Fantasy #2

Untitled452

Fantasy Chapter 2

EXO’Sehun | EXO’Kai | Park Yousi (OC)

Friendship,Fluff

General

Claralalucahipark aka TianiEXO

Fantasy Chapter 2

“Kalau ada, aku dan noonaku mungkin tidak akan menjadi saudara”

 

 

Yousi mengamati sepatunya terus menerus sebelum keluar dari rumahnya, maksudnya agar memastikan bahwa tali sepatunya tidak terlepas saat menjalankan misinya.

Ya, misi apa lagi

Kalau bukan mengikuti Oh Sehun.

Semenjak malam, Yousi tidak dapat tidur karena terus memikirkan Sehun. Dalam mimpi saja Ia sampai terbawa. Astaga…

“Hei, Yousi! Mau sampai kapan kau melamun disitu?” suara ibunya membuat Yousi terkaget. Segera saja Ia membuka pintu rumah, “Aku jalan dulu, hati-hati dirumah ibu!” dengan segera Yousi melesat meninggalkan rumahnya.

Sebelum ibunya datang dan mencarinya,

Ternyata Yousi belum ijin kepada ibunya sebelum pergi.

 

“Anak itu, jadi tambah aneh sekarang”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

“Keren sekali” Yousi terpaku menatap dari kejauhan, Sehun yang tengah berlatih dance. Gerakan cepat Sehun membuat Yousi membuka mulutnya terkagum-kagum.

“Aku tidak sabar menunggu debutnya” gumam Yousi sambil tersenyum sendiri,

“Haaa, dia sudah selesai ternyata” senyuman Yousi memudar ketika melihat Sehun berhenti menari, dan tengah meneguk sebotol air mineral. Tampak teman Sehun yang bernama Kai datang, dan tersenyum sambil membisikan sesuatu kepada Sehun.

“Apa yang ingin dikatakannya sampai harus bisik-bisik begitu?” ucap Yousi,

“Lebih baik aku pulang saja” sebelum berbalik dengan maksud meninggalkan tempat pesrembunyiannya itu, Yousi membuka mata selebar-lebarnya.

Setelah Kai membisikan sesuatu kepada Sehun, Kai menunjuk ke arahnya.

 

Arahnya!

 

Dan diikuti oleh Sehun yang melihatnya,

 

Melihatnya!

 

“Bagaimana mungkin? Aku kan tersembunyi dan jauh” Jantung Yousi mulai berdegup kencang karena panik, ketika Kai melihat ke arahnya dan tersenyum sambil menunjukan tangannya seperti senjata api dan menembakannya.

“Kena kau, gadis penguntit” suara Kai yang besar sampai ke telinga Yousi yang terpaku.

“Aku harus cepat pergi!!” Yousi langsung berbalik dan berlari sekencang-kencangnya, tapi itu sudah terlambat.

Seorang namja yang lebih tinggi darinya, dan sepertinya namja itu kemarin yang ditabraknya, tengah berdiri menghalangi jalannya.

“Permisi” Yousi berusaha mengambil jalan lain, namun tetap dihalangi oleh namja itu.

“Haduh!” Yousi jadi tambah panik, Ia berbalik memutar mencari jalan lain agar bisa terhindar dari namja itu. Dan tepat namja itu tidak mengikutinya, membuat Yousi tersenyum lega. Ia bisa keluar lewat pagar sebelah.

“Mau kemana kau nona penguntit?” sebuah tangan menahan tas selempang miliknya, membuat Yousi tertarik ke belakang.

“Hahhhh!” kaget Yousi ketika melihat seorang namja sudah ada di hadapannya. Namja yang bernama Kai itu tersenyum tipis, tapi itu membuat Yousi sedikit ketakutan.

“Ada apa?” Tanya Yousi takut, tapi itu malah membuat Kai yang semulanya tersenyum tipis menjadi tertawa.

“Ada apa? Aku menangkapmu nona penguntit” jawab Kai sambil tertawa, sementara namja yang tadi menghalanginya itu sudah ada di sampingnya.

