[Freelance] Red Wine & Starting A Kiss

red-wine

RED WINE & STARTING A KISS

Author Putri Kim

Rating:  PG 17+

Length: One Shoot

Genre: Romance, dark

Main cast : Sehun & lee Seorin OC

“Aku tidak akan menuangkan Red Wine untuk siapapun kecuali saat aku jatuh cinta pada sang pemilik gelas”-Lee Seorin

“Mengawali sebuah ciuman adalah pantangan bagiku, kecuali aku jatuh cinta pada orang yang aku cium” – Oh Sehun

Seorang wanita mengetuk-ngetukkan heels empat inchinya tak sabaran, menunggu adalah suatu hal yang paling dibencinya, tangannya memegang erat hand bag MIU-MIU edisi terbaru yang memperlihatkan derajat ekonominya, one piece tight dress berwarna putih yang dipakainya hanya menutupi sampai tiga inch di bawah pantatnya, memperlihatkan kaki jenjangnya. Blazer abu-abu yang dipakainya sengaja dibuka kancingnya untuk memperlihatkan belahan rendah dress yang dipakainya. Kaca mata hitam bertengger dengan anggun di hidung mancungnya. Seluruh barang yang dipakainya terlihat sempurnya, seolah semuanya khusus dibuat untuk wanita yang satu ini genap berusia 24 tahun

                Seolah angin segar yang berhembus, kerutan diwajah cantiknya menghilang seketika saat seorang lelaki yang berbusana formal keluar dari pintu kedatangan. Yah.. Seorin sudah menunggu selama hampir satu jam. Wajah tampan dengan tatapan mata yang dingin dan tajam membuat siapapun yang melihatnya melintas melintas langsung terkagum-kagum, tubuh atletisnya di balut dengan stelan jas Armani, membuatnya terlihat begitu berwibawa

                “Nice Air port style Ms.lee” dialah Oh Sehun, pengusaha muda, yang merupakan pewaris dari salah satu perusahaan yang bergerak dibidang manufacture dan engineering terbesar di Korea

                Kali ini merupakan pertemuan ke tiga antara Oh Sehun dan Lee Seorin. Alasan mengapa seorin bisa bertemu dengan seorang miliarder muda sekelas Oh Sehun adalah karena profesinya, Seorin merupakan wanita yang sehun kontrak untuk menjadi asisten pribadi, atau lebih tepatnya wanita Simpanan yang menyamar menjadi asisten pribadi.

                “Thanks, Mr. Oh!” Seorin berkata dingin, Sehun bukan lelaki bodoh yang memilih wanita sembarangan untuk menjadi asisten pribadinya,        alasanya memilih Seorin adalah karena wanita yang saat ini berjalan di sampingnya memiliki otak yang briliant dan pendidikan yang tinggi, pemilik ijazah dari Oxford University di double major, Buisness and Economy membuat Sehun memilihnya selain itu tentu saja Seorin memenuhi kriteria untuk menjadi wanita Oh Sehun, yaitu bentuk tubuh yang sempurna, cukup sempurna untuk membuat para lelaki yang melihatnya akan membawa bayangan Seorin di mimpi malamnya

                Hubungan antara keduanya bisa dibilang dingin dan hanya sebatas pekerjaan. Sebagai bos dan Asisten di lingkungan kerja. Dan beralih menjadi hubungan yang begitu tabu untuk dikatakan. Seorin sebenarnya tidak begitu senang saat bersama Sehun, yang dilakukannya saat bersama sehun hanyalah breakfast di pagi hari dengan Sehun yang sibuk dengan Koran dan Bisnisnya. Sementara Seorin sibuk menscroll layar smartphone miliknya, di lingkungan kerja Seorin jarang berbicara kecuali untuk memberitahu Sehun waktu meeting atau keperluan lain, sementara di malam hari hanya sibuk mengucap nama satu sama lain di tengah deruan nafas dan lenguhan yang dihasilkan keduanya. Pada intinya Sehun dan Seorin jauh dari kata dekat meupun akrab, hanya fisik keduanya saja yang selalu bersentuhan

                Perjalanan 45 menit berlalu dari Shanghai Airport, dan kini keduanya telah berada di salah satu hotel milik Sehun yang ada di Hongkong, Saat Sehun dan Seorin berjalan di lobi hotel berbintang lima itu, seluruh mata pengunjung maupun pekerja di hotel tersebut langsung terarah kepada keduanya, meskipun di belakang mereka masih ada Mr. Cheng Kepala cabang perusahaan Sehun yang ada di Hongkong. Mereka memasuki lift dan Sehun langsung menekan tombol yang menuju lantai paling atas di hotel miliknya, yang sekaligus penthouse pribadinya.

