Category Archives: Genre

Someone Called Wound―Putri S.

1520032399699

Someone Called Wound

Sehun X OC

AU, Romance, Hurt, Friendship, etc.

Teen X Vignette

“Kau bilang perasaan itu bukan bertepuk sebelah tangan. Nyatanya, aku malah merasakan luka yang jauh lebih besar dari sebelumnya.”

.

.

.

.

.

Dunia masih berputar sesuai dengan porosnya. Daun-daun masih suka saja berisik ketika angin meniupnya. Salju masih saja enggan pergi. Dingin yang menyapa masih saja membuatku mengeratkan mantel guna melindungi pori-pori kulitku.

Aku terhenyak ketika mendapati pria itu di depan rumahku. Hawanya masih sama, tak ada yang berbeda. Ia menatapku dengan senyuman yang tak lagi bisa definisikan sebagai sebuah kehangatan. Semua itu sudah lebur menjadi sebuah luka ketika ia mendeklarasikan hubungannya dengan housemateku. Sungguh sialan pria ini!

“Dia mabuk. Aku akan mengantarnya sampai kamar.” Ujarnya padaku dengan senyum yang masih terpatri sempurna di bibir manisnya. Bahkan ketika luka itu masih menganga, mengapa aku malah dengan bodohnya masih memiliki perasaan untuknya?

Tanpa kuberikan jawaban, ia membopong Jenny setelah kutepikan badanku yang lebih pendek dari mereka berdua. Pria itu sudah hapal seluk-beluk rumah ini, sehingga tanpa perlu kuantar pun ia tak akan tersesat.

Dan aku? Tak perlu repot-repot bertanya karena aku hanya bisa berdiri tercenung menunggu pria itu datang. Mengatakan kalimat yang memang sering menyapa, hingga aku pun muak mendengarnya. “Kau belum tidur?”

Basa-basi macam apa itu, Oh Sehun? Pria bermata tajam itu kuserapahi dalam hati. Kalaupun aku berani mengonversinya menjadi sebuah untaian kalimat, maka keesokan harinya aku akan mendapatkan surat PHK dari atasan. Menyedihkan memang.

“Aku sedang sleep-walking.” Sahutku ketus, tak ada harapan untuk bermanis-manis lagi padanya. Aku pun melangkahkan kaki menuju kamar, tak mengindahkan keberadannya jikalau tangan itu mencengkeram lenganku. Membawa tubuh ringkihku ke dalam pelukannya. Memberikan sebuah kehangatan yang menjalar hingga ke dalam sel-sel tubuhku. Aku benci saat-saat aku menjadi lemah seperti ini.

“Maaf,” Suara merdu bariton itu menyapa pendengaranku. Aku tak berkutik, namun tak bodoh untuk mengartikan kata itu. Ia lantas membubuhi satu kata itu dengan untaian kata yang lain. “aku menyakitimu lagi.”

Dia sadar, tapi dia akan melakukannya lagi dan lagi.

“Kalau begitu, pilih salah satu.” Kataku memberanikan diri memberinya pilihan. Kurang ajar memang ketika aku tak punya hubungan apapun dengannya, tapi masih bisa memberikannya pilihan dan menyudutkan kenyamanan hatinya seperti ini. “Lalu aku tak perlu berbagi hati lagi.”

Pria bermata tajam itu merenggangkan pelukannya. Menunduk guna menatapku, dan aku memilih untuk membuang tatapanku ke sembarang arah. Aku belum siap mendapati tatapan matanya yang berbohong guna membahagiakan hatiku. Terlalu klasik, hingga aku bisa membacanya.

“Tentu aku akan memilihmu. Bukankah kita sudah membicarakan ini sebelumnya?” tanyanya. Oh Sehun, si pemilik perusahaan properti terbesar ini seketika menjadi bodoh ketika dihadapkan oleh sebuah pilihan hati. Terlalu banyak kebohongan yang ia lakukan, yang nyaris menyerupai kebenaran kalau saja aku tak pernah menemui kenyataannya.

