BEAUTIFUL

 Author : SehunDermanOh

Title : Beautiful

Cast : Oh Sehun, Irene (OC)

Genre : AU, Fluff

Rating : PG-15

Length : One shoot

***

 

Dibawah langit musim semi, terlihat Sehun tengah menunggu kedatangan seseorang sambil menikmati sepotong Red Velvet di sebuah café yang terletak di kota Apgujeong. Café ini cukup sering didatangi Sehun mengingat letaknya yang berdekatan dengan lokasi pemotretan. Sehun terus menyantap Red Velvetnya sedikit demi sedikit dan sesekali menyeruput  ice Americano. Namun, orang yang ia tunggu tak kunjung tiba

TOK TOK TOK!

Seseorang mengetuk kaca. Sehun menoleh. Terlihat seorang wanita dengan dress merah jambu sepaha tengah melambaikan kedua tangannya sembari tersenyum lebar pada Sehun. Lalu, wanita itu berlari-lari kecil menghampiri Sehun dengan hak tingginya.

Kini, wanita itu tengah berdiri tepat dihadapan Sehun dengan tatapannya yang…menyebalkan

“Oppa, ada apa dengan wajahmu?”

Tampaknya, wanita itu menyadari akan raut muka pria yang tengah menatapnya

“Oppa, bagaimana penampilanku hari ini. Cantik bukan?”

“Irene hentikan. Kumohon hentikan. Itu sama sekali tidak lucu”

“Aku tidak sedang melucu”

Sehun merasa geli akan hal yang dilakukan Irene-kekasihnya. Dengan percaya diri, Irene berlagak sok imut dengan bibir yang dimanyunkan dan ujung rambut yang tengah dimainkan jari-jarinya. Ugh! Sehun benci pemandangan ini

“Oppa, aku cantik kan?”

“Tidak”

Heol. Rasanya, lidah Irene ingin berkata kasar

“Oppa, kau sudah tidak mencintaiku lagi ya? Kita sudah berpacaran bahkan hampir 2 tahun. Tidak bisakah sekali saja kau memujiku cantik. Semua wanita ingin dipuji pacarnya sendiri. Apa kau tak mengerti? Aku sangat ingin mendengarmu berkata ‘Irene cantik, kau imut, manis sekali’ Tapi apa. Kau malah memasang muka dingin saat aku berpenampilan seperti ini”

“Baiklah, kau cantik. Teramat cantik sampai aku lupa bagaimana wajahmu tanpa riasan bodoh yang selalu kau gunakan”

“Kau menyebutku bodoh? Yak! Kau benar-benar menjengkelkan”

Di tengah perdebatan itu, seorang pelayan datang membawa buku menu dan sebuah catatan yang ada di tangannya.

“Aku pesan bistick dan orange juice. Kau ingin pesan apa?”

“Sandwich dan Lemon juice”

“Hei, apa kau tidak bosan makan-makanan seperti itu. Setiap kali kita makan di luar tak pernah aku melihatmu memesan daging. Dan sangat sering kau minum Lemon juice.”

“Lalu, apa urusanmu? Tidak ada hubungannya denganmu”

“Maaf kalau kau lupa ini semua ada hubungannya denganku karena aku menggunakan uangku untuk semua makanannya”

“Memangnya untuk apa aku merasa bosan kalau ini bagus untuk program dietku. Aku harus menjaga berat badanku agar tidak naik”

“Heol, terserah kau saja”

Pelayan yang tengah melayani mereka hanya tersenyum melihat sepasang kekasih yang tengah berdebat itu.

“Oppa, apa aku belum cukup cantik dengan penampilanku? Padahal ini adalah dress terbaikku. Kau tahu, lipstick ini aku beli dengan harga yang tak biasa. Aku bahkan membutuhkan waktu cukup lama untuk melukis alisku, menggunakan maskara, dan eye shadow ini. Dan kau tahu, aku cukup kesulitan berjalan dengan hak tinggi ini. Apa aku belum cukup cantik dimatamu?”

“Lalu, apa ini yang kau sebut cantik? Kau bahkan selalu mengeluh ini dan itu. Dan kau baru saja mengeluh padaku jika kau tak sadar”

“Memang apa yang salah? Aku kan hanya ingin membuatmu senang”

“Tapi aku sama sekali tidak merasa senang. Sudah kubilang berapa kali kalau kau itu berlebihan!”

“Berlebihan?! Lalu bagaimana dengan rambut jagungmu itu dan pakaian nyentrik yang selalu kau gunakan. Kau sebut itu apa hah?!”

“Yak! Aku mewarnai rambutku karena tuntutanku sebagai model. Dan lagi, aku tidak selalu berpakaian seperti ini selain di waktu istirahat pemotretanku”

“Lalu aku harus bagaimana?!”