“Sudalah Kai, jangan terlalu menakutinya” ucap namja itu, membuat Kai berhenti tertawa.

“Baik, Luhan Hyung” kini Yousi tahu, namja yang disampingnya ini bernama Luhan.

 

“Kau ikut kami, nona. Ada beberapa pertanyaan yang harus kau jawab, dan ketentuan yang harus kau patuhi” ucap Luhan sambil berjalan ke depan meninggalkan Yousi yang masih terpaku dengan Kai yang tengah memegang tasnya.

“Ayo jalan” perintah Kai, Yousi hanya bisa pasrah kemudian berjalan mengikuti Luhan yang didepannya, sedangkan Kai berada di belakangnya mengikuti sambil memegang tas selempangnya.

“Semoga mereka tidak memukulku atau melakukan hal yang menghancurkan masa depanku” batin Yousi sambil tertunduk.

Ia tidak tahu akan begini jadinya ketika Ia memutuskan untuk mengikuti Sehun.

Ia hanya penasaran.

Sungguh!

 

Ia hanya penasaran, karena terus melihat Sehun di bawah pohon maple.

Yousi tahu Ia salah, setiap orang pasti merasa tidak nyaman jika ada orang yang mengikutinya.

Tapi,

 

Yousi ingin tahu lebih jauh tentang Sehun.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Silahkan duduk disini nona penguntit” Kai menggeser sebuah kursi hingga tepat di depan Yousi, tanpa menunggu lagi Yousi segera saja duduk.

“Nah nona penguntit, sekarang aku akan mengiterogasimu” Kai sudah duduk berhadapan dengan Yousi.

“Bisakah kau tidak memanggilku terus-terusan dengan sebutan penguntit? Aku ini juga punya nama” ucap Yousi sedikit jengkel, karena sepanjang jalan tadi sebelum memasuki ruangan ini, Kai terus mengucapkan kata ‘penguntit’ yang membuatnya hampir naik darah.

“Jadi siapa namamu? Aku kan tidak tahu makanya kupanggil ’penguntit’ ” balas Kai dengan wajah polos membuat Yousi ingin terbatuk sekeras-kerasnya.

“Namaku Yousi” ucap Yousi dengan nada datar.

“Ohhh” Kai mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.

“Yosi, ya?” ucap Kai,

“Bukan tapi Yousi”

“Yusi?”

“Yousi”

“Yuosi?”

“Yousi!”

“Yiousi?”

 

“Hei! Namaku Yousi, aneh sekali kau tidak dapat mengucapkannya” Yousi mulai kesal karena Kai salah menyebut namanya terus menerus.

“Ah, maaf. Namamu Yousi kan?” Kai tersenyum mengerti membuat Yousi menghela nafas lega.

“Nah, sekarang siapkanlah dirimu untuk menjawab pertanyaanku” nada bicara Kai menjadi serius.

“Kau siapa? Ada urusan apa kau mengikuti Sehun?” pertanyaan Kai hanya membuat Yousi menghela nafasnya lagi, “Kalau pertanyaannya begini, aku bisa dengan mudah menjawabnya” batin Yousi.

“Aku Park Yousi, siswi kelas 1 Sekolah Menengah Pertama Junhwa. Urusanku mengikuti Sehun sebenarnya tidak ada, aku hanya penasaran dengan Sehun” jawab Yousi santai,

“Penasaran? Kenapa bisanya kau penasaran? Kau bahkan tidak satu sekolah dengan Sehun” Tanya Kai lagi.

“Aku penasaran karena, aku selalu melihatnya di bawah pohon maple di taman kota. Ia selalu membaca buku dan meminum sebuah cup minuman. Semakin hari aku memperhatikannya tiap hari, semakin aku terpesona” jawab Yousi tulus, membuat Sehun yang tadi masuk diam-diam ke dalam ruangan terpaku mendengar jawaban dari Yousi.

