End

Author: SehunDermanOH

Title: End Of A Day

Cast: Oh Sehun, Yoo Seng Mi (OC)

Rating : PG-15

Genre: AU, Marriage Life, Sad

Length: Drabble

Berjalan tanpa arah yang pasti. Bahkan, aku tak dapat menentukan takdirku esok hari. Berdiri di antara ambang hidup dan mati. Terjebak disebuah jembatan putus. Berjalan di antara hamparan pasir yang luas. Deru ombak seolah menenggelamkanku. Aku hanya tertawa saat mengingat siapa diriku sekarang ini. Hanya sesosok roh yang berkeliaran tanpa arah. Disuatu tempat yang tak seorang pun dapat melihatnya.

Saat melihat sesosok tubuh yang selalu menjadi tempatku, aku sadar bahwa aku tak memiiki keinginan untuk kembali. Aku hanya ingin pergi bebas dan melepaskan semua beban dalam hidupku. Ya, aku hanya ingin segera bertemu dengan kematianku. Namun sebelum itu, aku harus melepaskan sebuah ikatan yang tersirat dalam sesuatu yang melingkari jari manisku dengan seseorang yang selalu setia menemani hari-hariku. Seorang gadis yang telah memberikan warna disetiap ritme hidupku. Penyesalan sempat terlintas dalam benakku. Seharusnya aku bisa menjaganya, merangkulnya, dan menggenggamnya selalu. Tapi aku bukan orang yang tepat. Dia harus menemukan seseorang yang bisa menjaganya lebih dariku

“Sehun oppa…ireona, jebal..”  ingin sekali aku merangkulnya saat ia mulai memanggilku seperti itu. Tapi sial, hanya angin kosong yang kugenggam. Inilah tugas terakhirku sebelum aku benar-benar pergi melepaskan semuanya. ”Apa kau sudah siap? Aku rasa ini waktunya” Seseorang yang sudah siap untuk menjemputku datang menghampiri. Tanpa ada persetujuan, ia langsung menarik lenganku. “Tunggu, tolong beri aku kesempatan! Aku tidak bisa meninggalkannya seperti ini” Tatapannya menajam “Kau ingin kembali dengan harapan kecilmu itu? Jangan konyol!”  Kata-kata itu bagai pedang yang menyayatku sampai habis “Tidak, aku tidak akan kembali. Tapi tolong berikan kesempatan padaku untuk menyampaikan sesuatu yang terakhir kalinya” Ia pun membalikkan tubuhnya dengan kasar, kemudian sedikit menoleh dan berkata “Gunakan waktu satu menitmu dengan berharga. Kalau gadis itu menyentuhmu sedikit saja, kau akan segera menghilang. Setelah ini kita akan pergi”

Baiklah Sehun, ini saatnya. “Lama tidak berjumpa, Yoo Seung Mi” Lidahku serasa kelu seketika. Dan ia segera bereaksi saat mendengar ucapanku “Kau…sudah sadar?” Oh, ayolah, itu membuatku sakit. Aku tidak akan pernah kembali sadar jika kau tahu itu. “Tidak, aku ada di belakangmu sayang” Perlahan ia bangkit dan membalikkan badannya. Matanya terbelalak kaget saat melihatku.

“Oppa…” Suaranya tercekat. Ia menoleh pada sesosok tubuh yang tengah berbaring di atas ranjang “Bagaimana bisa kau..” Ia pun membekap mulutnya tak percaya. “Aku akan segera pergi, ini adalah perpisahan bagi kita” Sekuat tenaga aku berusaha mengucapkan kata-kata yang menyakitkan itu.

“Apa maksudmu? Oppa, ini hanya lelucon kan? Tidak, ini hanya mimpi buruk!”

Sakit. Sangat sakit melihatnya seperti ini. Ia mulai meneteskan air matanya. Hanya beberapa waktu tersisa. Aku segera melepas sesuatu yang melingkar dijari manisku dan menyodorkannya pada Seung Mi

“Ini, mari kita akhiri semuanya sampai disini. Terima kasih telah menemani hari-hariku. Terima kasih telah berada di sampingku saat senang dan susah. Kau adalah pelangi bagi hidupku. Aku akan mengingat semua kenagan manis itu. Dan kau, aku ingin melihatmu bersama seseorang yang akan menjagamu dan berbahagia bersama anak-anakmu dimasa depan nanti. Dan… maaf karena aku tak bisa menepati janji yang pernah ku ucapkan di atas altar waktu itu. Sekarang, kau hanya perlu mengubur perasaan yang kau miliki padaku…”

 

***

 

“…Sekarang, kau hanya perlu mengubur perasaan yang kau miliki padaku. Dan… inilah saatnya aku bilang selamat tinggal untuk semuanya, sayang ” Setelah Sehun menyelesaikan kata-kata terakhirnya itu, ia mendekati SeungMi yang sudah histeris. “Izinkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya” Sehun pun mendekapnya erat, tak ingin kehilangannya sampai kapanpun. Dan dalam hitungan detik, rohnya menghilang. Ia benar-benar telah pergi.

Sadar dengan kepergian Sehun, Seung Mi pun bertambah histeris. “Aku mencintaimu oppa, terima kasih untuk segalanya..”

-THE END-

Advertisements

5 thoughts on “End”

  1. Hiks….hiks…hiks… 😭😭😭😭 walaupun jalan ceritanya agak pendek tpi tetap menyayat hati, bagus bngt thor 👍👍gk kebayang ditinggal kyk gitu hu.. Hu… Hu… 😭😭😭 yaudah sehun ama aku aja sini (oopsss.. Mati juga dong wkwkwk😁😁 oke abaikan)

    Liked by 1 person

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s