“Buat dirimu nyaman. Jangan kenakan hak tinggi karena itu bisa membuat kakimu pegal. Jangan mengenakan rok mini yang membuatmu kesulitan saat duduk dan berjalan. Jangan kenakan make up yang bisa merusak kulitmu. Dan hentikan program dietmu atau apa pun itu”

Di tengah perdebatan panas itu, seorang pelayan kembali dengan membawakan hidangan yang mereka pesan. Akhirnya Sehun dan Irene hanya makan dalam diam dengan perasaan jengkel. Selalu seperti ini. Mungkin mereka tidak akan bertengkar saat Sehun menahan semua ucapannya. Di tengah keheningan itu, Irene tiba-tiba beranjak pergi meninggalkan makanannya yang tersisa tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Sehun.

 

***

 

Satu minggu berlalu sejak pertengkaran Sehun dan Irene. Dan selama satu minggu itu pula Irene tak menghubungi Sehun dan membalas puluhan pesan yang Sehun kirimkan, juga mengabaikan puluhan panggilan masuk dari Sehun.

Sadar akan Irene yang sangat marah lebih dari biasanya, akhirnya Sehun mengalah. Di saat seperti ini Sehun akan berubah menjadi seorang pria romantis. Sehun datang ke apartemen Irene dengan membawa sebuket bunga mawar dan sebuah boneka beruang kesukaan Irene yang cukup besar. Sehun meminta maaf pada Irene dan menimpakan semua kesalahan pada dirinya. Karena Irene bukan orang yang sulit dibujuk, dengan sedikit gombalan mematikan, Irene langsung luluh. Malam itu mereka pun langsung berbaikan.

“Baiklah, ini sudah larut dan kau harus tidur. Kita bertemu pukul 8 pagi di dekat sungai Han. Ingat, buat dirimu nyaman”

“Hmmm… hati-hati. Jangan mengemudi saat kantuk menyerangmu. Istirahatlah sejenak sambil minum kopi”

“Ouch… kau memang perhatian. Lihat pipimu ini. Kalau kau sedang tidak diet, pipimu akan lebih chuby dari ini”

“Memang apa yang akan kau lakukan pada pipiku hah?”

“Aku akan mencubitmu seperti ini, ini, ini dan ini”

“Aaawwwww….. sakit!  Cepat pulang saja sana. Kau menyebalkan”

Sehun hanya tertawa melihat tingkah kekasihnya ini. Ia pun mengambil kunci mobil di atas meja lalu pergi meninggalkan Irene yang tengah menatapnya dari sofa.

 

***

 

Hari ini langit cukup  cerah. Tentu saja karena musim semi tengah menyelimuti kota Seoul. Di taman dekat sungai Han, terlihat Sehun yang tengah duduk di salah satu bangku taman menunggu kedatangan Irene. Jam sudah menunjukkan pukul 8 lewat 10 menit. Namun Irene belum juga datang. Penampilannya hari ini terlihat cukup santai dengan kemeja kotak-kotak krem putih dengan lengan yang digulung hingga sikut.

“Jajang! Tebak siapa aku?”

“Pastilah seorang gadis tengik yang kekanak-kanakan”

“Oppa! Apa aku terlihat seperti itu dimatamu?”

“Ya. Dan sekarang singkirkan tanganmu dari wajahku”

Ternyata Sehun bisa menebak siapa yang datang. Tentu saja karena Irena selalu seperti ini. Dia memang sedikit kekanakkan tapi itu lucu.

“Heol..”

Sehun terdiam untuk beberapa detik. Matanya terpana dengan gadis yang kini tengah menatapnya. Gadis yang telah dikenalnya selama hampir 2 tahun itu terlihat berbeda dengan apa yang dilihatnya sekarang.

“Yeppeosseo”

Kalimat itu keluar begitu saja tanpa sadar.

“Hm? Kau bilang aku cantik?”

“Huh? Ah, ya…begitulah

Sehun merasa gugup. Lalu, ia bangun dan mendekati Irene dan membuat jarak mereka semakin dekat. Lali, Sehun membisikkan sesuatu di telinganya.

“Inilah Irene yang kukenal. Kau benar-banar cantik”

Irene merasa pipinya sudah seperti kepiting rebus.

“Kau tahu, kau lebih cantik dengan dress longgarmu itu ketimbang mini dress ketat yang sering kau gunakan. Dan warna gading ini lebih cocok ketimbang merah mencolok. Lip balm yang kau kenakan terlihat lebih alami dari awan di atas ketimbang lipstick yang selalu kau poleskan. Wajahmu tampak lebih berseri daripada saat kau memakai make up. Bahkan kau terlihat lebih cantik saat kau bangun di pagi hari. Dan aku lebih nyaman melihatmu menggunakan flat shoes ini ketimbang high heels yang membuat kakimu lecet. Kau cantik saat kau tampil adanya. Aku yakin aku akan terpana setiap hari melihatmu seperti ini”

Irene merasa tersipu mendengar penuturan Sehun. Ia merasa ada ribuan kupu-kupu beterbangan dari perutnya. Mereka pun mengakhiri drama itu dengan pelukan romantis yang membuat orang lain yang melihatnya merasa iri

-FIN-

Advertisements

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s