                “Mr. Cheng, kau turun di lantai 44, kita bahas urusan bisnis kita besok pagi, aku ingin istirahat terlebih dahulu.” Perintah Sehun langsung membuat Mr. Cheng menekan tombol dengan angka 44. Di sisi lain Seorin memutar bola matanya malas mendengar perkataan Sehun, pada nyatanya Sehun dan dirinya akan bekerja keras tentunya menghabiskan malam di Hongkong. Setelah Mr. Cheng keluar dari lift Sehun langsung menarik Seorin dengan mengangkat pinggang rampingnya agar keduanya berdiri bersebelahan.

                Sehun dan Seorin memasuki penthouse dan langsung disambut dengan interior yang begitu mewah. Seorin meletakkan tas jinjing milik Sehun di meja dekat sofa dan dengan cekatan melepas Jas yang dikenakan Sehun. Tak ada satu katapun yang keluar dari bibir keduanya. Hanya diam dan sibuk menikmati kegiatan masing-masing

                Sebenarnya Seorin sendiri bukanlah wanita gampangan yang mendekati Sehun hanya karena harta, dibalik wajah Cantik dan Makeup yang selalu di pasangnya ada begitu banyak kelemahan yang dimilikinya, meskipun dirinya selalu terlihat kuat, dingin, dan memancarkan aura keseksiannya, banyak masalah yang disembunyikannya.

                “Aku ingin mandi, jika kau ingin melakukannya bersamaku, masuk saja ke kamar mandi.” Jari-jari Seorin langsung terhenti dan pandangannya langsung beralih ke wajah Sehun. Menatap Sehun dengan penuh pertanyaan yang tercermin di kedua bola matanya.

                “Jika aku ingin? Tak biasanya, kau tak se bossy yang ku kira!” Seorin mendengus pelan di akhir kalimatnya.

                “Aku tak seharusnya melakukan semuanya sesukaku bukan!” Sehun menunjukkan smirknya dan melepas kemeja putihnya dan memperlihatkan tubuh atletisnya.

                “Aku ingin berenang, kau mandilah!” Seorin mendorong dada Sehun palan pelan dan berbalik berjalan mendekati walk in closet tempat seluruh baju, aksesoris, dan kebutuhan miliknya tersedia, tentunya Sehun yang menyediakan semuanya

                “____________________”

                Di sela-sela menikmati tubuhnya terguyur air hangat yang menenangkan Sehun mulai mulai berfikir kenapa Seorin terasa begitu berbeda dari wanita-wanita simpanan yang dimilikinya sebelum Seorin, tentu Seorin lebih pintar, dingin, dan tak terbaca. Jika wanita-wanita yang dimilikinya sebelum Seorin seringkali menggodanya di lingkungan kerja, sementara Seorin bersikap profesional dan dingin. Sehun tahu Seorin bukanlah wanita yang merangkak untuk berada di antara kedua pinggulnya karena harta, tapi hal lain, hal yang tak bisa Sehun ketahui . Dan entah mengapa malam ini Sehun ingin mengikuti alur yang Seorin ciptakan

                Sehun melangkah keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono yang menyelimuti tubuh atletisnya, rambut hitamnya masih meneteskan air di sana sini. Suara cipratan air menggiring Sehun ke arah kolam renang pribadi yang ada di penthousenya. Disanalah Sehun di sambut dengan pemandangan yang begitu indah.

                Seorin tengah berenang dengan 2 potong pakaian mini yang hanya menutupi bagian pribadinya. Sehun berjalan pelan dan mendudukkan dirinya di kursi santai, di tepi kolam. Sehun terus memperhatikan Seorin, tubuhnya memantulkan cahaya lampu yang ada di sekitarnya, gerak antara lengan dan kakinya terlihat begitu sinkron bak perenang profesional, bikini yang membalut tubuhnya terlihat begitu sempurna, membuat Sehun tidak bisa mengalihkan pandangannya, tanpa sehun sadari Seorin telah bolak-balik berkali-kali tanpa berhenti dan Sehun tau pasti ada sesuat yang di sembunyikan wanitanya. Sehun langsung melepas handuk kimononya dan melompat ke dalam kolam.

Seorin terkejut saat seseorang tiba-tiba menarik pinggangnya dan membuatnya  terperangkap dalam pelukan. Yah.. saat ini Sehun sedang memeluknya di tengah kolam, dan menatapnya dengan penuh rasa penasaran yang jelas tercermin di bola mata, Sehun yang biasanya terlihat begitu dingin kini menjadi begitu hangat dan menyenangkan. Seorin mendorong tubuh Sehun pelan agar Sehun melepaskan pelukannya namun seolah tak merasakan apa-apa sehun malah mengangkat tubuh Seorin dan menggendongnya keluar dari kolam renang.

