun mengabaikan nya hanya karena telfon saja. ‘apakah Sehun lebih memilih telfon itu? Ck’ Nayeon menggerutu dalam hati.

Melihat perbahan ekspresi Nayeon membuat Sehun mengakhiri cepat panggilan itu. Dan ia berdiri disisi Nayeon. Ia merengkuh tubuh mungil Nayeon. Dan mereka berjalan memasuki panti.

====

Saat mereka memasuki panti, semua mata tertuju pada mereka. Nayeon melihat tidak ada perubahan yang mencolok dari panti ini. Semua masih terlihat sama.

“noona, eonnie” teriak anak – anak panti. Mereka semua sedikit berlari memeluk Nayeon dengan perasaan rindu yang amat sangat. Begitu juga Nayeon ia sempat menitihkan air matanya dan segera ia hapus. Air mata kebahagian.

Semua yang ada disini sudah ia anggap seperti keluarganya, karena sudah dari kecil ia disini. Mereka semua melepas rindu dengan bercanda, bercerita dan melakukan banyak hal. Ibu Han juga tersenyum melihat sikap Nayeon yang lebih dewasa. Terlebih melihat Nayeon yang menyayangi suaminya yang sangat ia kenal betul. Ibu Han bersyukur karena Nayeon menikah dengan Sehun.

Mereka menghabiskan kurang lebih empat jam disana. Karena mereka kepanti tadi setelah jam makan siang. Dan sekarang hari sudah hampir gelap. Waktu empat jam sangat tidak cukup untuk Nayeon melepas rindu kepada mereka. Tapi melihat ini sudah hampir malam, jadi Nayeon permisi pamit untuk pulang. Dan ia tidak ingin telat menghadiri makan malam dengan appa Sehun dan Sena.

“eonnie pulang dulu ne?” ucapnya kepada anak – anak. Wajah anak – anak berubah menjadi cemberut. Mereka tidak ingin Nayeon pergi. Mereka masih merindukan Nayeon.

“eonnie tidak menginap?”

Nayeon menggeleng dan tersenyum. “tidak, eonnie harus pulang, lain kali ne?”

Anak itu mengangguk pertanda setuju. Mau tidak mau mereka harus merelakan eonnie mereka ini pulang. Toh disini juga ada suaminya. Yang sedari tadi hanya memperhatikan kegiatan mereka saja, tanpa inngin ikut campur tangan.

=====

“oppa gomawo” ucapnya sambil tersenyum dan menyenderkan kepalanya di lengan kanan Sehun. Sehun merengkuh tubuh mungil itu dan mengecup puncak kepalanya.

“hmm, sekarang tidurlah. Kau terlihat sangat lelah” perintah Sehun. Nayeon mengangguk patuh. Ia memejamkan matanya dan merapatkan tubuhnya pada tubuh Sehun. Ia sangat menyukai wangi tubuh Sehun. Dan membuatnya sangat nyaman.

Sehun kembali tersenyum melihat Nayeon kembali manja kepadanya. Berbeda sekali dengan sikap Nayeon di panti tadi.

=====

“eugh”

Nayeon mengerjabkan matanya pelan. Setelah sepenuhnya sadar, Nayeon terduduk di ranjang yang ukuannya tak kalah besar dari ranjang di kamarnya dan suaminya. Ia menatap sekeliling. Rasa tidak asing dengan wangi yang ada dikamar ini.

Tapi kenapa ia bisa terbangun disini? Seingatnya tadi ia saat pulang dari panti tertidur di mobil Sehun dan?

Astaga! Ia baru ingat pasti ini dirumah appa Sehun. Dan ia tahu pasti ini sudah lewat jam makan malam. Nayeon menghembuskan nafasnya panjang. Ia melihat bajunya juga sudah terganti dengan dress tidur yang biasa ia gunakan. Melihat itu ia sedikit menyinggungkan senyumnya.

“kau sudah bangun?”

Nayeon spontan melihat kearah pintu kamar. Suaminya. Melihat itu kembali tersenyum. Sehun berjalan mendekat di sisi ranjang Nayeon dengan nampan makanan di tangannya. Sehun mendudukkan di sana dan meletakkan nampan itu di nakas.

“oppa kenapa tidak membangunkan ku?” tanya Nayeon kesal. Padahal ia ingin ikut makan makan bersama Sena eonnie dan appa Sehun.

