That’s Right! My Type [Chapter 8]

o0IecZ100w

Voyezkaa

Oh Sehun & Im Nayeon

Romance , Marriage Life

PG- 17

This story pure is mine! Don’t copying!!

Don’t be a silent readers and sorry for typo!

Nb : Mohon maaf untuk keterlambatan posting. Dikarenakan beberapa faktor. Dimohon tidak hanya sekedar membaca! Tapi juga memberi feedback.

12345A5B67

Happy Reading…

Kehidupan keduanya sama – sama berubah seratus delapan puluh derajat. Semua berubah. Tidak ada Sehun yang pemaksa dan tatapan yang menakutkan lagi saat di depan Nayeon. Begitu pula Nayeon. Tidak ada Nayeon yang bisa di perintah seenaknya dengan Sehun.

Nayeon berubah. Entah apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Ia sangat manja, selalu ingin mencium baru parfum Sehun dan selalu merindukan Sehun? Itu sama sekali bukan Im Nayeon yang sesungguh nya.

Ia juga selalu menginginkan sesuatu itu harus ada di depan matanya dengan cepat. Dan harus Sehun tentunya yang membeli ataupun membuatkan sesuatu.

Oh! Tidak. Ini bukan kehendaknya seratus persen. Ini seperti ada sebuah dorongan dari dalam dirinya yang mengharuskan itu dan meminta aneh aneh.

‘Tidak usah difikirkan Nayeon, ada Sehun yang selalu menuruti mu bukan?’ Nayeon berucap dalam hati sembari menyinggungkan Senyumnya yang mempunyai maksud tersendiri didalamnya. Entahlah. Kita semua tidak tahu.

Sudah terhitung sejak tiga minggu yang lalu mereka mengunjungi panti asuhan dimana dulu Nayeon tinggal. Hm. Rasanya Nayeon saat ini bukan Nayeon yang dulu. Ia berubah. Sudah berulang kali bukan ini dibahas?

Hubungannya dengan Sehun selalu ada peningkatannya setiap harinya. Selalu romantis saat keluar ㅡbelanja bahan makanan atau pun hanya sekedar makan diluar karena keinginan Sehun atau pun Nayeon. Terkadang juga ada sedikit pertengkaran diantara mereka. Walaupun lagi dan lagi Sehun yang harus mengalah. Rasanya ia benar benar sudah tertaklukan dengan seorang Im Nayeon ㅡah! Dia bukan Im Nayeon melainkan Oh Nayeon.

Nayeon merasa sangat bosan sekali berada di kediamannya saat ini. Ia butuh udara segar saat ini juga. Setelah dua jam yang lalu Sehun pergi dan berpamitan akan bekerja, Nayeon ditinggal Seorang diri lagi. Dan Sehun juga tidak bilang akan makan siang bersamanya. ‘Apakah Sehun ada meeting? Atau sejenisnya hingga tidak bisa makan siang bersama ku? Tidak biasanya’ ucapnya dalam hati.

Lebih baik sekarang Nayeon bergegas untuk keluar hanya sekedar mencari udara segar diluar sana. Sudah lama ia tidak pergi sendirian semenjak ia tinggal bersama Sehun.

Nayeon menganti baju yang ia kenakan menjadi baju yang lebih pantas dipandang. Dengan legging dan sweater nya ㅡkarena ia rasa diluar sana pasti suasa dingin bukan? Mengingat ini akan memasuki musim dingi? Atau ini sudah musim dingin? Ah! Nayeon tidak tahu itu.

Nayeon berdiri di depan cermin memandang dirinya. Ia tersenyum melihat pantulan dirinya. Tapi seketika ia mengkerutkan dahinya? Seperti ada yang beda darinya? Ia meneliti lebih jauh dan … oh tidak pipinya sedikit membengkak ㅡmengingat porsi makan Nayeon akhir akhir ini sudah tidak terkontrol lagi? Nayeon sedikit menyesali hal itu.

Ia segera mengambil tas kecilnya yang hanya cukup berisikan dompet dan handphone saja. Menambah sedikit polesan lipstick nya yang berwarna pink rosy, ia sangat suka dengan warna ini.

