Monodrama

Title     : Monodrama

Genre  : AU, Romance, Sad

Main Cast: Oh Sehun

Other Cast : Find by yourself

Rating : PG-15

Length : Drabble

Author : SehunDermanOh

 

***

 

Musim demi musim berlalu. Salju-salju telah mencair. Februari yang basahpun telah tiba. Dan akupun masih terdiam pada masa lalu. Aku terus menaiki gerbong-gerbong tua. Langkahku terus maju kedepan. Namun tidak dengan hatiku. Aku terus kembali pada kenangan masa lalu

Musim demi musim berlalu. Namun satu hal yang belum bisa kuterima. Fakta bahwa kita telah berjalan pada jalan yang berbeda. Kau takkan pernah tertulis dalam semua ceritaku. Tidak dengan peran utama atau apapun itu. Lalu, bagaimana dengan ceritamu? Kupikir peran utama dalam ceritamu telah tergantikan oleh seseorang yang membuatku menyerah. Seseorang yang membuatku kalah. Bukan atas pilihanmu. Tapi atas pilihanku. Ingat akan hal itu

Musim semi telah datang. Bunga-bunga merekah dengan cantik. Persis seperti perasaanku yang tumbuh padamu. Namun, musim semi kali ini bukan tentang mencinta lagi. Bukan tentang merajut kasih lagi. Melainkan mencoba menumbuhkan perasaan baru. Bukan tentangmu lagi

Musim semi berlalu. Bunga-bungapun berguguran. Persis seperti perasaanku yang melepasmu. Namun, itu akan tumbuh lagi. Seperti bagaimana musim gugur yang akan kembali bertemu musim semi. Semua kenangan masalalu berjatuhan. Seperti daun-daun kering itu. Angin bersiul sumbang. Seperti hidupku tanpamu.

Musim dingin kembali menghampiri. Rasanya lebih dingin dari kemarin. Apa ini disebabkan kerinduanku yang semakin mendalam. Bulir-bulir salju mulai turun. Sangat cantik. Aku harap, putihnya salju itu bisa menutupi hitamnya tentangmu

Musim demi musim berlalu. Dan aku masih menekuni monodrama ini. Tetap setia pada kesunyian yang terus mengusik. Aku terus memainkan piano sumbang ini. Dan aku masih menggenggam kepingan-kepingan kenangan indah yang berubah menjadi kesakitan. Saat penghujung Desember kembali datang, hari dimana kita merajut kisah yang tak selesai. Aku kembali melakukan perjalanan jauh. Menaiki gerbong tua menyusuri perjalanan melelahkan.

Musim demi musim berlalu. Nyatanya kau masih tertulis dalam ceritaku. Dan kaupun masih memberikan warna tiap ritme hidupku. Walau itu warna hitam yang kelam.

 

-THE END-

Sebagai seorang pemula, pertama-tama saya ingin ucapkan terimakasih banyak kepada para admin yang telah menerima saya disini. Ini ff debut pertama saya. Saya ucapkan terimakasih kepada para pembaca yang bersedia membaca cerita ini. mungkin masih sangat banyak kekurangan karena ini ff debut pertama saya. Terimakasih atas dukungannya 🙂

Advertisements

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s