Tidak seperti, Chaeran. Penguntit yang dulu itu mengaku bahwa, Ia mengikutinya karena wajahnya yang tampan.

Yeoja ini, berbeda. Sehun menatap Yousi yang tengah tersenyum senang setelah mengatakan jawabannya kepada Kai.

Sama seperti Sehun, Kai terpaku sejenak.

“Ada pertanyaan lagi, Kai-ssi?” pertanyaan Yousi membuat Kai berhenti terpaku sama seperti Sehun.

“Ahhh, kurasa kau tidak ada maksud jahat. Kau hanya ingin tahu tentang Sehun. Tidak apa-apa” ucap Kai sambil menggaruk lehernya berusaha untuk tidak gugup.

“Kalau begitu, aku pulang dulu” Yousi memakai tas selempangnya dan berdiri kemudian berjalan menuju pintu keluar ruangan.

“Tunggu dulu” Sehun segera berlari menuju Yousi yang terkaget setengah mati.

“Jangan-jangan, dia mendengar pengakuanku tadi? Malunya aku” batin Yousi sambil tertunduk.

 

“Namamu siapa?” Tanya Sehun membuat Yousi mengangkat kepalanya bingung.

“Park Yousi, panggil saja Yousi” ucap Yousi cepat, kemudian Sehun mengulurkan tangannya kepada Yousi, kelihatannya Sehun ingin berjabat tangan.

 

“Mau berteman denganku?”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Yousi tersenyum lebar ketika mengingat bahwa sekarang Ia dan Sehun sudah berteman. Ingin rasanya Yousi terbang menuju ke langit dan berteriak sekencang – kencangnya, menggambarkan perasaan bahagianya ini.

“Akhirnya, aku bisa mengenal Sehun lebih dekat!” Yousi meloncat kegirangan di depan pintu rumahnya.

“Ibu aku pulang!” sapa Yousi dengan ceria sembari memasuki rumahnya.

Hening…

Tidak ada suara ibunya yang langsung menyambut dan menghampirinya.

“Ibu!” panggil Yousi, tapi nihil.

Tidak ada suara sama sekali.

“Apa ibu marah padaku, karena tadi tidak meminta ijin dulu?” gumam Yousi, dengan segera Ia melepas sepatunya dan berlari menuju kamar ibunya.

“Ibu?” Yousi membuka pintu kamar, tapi kosong. Tidak ada siapa-siapa.

Dengan segera lagi, Yousi berlari menuju ke dapur, kamar mandi, halaman belakang rumah dan kamar ajjhunmanya, dan kamarnya juga.

Tapi,

Tidak ada siapa-siapa.

“Kalau keluar rumah, seharusnya pintunya dikunci dulu dan tinggalkan pesan di depan pintu” ucap Yousi agak kesal, Ia sempat jantungan mencari-cari ibunya dan tidak Ia ketemukan.

 

Kalau ayahnya dan bibinya pastinya sudah pulang malam, kalau ibunya kan hanya ibu rumah tangga.

“Sebenarnya, ibu kemana ya?” Tanya Yousi pada dirinya sendiri, kemudian Ia berjalan menuju telepon rumah. Menekan beberapa digit telepon ibunya.

“Ibu angkatlah” mohon Yousi ketika teleponnya sudah terhubung.

“Halo?” suara ibunya mulai terdengar, Yousi langsung menghela nafas lega.

“Ibu, ini aku Yousi. Ibu dimana?” Tanya Yousi.

“Yousi, kau jangan panik mendengar ini…” suara ibu Yousi mulai jelas terdengar serak dan sedikit sesegukan.

“Ibu ada apa memangnya? Ibu menangis?” Yousi mulai khawatir.

“Ayahmu kecelakaan dan sekarang dalam kondisi kritis, datanglah dirumah sakit Seoul. Kamar ICU” Yousi mematung ketika mendengar apa yang ibunya katakan, tubuhnya terasa ngilu.

“Yousi?”

“Yousi!”