Nayeon berjalan keluar rumah sendiri. Seperti biasa salah satu supir Sehun sudah mengikuti Nayeon dan Nayeon tidak suka itu. Ia sedang ingin sendiri dan ingin menaiki angkotan umum saja? Sudah lama ia tidak menaiki angkotan umum.

“Nona…”

“Aku akan pergi sendiri” Nayeon menatap pria bertubuh lebih kecil dari Sehun yang kalau tidak salah namanta Baekhyun? Entahlah dia tidak terlalu mengingat itu.

“Kau bisa beristirahat, jika Sehun memarahi mu, aku yang akan bertanggung jawab dan kalau ia bertanya bilang saja ini kemaukan ku sendiri. Dan ingat, jangan bilang kalau aku pergi. Kau hanya bilang kalau Sehun bertanya saja. Oke?”

Baekhyun tampak ragu. Ia tidak yakin ini. Kalau saja Sehun marah, bisa habis dia. Apakah nona nya tidak tahu bagaimana Sehun murka? Tapi apakah Baekhyun boleh bertanya kemana nona nya ini pergi? Lagi lagi ia ragu dan tidak memiliki nyali.

“Tapi nona…”

“Baek…”

“Baik nona, aku akan mengikuti perintah nona”

Ucapan Baekhyun membuat Nayeon tersenyum bahagia. Sangat. Ya Tuhan Nayeon sangat senang.

“Nona..”

Senyum Nayeon memudar seketika digantikan dengan raut bingung.

“Tapi sebenarnya nona akan kemana. Em jika nanti ㅡ”

“Aku akan menemani teman ku tidak jauh dari sini. Jika aku membutuhkan mu aku akan menghubungi mu”

Astaga! Kebohongan macam apa ini. Menemui teman? Oh! Apakah Nayeon mempunyai teman? Teman? Hm sepetinya ㅡDahyun! Iya Dahyun adalah temannya bukan? Seperti nya ia akan pergi ke tempat kerja Dahyun. Dan itu bukan ide yang buruk?

“Baiklah. Hati – hati nona”

Baekhyun membungkuk hormat dan Nayeon hanya tersenyum. Kemudian ia berbalik dan melangkahkan kakinya menuju tempat dimana ia pernah bekerja dulu. Ia tak sabar ingin bertemu Dahyun. Teman? Sahabat? Ah! Dahyun sudah ia anggap sebagai keluarganya. Dahyun sangat baik kepadanya.

Nayeon sampai di halte yang jaraknya lumayan jauh. Untung saja matahari tidak muncul ㅡkarena mengingat ini masih hampir pukul sepuluh pagi. Dan sepertinya matahari tidak benar – benar akan muncul. Ia berharap begitu.

Tak lama ia menunggu bus datang. Dan ia memasuki bus tersebut dan duduk di tempat yang kosong. Karena ini bukan jam pulang sekolah atau istirahat atau apapun, bus ini tidak seramai biasanya.

Nayeon sudah sampai di pemberhentian ke dua dimana ini sangat dengan cafee dimana ia bekerja dulu. Seluas senyum yang ada di wajahnya. Karena ia sudah berada beberapa langkah didepan pintu cafee. Ia memandang sejenak.

‘Dahyum masih bekerja disana?’ Ia tersenyum. Walaupun Dahyun berada di keluarga kalangan atas ia tidak malu jika harus bekerja part time seperti ini. Menurut prinsip Dahyun. Ia sangat suka jika mendapat uang hasil kerja keras dan lebih terlihat keren? Prinsip macam apa itu?

Nayeon memasuki cafee itu. Tidak begitu ramai.

“Selamat daㅡ”

Ucapan Dahyun terhenti saat yang ia lihat pelanggannya ini seperti ia pernah mengenal. Dahyun meneliti dari atas sampai bawah. Lalu mengulanginya lagi? Dan Nayeon hanya berdiri saja tanpa ingin menyapa ataupun melangkah. Karena ia masih menikmati pemandangan di depannya saat ini

‘Wajah tetkejut Dahyun sangat lucu’

“YAK! IM NAYEON”

Lengkingan Dahyun berhasil membuat pelanggan cafee ini tertuju pada mereka berdua. ‘Dahyun sudah berubah atau masih sama? Entahlah’

Dahyun berjalan dan segera memeluk Nayeon melepas rindunya. Karena jujur ia sangat merindukan sosok Nayeon saat ini. Sudah berapa bulan ia tidak bertemu Nayeon. Dan rasanya ia mau mati.

