E M E L Y (2)

emely.jpg

 

 

 

╰ MAIN CAST ╮

Emely Song – Sehun Oh – Kai Kim – Krystal Jung

╰ GENRE ╮

Romance – Hurt/Comfort – Friendship – AU

Rating; PG – 13

╰  DISCLAIMER ╮

FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.

Thanks for Amazing poster,by;

Selviakim@ Poste Channel

A Fanfiction’s by

╰ MAIN CAST ╮

 

Emely Song – Sehun Oh – Kai Kim – Krystal Jung

 

╰ GENRE ╮

 

Romance – Hurt/Comfort – Friendship – AU

 

Rating; PG – 13

 

╰  DISCLAIMER ╮

 

FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.

 

Thanks for Amazing poster,by;

 

Selviakim@ Poste Channel

 

Recommendation; Taeyeon – Secret

– – –

 

Emely turun dari luxury bentley continental flying spur putih milik Chanyeol. Gadis itu menghela nafas lega karna menyadari jika dia berangkat lebih awal dari si para penggosip.Karna dia yakin jika dia kesiangan sedikit saja, namanya akan terkenal seketika. Bahkan melebihi saat semua orang melihatnya pergi bersama Kai untuk pertama kalinya.

 

Untuk yang kesekian kalinya, Emely melemparkan tatapan tak enak pada sosok jangkung yang kini menutup pintu mobil lalu menyalakan alarm dimobilnya dari remot yang menggantung di gantungan kunci mobil itu.

 

“Kuperingatkan lagi ya sekali lagi, Hei gadis Song! Jika kau terus – menurus menatapku dengan pandangan itu, Jangan harap buku kalkulusmu kembali!” Ancam pria jangkung itu dengan mata bulatnya yang melotot lucu, Emely terkekeh karnanya.

 

“Aish! Aku masih merasa tak enak, Chanyeol-Ah! Kau pasti bangun pagi hanya untuk menjemputku. Jadi—”

 

“Wah, kau percaya diri sekali ya. Aku datang kerumahmu pagi – pagi itu hanya untuk mengantarkan buku kalkulusmu, Bukan menjemputmu. Ck, tingkat percaya dirimu tinggi sekali ya!”Kekeh Chanyeol santai, sama sekali tak tau jika kata – katanya barusan mampu membuat Emely malu. Tapi gadis itu menutupinya dengan sikap marahnya.

 

“Aish! Kau menjebakku ya,Park? Belum pernah merasakan kepalan tanganku,Huh?”Ketus Emely seraya menunjukkan kepalan tangannya kehadapan Chanyeol meski gadis itu harua berjinjit karna perbedaan tinggi badan.

 

Chanyeol sendiri tau jika gadis yang baru dikenalnya selama satu hari namun sudah berani menggunakan banmal itu malu, hanya saja berusaha menutupinya. Ck, kenapa dimatanya gadis itu terlihat imut? Ah, Emely memang selalu lucu dan menggemaskan.

 

“Kau menyebalkan,Park!” Seru Emely karna melihat lawan bicaranya malah tertawa geli, namun ditelinganya itu terdengar seperti tawa mengejek. Sialan memang, makanya Emely segera mengambil langkah cepat. Berniat meninggalkan pria jangkung itu lantaran rasa malu dan kesal, meski rasa yang kedua itu sedikit.

 

“Hei, aku hanya bercanda. Tunggu aku! Ya!”Panggil Chanyeol sambil sesekali menggelengkan kepala karna jantungnya malah berdetak cepat sedari tadi.

 

“Ini buruk!”Bisiknya sebelum berlari mengejar gadis itu.

 

***

 

Kai memutar stir mobilnya kekanan untuk keluar dari komplek perumahan Emely. Cewek itu rupanya sudah pergi duluan dengan seorang pria entah siapa.

 

Lelaki dengan kulit tan itu melirik kesampingnya, dimana seorang gadis dengan seragam yang sama dengannya tengah memainkan handphone pintarnya dengan fokus.

 

Kai merasa bersalah karna membuat gadis itu kemungkinan akan terlambat sepertinya—yang notabennya sudah biasa. Entahlah, Kai merasa tak enak.

 

“Kau ingin meminta maaf? Sudahlah. Ini sudah terjadi. Aku tidak apa – apa!”Seru Soojung tiba – tiba. Kai tak mengerti bgaimana gadis berambut panjang itu bisa mengetahui keinginannya. Kai merasa… entahlah.