                “ Hey. Lepaskan aku bisa berjalan sendiri “ seorin memukul dada sehun pelan.

                “ Ku butuh istirahat” Seorin seolah tak percaya dengan mendengar apa yang di katakan Sehun, selama hampir seminggu menjadi wanita simpanan Sehun yang soring ketahui hanyalah seorang lelaki yang selalu menuntut untuk selalu di puaskan.

Sehun mendudukan tubuh seorin di tepi kolam, dan kemudian mendudukan tubuhnya di samping tubuh seorin. Keduanya terdiam hanya menatap air yang begitu tenang di depan mereka. Air yang mematulkan cahaya lampu, dan bulan yang bersinar terang dilangit kota Hong Kong.

“Kau tidak kedinginan Ms Lee?” suara Sehun memecah keheningan. Seorin mengalihkan pandangannya pada Sehun yang saat ini masih terus menatap depan.

“Sedikit. Tapi aku baik baik saja” suara rendah Seorin membuat Sehun menaikan sati alisnya.

“Bisa kita minum, aku membawa Red Wine!”

Sehun bertanya pada Seorin sambil menunjuk sebotol Red Wine yang berada di meja dekat  kursi santai.

                “ Tentu!”  Seorin berdiri dan melangkahkan kakinya  ke arah Red Wine itu terletak. Bayangkan tubuhnya terkapar begitu sempurna membuat sehun menegak salivanya. Seorin meletakkanRed Winenya di samping Sehun , tepat di antara Sehun dan dirinya duduk. Sehun menaikan satu alisnya saat Seorin hanya meletakan Red Wine  dan satu buah gelas di sampingnya, dan tak ada inisiatif untuk menuangkan minuman itu untuk dirinya.

                “Kau tidak menuangkannya untukku?” Sehun bertanya pada wanita yang ada di sampingnya, dan gelengkan kepala adalah jawaban bagi seorang Oh Sehun.

                “Kenapa?”

                “Aku tidak menuangkan Red Wine untuk siapapun kecuali aku sedang jatuh cinta, dan aku belumpernah jatuh cinta!”

Jawaban yang di berikan oleh Seorin membuat Sehun  tekejut. Yah Sehun berfikir bagaimana bisa wanita yang sudah hampir berumur 26 tahun ang ada di sapingnya belum pernah jatuh cinta, sebenrnya saa dengan Sehun, tapi mungkun kesibukan bisnisnya yang membuat Sehun tidak bisa merasakan cinta.

                “Jangan baearfikir aku waita tidak normal Mr Oh, aku belum pernah jatuh cinta karena aku belum inin merasakannya”, Seorin menyambungkan kalimatnya dan menatap shun yang kali ini menatap dengan sorot mata  yang teduh.

                Seorin menggosok lengannya dengan kedua telapak tangannya, Sehun yang melihat tingkah Seorin langsung mengambil bathrobe yang tadi di pakainya., dan menyelimutkannya di tubuh Seorin yang hanya berbalut bikini.

                “ Thank you!” Gumam Seorin.

                Hening kembali hadir di antara Sehun dan Seorin, tatapan Sehun masih kosong menghadap lurus kedepan. Sementara Seorin mengayunkan kakinya sambil sesekali meminum Red Wine yang ada di tangannya.

                Sehun menatap Seorin dalam diam saat Seorin meminum wine kesukaannya. Mengamati bentuk wajah Seorin yang begitu cantik meskipun tanpa make up yang biasa melapisi wajahnya saat ini.

                “Kau tak pernah mencimku lebih dulu Mr.Oh? ada yang salah dengan bibirku?” Seorin berkata sambil mengalihkan pandangannya ke arah Sehun dan mendapati Sehun sedang menatapnya dengan satu alis terangkat.

                Sehun tertawa sedikit dan mengusap hidungnya pelan. Canggung dan kaget itulah yang sehun rasakan saat ini. Belum pernah ada wanita yang menanyakan hal soal “Ciuman” kepadanya.

                “Aku tidak pernah memula sebuah ciuman tanpa ada  rasa cinta”. Seorin mengangkat sebelah bibirnya menunjukkan smirknya.

                “Jadi kau harus jatuh cinta untuk memulai sebuah ciuman?” Suara tegukan wine mengakhiri pertanyaan Seorin yang merasa aneh dengan jawaban Sehun.