Nayeon membalas pelukan Dahyun erat. Mereka sama sama melepaskan rindu yang sudah lama terpendam. Saat saat seperti ini lah yang sangat menyenangkan.

“Ya! Dahyun! Aku tidak bi-bisa bernafas”

Peluka  Dahyun sangat erat membuat Nayeon kesulitan bernafas. Seketika itu juga Dahyun melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar menampakkan giginya yang rata ㅡsenyum tanpa dosa.

Dahyun membawa Nayeon ke tempat duduk kosong di ujung cafee ini. Ia sangat antusias sekali. Seperti ingin mendengarkan sebuah cerita?

“Wae?”

Tanya Nayeon saat mereka sudah duduk dan tatapan Dahyun yang aneh ini menganggu konsentrasinya. Wajah Dahyun condong kedepan dengan tangan didagu dengan senyum yang sedari tadi tidak kunjung  berhenti.

“Dahyun. Kau membuat ku takut”

Dahyun hanya tertawa kecil melihat ekspresi Nayeon yang masih sama menurutnya. Lucu dan menggemaskan.

“Ani. Kenapa kau kemari? Apa merindukan ku? Ah! Sudah ku duga.”

Dahyun bertanya dengan pertanyaan dan mejawab sendiri. Bukankan ini aneh? Dan apa maksudnya merindukannya?

“Cih! Percaya diri sekali”

“Wahh. Im Nayeon ㅡah Oh Nayeon sekarang sudah berubah sekali.”

Ucapan Dahyun membuat Nayeon memerah. Wajahnya sudah seperti tomat saat ini. Dan kenapa tiba tiba suasana menjadi sangat panas? Lebih saialnnya lagi Dahyun menyebut namanya di ganti marga OH! Sialan bukan?

“Ya! Lihat wajah mu memerah, astaga Nayeon!”

“Berhentilah menggoda ku Dahyun..” ucap Nayeon menggeram dan ada nada malu di dalamnya. Membuat lagi – lagi Dahyun terkekeh.

Mereka mulai bercerita. Banyak sekali yang mereka bicarakan. Baru saja dua bulan tidak bertemu? Bagaimana jika bertahun tahun?

Saat topik mereka bergati kepada seseorang raut wajah Nayeon berubah Sendu.

“Jongin oppa sudah pindah ke America dua minggu yang lalu, ia melanjutkan kuliah disana ㅡsebenarnya kami merahasiakan ini. Tapi aku tidak tahan ingin memberi tahu mu”

“Lalu? Dia tidak akan kembali lagi?”

“Aku tidak yakin. Dia tidak ada membicaran akan kembali malam itu. Dan ia juga sedikit tidak rela ㅡkalau dilihat dari raut wajahnya…”

“Seharusnya kami bertemu dulu bukan? Ia menghilang begitu saja.”

‘Andai saja kau tahu yang sebenarnya. Aku tidak yakin…’ batin Dahyun.

Nayeon kembali menambah raut wajahnya manjadi lebih sendu. Ia ingin bertemu Jongin sekali saja. Mengingat sejak hari itu, ia tidak lagi berhubungan dengan Nayeon.

“Sudahlah. Kau juga sudah ada penggantinya kan?”

Ucapan Dahyun seperti menggoda Nayeon. Sebenarnya Dahyun hanya ingin mengalihkan topik saja. Ia tidak suka melihat wajah sendu temannya ini.

“Tapi kan…”

“Sudah lahh.. bagaimana?”

Seringai Dahyun membuat Nayeon mengerutkan dahinya.

“Apanya yang bagaimana?” Tanya Nayeon benar – benar tidak tahu maksud perkataan Dahyun.

“Eeeeyyy, kau pura – pura tidak tahu?”

“Aku benar benar tidak tahu maksudmu Dahyun. Kau membuat ku berfikir. Berbicara lah yang jelas.”

“Malam pertama kalian? Apa kalian melakukannya?”