Sehun bukannya menjawab. Ia malah tersenyum telus dan mengelus puncak kepala Nayeon lembut. Setelahnya ia mengambil makanan yang sudah ia bawakan tadi. Hal itu membuat Nayeon mengerutkan keningnya. Dan membuatnya bertambah kesal melihat tingkah Sehun.

Sehun menyodorkan sesuap Nasi dengan kimchi diatasnya kemulut nayeon. Nayeon sekilas melihat kearah sendok kemudian melihat kearah Sehun yang saat itu juga sedang menatapnya.

Nayeon tak kunjung membuka mulutnya, dan membuat Sehun menatapya dengan tatapan bertanya.

“kau tidak mau makan? Lihat sudah jam berapa.” Sehun melirik kenakas yang disana terletak jam yang ukuran nya tidak terlalu besar, dengan warna senada dengan cat kamar Sehun.

Nayeon mengikuti arah pandang Sehun dan ia sedikit terkejut melihat jarum jam menunjukkan pukul sebelas lebih dua puluh menit. Kemudian ia menatap Sehun kembali.

“oppa..”

“hmm, sekarang makan!” perintah Sehun.

Mau tidak mau ia memakan makanan yang disuap Sehun. Ia juga sudah sangat lapar. Mengingat ia terbangun karena perutnya selalu saja berbunyi. Melihat Nayeon memakannya membuat Sehun lega. Karena sedari tadi ia menunggu Nayeon tak kunjung bangun. Sehun ingin membangunkannya, tetapi melihat wajah tenang Nayeon terlelap membuat nya tak tega untuk membangunkan Nayeon.

Tapi saat Sehun masuk dengan membawa makanan, ia berniat membangunkan Nayeon. Dan betapa leganya melihat Nayeon sudah terduduk di ranjangnya.

Nayeon menggeleng saat Sehun menyuaipinya entah sudah yang keberapa kali. Sehun mengerti, Nayeon pasti sudah sangat kenyang. Karena tadi ia membawakan nasi dengan porsi yang tidak tanggung tanggung.

Sehun membereskan makanan Nayeon setelah ia memberi Nayeon minum. Sehun hendak beranjak tapi tangannya di cegah oleh Nayeon.

“oppa mau kemana?” tanyanya seolah memohon agar Sehun tidak pergi meninggalkannya.

“aku mengantar ini sebentar” jawab Sehun. Ia juga heran kenapa sikap manja Nayeon kembali. Tapi itu malah membuatnya senang.

Neyeon melepaskan tangannya dan membiarkan Sehun keluar.

Nayeon menghembuskan nafasnya kasar. Ia sangat berbeda dengan Nayeon seperti biasanya. Entah mengapa ia juga tidak tahu. Ia selalu suka dengan wangi parfum Sehun. Padahal Sehun tidak pernah menganti parfumnya. Dan kenapa ia baru suka sekarang?

====

“oppa..” Nayeon menguncangkan tubuh Sehun yang tertidur di sampingnya. Setelah acara makan Sehun menyuruhnya untuk tidur kembali. Dan Nayeon menuruti itu walaupun ia tidak mengantuk sama sekali. Ia tahu pasti Sehun juga mengantuk. Mengingat saat itu suah tengah malam.

“oppa..” rengaknya manja.

Sehun yang merasa terganggu mendudukkan diri menghadap Nayeon yang juga duduk dengan wajah seperti menginginkan sesuatu.

“kenapa?” tanya Sehun lemas dengan suara khas bangun tidur. Ia mengucek matanya untuk membuat kesadarannya penuh. Sehun melirik jam yang ada dinakas. Dan ia mendesah dalam hati.

‘hhh, jam dua lebih lima puluh’

“oppa..” rengeknya lagi.

“aku sudah tidak tahan” ucap Nayeon dengan wajah gelisah. Dan itu membuat Sehun khawatir. Ia juga melihat peluh di pelipis Nayeon.

“wae? Kau kenapa? Membutuhkan sesuatu?” tanya Sehun panik.

Nayeon menggeleng sebagai jawabannya.

“oppa aku ingin kekamar mandi. Tapi tidak berani” ucap Nayeon secara cepat. Jawaban itu membuat Sehun lega. Nayeon tidak kenapa – napa.

“baiklah” Sehun turun dari ranjang dan berdiri di sisi ranjang Nayeon. Nayeon juga mengikuti Sehun. Sehun mengandeng tangan Nayeon dan membawanya ke kamar mandi yan terletak didalam kamarnya.