 

“Aku tau karna diwajahmu tertulis begitu. Ehm, dan tambahan aku bisa membaca ekspresi wajah seseorang.”Lanjut Soojung  sambil menatap Kai yang memfokuskan pandangannya pada jalanan yang cukup ramai.

 

“Jinjja? Kau les khusus? Atau bagaimana?”Tanya Kai. Lelaki itu agak penasaran dengan sosok Soojung. Ah, dia memang selalu penasaran dengan gadis bermarga Jung ini.

 

“Kakakku seorang psikologi. Aku diajarkan sedikit.”Kekeh Soojung sambil memasukkan ponselnya kedalam handbagnya dibagian depan.

 

“Keren sekali. Kau tau? Dulu aku ingin menjadi dokter. Tapi tak bisa tercapai karna itu bukan bakatku!”Ujar Kai. Cowok itu menarik gigi mobilnya lalu menginjak pedalnya agak dalam.

 

 

 

“Kakakku juga tak berbakat dalam menangani kejiwaan orang lain, karna dia sendiri juga gila.” Kai tertawa mendengar guyonan gadis itu tapi tetap diam mendengarkan.

 

 

 

“Tapi, Kalau kau  belajar semua bisa ditangani! Asal ada kemauan dan usaha! Semua akan berhasil.”Ujar Soojung yang diangguki setuju oleh Kai. Ah, kenapa Soojung selalu berhasil membuat dirinya tersanjung?

 

 

 

“Kudengar kau jago dance?”Tanya Soojung tiba – tiba. Kai disampingnya hanya meliriknya sebentar sebelum berdehem lalu mengangguk kikuk.

 

 

 

“Kenapa tidak masuk sekolah seni? Seperti SOPA mungkin? Kau bisa jadi bintang besar, kau tau?”Lagi – lagi Soojung bertanya. Entah kenapa, sehari bersama Kai bisa membuatnya begitu penasaran.

 

 

 

“Entahlah, Aku hanya tidak ingin. Lagipula jika aku di sekolah seni. Aku tidak bisa mengawasi sahabatku, Emely!”Jawab Kai dengan santainya. Tak memerhatikan raut ekspresi Soojung yang berubah drastis.

 

 

 

“Oh, begitu? Kau sahabat yang baik ya.”Lirih Soojung yang berusaha tersenyum.

 

 

 

“Tapi sepertinya gadis itu punya pria incaran. Lalu kalau aku disekolah seni, aku tidak akan bertemu denganmu.”Lanjut Kai lalu diakhiri senyum manisnya.

 

 

 

Soojung menunduk untuk menyembunyikan raut malunya. Gadis itu dengan tidak sadar malah memukul lengan kanan Kai dengan pelan karna malu. Sedangkan pria itu hanya tertawa geli.

 

 

 

“Jangan menggodaku!”Lirih Soojung yang lagi – lagi memukul lengan kanan Kai dengan gemas. Malu karna merasa diejek pria itu.

 

 

 

“Aigoo, Jung Soojung malu, eoh? Astaga, imut sekali sih!?”Goda Kai lagi kemudian kembali tertawa.

 

 

 

“Aish! Hentikan tawa jelekmu itu!”Marah Soojung. Namun Kai malah tertawa semakin keras sebelum akhirnya menginjak pedal gas hingga mobil Mercedez hitam hitam itu melaju kencang.

 

 

 

“YA! KAI JANGAN NGEBUT NANTI KALAU KECELAKAAN BAGAIMANA?”Teriak Soojung yang syok karna tingkah gila pria disampingnya itu.

 

 

“Gwenchanha! Kalau mati kita akan mati bersama kok, Aku kan bersamamu!”Balas Kai dengan senyum manisnya. Astaga, Kenapa pria Kim ini selalu membuat jantungnya berdetak tak normal sih? Menyebalkan.Tapi, Soojung suka.

 

 

 

***

 

 

 

Emely menatap Kai tajam saat melihat pria itu masuk kekelas dengan cengiran khasnya. Tapi, Matanya berubah melotot kala melihat dibelakang pria itu ada teman barunya yang merangkap sebagai teman sebangkunya juga.

 

 

 

“Hei, hitam! Kau mau mati?” Teriak gadis itu dengan tiba – tiba. Teman – teman sekelasnya hanya bisa menggeleng pelan melihat kebiasaan dua sahabat itu.

 

 

 

Sementara Soojung hanya bisa meringis mendengar suara teriakan melengking Emely. Tapi kemudian gadis itu ikut tersenyum ramah saat Emely memberinya senyum. Jujur, ini pertama kalinya teman sebangkunya itu tersenyum padanya.