Blush

Wajah Nayeon mengeluarkan rona merah itu kembali. Bagaimana bisa Dahyun menyebutnya secara terang terangan. Ini di tempat umum yang siapapun pasti bisa mendengar. Buka di tempat private yang biasa orang kaya pesan hanya untuk sekedar membicaran hal kecil.

“Jika di lihat dari rona wajahmu. Kalian sudah melakukannya bukan? Ah! Pasti kalian juga sudah sering?”

“Ya! Dahyun bisa tidak, tidak usah membahas ini? Kau menyebalkan!”

Malu. Nayeon sangat malu. Ini bukan pembicaraan yang ia inginkan. Astaga!

“Sudah akui saja Nayeon. Apa ia bermain kasar? Berapa ronde yang kalian lakukan?”

Dahyun masih tetap bertanya tentang ini. Ia tidak membutuhkan jawaban sebenarnya. Hanya saja ia ingin melihat wajah Nayeon yang merona dan tingkahnya yang lucu. Benar benar seperti remaja yang tertangkap basah sedang bercinta?

“Dahyun…” ucap Nayeon memperingati, dengan tatapan yang seolah itu menakutkan. Tapi tidak untuk Dahyun. Ia masih ingin melakukan interview ini. Dan ia hanya mengangkat bahu acuh.

“Ah~ pasti Sehun sangat lembut kepadamu kan? Aku jadi ingin cepat cepat menikah”

Oke jika ini yang Dahyun inginkan. Pembicaan ini tidak akan ada habisnya jika Nayeon tidak menjawab bukan? Sebaik nya ia menjawab dan menyuruh Dahyun berhenti menggodanya. Sialan.

“Baiklah Dahyun. Aku aku kami pernah. Sudah puas?”

Dahyun tersenyum lebar. Akhirnya ia mendengar sendiri dari mulut sahabatnya ini. Rencana menggodanya tidak sia sia. Ia tau bahwa Nayeon akan begini. Nayeon akan jujur agar Dahyun berhenti menggoda.

“Sudah kuduga…”

Nayeon sebenar nya malu mengakui ini. Sangat. Ini kan privasinya bukan? Tapi tak apa lah. Ia tidak mencetitakan bagaimana detail kejadian itu bukan? Itu tidak masalah. Lagi pula ia memberitahu ini bukan kepada orang yang ia tidak kenal. Melainkan kepada sahabat nya yang sudah ia anggap sebagai keluarga.

“Kau kesini…?”

“Aku menggunakan angkutan umum”

“Ya! Jika Sehun marah kepadamu bagaimana? Bukankah dia banyak sekali pengawal? Kenapa kaㅡ”

“Dahyun, ini keinginan ku sendiri. Lagi pula dulu aku begini juga bukan? Tidak masalah, percayalah Sehun akan takluk kepada ku” ucapnya bangga di akhir kalimat sambil tersenyum mengingat bagaimana takluknya Oh Sehun kepadanya. Jika saja media mengetahui hal ini, bagaimana reaksi Sehun? Ah~ tak terbayangkan.

“Ckck dasar Oh Nayeon”

Dahyun hanya menggelengkan kepalanya melihat bagaimana perubahan seorang Nayeon dihadapannya ini. Bisa saja kan hal buruk terjadi jika Nayeon tidak bersama para pengawal? Tapi ia tidak boleh mendoakan hal buruk kepada sahabat nya ini.

“Baiklah kau ingin pesan apa? Akan aku buatkan yang special khusus untuk mu,ㅡaku bahkan melupakan kalau aku sedang bekerja hari ini”

“Aku ingin Coffee Latte hangat”

“Baiklah. Tunggu sebentar nona manja..”

ㅡ ㅇ ㅡ

Hari sudah semakian siang. Matahari belum juga menampakkan diri. Hanya ada awan mendung diatas sana. Angin yang berhembus pelan menambah kesejukan.

Ini sudah hampir makan siang dan pekerjaan Sehun belum juga selesai. Apa lagi meeting yang akan di adakan setelah makan siang nanti. Rasanya badannya sangat lelah sekarang, bahkan bukan hanya badan melainkan fikirannya.