Suara ibunya masih memanggil-manggil dirinya,

“Aku akan kesana ibu” Yousi segera menutup telepon dan langsung memakai sepatunya, tanpa lagi mengikat talinya dan berlari sekuat tenaga keluar rumahnya, dalam pikirannya hanya satu.

Segera menuju ke ruang ICU.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Ayah!!!!” Yousi segera memasuki ruang ICU sambil menangis, air matanya tidak dapat dibendung lagi selama perjalanan ke rumah sakit.

“Ayah…” entah apa yang dirasakan oleh Yousi sekarang, tubuhnya mematung menatap ayahnya yang pucat pasi dan para perawat yang tengah menutup wajah ayahnya dengan kain putih.

Sementara bibinya memeluknya dan terus menepuk bahunya.

“Ayah…” Yousi tidak dapat lagi mengeluarkan air matanya. Matanya hanya terbuka lebar, melihat ayahnya yang berada di atas ranjang di dorong oleh beberapa perawat keluar ruangan ICU.

Ibunya hanya bisa menangis sesegukan tanpa mengeluarkan suara.

“Ayah meninggal” ucap Yousi kaku, Ia langsung terduduk lemas.

“Yousi, mungkin sudah takdirnya” ucap bibinya sambil mengelus kepala Yousi.

 

“Aku mau keluar sebentar” Yousi bangun sambil melepaskan pelukan bibinya dan berjalan keluar ruangan ICU.

“Yousi, kau mau kemana?” Tanya bibinya membuat Yousi berhenti melangkah sejenak.

 

“Mencari udara segar, disini bau obat dan antiseptic”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

“Kakak, apa ibu ada perkembangan?” Tanya Sehun kepada seorang yeoja yang tengah memegang tangan seorang wanita tua yang terbaring lemas di ranjang, beberapa infuse dari alat-alat terpasang ditubuh renta wanita itu.

“Tidak ada” yeoja itu menggeleng sedih.

“Apakah ayah sudah menjenguk ibu?” Tanya Sehun lagi dan dibalas gelengan kepala oleh kakaknya.

“Ayah lebih memedulikan wanita simpanannya itu” yeoja itu mulai menitikkan air matanya.

“Kenapa ayah bisa-bisanya melakukan ini?” Sehun sedikit menggeram marah.

“Aku sendiri juga tidak tahu” yeoja yang merupakan kakak Sehun itu menghapus air matanya.

“Jangan terlalu bersedih kakak, ibu pasti segera sembuh” Sehun menepuk bahu kakaknya.

“Kalau begitu, Sehun…
Biarkan kakak membawa ibu ke Amerika. Kau tidak apa-apa kan, Sendirian disini?”

 

“Aku tidak apa-apa, jika itu membantu ibu agar cepat sembuh” ucap Sehun mantap, dan tanpa sengaja matanya menangkap seorang yeoja yang tengah berjalan gontai melewati kamar rawat ibunya.

Yeoja yang baru menjadi temannya itu.

“Dia sedang apa?” Sehun bertanya sendiri sambil melihat yeoja yang ternyata adalah Yousi.

“Siapa?” Tanya kakaknya bingung kepada Sehun.

“Aku keluar sebentar dulu, kak. Jaga ibu ya” Sehun segera berlari keluar ruangan menyusul Yousi yang sudah berjalan jauh.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Yousi menatap kumpulan bintang malam hari dilangit, memang benar kata orang. Pemandangan malam hari, kalau dilihat dari atap sangat indah.

“Tinggal aku,ibu dan bibi” ucap Yousi lesuh tanpa menyadari bahwa Sehun sudah berada di sampingnya.

“Kau kenapa?” Yousi langsung menengok ke asal suara yang membuyarkannya.

Tepat.

Sehun berada di sampingnya sekarang.

“Tidak ada apa-apa” bohong Yousi, Ia tidak ingin Sehun mengetahui apa yang sedang dialaminya sekarang.

“Kalau tidak ada apa-apa, mukamu terlihat sedih sekali”

“Kau sendiri kenapa bisa ada di rumah sakit?” Yousi bertanya balik kepada Sehun.