Seketika saja, aku menangkap sebuah bingkai foto yang terpajang dari balik bahu tegapnya. Dimana aku, Sehun dan juga Jenny berpose dengan manis di sana. Foto itu diambil tepat ketika kami bertiga merayakan wisuda kelulusan. Tiba-tiba saja sudut hatiku berdenyut nyeri. Aku tak punya lagi kalimat untuk dikatakan. Jadi, aku mendorong tubuhnya dan meninggalkannya.

Benar-benar meninggalkannya.

 

***

 

Sebelah sudut bibirku terangkat. Menatap rangkaian kata-kata yang tergabung menjadi kalimat memuakkan saat aku membacanya. Dia, masih dengan keberanian yang sama, mendatangiku. Pagi ini, aku dikejutkan oleh pelayan rumahku yang seketika menjadi panik kala mendapati seorang tamu.

Bukan menjadi rahasia lagi ketika aku pulang ke Manhattan, ayah mengangkat jari telunjuknya ke arahku dengan tatapan marahnya. Usut punya usut, ternyata ayah tahu bahwa aku melarikan diri untuk mendapatkan gelar sarjana di kampung halaman ibu tanpa sepengetahuannya. Padahal kala itu diberikan pilihan pergi ke Brooklyn, yang dengan bodohnya kutentang begitu saja.

Kemudian, keesokan harinya kudapati seorang pria berbadan tegap dan berahang tegas duduk di dalam kamarku. Pria tak punya tata krama yang menjadi korban perjodohan bersamaku. Menyusun sebuah skenario tak bertuan yang kemudian kami jalani sampai saat ini. Cerita menyedihkan yang klise dan kubenci selama alur hidupku.

“Bagaimana dengan suamimu? Dia berlaku baik ‘kan padamu?”

Dia sangat baik. Bahkan ketika aku masih menyukai pria lain selain dirinya, dia ikhlas. Dia sangat menghormati wanita, menjadikannya prioritas, walau terkadang aku sering menudingnya melemahkan martabat wanita. “Setidaknya lebih baik daripada dirimu.”

Aku memukulnya terlalu keras, hingga ia menatapku lemah. Aku pun meremas kertas yang ada di genggamanku, hingga kurasakan sebuah telapak tangan besar menyapa telapk tanganku yang mendingin―kebiasaan yang tak akan hilang ketika aku sedang dilanda kegelisahan. Aku menoleh, mendapati si jangkung duduk di sebelahku. “Willis…”

Dia tersenyum padaku, senyuman tulus. Jika saja dia bukan suami yang baik, pria yang bisa menjaga hatinya untukku, maka ia akan terbakar api cemburu sedangkan aku sendiri kelabakan mencari alternatif penyelesaian. Namun, dia dengan kesabaran dan juga kedewasaannya, menyapa Sehun tanpa ada beban di hatinya.

“Kau yang namanya Oh Sehun? Evelyn sering menceritakanmu padaku.” Katanya. Sepintar-pintarnya Willis dalam menghadapi permasalahan, bibir seksinya itu tak bisa menjaga perkataannya sendiri. Sontak, aku pun mencengkeram telapak tangannya. Memberikan tanda tanpa harus diubah menjadi verba. “Kalian pasti berteman baik.”

Sehun menatap balik netra coklat pekat milik Willis, disusul senyum manis palsunya yang merekah. “Kami berteman sangat baik.”

“Sehun, ini Willis―suamiku.” Aku memperkenalkan Willis kepada Sehun, berhara bahwa pria itu akan terbakar api cemburu. Namun, sejurus kemudian aku berpikir lagi; memangnya itu ada gunanya? Sedangkan Sehun sebentar lagi akan menikah dengan Jenny.

“Kalian sangat serasi.” Tutur Sehun sembari menatap Willis. “Tolong jaga Eve untukku. Aku tidak bisa membahagiakannya, tapi setidaknya ia menikah dengan orang yang tepat.” Setelah kalimat itu menohok hatiku, Sehun pamit undur diri. Berlekas-lekas meninggalkan kediamanku dan Willis tanpa banyak bicara lagi. Tetapi, aku seketika teringat tujuan Sehun datang.