Satu nama yang ada difikirannya saat ini membuatnya tersenyum dan berhentu menatap laptop dihadapannya ini. Sehun mengambil ponselnya dan ia mengetikkan pesan untuk Nayeon. Ah~ ia merindukan Nayeon.

ㅡyeobeo… sudah makan siang? Lagi ngapain? Apakah membosankan?ㅡ

Send.

Pesannya terkirim. Ia menyenderkan tubuhnya di senderan kursi sambil mengistirahatkan sejenak fikirannya. Mengingat Nayeon ia menjadi lebih hidup. Tujuannya ia bekerja keras seperti ini karena Nayeon tentunya. Agar Nayeon bahagia bersamanya dan kebutuhan Nayeon terpenuhi.

Ponselnya berdering dan ia segera melihat pesan masuk itu. Lagi lagi ia tersenyum.

ㅡsudah oppa. Tidak membosan asalkan kau pulang cepat. Aku menunggumu. Chu~ㅡ

Lihatlah. Nayeon sanggat menggoda bukan? Hanya dengan membaca pesan masuk Nayeon saja Sehun sudah bergairah. Ah! Ia harus menuntaskan pekerjaan ini dengan cepat lalu pulang dan bertemu Nayeon. Andai saja meeting sialan ini tidak ada, ia akan pulang sekarang juga.

ㅡTunggulah sebentar lagi sayang…ㅡ

Sehun meletakkan ponselnya dan kembali menyelesaikan ini sedikit lagi. Ia ingin segera memeluk tubuh kecil Nayeon, menghirup aroma nya yang ia sangat sukai. Ia benar benar merindukan Nayeon.

Sebenarnya ia ingin makan siang bersama Nayeon. Tapi tida bisa. Itu memakan waktu yang sangat lama jika ia ke harus bolak balik. Dan jadilah ia makan sendiri di ruangannyaa dengan makanan yang Chanyeol beli di luar tadi. Tiba tiba saja ia menginginkan jjajangmyeon pedas di kedai dekat kantornya.

Dan inilah saat nya. Meeting bersama kolega kolega dan membahas tentang beberapa perusahaan yang dibawah naungan OSH Corp. Ia semakin bersemangat. Karena setelahnya ia bisa pergi menemui istri tercintanya. Oh Nayeon.

Sehun berjalan terburu keluar dari ruangan meeting. Beberapa pasang mata melihatnya heran. Tidak biasanya Sehun seperti ini? Begitu juga Chanyeol yang sedari tadi mengikuti langkah Sehun. Sangat cepat.

Ia memasuki mobil yang dibukakan oleh salah seorang pengawal. Dan Chanyeol yang mengendarainya. Sehun membuka ponselnya. Beberapa menit yang lalu Nayeon mengiriminya pesan yang mengatakan ia ingin di jemput olehnya di taman bermain dekat cafee nya dulu bekerja.

“Ke taman bermain dekat cafee yeol?!” Perintah Sehun. Chanyeol faham ini. Tadi Baekhyun sudah bilang kepadanya bahwa nona mereka tidak dirumah. Hanya saja ia tidak terlalu berani untuk meberitahu tahu Sehun.

“Baik tuan”

Didalam perjalanan Sehun tidak bisa berfikiran dengan jelas. Ia khawatir sekali. Nayeonnya apakah baik – baik saja? Apakah ia sendiri? Atau? Kemungkinan lain yang membuatnya frustasi. Ia sudah menyiapkan sumpah serapahnya untuk Baekhyun yang tidak mengawal istrinya saat pergi sendiri. Dan kenapa pula Baekhyun menyetujui itu? Itulah yang Sehun fikirkan sedari tadi.

Setelah sampai ia segera turun dan mencari sekeliling taman. Lumayan ramai mengingat ini hampir sore dan biasanya para orang tua mengajak mengajak para anak – anak mereka pergi keluar hanya untuk bermain ㅡtapi bukankah saat ini cuaca nya sangat dingin? Sialan! Ia tidak ingin melihat Nayeon yang mati kedinginan disini.

Sehun berkeliling begitu juga Chanyeol yang ia perintahkan untuk membantunya mencari Nayeon. Tapi belum juga bertemu. Sampai akhirnya…

“Nuna kenapa berhenti? Ayo kejar Jae il lagi”

“Nuna.. nuna capek sayang.. istirahat sebentar yaa..”

