[Chapter #7] Everything has Changed: The End of Us

Title |Everything has Changed

Author|RHYK

Cast|               Oh Sehun

Xi Luhan

Kim Jisoo ‘BlackPink’ as Arial Ahn

Additional Cast| Hye Ri ‘Girls Day’

                                 DK ‘SVT’

                                 Yuju ‘G-Friend’

                                June ‘Ikon’

                                Jun ‘SVT’

Length| Chapter

Genre| AU – Romance –Sad –School life –Fluff –Friendship

Disclaimer| Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

POSTER| ARIN YESSY @ INDO FANFICTION ARTS –thanks for beautiful poster!

Autor Note’s| Sebagai pembaca yang baik tolong tinggalkan jejak atau like dari kalian yaa.. karena bagiku itu adalah motivasi dan feedback paling menyenangkan thank you^^ Hope you will like it!

Quotes| Karena.. semuanya telah berubah dan tak sama lagi

Summary this Chapter|”Kau pikir –bagaimana akhir dari kita?Pelangi tak selalu muncul setelah hujan ‘kan?”

-Chapter 7 : The end of Us-

Sehun yang terduduk ditepi kasur segera bangun begitu ia merasa telah dibodohi oleh Arial. Namun, gadis itu kembali menarik lengannya, yang otomatis membuat Sehun langsung kehilangan keseimbangan dan kembali terduduk ditempatnya semula.

Arial seakan menyihir dirinya, dengan genggaman tangannya yang menghangat, cukup menjalar seluruh bagian tubuh Sehun yang membuat dirinya semakin panas saja.

 

Kenapa ia selalu terjebak dalam situasi seperti ini. Membuat harga dirinya jatuh, rasa hatinya tak karuan.

Dan, dinding hatinya yang lain berseru untuk meninggalkan tapi, yang lainnya berseru untuk mendengarkan apa yang gadis itu ingin ia katakan.

“Persis seperti ini —Oppa memegang tanganku sebelum aku bertemu denganmu,lalu —-‘

‘Aku mohon, bukan itu yang ia katakan padamu..’

 

“Ahn -ssi, maukah kau bersamaku melihat bunga bermekaran dimusim semi ini?—-”

 

|| Chapter 7 ||

“Lalu, apa jawabanmu?” tanya Sehun dengan ekspresi yang tak beraturan. Namun, berbanding terbalik dengan gadis itu, gadis itu jelas tersenyum cerah layaknya orang jatuh cinta.

 

Kisah roman picisan yang norak, pikir Sehun.

 

“Tentu saja ‘Iya’, itu adalah kencan pertamaku dengan Oppa. Keren ‘kan?” Arial menyengir dengan mata tertutup. Sehun hanya menoyor kepala Arial. “Omong kosong!Kau benar-benar wanita gila, Arial.” ketus Sehun lalu berjalan meninggalkan gadis itu ke balkon.

“Gila kenapa?” tanya Arial lalu turun dari tempat tidur. Hoddienya begitu kebesaran,sehingga Arial seperti terlihat tenggelam. Ia mengekori kemana Sehun melangkah, hingga Sehun pada akhirnya berbalik secara tiba-tiba dan otomatis Arial berhenti melangkah.

“Kau sudah tingkat akhir dan kau —malah berpacaran.”

Gadis itu terpana menatap Sehun, dan Sehun tahu tak seharusnya ia bersikap begini, ia juga tak mengerti, apa kepeduliannya semakin tinggi pada orang lain, hingga ia mengkhawatirkan Arial sampai segitunya.

Sehun ingin mencengkram Arial, ia sungguh gemas dengan gadis satu ini. Arial menyentakkan kepalanya kebelakang. “Eoh?Tuan Oh, kau sangat menakutkan.” Arial mengernyit lalu mengedipkan matanya beberapa kali. Ia tak menyangka Sehun akan bereaksi seperti itu tentang kencannya dengan Luhan Oppa.

Sehun hanya menghela nafas kasar, lalu meraih dompetnya dan berjalan keluar dari kondominium. Arial masih berdiri ditempatnya, baru saja ia ingin menuju pintu, Sehun kembali. “Aku mau ke mini market. Kau. Tunggu sini –jangan lupa makan obatmu. Aku tak ingin melihatmu kesakitan lagi.Dan password —lupakan!” Sehun berlau begitu saja. membuat Arial tak sempat mencerna kata-kata Sehun lebih dulu, pintu terkunci. “P-password apaan sih?!” tanya Arial, ia tak berpikir panjang, lalu kembali duduk diatas ranjang.