 

“Jangan bilang kau mengencani anak baru ini? Tobat lah, Kim! Bagaimana jika kau mati saat kau sedang memutuskan mereka? Kau akan—“

 

 

 

“Aish! Kau menjatuhkan image ku kau tau?”Bisik Kai lalu menjitak kepala Emely hingga gadis Song itu mengaduh

 

 

 

.“Jangan tergoda dengannya, Soojung-Ssi! Si hitam ini banyak dosa. Awas saja nanti kau tertular penyakit sok percaya dirinya!”Ucap Emely pada Soojung yang mampu membuat gadis Jung itu tersenyum geli lalu mengangguk. Sedangkan objek yang sedang dinistakan hanya bisa merungut kesal.

 

“Sudah sana duduk, bocah Song! Lalu jelaskan padaku tadi pagi kau pergi bersama siapa? Kami tadi kerumahmu dan kau tak ada. Dengan siapa kau pergi?”Tanya Kai dengan cepat. Mata tajam pria itu memicing sebelum mengarahkan jari telunjuknya kewajah Emely lalu menggeleng sambil berdecak.

 

“Dengan anak baru juga, si Park Chanyeol! Dia mengembalikan buku kalkulusku!”Jawab Emely yang langsung mendapat tatapan terkejut dari Soojung.

 

“Kau mengenalnya kan Soojung-Ssi? Dia bercerita soalmu tadi.”Kekeh Emely sebelum akhirnya kembali duduk ditempatnya karna Kim-Saem sudah mengetuk pintu. Mata gadis ini menyipit kala melihat seorang pria tinggi dengan kulit nyaris albino ikut dibelakang guru pendek itu.

 

 

 

“Kenalkan dia teman baru kalian juga! Ayo kenalkan dirimu!”Ujar Kim-Saem sambil memundurkam badannya agar pria tinggi itu maju.

 

 

 

“Annyeonghaseo. Namaku Oh Sehun, Aku pindahan dari SOPA! Gomawoyo!”

 

Dan lagi – lagi Emely menyipitkan matanya kala menangkap basah pria tinggi itu menatap kearahnya lalu tersenyum.

 

 

 

TBC

 

 

 

Maaf Sehunnya gak aku munculin disini. Dia lagi siap – siap buat persiapan Chap depan. Pengen ngepost pas detik – detik tahun baru. Eh, malah ketiduran(?) Terusbesok – besoknya malah lupa karna keenakan liburan/payah, huft/ Mumpung sekarang inget, hehehe. Maaf ya bagi yang nunggu(?)Disini Adanya cuman si Abang ketjeh Kai dan si kakak Dobi. Btw, mereka disini aku buat mommentnya kaya sweet gitu ya?

 

 

 

WkwkwkDitunggu komenan dalam bentuk apapun^^AlonaCHOI’s

A Fanf

Recommendation; Taeyeon – Secret

– – –

Emely turun dari luxury bentley continental flying spur putih milik Chanyeol. Gadis itu menghela nafas lega karna menyadari jika dia berangkat lebih awal dari si para penggosip.Karna dia yakin jika dia kesiangan sedikit saja, namanya akan terkenal seketika. Bahkan melebihi saat semua orang melihatnya pergi bersama Kai untuk pertama kalinya.

Untuk yang kesekian kalinya, Emely melemparkan tatapan tak enak pada sosok jangkung yang kini menutup pintu mobil lalu menyalakan alarm dimobilnya dari remot yang menggantung di gantungan kunci mobil itu.

“Kuperingatkan lagi ya sekali lagi, Hei gadis Song! Jika kau terus – menurus menatapku dengan pandangan itu, Jangan harap buku kalkulusmu kembali!” Ancam pria jangkung itu dengan mata bulatnya yang melotot lucu, Emely terkekeh karnanya.

“Aish! Aku masih merasa tak enak, Chanyeol-Ah! Kau pasti bangun pagi hanya untuk menjemputku. Jadi—”

“Wah, kau percaya diri sekali ya. Aku datang kerumahmu pagi – pagi itu hanya untuk mengantarkan buku kalkulusmu, Bukan menjemputmu. Ck, tingkat percaya dirimu tinggi sekali ya!”Kekeh Chanyeol santai, sama sekali tak tau jika kata – katanya barusan mampu membuat Emely malu. Tapi gadis itu menutupinya dengan sikap marahnya.

