Invisible[by Alona]

PicsArt_01-02-10.46.57
EXO’s Oh Sehun(of course) & OC’s Lee Cheonsa
Drabble for Teenager

~~~
Cheonsa baru saja keluar dari kelasnya. Bel sudah  berdering sejak tiga puluh enam menit yang lalu tapi karna dia piket hari ini, dan teman – temannya kebanyakan tidak hadir alias kabur maka dia hanya mengerjakannya bersama satu teman laki – lakinya yang sebelumnya sudah Ia wanti – wanti untuk membantunya.
“Sialbajuku bau sampah!”Cheonsa hampir saja terbahak kalau saja dia tidak melihat mata Kyungsoo yang melotot kearahnya.
“Ini gara – gara kau—”
“Ini gara – gara teman – temanmu kabur, Kyungsoo-yya”Potong Cheonsa dengan nada menyebalkan. Kyungsoo mendengus keras sebelum membersihkan lehernya yang basah dengan sapu tangan yang dibawanya.
“Coba saja—”
“Kau bilang pada teman – temanmu untuk tidak kabur maka kau bisa menyelesaikan satu tugas tanpa lelah dan bau sampah!” Lagi – lagi Cheonsa memotong ucapan Kyungsoo yang ingin mendumal menyalahkannya.
“Nah, sekarang pulanglah, Litte pororo! Jangan lupa mandi dan gosok gigi!” Cheonsa tertawa sambil menepuk kepala Kyungsoo pelan yang dimana membuat anak laki – laki itu melotot marah dan menepis tangan Cheonsa kasar. Dan Cheonsa hanya kembali tertawa bahkan saat Kyungsoo menarik kepangan rambutnya kala berjalan.
“Gadis Lee sialan!” Umpat laki -laki itu sebelum berjalan seraya mendengus kasar menuju parkiran sepedanya.
“Aku dengar itu, My little pororo!” Seru Cheonsa lalu tertawa keras kala melihat Kyungsoo menunjukkan kepalan tangannya sebelum menghilang dipertigaan koridor. Cheonsa tau pria itu sedang bersungut – sungut mengingat dia terus mengejek nama panggilan buatan Ibu tersayang laki – laki itu. Bahkan saat seseorang mendengus disebelahnya dengan geli Cheonsa masih saja tertawa.
“Sekarang apalagi?”
Cheonsa menengok dan menemukan sosok Sehun yang sudah menyampirkan tas orangenya dipundak sebelah kiri sambil menyender didinding disebelahnya. Rambut pria itu sudah acak – acakan meski bekas pomede masih nampak disana membuat rambutnya kelihatan basah padahal kering. Baju lelaki itu  sudah kusut. Kancing paling atasnya juga terbuka dan menampilkan kaos putih dalamnya.
Cheonsa hanya terkekeh sebelum berjalan menghampiri Sehun dan merangkul pundak pria itu meski sulit karna perbedaan tinggi hingga membuat anak laki – laki itu mengerang keras dengan kesal.
“Kau tau?”Tanya gadis itu sambil tertawa riang.
“Sudah pasti dan sudah hukum alam jika seorang Lee Cheonsa tertawa bahagia pasti ada yang menderita!”Ketus Sehun dengan muka lempeng setengah kesal karna dia harus menunduk pendek.
Lagi – lagi gadis itu terbahak kala menekan pundak Sehun hingga laki – laki itu berteriak kesal. Dia terbahak karna dua hal, Sehun yang hanya pasrah dan ucapan lelaki itu yang cadel kala mengatakan ‘s’. Dan itu terdengar menggelikan ditelinganya.
“Ya ampun, kau memang soulmate-ku ya? Hafal sekali soal diriku!” Sahut Cheonsa dengan nada lucu. Tapi Sehun hanya mendengus geli.
“Apa yang kau lakukan padanya? Berhentilah membuat orang lain kesal. Bagaimana jika mereka dendam?”Ucap Sehun dengab nada peringatan. Lelaki itu hanya takut jika orang – orang yang dijahili sahabatnya ini marah.
“Hanya sedikit ejekan, bukan hal yang memalukan kok! Kau tau aku tidak sejahat itu, Sehun-nnie!”Jawab Cheonsa sambil menarik lengannya dari pundah pria iu berpindah ke lengan lelaki itu.
Ck, tidak mungkin itu tidak memalukan jika Kyungsoo yang biasanya pendiam sampai marah bahkan menendang sepedamu hingga jatuh!”
Cheonsa melirik Sehun dengan tatapan tak percaya seolah Sehun berkata bahwa dia memiliki sayap.
Aish, Kyungsoo memang berlebihan! Kenapa dia marah? Bahkan aku tidak marah kala dikatai babi gempal!” Cheonsa mendelik kala melihat Sehun langsung tertawa keras sambil memegang perutnya.
“Nah, kan?! Kau tertawa? Lucu ya? Lucu?! Dasar cadel!” Kini berbalik Sehun yang mendelik dan Cheonsa yang tertawa.