Itu suara Nayeon. Suara yang terlihat sangat kelelahan seperti habis bernanyi. Sehun menghadap ke kirinya. Ada tempat duduk dan seorang wanita yang sedang duduk disana dan seorang anak kecil yang menarik narik tangan wanita itu.

Sehun tahu betul siapa wanita itu. Ia menghampiri Nayeon dan berdiri di belakang Nayeon. Anak kecil tadi berhenti menarik Nayeon dan tatapannya bertemu dengan tatapan Sehun yang ㅡsedang tersenyum manis?

“Nuna ini lagi capek sayang, udahan dulu ya mainnya?”

Nayeon sontak berbalik dan ia melihat Sehun disana. Tepat dibelakangnya. Ia bahagis bertemu Sehun.

“Yaudah. Aku pulang ya ㅡnuna besok kita main lagi”

Sianak itu sudah pergi tanpa menunggu jawaban Nayeon yang sudah membuka mulutnya untuk menjawab.

Sehun mendudukkan diri disana ㅡdisebelah Nayeon. Dengan menggenggam tangan kecil Nayeon. Ia menyenderkan kepalanya di pundak Sehun. Ia capek. Sangat capek. Berlari, bermain bersama anak kecil tadi sangat menguras tenaganya.

“Oppa aku…”

Belum sempat Nayeon melanjutkan kata katanya, tubuhnya seperti sudah tidak bernyawa. Sehun segera merengkuh Nayeon. Ia panik. Nayeon ㅡpingsan. Ya Tuhan bagaimana ini?

Ia merogoh sakunya dan menelfon Chanyeol untuk menyusulnya kesini dan lengsung mematikan telfonnya tanpa menunggu jawaban setuju dari Chanyeol.

Chanyeol sangat lama. Ia menggendong tubuh tak berdaya Nayeon ke arah mobilnya. Lumayan jauh dari tempat ia berada disini. Dari kejauhan ia melihat Chanyeol dengan raut khawatir juga dan bingung ㅡkarena Sehun tidak bilang dimana tempat ia berada bukan? Ini salah siapa?

 

“Kerumah sakit sekarang juga!”

 

Chanyeol mengangguk patuh dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit Sehun ㅡyang fasilitasnya sangat lengkap. Perjalanan sangat ramai dan sialnya mereka terjebak macet. Didalam mobil Sehun sudah mencoba membangunkan Nayeon dengan berbagai cara. Tapi Nayeon tak kunjung mebuka matanya. Sialan!

 

“Shit!!! Kenapa lama sekali. Sialan!”

 

Umpatannya sudah sedari tadi keluar. Ia tidak sabaran. Apakah mereka semua tidak tahu Bahwa saat ini Nayeonnya sudah tak sadarkan diri? Dan sangat membutuhkan Dokter sekarang. Sialan!

 

“Nayeonah kumohon bertahanlah”

 

“Ya tuhan Nayeon..”

 

Sialan.

 

Sehun melihat kearah jalanan dan ia bisa bernafas lega saat mobilnya terparkir sempurna di depan pintu masuk. Chanyeol berjalan keliar dan memerintahkan para perawat untuk membawa sejenis tempat tidur untuk membawa Nayeon keruangan pemeriksaan disana.

 

“Cepat!!!”

 

Sudah habis kesabaran Sehun saat melihat para perawat pria ini sangat lama dalam melakukan segala hal. Lihatlah wajah Sehun saat ini? Tidak bisa dibilang seperti Sehun biasanya. Kemejanya sudah kusut dan lengannya ia gulung sebatas siku ㅡjas kerjanya sudah entah kemana.

 

Mereka memasuki ruanagan khusus Sehun di lantai atas. Di lantai atas adalah ruangan diatas kelas VVIP hanya ada tiga kamar saja dan salah satunya khusus untuk Sehun.

 

Dokter memeriksa Nayeon dan Sehun masih disana. Menggenggam tangan Nayeon dengan wajah khawatir. Tidak ada yang masuk selain dokter Choi, Sehun dan Nayeon. Dokter Choi masih memeriksa Nayeon dengan hati hati. Tak lupa pula Dr. Choi juga memberi infus di tangan Nayeon.