“Jangan tunggu kedatanganku di pesta pernikahanmu,” aku mendekat ke arahnya. Meninggalkan Willis yang sepertinya masih tidak percaya dengan apa yang kukatakan. “karena aku tidak akan pernah datang.”

Setidaknya, kau paham bahwa aku bukan lagi Evelyn yang bodoh. Yang dengan mudahnya dipermainkan hatinya, kemudian kau buang tanpa kau indahkan. Aku sudah merasakan banyak luka, hingga aku tidak perlu dirimu lagi untuk menambahnya.

Sebab, kau hanya masa lalu yang menyakitkan dan masa depanku sudah ada di depan mata.

 

―End―

 

Halo, semuanya. First, makasih sudah mau baca. Second, truthfully I miss you guys. Ini kayaknya udah satu tahun lebih aku udah nggak buka wordpress. Kangen kalian para readers yang setia menemani. Semoga fict ini menghibur kalian semua. Love you all!

Advertisements

[Slice #9] Everything has Changed: Sweetest Kiss

cymera_20170923_151832Title |Everything has Changed

Author|RHYK

Cast|               Oh Sehun

Xi Luhan

Kim Jisoo ‘BlackPink’ as Arial Ahn

Additional Cast| Hye Ri ‘Girls Day’

                                 DK ‘SVT’

                                 Yuju ‘G-Friend’

                               June ‘Ikon’

                               Jun ‘SVT’

Length|Chapter

Genre| AU – Romance –Sad –School life –Fluff –Friendship

Disclaimer| Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Summary this Chapter|“Ah..seperti ini ketika seseorang mencium bibirmu –manis dan –hangat..”

Previous Chapter|Unique Girl >> Suck Feeling Gemintang >> Value >> Punishment >> Sick or Secret? >> The End of Us >> Lost >> Sweetest Kiss (now)

Publish at http://www.exofanfictionindonesia.wordpress.com

== 9 ==

Arial side’s

Kami memutuskan untuk pulang juga setelah Sehun yang tiba –tiba tanpa kejelasan pergi dengan alasan memiliki urusan yang kedengarannya terlalu seperti bohong –atau memang bohong? Entahlah, tapi aku merasa demikian karena aku tahu betul Sehun tidak akan pergi lebih dulu kecuali ia tak merasa nyaman dengan situasinya atau –

“Arial –apa terjadi sesuatu pada Sehun akhir-akhir ini di sekolah?”

Aku melirik Luhan sebelum menjawab “Setauku semua baik-baik saja. Ia jarang berbagi cerita padaku.”

Atau –yang alasan Sehun pergi dengan sengaja adalah

Ia bertengkar dengan Luhan. Continue reading [Slice #9] Everything has Changed: Sweetest Kiss

Begin Again – Chapter 1

beginagain-sestal-poster-fix

A fanfiction by nchuhae

Main Cast: Oh Sehun, Jung Soojung | Support Cast: Kim Jongin, Bae Joohyun, etc.

Genre: Drama, Marriage Life, Romance | Rating: PG-15

Disclaimer: All characters belong to themselves. I own nothing but storyline and my unhealthy obsession towards this lovely OTP of mine

Continue reading Begin Again – Chapter 1

[Chapter #8]Everything has Changed: LOST?

Title |Everything has Changed

Author|RHYK

Cast|               Oh Sehun

Xi Luhan

Kim Jisoo ‘BlackPink’ as Arial Ahn

 

Additional Cast| Hye Ri ‘Girls Day’

DK ‘SVT’

Yuju ‘G-Friend’

June ‘Ikon’

Jun ‘SVT’

Length|Chapter

Genre|AU – Friendship –Romance – School life- Family -Sad

Disclaimer| Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks!

Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster by Arin Yessy at IFA

Autor Note’s| Maaf untuk update yang terlalu lama. RCL DIWAJIBKAN

Summary this Chapter|”Apa kau kira kalung ini hilang?”