“Tolong bilang pada temanmu itu, siapa namanya? Yang punya bengkel?” Cheonsa menarik sepedanya berdiri karna tadi terjatuh. Dia tidak marah sama sekali dengan Kyungsoo. Wajar pria itu kesal. Dia tau diri.
“Siapa? Jongin? Kim Jongin? Kenapa?”
“Dia sedang latihan kan? Suruh dia ambil sepedaku dan betulkan saat akan pulang. Nanti aku ambil sendiri kala sudah benar – benar betul!” Perintah gadis itu sebelum mendekap ranselnya didepan badannya dan duduk manis di jok belakang motor Sehun.
YA! Ini maksudnya apa? Turun!” Dengan tidak kasihan, Sehun menarik tangan Cheonsa meski itu tidak berhasil karna nyatanya gadis itu tidak begerak.
“Hei, babi gempal! Aku harus pulang jadi jangan ganggu aku!” Seru Sehun dengan sebal setengah mati.
“Nah, kau itu kan tetanggaku yang sangat baik hati meski kau cadel! Antarlah aku, aku bayar deh jika itu yang kau khawatirkan!”Seru gadis itu dengan senyuman menyebalkannya. Sehun mendengus dan sekali lagi dia menarik gadis itu yang tidak siap hingga jatuh duduk dilapangan parkir.
“Maaf, karna aku cadel maka menjauhlah!” Baru saja pria itu akan menstater motornya, Cheonsa sudah melompat keatas jok motornya lalu memeluk perut Sehun erat lalu menggoyangkan badannya seraya menyuruh Sehun jalan. Dan yang Sehun bisa lakukan hanyalah menepis kasar tangan itu lalu memutar bola matanya malas.
Tak terasa mereka sampai dikomplek perumahan tempat mereka tinggal. Sehun hanya cuek saja saat Cheonsa membentaknya untuk memberhentikan didepan rumah gadis itu. Namun Sehun malah terus melajukan motornya sampai didepan rumahnya.
“Cadel? Kau menyebalkan apa kau sadar?” Cheonsa melompat turun sambil berkacak pinggang disamping Sehun yang sedang memarkir motornya kehalaman rumahnya.
Sehun hanya mendengus geli kala melihat teman kecilnya itu. Berkacak pinggang dengan tas ransel didepan badannya. Membuatnya terlihat lucu.
“Hei, jangan tertawa! Kau tau? Aku harus berjalan kerumahku dan aku lelah!”Bentak gadis itu baru kemudian menendang kaki Sehun, tapi sayang lelaki itu sudah berantisipasi atas tindakan gila tetangganya. Jadi Cheonsa hanya menendang angin.
“Hei, asal kau tau ya? Rumahmu itu disamping rumahku! Lelah darimana? Dasar drama queen!” 
“Ya kan jauh lima langkah lebih ada! Aku sedang bad mood tau! Bisakah kau membuatku senang sedikit!” Teriak gadis itu. Sehun bersyukur Ibunya sedang pergi bersama Ayahnya, jadi mereka tidak akan datang lalu menyalahkannya karna Cheonsa pasti mengadu yang tidak – tidak.
“Sudahlah, aku lelah! Ingat jangan lupa beritahu temanmu itu yang punya bengkel. Siapa namanya?”
“Jongin? Kim Jongin?”
“Iya, siapalah dia! Beritahu dia tolong antar sepedaku jika sudah benar!” Jawan gadis itu cuek bebek. Dia melambaikan tangan dengan gerakan malas yang hanya diangguki Sehun yang juga malas.
Baru saja gadis itu akan melompati pagar yang membatasi rumah mereka Sehun segera berseru. “Kau mau mendengar joke of the day buatanku?” Gadis itu berhenti melangkah lalu menengok melalui bahunya dengan alis terangkat.
Tak mendapat jawaban. Sehun langsung berkata sambil mengingat tulisan yang dibacanyaa diinternet tadi siang.
I’m invisible!”
Cheonsa mengerutkan keningnya. Lelucon macam apa yang dilontarkan Sehun padanya?
“Apa? Kau bercanda?”
I’m visible” Ulang pria itu yang membuat Cheonsa gemas karna kesal. Lantas dia menggeleng. “No you’re not idiot.”
So you can see me, right?” Tanyanya dengan senyuman kecil. Cheonsa hanya diam memikirkan apa yang tengah Sehun bicarakan.
“Tentu saja aku bisa melihatmu, memangnya kau setan? Eh, apa kau memang setan?” Tanya gadis itu asal. Dia malas. Pasalnya dia berpikir jika Sehun akan menyebalkan.
“How about tomorrow night?”
Dan Choeonsa hanya bisa mematung terdiam memikirkan jawaban Sehun.
—-
Hai semua?
Maaf ya kalo ff ini berantakan. Aku udah edit beberapa kali tapi teeo aja dia gak mau ngasih space. Capek hati. Jadi aku post aja. Makasih udah baca^^ kutunggu komenmu^^
Advertisements

Your Feedback, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s