 

Tak lama, Dr. Choi menghadap Sehun dan tersenyum. Sehun tidak mengerti arti dari tatapan Dr. Choi. Bukanya menjelaskan dengan segera penyebab dari pingsannya Nayeon malah tersenyum seperti ini.

 

“Kondisi nona Nayeon tidak parah, hanya kelelahan saja. Saya sudah memberi obat dan beberapa menit lagi dia akan terbangun.”

 

“Syukurlah..”

 

“Selamat tuan Oh.”

 

Sehun mengerutkan keningnya. Selamat? Untuk apa? Apakah ini kabar baik atau…

 

“Istri tuan sedang mengandung. Usianya masih sangat rentan ㅡempat minggu. Di usahakan untuk tidak banyak melakukan pekerjaan yang berat.”

 

Sehun melongo tidak percaya. Nayeon nya sedang hamil? Hamil anak nya? Oh tuhan bagaima ㅡjangan ditanya bagaimana Oh sehun, mengingat kau selalu saja memasuki Nayeon setiap ada kesempatan.

 

Ia bahagia. Sangat. Nayeon sedang mengandung. Anaknya. Darah dagingnya.

 

“Te-terima kasih dokter”

 

Ucapannya terdengar parau. Ia nyaris saja meneteskan airmata nya. Air mata bahagia.

 

“Kalau begitu saya permisi tuan Oh. Jika ada yang anda butuhkan. Hubungi saja.”

 

“Baiklah”

 

Dokter Choi pergi keluar dan tinggalah mereka berdua. Dengan Nayeon yang masih berbaring di sana. Ia menatap Nayeon yang terlihat pucat. Sangat. Rasa takut menghantiunya kembali. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika menjadi Nayeon. Dan ia merasakan bahagia dan takut di waktu yang sama.

 

“Aku akan menjadi seorang appa sebentar lagi..”

 

Tangannya masih setia mengenggam tangan wanita itu. Sesekali mengelusnya. Tatapannya tertuju pada perut Nayeon yang rata.

 

‘Disana akan ada malaikat kecil kami’ lagi lagi senyumnya mengembang bersamaan dengan bergeraknya jemari Nayeon yang ia genggam. Nayeon merasa hangat di bagian tangan kirinya. Ternyata ada sebuah tangan kokoh disana. Menggenggam erat dan memberi kehangatan dan kenyamanan.

 

“Oppa…”

 

“Nayeonah, kau sudah sadar sayang…”

 

“Apa yang terjadi ㅡ” Nayeon menatap sekeliling. Ini di bukan dikamar mereka ㅡwalaupun desainnya hampir mirip. Tapi ia tahu bau apa saat ini. Obat? Dan? Oh! Lengannya di infus. Apa yang terjadi dengan ku? Gumamnya.

 

“Oppa apa yang ㅡ”

 

Ucapan Nayeon terhenti saat telapak tangan Sehun tiba tiba saja berada di perutnya. Ia mengikuti arah telapak tengan Sehun dan ia bingung? Apa yang terjadi?

 

“Disini akan ada malaikat kecil kita, dan kita harus menjaganya bukan? Dokter bilang kau tidak boleh kelelahan lagi”

 

Jadi…

 

Oh Tuhan Nayeon menangis sekarang. Ia bahagia. Ia tahu apa maksud dari perkataan Sehun barusan. Ia akan menjadi seorang eomma?

 

“A-aku mengandung?”

 

“Iya sayang…”

 

“Oppa…”

 

Sehun merengkuh tubuh Nayeon. Ia membiarkan Nayeon membasahi kemejanya. Ia tahu Nayeon akan begini. Apa Nayeon tidak bahagia? Kenapa ia menangis?

 

“Kau -bahagia?”

 

“Tentu saja bodoh!”

 

Sialan. Bisa bisanya Nayeon mengatakannya bodoh! Apa apaan ini. Bahkan IQ nya saja diatas rata rata. Seenaknya saja. Tapi ia tidak mempermasalahkan itu. Berarti Nayeon bahagia mengandung anaknya ㅡanak mereka.