“Aish! Kau menjebakku ya,Park? Belum pernah merasakan kepalan tanganku,Huh?”Ketus Emely seraya menunjukkan kepalan tangannya kehadapan Chanyeol meski gadis itu harua berjinjit karna perbedaan tinggi badan.

Chanyeol sendiri tau jika gadis yang baru dikenalnya selama satu hari namun sudah berani menggunakan banmal itu malu, hanya saja berusaha menutupinya. Ck, kenapa dimatanya gadis itu terlihat imut? Ah, Emely memang selalu lucu dan menggemaskan.

“Kau menyebalkan,Park!” Seru Emely karna melihat lawan bicaranya malah tertawa geli, namun ditelinganya itu terdengar seperti tawa mengejek. Sialan memang, makanya Emely segera mengambil langkah cepat. Berniat meninggalkan pria jangkung itu lantaran rasa malu dan kesal, meski rasa yang kedua itu sedikit.

“Hei, aku hanya bercanda. Tunggu aku! Ya!”Panggil Chanyeol sambil sesekali menggelengkan kepala karna jantungnya malah berdetak cepat sedari tadi.

“Ini buruk!”Bisiknya sebelum berlari mengejar gadis itu.

***

Kai memutar stir mobilnya kekanan untuk keluar dari komplek perumahan Emely. Cewek itu rupanya sudah pergi duluan dengan seorang pria entah siapa.

Lelaki dengan kulit tan itu melirik kesampingnya, dimana seorang gadis dengan seragam yang sama dengannya tengah memainkan handphone pintarnya dengan fokus.

Kai merasa bersalah karna membuat gadis itu kemungkinan akan terlambat sepertinya—yang notabennya sudah biasa. Entahlah, Kai merasa tak enak.

“Kau ingin meminta maaf? Sudahlah. Ini sudah terjadi. Aku tidak apa – apa!”Seru Soojung tiba – tiba. Kai tak mengerti bgaimana gadis berambut panjang itu bisa mengetahui keinginannya. Kai merasa… entahlah.

“Aku tau karna diwajahmu tertulis begitu. Ehm, dan tambahan aku bisa membaca ekspresi wajah seseorang.”Lanjut Soojung  sambil menatap Kai yang memfokuskan pandangannya pada jalanan yang cukup ramai.

“Jinjja? Kau les khusus? Atau bagaimana?”Tanya Kai. Lelaki itu agak penasaran dengan sosok Soojung. Ah, dia memang selalu penasaran dengan gadis bermarga Jung ini.

“Kakakku seorang psikologi. Aku diajarkan sedikit.”Kekeh Soojung sambil memasukkan ponselnya kedalam handbagnya dibagian depan.

“Keren sekali. Kau tau? Dulu aku ingin menjadi dokter. Tapi tak bisa tercapai karna itu bukan bakatku!”Ujar Kai. Cowok itu menarik gigi mobilnya lalu menginjak pedalnya agak dalam.

 

“Kakakku juga tak berbakat dalam menangani kejiwaan orang lain, karna dia sendiri juga gila.” Kai tertawa mendengar guyonan gadis itu tapi tetap diam mendengarkan.

 

“Tapi, Kalau kau  belajar semua bisa ditangani! Asal ada kemauan dan usaha! Semua akan berhasil.”Ujar Soojung yang diangguki setuju oleh Kai. Ah, kenapa Soojung selalu berhasil membuat dirinya tersanjung?

 

“Kudengar kau jago dance?”Tanya Soojung tiba – tiba. Kai disampingnya hanya meliriknya sebentar sebelum berdehem lalu mengangguk kikuk.

 

“Kenapa tidak masuk sekolah seni? Seperti SOPA mungkin? Kau bisa jadi bintang besar, kau tau?”Lagi – lagi Soojung bertanya. Entah kenapa, sehari bersama Kai bisa membuatnya begitu penasaran.

 

“Entahlah, Aku hanya tidak ingin. Lagipula jika aku di sekolah seni. Aku tidak bisa mengawasi sahabatku, Emely!”Jawab Kai dengan santainya. Tak memerhatikan raut ekspresi Soojung yang berubah drastis.

 

“Oh, begitu? Kau sahabat yang baik ya.”Lirih Soojung yang berusaha tersenyum.

 

“Tapi sepertinya gadis itu punya pria incaran. Lalu kalau aku disekolah seni, aku tidak akan bertemu denganmu.”Lanjut Kai lalu diakhiri senyum manisnya.

 

Soojung menunduk untuk menyembunyikan raut malunya. Gadis itu dengan tidak sadar malah memukul lengan kanan Kai dengan pelan karna malu. Sedangkan pria itu hanya tertawa geli.