 

Arial side’s

Pertemuan pertama kami, pada umur tujuh tahun. Saat itu, ibuku sakit, dan orang tua Sehun kerumah sakit untuk menjenguk ibu,sekaligus pertemuan antar sahabat.

Sedikit cerita tentang orang tua kami, aku tak tahu apa Sehun tahu hal ini tapi enggan untuk peduli apalagi ikut campur atau tidak sama sekali.

Jadi, Ayah bersahabat dengan kedua orang tuanya Sehun. Yang artinya, istri pertama tuan Oh. Tapi, pada sewaktu remaja, Ibu Sehun menyukai Ayahku dan bukan suaminya. Namun, takdir berkata lain, karena ternyata yang dijodohkan dengan Ibu Sehun bukan Ayahku tetapi Tuan Oh.

Saat itu, Ayah memutuskan untuk pergi dari Korea dan disanalah ia mulai mengenal ibuku. Aku tak tahu persis, apa perasaan Ayahku juga sama seperti ibunya Sehun. Tetapi, ia hanya memberikan sebuah alasan bahwa ia pergi saat itu adalah —-

Hanya pergi untuk bertemu dengan seseorang yang lebih baik dari dirinya sendiri.

Kedengarannya rumit memang, tapi yah —seperti itulah. Beruntung, kisah kami tidak seperti mereka. Disini ada aku, Lu han Oppa dan juga Mr.Perfect Oh, lalu, aku menyukai Oppa tirinya Sehun yang bak malaikat begitu juga denganku. Tunggu! Bagaimana soal Sehun?

Kami berpacaran, lalu Sehun —dia hanya penganggu kelas atas diantara aku dan Luhan Oppa. Selesai.

Tetapi, apa ia pergi karena marah, karena aku telat mengatakan tentang aku yang menjalin hubungan dengan Luhan Oppa?

“Eii, tidak mungkin.”

Tak sengaja aku melirik kantong obat yang ia beli diapotek tadi. Ia menyuruhku untuk meminumnya. Daripada rumit lagi urusannya aku mengambil gelas dan air lalu segera meminum obat yang disarankan.

Begitu aku usai meminum obat, ada ponsel Sehun dibaliknya.Ia mengunci semua aplikasi yang ada, tapi bagaimanapun aku adalah Ahn Arial dan ini adalah ponsel Oh Sehun. Jadi, mudah saja membukanya walau hanya memasukkan beberapa nomor sandi asal.

Seperti 1234 untuk line, lalu 0000 untuk instagram begitu juga dengan akun sns lainnya. Namun, ada satu app yang aku sama sekali tak berhasil membukanya.

Yaitu, memo dan juga galeri.

Tapi, barangkali memo hanya berisi materi yang memusingkan aku lebih memilih untuk mengutak-atik sandi Galeri fotonya.

Aku sudah mencoba semuanya dari sandi asal, lalu angka favoritnya, bulan favoritnya, jumlah level gamesnya dan terakhir ulang tahunnya dan Luhan tetapi tidak ada satupun yang valid.

Rasanya frustasi, ini hanya galeri foto kenapa sandinya susah sekali. Aku hanya pasrah dan memasukkan beberapa angka  yaitu tanggal ulang tahunku.

**1023**

Aku terbelalak begitu galerinya terbuka. “Ya Tuhan!—Oh Sehun —passwordnya tanggal ulang tahunku. Ya ampun!”

 

Tapi, hasilnya begitu mengecewakan. Karena tak ada apapun disana. Hanya ada beberapa quotes bahasa inggris, jepretan random dari kamera ponselnya entah itu langit mendung, langit cerah, kupu-kupu yang hinggap dibunga,tumpukkan salju dijalanan dan juga air kubangan saat hujan deras yang ada didepan sekolah.

Sama sekali tak ada foto dirinya atau ayahnya atau Luhan misalnya.

Dan, hanya ada satu foto lain terletak difolder terpisah. Tak ada namanya, hanya berisi foto sebuah tangan diatas pasir dengan sebuah gelang rincing, bukan gelang juga sih, tapi seperti kalung yang dililitkan.

Heol!jadi, Sehun sudah punya pacar juga ya?”

Tunggu!mengapa bagian diriku yang lain seperti merasa sesuatu yang membuat mood jadi buruk? Tidak, sama sekali aku tak berhak untuk mempunyai mood jelek setelah mengetahui siapa pacar Sehun. Ini adalah ponsel miliknya, sah-sah saja untuk Sehun mengambil gambar siapapun. Kenapa aku harus repot?