 

Nayeon masih menangis disana. Kebahagiaannya tidak bisa ia ungkapkan lagi. Ia sangat sangat bahagia sekali. Secepat ini kah? Ah~ pantas saja selama beberapa minggu terakhir ini sikapnya sangat berbeda dan? Pipi nya membesar. Ternyata ia sedang mengandung.

 

‘Aku bahagia sekali Tuhan. Kau mempercayakan Kami menjaga malaikat kecil ini nantinya. Aku selalu berharap kami baik baik saja. Jaga kami Tuhan. Aku dan Sehun akan menjaga ia. Mulai saat ini dan selamanya’

 

TBC

 

HAIIII~

 

Apa kabar para pembaca setia TRMT? Baik? Adakah yang masih ingat fanfic ini. I hope.

 

Maaf untuk keterlambatan posting. Jika kalian follow blog saya, kalian tahu alasan saya tidak memposting Fanfic apapun di blog mana pun. Dikarenakan laptop saya rusak dan sampai saat ini belum baik.

 

Saya mengulang lagi cerita ini dan mengetik di ponsel saya ㅠㅠ rasanya kalian tahu?mengulang? Demi kalian yang menunggu *kalau ada* saya rela. Dan tentunya ini sudah menjadi tugas saya bukan?

 

Hargailah karya saya yang tidak seberapa ini. Cukup dengan berkomentar yang membangun dan membuat saya bersemangat untuk melanjutkan fanfic ini. Jangan ada dusta di antara kita *eaaaakkk*

 

Baiklah sampai jumpa di chapter selanjutnya. INGAT! TIDAK BISA FAST UPDATE BECAUSE ㅡYOU KNOW LAH! DAN JANGAN PAKSA BUAT CEPET UPDATE.

 

ㅡVoyezkaaㅡ

 

Advertisements

18 thoughts on “That’s Right! My Type [Chapter 8]”

  1. akhirnyaaaaa update jugaaaaa 🙂 tp kok banyak typonya ya? mungkin karena penulisnya ngetik di hp kali yaa?? hehe 🙂
    tapi aku bahagia bacanyaaa, selamat untuk sehun-nayeon yang sebentar lagi bakal jd orangtua 🙂

    Liked by 1 person

  2. akuuuuuu ingatttt
    waa turut berduka ya dengan laptopnyaa
    dan kyaaaa sekrang mereka punya anakkk, pantes jadi manja banget kkk~~
    aku tunggu ya lanjutannya keep writing eon!
    hwaiting ^^

    Liked by 1 person

  3. Akhirnya
    Apa yg terjadi kalau nayeon tau sehun sdh ngancam jongin?but selamat berbahagian unyuk sehun dan nayeon yg akan mempinyai anak
    Ditunggu chapter selanjutnya,hwaiting

    Liked by 1 person

  4. Ahh akhirnya dateng juga wkwwk. Si nayeon udah hamil aja ihh >.< Mereka berdua sweet banget sii wkwk ah disini nayeon bener bener imut yakk. Aku suka banget deh, si sehun nya juga gentle bangett hahaha
    Chukaeeyooo,nayeon udah hamil. Moga next nya makin sweet yakk 😄😄 ditunggu

    Liked by 1 person

  5. Rada ambigu yg kalimat “tentu saja, kau akan selalu memasuki nya jika ada kesempatan” keyfix pikiran gue udah kemana mana aja, tjiieee yg mau jadi appa sama eomma chukkae ya kalian, dah tau nayeon hamil jangan sering sering minta jatah ntar hun 😂😂 enak ya jadi nayeon disayang banget gitu sama bang hun dd juga mau bang 😂

    Liked by 1 person

  6. Wah..daebak!!!! Sehun…sngt bahagia nampaknya..ah aq suka bangat sama pasangan ini..aq shippernya nayeon sama sehun..ok thor diharapnya komputer thor bisa elok dngn cepat ya…ok fighting thor..

    Liked by 1 person

  7. waahh asyikk di update nihh tiap hari aku check terus lohhh🙈
    kyaaa nayeon punya anaak ciee sehun mau jadi appaa👀
    akuu suka ff nyaa next jangan lama lama yaaaaahhhh

    Liked by 1 person

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s