 

“Jangan menggodaku!”Lirih Soojung yang lagi – lagi memukul lengan kanan Kai dengan gemas. Malu karna merasa diejek pria itu.

 

“Aigoo, Jung Soojung malu, eoh? Astaga, imut sekali sih!?”Goda Kai lagi kemudian kembali tertawa.

 

“Aish! Hentikan tawa jelekmu itu!”Marah Soojung. Namun Kai malah tertawa semakin keras sebelum akhirnya menginjak pedal gas hingga mobil Mercedez hitam hitam itu melaju kencang.

 

“YA! KAI JANGAN NGEBUT NANTI KALAU KECELAKAAN BAGAIMANA?”Teriak Soojung yang syok karna tingkah gila pria disampingnya itu.

“Gwenchanha! Kalau mati kita akan mati bersama kok, Aku kan bersamamu!”Balas Kai dengan senyum manisnya. Astaga, Kenapa pria Kim ini selalu membuat jantungnya berdetak tak normal sih? Menyebalkan.Tapi, Soojung suka.

 

***

 

Emely menatap Kai tajam saat melihat pria itu masuk kekelas dengan cengiran khasnya. Tapi, Matanya berubah melotot kala melihat dibelakang pria itu ada teman barunya yang merangkap sebagai teman sebangkunya juga.

 

“Hei, hitam! Kau mau mati?” Teriak gadis itu dengan tiba – tiba. Teman – teman sekelasnya hanya bisa menggeleng pelan melihat kebiasaan dua sahabat itu.

 

Sementara Soojung hanya bisa meringis mendengar suara teriakan melengking Emely. Tapi kemudian gadis itu ikut tersenyum ramah saat Emely memberinya senyum. Jujur, ini pertama kalinya teman sebangkunya itu tersenyum padanya.

“Jangan bilang kau mengencani anak baru ini? Tobat lah, Kim! Bagaimana jika kau mati saat kau sedang memutuskan mereka? Kau akan—“

 

“Aish! Kau menjatuhkan image ku kau tau?”Bisik Kai lalu menjitak kepala Emely hingga gadis Song itu mengaduh

 

.“Jangan tergoda dengannya, Soojung-Ssi! Si hitam ini banyak dosa. Awas saja nanti kau tertular penyakit sok percaya dirinya!”Ucap Emely pada Soojung yang mampu membuat gadis Jung itu tersenyum geli lalu mengangguk. Sedangkan objek yang sedang dinistakan hanya bisa merungut kesal.

“Sudah sana duduk, bocah Song! Lalu jelaskan padaku tadi pagi kau pergi bersama siapa? Kami tadi kerumahmu dan kau tak ada. Dengan siapa kau pergi?”Tanya Kai dengan cepat. Mata tajam pria itu memicing sebelum mengarahkan jari telunjuknya kewajah Emely lalu menggeleng sambil berdecak.

“Dengan anak baru juga, si Park Chanyeol! Dia mengembalikan buku kalkulusku!”Jawab Emely yang langsung mendapat tatapan terkejut dari Soojung.

“Kau mengenalnya kan Soojung-Ssi? Dia bercerita soalmu tadi.”Kekeh Emely sebelum akhirnya kembali duduk ditempatnya karna Kim-Saem sudah mengetuk pintu. Mata gadis ini menyipit kala melihat seorang pria tinggi dengan kulit nyaris albino ikut dibelakang guru pendek itu.

 

“Kenalkan dia teman baru kalian juga! Ayo kenalkan dirimu!”Ujar Kim-Saem sambil memundurkam badannya agar pria tinggi itu maju.

 

“Annyeonghaseo. Namaku Oh Sehun, Aku pindahan dari SOPA! Gomawoyo!”

Dan lagi – lagi Emely menyipitkan matanya kala menangkap basah pria tinggi itu menatap kearahnya lalu tersenyum.

 

TBC

 

Maaf Sehunnya gak aku munculin disini. Dia lagi siap – siap buat persiapan Chap depan. Pengen ngepost pas detik – detik tahun baru. Eh, malah ketiduran(?) Terusbesok – besoknya malah lupa karna keenakan liburan/payah, huft/ Mumpung sekarang inget, hehehe. Maaf ya bagi yang nunggu(?)Disini Adanya cuman si Abang ketjeh Kai dan si kakak Dobi. Btw, mereka disini aku buat mommentnya kaya sweet gitu ya?

 

WkwkwkDitunggu komenan dalam bentuk apapun^^

Advertisements

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s