 

Arial side’s end

 

Sehun hanya menempelkan kepalanya dimeja begitu ia usai melahap ramyun cup miliknya dan segelas kaleng bir dingin. Sebelum makan ramyun, ia sudah meminum sekitar —tiga sampai 4 kaleng berukuran single.

Kini rasa perutnya tak karuan, kepalanya seperti melayang, bodohnya ia baru ingat kalau ponselnya tertinggal dikondominium. Kalau tidak, ia sudah menyuruh Arial untuk menjemputnya. Tidak. Harga dirinya mau dikemanakan kalau meminta Arial untuk menjemputnya kesini. Lagipula, gila saja ia menyuruh gadis itu untuk membopongnya dari mini market dan membawanya hingga ke unitnya yang berada dilantai  16, belum lagi ia harus berjalan sepanjang koridor karena letaknya yang ada diujung.

 

Kini, ia ingat lagi, bagaimana kalau gadis tengik itu mengutak-atik ponselnya. Habislah sudah. Apalagi tentang pass galerinya yang adalah ulang tahun gadis menyebalkan itu, bisa terjadi salah paham nantinya. Apalagi, Arial yang bilang sendiri kalau ia sudah berpacaran dengan hyung –nya sejak Sehun berulang tahun sejak tiga bulan lalu.

 

Apalagi, ada foto yang menurutnya begitu spesial. Bukan hanya spesial tapi –sangat —-sangat spesial dan juga berharga.

 

Saat itu yang Sehun ingat, ia sama sekali tak bermaksud untuk mengambil gambar tangan gadis itu. Hanya saja, saat itu hati Sehun berkata ia harus mengabadikan moment itu. Tanpa gadis itu tahu.

 

|“Everything Has Changed“|

 

 

Arial akhirnya memutuskan untuk kebawah dan pergi ke mini market yang berada diseberang kondominium Sehun.Ia menggerutu pelan dari lift dilantai 16 hingga meluncur kelantai 1. Hari sudah sangat larut dan hujan gerimis pula, Sehun tidak suka dengan cuaca begini.

Diluar dugaannya, Sehun sedang bersandar dibangku plastik, dari jauh –yang terlihat hanya hidung dan pipinya yang sudah memerah. Entah karena udara dingin atau lelaki itu mabuk, melihat ada banyak kaleng bir dimejanya yang ia duduki hanya seorang diri.

Begitu mendekat, Arial melangkah mundur satu langkah —nafasnya begitu menyengat berbau alkohol. “Oy?Oh Sehun –ssi??” Arial menyentuh pipi Sehun yang tirus. Kulitnya begitu halus, Arial saja heran darimana ia punya kulit bak susu ini.

Dipanggil namanya, Sehun mendongak dan tersenyum. “Eoh?Ahn –ssi —sudah kubilang jangan pulang sampai aku kembali. Kenapa kau bodoh se—kali?” katanya dengan gumaman tak jelas. Arial menarik bangku kosong dan duduk di sisi Sehun. Ia menopang dagunya malas.

“Yah, aku bodoh memang. Ini sudah jam 11 malam, kau bukan orang yang non-normatif  yang tak taat aturan. Dan, sekarang ini hujan —aku tahu kau tak menyukai hujan. Untuk itu aku kesini menjemputmu.”

“Kita sudah tingkat tiga, Ahn –ssi!Lalu, bagaimana aku masih tidak menyukai hujan —-seharusnya aku tak begini. Tapi, mengapa kau memutuskan berpacaran dengan hyung –ku?hngg–”

“Lalu–hubungan semuanya apa?”

“Aish!hubungannya semua itu adalah —adalah —-aku. dan  kau.

“Aku dan kau?—Ya Tuhan, kau semakin mengacau ah!.”

“Kau pikir –bagaimana akhir dari kita?Pelangi tak selalu muncul setelah hujan ‘kan?”

“Aku tak mengerti ah!Ayo pulang.”

|`Everything Has Changed`|

 

Arial segera menuju ruang belajar hari ini setelah jam pelajaran usai, ia kesana bukan untuk belajar sih sebetulnya, lebih ke menyalin pekerjaan Seok Min yang sebetulnya ia tak ingin repotkan, tapi, bagaimana lagi? hari itu kan baik ia dan Sehun pulang dan tak kembali lagi kesekolah.