                “Begitulah! Kau cerdas, berpendidikan dan aku mengakui kau memiliki segalaya untuk di sebut wanita sempurna, aku penasaran alasanmu memilih menjadi seorang wanita simpanan!”. Kalimat yang terlanjur keluar dari mulut Sehun membuat Seorin langsung meneguk habis wine yang ada di gelasnya. Tatapan kosong dan kelam itulah yang terlihat di kedua bola mata Seorin.

                “Uang itulah alasan aku menjual tubuhku, tapi suatu hal yang menyakitkan terjadi. Aku memiliki keluarga yang mungkin orang lain lihat adalh keluarga yang sempurna, namun pada kenyatannya banyak kebohongan, di saat aku umur 17 tahun aku mulai berfikir kenapa orang tuaku berbeda dengan orang tua lain. Seluruh orang tua mungkin berfikir anaknya adalah anugerah dan harus dibahagiakan, tapi itu sama sekali tidak berlaku untukku. Orang tuaku bisa aku sebut egois  disaat aku membuatuhkan uang untuk sekolahku mereka tak pernah mendengaekanku, hanya menghambur hamburkan uang yang mereka dapat untuk kesenangan mereka, dan aku seolah benda mati di hadapan mereka!”. Hembusan nafas Seorin yang awalnya tenang menjadi memburu saat menceritakan masa lalunya tentang orang tuanya yang tak pernah mempedulikanya. Sehun tau bahwa wanita yang ada di sampingnya sedang menahan air mata agar tidak mengalir dari ke dua kelopak mata indahnya. Baru kali ini Seorin menceritakan masa lalunya yang dibencinya pada orang lain. Hal yang membuat Seorin heran ialah kenapa ia bercerita pada seorang Oh Sehun.

                “Kau tau aku juga tidak memiliki hubungan yang baik dengan orang tuaku!  Mungin mereka memberiku materi yang berlimpah, tapi tak pernah sekalipun memberiku perhatian. Aku tau aku hanya di jadikan boneka untuk meneruakan perusahaan yang mereka dirikan”. Sehun mengingat  jelas seluruh hal yang terjadi padaya saat memita perhatian selalu diabaikan  dan selalu berakhir dengan uang yang menggantikan perhatian yang seharusnya hadir dari ke dua orang tuanya.

                Sehun melihat kesamping dan melihat Seorin menundukkan kepalanya, wajahnya tertutupi rambur panjangnya. Kedua tanganya mengepal di atas pangkuannya, meremas jari jarinya dengan kasar, membuat buku buku jarinyan memutih.

                “Kau tau. Ada saat dimana kita harus menangis untuk melepas beban yang kita miliki” Sehun berkata pelan.

                “Aku ingin berenang” Setelah menyelesaikan perkataanya Seorin langsung menceburkan dirinya kedalam kolam. Sehun melihat tingkah Seorin langsung menceburkan tubuhnya ke dalam kolam berenang secepat mungkin dan akhirnya berhasil meraih bahu Seorin dan memeluk Seorin dari belakang.

“Kau tak perlu menutupi air matamu  bila kau menangis. Berhentilah, buka topeng yang kau pasang selama ini sebentar saja. Biarkan air matamu mengalir tanpa ada yang menutupinya!”.  Sehun berkata tepat di belakang telinga Seorin, kedua lengan kokohnya  masih terus memeluk Seorin  dari belakang.

“Bagaiman aku bisa menangis, itu membuat ku terlihat lemah!”. Perkataan Seorin sebenarnya ingin dikatakannya secara tegas malah berubah menjadi isak tangis yang memilukan. Membuat Sehun mengeratkan pelukannya di tubuh Seorin.

“Kau tau apa artinya bila aku memulai sebuah ciuman dengan sesorang bukan? Menangislah di depanku, karena aku akan menutup mataku saat aku menciummu”. Tepat  setelah menyelesaikan kalimatnya Sehun langsung membalikan tubuh Seorin dan menciumnya tepat di bibi. Membuat Seorin terkejut karena Sehun yang lebih dulu menciumnya kali ini. Setelah beberapa saat Sehun melepakan ciumannya, dan menatap  dalam kedua bola mata Seorin sambil membelai pipinya.

“Aku akan menuggu sampai kau siap menuangkan Red Wine untukku”

Seorin memeluk tubuh Sehun erat, menumpahkan air mata yang di tahannya sedari tadi di bahu Sehun. Keduanya terdiam masih dalam posisi berbelukan, mengabaikan fakta bahwa keduanya masih di tengah tengah kolam, melupakan dingin yang sedari tadi telah menusuk tubuh keduanya.

“Biarkan aku menuangkan Red Wine untukmu sekarang Mr.oH”

   END

Advertisements

2 thoughts on “[Freelance] Red Wine & Starting A Kiss”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s