Padahal jaraknya tidak terlalu jauh. Hanya saja Sehun memaklumi. Ini tengah malam lebih dan ini bukan kamar yang biasa mereka tempati.

====

Mereka sudah kembali kerumah mewah Sehun seteah menginap beberapa malam di rumah appanya. Sehun sudah mulai kembali bekerja. Dan Nayeon hanya berdiam diri dirumah sehun tanpa boleh melakukan apa pun. Dan itu membuatnya mati kebosanan.

Sehun masih sibuk dengan laptopnya mengerjakan beberapa dokumen yang belum ia kerjakan. Pekerjaan nya terganggu mendengar ketukan pintu ruangannya.

“masuk” ucap Sehun dingin dan santai. Ia menghentikan kegiatannya dengan laptopnya dan matanya tertuju kearah pintu. Ia tersenyum miring melihat siapa yang memasuki ruangan kerjanya. Orang yang sudah ingin sekali sedari lama ia tunggu kehadirannya. Kim Jongin.

Sehun beranjak dari duduknya di kursi kebesarannya dan mempersilahkan Jongin duduk disofa yang tidak jauh dari ia duduk tadi.

“ada apa kau ingin aku menemuimu” ucap Jongin to the point saat mereka dalam kesunyian selama beberapa detik. Ucapan Jongin membuat Sehun tersenyum sinis.

“kau rupanya tidak suka basa basi adik kecil”

Jongin mengerutkan keningnya saat Sehun menganggapnya sebagai adik kecil. Dan ia sedikit tidak terima. Mengingat umurnya sudah tidak muda lagi dan ia juga sudah akan mewarisi perusahaan ayahnya.

“ahh, melihat reaksi mu. Sepertinya kau belum mengetahui sesuatu” ucap Sehun sambil meminum kopi yang tadi ia buat sebelum ia duduk di sofa ini. Ucapan Sehun membuat Jongin bertambah tidak mengerti. Ia bak orang bodoh setelah berhadapan dengan seorang Oh Sehun sialan ini.

“kau pasti mengerti mengapa aku menyuruhmu kemari.” Sehun merubah posisi duduknya senyaman mungkin.

“Nayeon..” desis Jongin dan tentu saja Sehun mendengar itu.

“kau cukup peka” Sehun kembali mengeluarkan Senyum misteriusnya. Lain denan wajah Jongin yang terlihat sangat datar. Jika sudah mengingat Nayeon hatinya kembali seperti terisis kembali.

Jongin tidak ada niatan untuk melupakan Nayeon sama sekali. Hanya saja ia ingin melihat orang yang ia cintai bahagia. Dan jika Nayeon bahagia tidak bersamanya, itu tidak masalah untuk Jongin. Bahkan siapa pun rela mati untuk orang yang dicintai bukan?

“aku sudah merelakan Nayeon untukmu, lantas apa lagi? Aku juga tidak pernah mengusik kalian. Terlebih Nayeon.” Jongin berkata penuh luka disetiap katanya. Sehun mengetahui itu, tapi ia mencoba tidak peduli. Ia belum cukup puas dengan perkataan Jongin yang seolah benar – benar melepas Nayeon, itu dapat dilihat dari cara bicara Jongin.

“aku tahu kau tidak benar merelakannya.” Sehun berkata santai.

“aku hanya ingin dia bahagia. Dan soal perasaanku, siapa pun tidak berhak mengetahuinya” jongin tak kalah Santainya.

====

Sehun memasuki kamarnya dengan perasaan bercampur aduk. Tapi setelah melihat orang dicintai sedang terlelap membuat hatinya menjadi tenang dan teduh. Ia mendudukkan diri disamping tubuh Nayeon yang tidur nya menyamping. Wajah damai saat tidur ini menjadi kesukaan Sehun.

Ia mengelus puncak kepala Nayeon lembut. Dan tak lupa bibirnya menyinggungkan senyum kecil. Nayeon sama sekali tidak terusik dari tidurnya. Ia begitu nyaman dan hangat saat merasakan sebuah tangan kekar menyentuh puncak kepalanya.

Kegiatan Sehun terhenti saat ponsel Nayeon bersuara, menandakan ada pesan atau notification yang masuk. Ia mengambilnya dan memeriksa ponsel Nayeon.