 

Previous Chapter|

1 Unique girl || 2 Suck Feeling ||3456 Do Not Wanna Hear You7 The End of Us-8 Lost [NOW]

 

==8==

Summer, a few years a go

Musim panas. Gadis yang kini jauh berada didepannya, dengan netra hazel yang tak bisa diam merefleksikan pandangannya pada hal yang sudah setiap kali dilihat pada saat musim panas datang, sampai seorang Oh Sehun bosan, tapi tidak dengannya. Ah, kalo diingatpun musim panas memang cocok dengan kepribadian gadis yang satu-satunya tidak malu untuk melakukan apapun asal nilai akademisnya naik. Bodoh dan ceria.

Tapi, dalam diri Oh Sehun diam-diam ia mensyukuri itu.Karena, jika mereka berdua sama-sama pintar yang ada bukan persahabatan tapi permusuhan bahkan buruknya pembunuhan.Mengingat ambisi Arial lebih besar dari dirinya.Dan, ambisi itu bukan dalam pelajaran tentu saja, melainkan ambisi untuk mendapatkan pria hangat yang jenius dan juga menyukai musim panas sama seperti dirinya.

Intinya, gadis itu sangat yakin dengan ekspektasi yang akan berubah jadi nyata.

 

Pengharapannya begitu besar, pikir Sehun.

 

Laju mobil berhenti, dan gadis itu langsung turun dan berlari dengan Luhan yang berjalan dibelakangnya.

Sementara Sehun lebih memilih untuk berdiam dimobil dan mendengarkan teriakkan Arial yang memekakan telinga.

“WOO!! kami tiba di Jeju!!”

mendengar itu Luhan tertawa dan mengacak rambut gadis itu pelan, sementara ayah dan ibu hanya tertawa seraya menggelengkan kepala.

Sehun hanya terdiam sejenak, tujuan keluarga Oh bertamasya saat musim panas memang sudah menjadi agenda besar di keluarga Oh, karena pada awal musim panas, sekitar April kedua anaknya berulang tahun jadi mereka bertamasya sebagai perayaan ulang tahun kedua putra keluarga Oh.

 

Tapi, selalu yang terlihat gembira hanya Luhan dan Arial sementara Sehun tak pernah memikirkan tentang kesenangan ini. Sehun hanya merasa semakin ia dewasa dan bertambah satu angka baik depan atau belakang, Sehun semakin tidak bebas bahkan untuk dirinya sendiri. Untuk itu, acara liburan ini membosankan untuknya.

  Continue reading [Chapter #8]Everything has Changed: LOST?

1435 #13—PutrisafirA255

91 copy

1435—The Truth

.

Story from PutrisafirA255

.

Cast

Oh Sehun-Kim Hanna

Byun Baekhyun- Helena Jung

Jung Hyejin-Min Yoongi

etc

.

Genre

Marriage Life, Romance, AU, Fluff, Drama, Family, etc.

.

PG-16

.

Hope you like it and give me comment as appreciation

.

PutrisafirA255©2016 | Blackandwhite

.

Prolog  #1 [Restart] | #2[Propose] | #3 [Could I?]

| #4[The Past] | #5 [The Wedding] | #6 [After Many Years] | #6 [After Many Years] | #7 [The Secret]

| #8 [Jealously] | #9 [Bad Dream] | #10 [Look at Me!] |

|#11 [Heal Me Then] | #12 [Better Than Before] │#13 [The Truth] (NOW)

. Continue reading 1435 #13—PutrisafirA255

Blurred Lines

 

Title : Blurred Lines

Author : SehunDermanOh

Cast : Sehun, Lee Jo Hee (OC)

Genre : AU, Romance, Hurt, Sad

Rating : PG-15

Length : Drabble

🎵Song of Cheetah-Blurred Lines🎵

“Kejujuranku atau kebohonganmu, kesalah pahamanku atau ketidak bertanggung jawabanmu. Itulah masalahnya…kita memiliki rasa sepi yang berbeda”

.

.

.

Continue reading Blurred Lines