“Ibuku dirawat disini, sudah hampir dua bulan. Ia tidak sadarkan diri” jawab Sehun dengan jujur, Yousi hanya mengangguk-angguk mengerti.

“Aku menjawab pertanyaanmu dengan jujur, tapi kau tidak mau menjawab pertanyaanku. Itu membuatku kesal” ucap Sehun, Yousi menghembuskan nafasnya perlahan.

“Ayahku meninggal, barusan saja” Sehun membulatkan matanya kaget mendengar perkataan Yousi.

“Tidak perlu minta maaf, kau tidak salah apa-apa” seakan tahu apa yang ingin dikatakan Sehun, Yousi sudah berbicara lagi.

“Ah, iya” Sehun mengelus rambutnya sendiri.

“Aku sebenarnya tidak mengetahui, mengapa ini terjadi. Tapi, apakah ini yang disebut takdir?” ucap Yousi sambil menatap Sehun yang berada di sampingnya.

“Takdir?” Sehun mengerutkan dahinya tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Yousi.

“Aku yang selalu mengikutimu, sekarang dapat berteman denganmu. Berada di sampingmu, bagaikan khayalan yang menjadi kenyataan” Yousi tersenyum, membuat Sehun juga ikut tersenyum.

“Berjanjilah” Sehun mengulurkan jari kelingkingnya pada Yousi.

“Buat apa?”

“Berjanjilah kau selalu berteman denganku, selalu di sampingku”

Sehun tersenyum riang, membuat Yousi melingkarkan jari kelingkingnya di kelingkingnya Sehun.

 

“Baiklah”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

“Apa yang dilakukan mereka berdua? Kayak sedang mengikat janji” Kai mengintip dari pintu masuk atap rumah sakit, diikuti oleh Luhan yang berada di belakangnya.

“Mereka tampaknya akan bersahabat mulai sekarang” ucapan Luhan membuat Kai terbatuk.

“Bersahabat?” Kai masih terbatuk.

“Iya, apa yang aku katakan salah?”

“Bukan, tapi bersahabat? Sehun kan tidak terlalu dekat dengan yeoja. Apalagi, yeoja baru” Luhan mengangguk mengiyakan apa yang diucapkan Kai.

“Itulah namanya, keadilan sebuah takdir”

 

“Keadilan takdir? Di dunia ini tidak ada keadilan takdir” balas Kai membuat Luhan menjitak kepala Kai, hingga Kai meringis.

“Suatu saat, kau pasti menemukan keadilan takdirmu”

“Apa yang keadilan? Itu tidak ada”
“Kalau ada, aku dan noonaku mungkin tidak akan menjadi saudara”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

Huahahhahahhahha ^_^ selesai dah chapter 2nya, ini chapter lumayan panjang lahhh katanya mencapai 2000 lebih loh hehehhehe.

Karena ada semangat ngetik, soalnya EXO sudah comeback dengan album reckpagenya. Wahhhhh >_< disitu EXO makin tambah keren, setelah sekian lama akhirnya aku menyadari yang sebenarnya,

Baekhyun itu tampan sekaliiiiii~ terus suaranya itu buat aku berteriak kegirangan, pas EXO comeback di Mnet, astaga pas bagian

Baekhyun nyanyi yang gaya kayak tidur gitu… aku langsung ingin teriak kegirangan, tapi ada kakakku yang lagi konflik sama aku. Jadi ya senyum aja ^_^

 

( Ini Luhan lagi nggak ada jadi ngomongin hahahhahah ^_^, sih Luhan kenapa nggak cepat kembali ke EXO sebelum aku lari ke Baekhyun~ ( Di lempar Luhan -_- ) )

 

*Curhat lagi -_-

Mohon maaf jika ada kesalahan teman-teman ^_^

Terima kasih sudah mau membaca ^_^

Dan

Jangan lupa tinggalkan comment~!

Advertisements

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s