 

Jadi, mau tidak mau yah, harus begitu.

 

“Apa ini? –masih rapihan tulisan Sehun daripada Seok Min.” gerutu Arial begitu membuka lembaran buku Seok Min.

Baru menulis beberapa baris kemudian, ia teringat akan ponsel Sehun yang ia utak atik malam itu. “Benar. Dia mendiamkan aku setelah malam itu.Apa ia marah?”

Arial tenggelam sendiri bersama pemikiran dangkalnya tentang Oh Sehun. Sebetulnya bukan tentang Oh Sehun yang menjadi lebih diam setelah ia mabuk hari itu, tapi yang menganggu benak Arial sejak kemarin adalah soal tangan siapa yang yang Sehun potret dan kenapa Sehun hari itu mabuk.

Satu yang Arial tahu, sekali waktu Sehun pernah mabuk begitu berat. Dan, pada saat itu..

 

Flashback..

“Kau tahu, baru pertama kali ini aku mencoba alkohol.”

“Yak, Oh Sehun! kau itu masih dibawah umur.Lagipula, ayah dan ibumu tidak akan suka jika kau begini.–”

“Aku tidak perduli dengan mereka.”

“Hei, ayolah, ditolak bukan hal yang memalukan sejujurnya. Semua akan berjalan normal setelah study wisata ini, Oh Sehun.”

Arial mengangkat kedua alisnya, dengan raut wajah meyakinkan. Sehun hanya menopang dagunya penuh sakarstik. Kemudian, menghela nafas berat.Semeyakinkan apapun Arial meyakinkan dirinya, tentu tidak berpengaruh pada harga dirinya yang sudah terjatuh.

 

Tentu, Arial pun tahu bahwa Sehun bukanlah seseorang dengan mudah merasakan ketertarikan pada seorang gadis, karena air mukanya yang begitu terkontrol dan jika dihitung-hitung, Oh Sehun berada ditingkat pertama dalam pengaturan ekspresi. Menang dalam olimpiade sainspun ia hanya mengulas senyum kecil. Bahkan, senyumannya hanya mencebik orang disebelahnya memperingati bahwa orang lain bukanlah apa-apa.

 

Tentu, sangat Arogan.

 

Tapi, Arial tidak membencinya.Tidak akan pernah membenci Sehun yang seperti itu walau kadang memang menyebalkan.

“Oh Se–‘

“Ini cuman soda beralkohol kadar rendah. Tidak akan membuatku hilang kesadaran,bodoh!”

Arial memutar matanya malas, sudah ia duga juga akan seperti ini. Akhirannya selalu saja tidak enak, bahkan sangat menyebalkan. Pedulinya dibayar dengan percuma.

“Bukan. Terserah padamu, kau tau, kamarku berada berhadapan dengan Yoo Ju. Kau ingin–‘

“Diamlah!” gertak Sehun dengan wajah sedatar mungkin tapi ada emosi yang meredam dinetra Sehun, Arial jelas melihatnya namun belum sempat memastikan lelaki itu sudah menarik tudung hoodie yang Arial kenakan dan menarik gadis itu agar segera masuk kedalam lift.

“Kau akan mengantarku atau ingin melihat kamar Yoo Ju?”

Arial bertanya dengan mata ingin tahu, sebelum akhirnya Sehun kembali memandang Arial dan membuat gadis itu terdiam.

 

“Siapa yang mau mengantarmu?Kembali saja kesana sendirian.Sampai jumpa besok.” ujar Sehun lalu melangkah kedepan pintu lift.

 

Dan, pintu lift kembali terbuka.

Sehun keluar tanpa menoleh lagi kearah Arial, sebelumnya Arial diusap rambutnya dan tudung hoodienya dipasangkan kekepalanya.

 

Flashback end..

 

“Ya Tuhan!!Apa yang aku pikirkan?”

 

Ada sesuatu yang membuat Arial menghentikkan aktivitasnya disaat ia melirik sebuah sudut dari meja yang ia pakai. Dan, untuk pertama kalinya jantungnya merasa berdebar hebat.

 

To Be Continued~~

hai.. maaf atas update yang lama banget karena aku  kemarin abis selesai un smk dan yahh sekarang baru renggang walaupun sibuk juga karena masih hrs nyiapin ujian masuk ptn dan lain-lain.. so, semoga kalian suka sm ceritanya yaa makasih banyak^^

 

 

 

Advertisements

One thought on “[Chapter #7] Everything has Changed: The End of Us”

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s