Sehun sedikit terkekeh dan membuka akun instagram Nayeon. Tiga jam yang lalu ia mengupload foto selca nya di Instagram miliknya, karena ia rasa sudah tidak pernah lagi mengunakan akunnya tersebut.

Pose dengan wajah yang diimut – imutkan dengan birirnya sedikit maju. Dengan caption ‘Italia? Bukan tempat yang buruk bukan?’ dan ada juga teman Nayeon yang berkomentar tentang foto dan captionnya.

Sehun sedikit berfikir tentang caption yang Nayeon berikan. ‘apakah Nayeon ingin pergi ke Itali?’ fikir Sehun. Melihat pergerakan Nayeon membuat Sehun mengembalikan ponsel itu diatas Nakas. Dan memfokuskan kembali kearah Nayeon, yang ternyata hanya merubah posisi tidurnya membelakangi Sehun.

====

Nayeon memakan makanannya dengan tidak berselera. Padahal ini adalah makanan kesukaan nya yang dibuat oleh ahjumma. Sehun yang sedari tadi memperhatikan Nayeon juga menghentikan kegiatan makannya. Ia merubah posisi duduknya menyamping menghadap Nayeon yang ada disampingnya.

“wae? Apa tidak enak?” Sehun membuka suara dan membuat Nayeon menoleh kearah Sehun dengan wajah lemas. Ia menggelengkan kepalanya. “aku tidak berselera” jawabnya lirih. Nayeon menyender pada kursi di meja makan.

Sehun berubah menjadi khawatir melihat wajah lemes istri tercintanya ini. Padahal besok ia ingin mengajak Nayeon keluar negri, sesuai dengan keinginan Nayeon. Setelah dua minggu yang lalu ia melihat postingan Nayeon. Dan ia memutuskan besok mereka akan pergi.

Tapi melihat Nayeon terlihat sangat lemas pagi ini membuatnya mengurungkan niatnya untuk membawa Nayeon. Bahkan Sehun sudah membeli tiket dan menyiapkan pakaian mereka berdua.

“ingin makan diluar?” tawar Sehun. Lagi – lagi Nayeon menggeleng lemah. Jawaban itu membuat Sehun menghembuskan nafasnya pelan.

Sehun membawa Nayeon kepangkuannya dengan posisi berhadapan. Agar Sehun juga dapat melihat wajah istrinya. Nayeon pasrah saja saat Sehun membawanya duduk dipangkuannya. Tiba – tiba saja Sehun mengalungkan lengannya di leher Sehun dan membenamkan wajahnya disana.

Nayeon merasa tenang setelah ia memeluk Sehun. Sehun merengkuh tubuh Nayeon dan mengelus punggungnya.

“kau sakit? Aku telfon dokter ya?” Nayeon mengeratkan pelukannya pada leher Sehun seolah menandakan ia tidak ingin. Dan itu membuat Sehun sedikit tersiksa.

“arraseo..arraseo.. jika tidak mau, sekarang makan!” perintah Sehun.

Tidak ada jawaban Nayoen. Sehun merasakan bibir Nayeon sedikit mengecup lehernya dan sesekali menggingit. Kegiatan Nayeon membuat Sehun sedikit menggeram. Ohh! Tidak Sehun sudah ingin membawa Nayeon keranjang dan bermain disana. Tapi melihat wajah Nayeon yang tidak bersemangat membuatnya menahan gairah yang sudah memuncak itu.

Nayeon menjauhkan kepalanya dan saat ini ia menatap wajah tampan Sehun. Ya tuhan wajah tampan Sehun bertambah setiap harinya. Nayeon tersenyum dan senyum itu sangat manis sekali, terlihat sangat manja juga.

Sehun terkejut saat Nayeon menempelkan bibirnya pada bibir Sehun, tidak lama hanya beberapa detik saja kemudian Nayeon melepaskan dan kembali menatap Sehun.

“mencoba menggoda ku nyonya Oh?” Sehun menyeringai. Tapi itu tidak membuat Nayeon takut.

“Oh Sehun tergoda rupanya..” Nayeon menjawab dengan nada yang sangat manja sambil memainkan kancing kemeja yang Sehun gunakan. Sehun benar – benar ingin sekali bermain dengan Nayeon saat ini juga.

“hentikan Nayeon” Ucap Sehun penuh penekanan disetiap katanya. Tapi bukan Nayeon jika menuruti perintah Sehun. Nayeon masih bersama kegiatannya dan tidak memperdulikan ucapan tajam Sehun.

“oppa, suapi aku” ucap Nayeon pelan.

“baiklah” Sehun pasrah. Dan ia mengurungkan niatnya untuk menyerang Nayeon.

TBC

Pendek ya? Kalian juga komentarnya ga panjang kok -_- Cuma ‘next thor’ jadi aku buatnya ga panjang. Kalau mau panjang komentarnya juga panjang dong.
Update sebulan sekali insya allah –kalau ga sibuk banget. Jangan jadi silent readers tolong yaa~ kalau aku perhatiin sider banyak banget hampir 90%. Tapi kalau kalian juga tetep gak mau kasih komentar ga masalah. Dan kalian akan tanggung jika cerita ini sudah mendekati ending.

Byee. Dapet CHU~ untuk good readers.

Advertisements

25 thoughts on “That’s Right! My Type [Chapter 7]”

  1. Wkwk mungkin tadi typo nulisnya lemes jadi aneh bacanya wkwk

    Tapi aku mulai gemes sama sikap nayeon manja manja gituu, aku juga mauuu kaliii /wkwk/

    Oh ya apa aja yang diomongin sama jongin sehun sedikit penasaran sih akuu

    Next ya, trus juga maaf kalo misalnya aku comentnya kurang panjang heheh

    Ditunggu next chapnya ya ^^
    Hwaiting ^^

    Like

  2. Akhirnya chapternya uda dipost…sehun blm peka ya nayeon kemungkinan lagi hamil?*kyknya sih dari tingkahnya yg manja dan labil 😅 trus jongin blm sadar mereka saudara seibu tp beda ayah???😒 next ditunggu

    Like

  3. Nayeon hamil kah???sehun kyknya udah tau klo dy n jongin lahir dri ibu yg sama…sehun yg tkg perintah jdi si penurut di dpn nayeon😄😄😄😄

    Like

  4. Nayeon hamil kah tho?seperti tandaw org hamil (sok tau)hahaha
    Jadi yg diomongin sehun sama jongin itu apa?dehun sdh tau kan kalau jong in itu adiknya tapi dr ayah yg berbeda?tapi jonginnya blm tau kan?oooh sehun sama nayeon sweet banget deh tapi jongin kasihan(tetep deh mikirin jong in)
    Keren kak,ditunghu update selanjutnya,hwaiting!!^^

    Like

  5. thor ijin baca… maaf langsung chap 7 taunya nemu chap 7 heheh aku usahain coment chap sebelumnya…
    tpi maaf juga soalnya aku klo baca ff disimpan dulu bru coment jdi comentnya akhir heheh *malah cerita*
    ok keep writing thor ceritanya seru.. saran ntar tamabhi konfliknya biar makin greget.. hahah ok maksih

    Like

  6. tanda” hamil mungkin kok manja s sekali nayeon tp kalau hamil beneran sihh ya ikut seneng next ya kak ditunggu kelanjutan nya
    fighting kak!

    Like

  7. nayeon manja m sehun,,, ap nayeon hamil??? semoga sja… pgn crita ke depannya jd crita yg seruu, tdk trlalu rumit,, krn hidup sdh rumit tolong jgn buat hidup nayeon dan sehun rumit… kekekekekeke…
    bagaimana klo sehun dan nayeon punya baby y??? triplet skalian.. pasti seruuyuu
    apalagi sehun jg so sweet… kpn punya suami kyk sehun??????? jd baper…

    Like

  8. Uuuu makin romantis aja. Manja sana sini si nyonya Oh. Chapter depan keknya terungkap deh kalo Nayeon lagi hamil /?/ *elahsoktau*. Fighting kak ^^

    Like

  9. Wa!!!!! Aq suka bangat sama perilakunya Sehun…sweet gitu..oh ya slm kenal ya thor..aq peminat hasil karya mu. Aq suka bangat sama hasil tulisan mu,cuma..yah aq 03 line dan banyak urusan di sekolah jadi agak sibuk dan tidak sempat mahu baca semua hasil mu tapi sekarang aq punyai waktu yg lenggang jadi aq mahu habiskan masa cuti ku dngn baca hasil karya mu..ok sampai sini saja slm kenal ya..teruskan lagi tulisan mu..fighting!

    Like

  10. aaaaahhhh sehun so sweet banget. peka banget juga istri nya kode pengen ke itali di wujutin beneran. suka banget. lanjutkan thor bikin makin so sweet ya sehun nya

    Like

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s